Petunjuk Diet Diabetes Mellitus 5/5 (2)

Tujuan Diet Diabetes Melitus 

Menyesuaikan makanan dengan kesanggupan tubuh untuk menggunakannya, sehingga membantu Anda :

  1. Menurunkan kadar gula darah mendekati normal.
  2. Menurunkan gula dalam urine menjadi negatif.
  3. Mencapai berat badan normal.
  4. Menjalankan pekerjaan sehari-hari seperti biasa.

Perbedaan Diet Diabetes Mellitus dengan Makanan Biasa

  1. Menghindari penggunaan gula murni.
  2. Membatasi penggunaan bahan makanan yang mengandung lemak jenuh.
  3. Jumlah makanan sehari dan pembagiannya perlu diatur dengan baik. Jadwal makan dibagi menjadi 3 kali makanan pokok dan 3 kali selingan.

Makanan yang harus dihindari

  1. Gula murni : gula merah, gula pasir, gula aren, gula batu.
  2. Makanan dan minuman yang dibuat dengan gula murni : Abon, dendeng, manisan, dodol, cake, tarcis/ kue tart, sirup, susu kental manis, coklat, minuman botol ringan (Softdrink), es krim dan lain-lain.

Makanan yang perlu dibatasi

Bahan makanan yang mengandung hidrat arang komplek : nasi, lontong, ketan, ubi, singkong, talas, kentang, sagu, mie, bihun, makaroni, dan makanan lain yang terbuat dari tepung-tepungan.

Bahan Makanan yang mengandung Lemak Jenuh

  1. Lemak Hewani : Lemak sapi, babi, kambing, susu full cream, keju, mentega.
  2. Kelapa, minyak kelapa, margarine. Bahan makanan ini sebaiknya dibatasi.

Pelaksanaan Terbaik Diet Diabetes Melitus

  1. Makanlah secara teratur sesuai dengan jumlah dan pembagian makanan yang dianjurkan.
  2. Habiskanlah jumlah makanan yang telah ditentukan dalam daftar.
  3. Makanlah banyak sayuran sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan :
    a. Sayuran kelompok A boleh dimakan sekehendak. Sayuran kelompok B boleh dimakan menurut jumlah yang ditentukan.
    b. Semua macam buah boleh dimakan menurut jumlah yang ditentukan.
  4. Usahakanlah penggunaan lemak tidak jenuh dalam pemanasan seperti: minyak jagung, minyak kedelai, minyak kacang, minyak zaitun, dan lain-lain.
  5. Gunakanlah daftar penukar bahan makanan untuk variasi menu, sehingga dapat memilih bahan makanan yang sesuai dengan menu keluarga.

Hal yang perlu dilakukan jika mengalami Hipoglikemi

Hipoglikemi adalah keadaan yang terjadi bila kadar gula darah terlalu rendah. Ini disebabkan karena terjadi ketidakseimbangan antara makanan yang dimakan dengan kegiatan atau obat yang dimakan.

Gejalanya antara lain :

Gemetar, keluar keringat dingin, pusing, lemas, mata berkunang-kunang, dan nyeri di ulu hati, seperti merasa lapar yang sangat. Bila Anda mengalami gejala ini : minumlah segera air gula manis 1 gelas atau gula-gula / permen.

Hal lain yang perlu diperhatikan

  1. Periksalah secara teratur kadar gula Anda.
  2. Usahakanlah melakukan olah-raga jenis aerobic secara teratur, disesuaikan dengan kemampuan tubuh.
  3. Hati –hati bila mendapat luka, jangan sampai terjadi infeksi.
  4. Pakailah pengganti gula murni bila diperlukan.

Contoh Menu Diet Sehari :

Pagi : Roti + Margarine + Pindakas, Telur Rebus, Lalap : Tomat, Selada

Pukul 10.00 : Pisang Rebus

Siang : Nasi, Ikan panggang saos tomat, tempe bumbu bacem, lalapan timun, sayur asem. Buah : Semangka

Pukul 16.00 : Lumpia basah isi sayuran

Malam : Kentang ongklok, Bistik daging sapi, Rolade tahu, Stup buncis, Sup sayuran. Buah: Jeruk

Pukul 21.00 : Buah apel

Lokasi Pelayanan :
Klinik Katarina (Klinik Anti Obesitas & Pelayanan Holistik)
Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274 – 514014, 514845, 563333 ext 1512

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (2)

Mohon dapat memberikan rating

Hari Hepatitis Sedunia No ratings yet.

Hari Hepatitis Sedunia (World Hepatitis Day) diperingati setiap tahun pada tanggal 28 Juli, untuk meningkatkan kesadaran akan virus hepatitis, yang menyebabkan peradangan hati, gagal hati (sirosis) atau penyakit hati parah (fulminan) dan kanker hati (hepatoma).

Kejadian infeksi virus hepatitis ini berupa ribuan infeksi hepatitis virus akut yang terjadi pada anak, remaja dan orang dewasa setiap tahun. Sebagian besar infeksi hepatitis akut menyebabkan penyakit ringan dan bahkan tidak terdeteksi. Tetapi dalam beberapa kasus, hepatitis dapat menyebabkan komplikasi dan berakibat fatal. Pada tahun 2019 saja, diperkirakan 78.000 kematian terjadi di seluruh dunia akibat komplikasi infeksi hepatitis A hingga E akut.

Upaya global memprioritaskan penghapusan infeksi khusus hepatitis B, C dan D. Tidak seperti hepatitis virus akut, 3 jenis infeksi tersebut menyebabkan hepatitis kronis yang berlangsung selama beberapa dekade, dan berujung pada lebih dari 1 juta kematian per tahun akibat sirosis dan kanker hati. Ketiga jenis infeksi hepatitis kronis ini bertanggung jawab atas lebih dari 95% kematian karena hepatitis. Meskipun sudah tersedia panduan dan alat untuk mendiagnosis, mengobati, dan mencegah hepatitis virus kronis, layanan ini sering kali tidak terjangkau oleh masyarakat, dan terkadang hanya tersedia di rumah sakit rujukan atau khusus saja.

Tema peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2022 adalah perawatan hepatitis lebih dekat (bringing hepatitis care closer to you). Saat ini diperlukan upaya mendekatkan layanan hepatitis ke fasilitas kesehatan primer dan masyarakat luas, sehingga lebih banyak warga memiliki akses yang lebih baik ke layanan diagnosis, pengobatan dan perawatan, apa pun jenis hepatitisnya.

Pesan kunci kampanye kali ini meliputi 5 hal sebagai berikut:
– Membangun layanan hepatitis berkualitas tinggi, dengan memastikan setiap orang memiliki akses ke layanan hepatitis yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan yang adil, efektif, efisien, tepat waktu dan dengan kualitas yang dapat diterima
– Membentuk layanan hepatitis sedekat mungkin dengan rumah pasien, dengan desentralisasi perawatan hepatitis ke fasilitas kesehatan perifer, berbasis komunitas dan tempat lain di luar rumah sakit
– Mempromosikan pembagian tugas dengan melibatkan para dokter dan tenaga kesehatan non-spesialis yang terlatih di bidang ini
– Mengintegrasikan dan menghubungkan perawatan hepatitis dengan layanan kesehatan masyarakat yang ada, karena pengobatan hepatitis dapat diperluas dan digabungkan dengan layanan perawatan primer, HIV, narkoba, serta layanan kesehatan warga binaan di penjara
– Memastikan sistem kesehatan yang tangguh, adil dan kuat, karena didanai dan dilengkapi secara memadai untuk memberikan perawatan hepatitis yang berkualitas kepada semua orang

Segenap warga masyarakat diingatkan untuk mendidik diri sendiri dan berperan untuk menghentikan penularan hepatitis di masyarakat. Berkonsultasi dengan dokter keluarga dan pastikan tes dan pengobatan tepat waktu untuk mencegah sirosis dan kanker hati. Pastikan ibu menjalani tes hepatitis B jika hamil, tes karena ini dapat mencegah penularan ke bayi. Selain itu, juga pastikan setiap bayi divaksinasi hepatitis B dalam waktu 24 jam setelah lahir.

Untuk segenap pemimpin global, diharapkan untuk fokus pada desentralisasi layanan kesehatan untuk hepatitis ke fasilitas kesehatan tingkat rendah, layanan kesehatan primer dan layanan terkait penyakit lainnya seperti HIV, pengurangan dampak buruk narkoba, dan layanan warga binaan di penjara. Selain itu, juga memprioritaskan perawatan hepatitis yang berpusat pada orang dengan  penjaminan pendanaan yang memadai, termasuk mobilisasi dana domestik. Juga mewujudkan cakupan kesehatan semesta atau UHC (Universal Health Coverage) untuk semua orang yang hidup dengan hepatitis B dan C kronis.

Pada 21 April 2022 pertama kali dilaporkan adanya 169 kasus hepatitis akut misterius di 11 negara Eropa dan 1 negara Amerika. Kasus telah dilaporkan di Inggris (114), Spanyol (13), Israel (12), Amerika Serikat (9), Denmark (6), Irlandia (< 5), Belanda (4), Italia (4), Norwegia (2), Prancis (2), Rumania (1), dan Belgia (1). Kasus hepatitis ini menyerang anak berusia 1 bulan hingga 16 tahun, 17 anak (sekitar 10%) membutuhkan tindakan transplantasi hati, dan setidaknya satu kematian telah dilaporkan.

Hepatitis akut ini ditandai dengan peningkatan yang nyata kadar enzim hati dalam darah. Banyak kasus memiliki gejala sakit perut, diare dan muntah, dan peningkatan kadar aspartate transaminase (AST) atau alanine aminotransaminase (ALT) yang lebih besar dari 500 IU/L dan kulit berwarna kuning (ikterus). Sebagian besar kasus tidak mengalami demam. Virus umum yang menyebabkan hepatitis virus akut (virus hepatitis A, B, C, D dan E) tidak terdeteksi dalam kasus ini. Namun demikian, adenovirus tipe F 41 telah terdeteksi dalam 18 dari setidaknya 74 kasus. SARS-CoV-2 diidentifikasi dalam 20 kasus dan 19 terdeteksi dengan koinfeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

Perkembangan penyakit hepatitis akut misterius di Indonesia hingga hari Jumat, 24 Juni 2022 lalu tercatat sebanyak 70 kasus dugaan yang tersebar di 21 provinsi, paling banyak di Jakarta, dan sebanyak 40 pasien adalah ‘discarded’ atau dikeluarkan dari dugaan kasus tersebut, karena penyebabnya sudah diketahui, sehingga tidak masuk dalam kelompok hepatitis akut ini. Gejala klinis paling banyak terjadi adalah demam sebanyak 76 persen, kemudian diikuti mual, muntah dan jaundice atau kulit berwarna kuning. Gejala klinis ini jelas berbeda dari yang dilaporkan di Inggris, di mana jaundice (warna kekuningan pada kulit atau bagian putih mata) menjadi gejala utama, baru kemudian diikuti muntah, lethargy (rasa lelah yang parah) dan diare.

Target global adalah mencapai eliminasi hepatitis pada tahun 2030. Untuk mencapainya, setiap negara perlu untuk mencapai target spesifik. Pertama, mengurangi infeksi baru hepatitis B dan C hingga 90%. Kedua, mengurangi kematian terkait hepatitis akibat sirosis hati dan kanker sebesar 65%. Ketiga, memastikan bahwa setidaknya 90% orang dengan virus hepatitis B dan C terdiagnosis. Dan keempat, setidaknya 80% dari kasus hepatitis yang memenuhi syarat menerima pengobatan yang tepat.

 

Sumber: https://dokterwikan.com/

Artikel ini ditulis oleh:
DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A
(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Saluran Cerna & Hati
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Senam Kaki Diabetes No ratings yet.

Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki (deformitas).

Langkah-langkah Senam Kaki Diabetes sebagai berikut:
1. Latihan senam kaki dapat dilakukan dengan posisi berdiri, duduk, dan tidur
2. Senam kaki dapat dilakukan dengan cara menggerakan kaki dan sendi-sendi kaki misalnya berdiri dengan kedua tumir diangkat, mengangkat kaki dan menurunkan kaki
3. Gerakan dapat berupa gerakan menekuk, meluruskan, mengangkat memutar keluar atau kedalam. Selain itu, gerakan mencengkram dan meluruskan jari-jari kaki juga menjadi bagian dari senam kaki diabetes
4. Latihan senam kaki diabetes, dapat dilakukan setiap hari secara teratur, dimana saja. Bisa sambil bersantai bersama keluarga maupun menonton televisi. Ketika kaki terasa dingin, lakukan senam kaki diabetes

 

Informasi Pelayanan : 
Instalasi Rehabilitasi Medik
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Senin – Sabtu pk 07.00 – 16.00 WIB
Hari Minggu & tanggal merah tutup

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Kenali Gejala Sakit Ginjal 5/5 (2)

Ginjal adalah organ utama dalam tubuh kita untuk menyaring dan membersihkan racun-racun dalam tubuh. Maka perlu kita ketahui gejala-gejala ketika ginjal mulai mengalami masalah.

Gejala awal dari penyakit ginjal memang tidak nampak tanda-tanda yang spesifik. Namun, jika sudah menunjukkan gejala yang khas, seseorang bisa sampai harus cuci darah. Gejala awal ditandai dengan rasa nyeri, bisa salah satu ginjal maupun keduanya.

Kerusakan ginjal total dan tak dapat disembuhkan disebut dengan End Stage Renal Disease (ESRD) atau Gagal Ginjal Tahap Akhir (GGTA). Pasien dengan GGTA menderita kondisi permanen jika fungsi ginjalnya hilang maka tidak dapat disembuhkan.

Saat ginjal berhenti berfungsi, tubuh akan mengalami kondisi keracunan karena terisi oleh kelebihan air dan limbah produk. Kondisi ini disebut uremia, ditandai dengan pembengkakan dibagian tangan dan kaki serta pasien akan merasa letih dan lemas. Dalam kasus yang kronis, uremia dapat mengakibatkan kejang-kejang atau koma, dan berakhir dengan kematian. Dalam hal ini, pasien harus menjalani perawatan dialisis atau transplantasi ginjal, karena strategi manajemen konservatif tidak cukup untuk menyelamatkan nyawa.

Gejala-Gejala Sakit Ginjal

  • Nyeri
    Pada awal mula biasanya penderita mengalami nyeri. Lalu kalau sudah terdapat batu biasanya nyeri saat buang air kecil
  • Kaki Bengkak
    Dalam kasus yang lebih berat, kaki akan bengkak. Kondisi ini akan menetap meski sudah berbaring
  • Kesadaran Menurun
    Seseorang yang mengalami gagal ginjal kesadarannya menurun, gampang lemas, dan wajahnya pucat
  • Sesak Napas
    Gejala tahap selanjutnya adalah mengalami sesak napas, karena cairan di dalam tubuh tak bisa keluar bahkan menumpuk didalam paru-paru
  • Meracau
    Cairan seperti urine harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Cairan tersebut banyak mengandung racun yang harus disaring oleh ginjal. Jika ginjal rusak berarti tidak dapat menyaring racun dan tetap ada di dalam darah. Akibatnya racun tersebut bisa masuk ke pembuluh darah yang di otak. Pada tahap ini seseorang bisa meracau atau bicara serta bertindak tak beraturan. Kondisi ini sudah parah dan harus ditangani dengan cuci darah

Mari kita jaga ginjal kita dengan pola hidup sehat, dapat dilakukan dengan banyak minum air putih, aktif bergerak, mengatur pola makan yang sehat, jauhi alkohol dan hindari merokok, menghindari stress, rutin berolahraga dan jaga berat badan ideal. Konsultasi ke dokter jika mengalami gejala awal sakit ginjal.

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Bedah Urologi
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

5 Makanan Wajib Konsumsi Penderita Hipertensi 4.9/5 (10)

Hipertensi, atau penyakit darah tinggi, adalah suatu keadaan yang tidak boleh disepelekan. Penurunan darah tinggi, tidak hanya dibantu oleh obat dokter, namun juga memerlukan perhatian pada makanan yang dikonsumsi. Modifikasi gaya hidup dan kontrol asupan makanan, telah terbukti dalam berbagai penelitian dapat membantu penurunan tekanan darah.

Untuk mengoptimalkan terapi dalam hipertensi, pasien sebaiknya mengonsumsi makanan yang dapat membantu penurunan tekanan darah.

Apa saja makanan itu? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Susu Skim & Yogurt
Susu skim atau susu rendah lemak mengandung kalsium yang tinggi dapat berfungsi sebagai penurun tekanan darah. Selain kandungan kalsium yang tinggi, komponen lain dalam susu rendah lemak seperti senyawa peptida juga berperan dalam menurunkan tekanan darah. Susu skim juga dapat diganti dengan yogurt sebagai alternatif.

Sayuran Hijau
Sayuran hijau seperti brokoli, sawi, bayam, dan lainnya mengandung berbagai serat, antioksidan, kalium, kalsium, magnesium, hingga potassium. Nutrisi ini cukup dibutuhkan untuk membantu penurunan tekanan darah.

Salmon
Ikan salmon merupakan ikan yang kaya akan kandungan asam lemak omega-3. Kandungan lemak sehat ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan menekan peradangan dalam tubuh serta menurunkan kadar senyawa oxylipin yang dapat berdampak pada penyempitan pembuluh darah. Selain asam lemak omega-3, ikan salmon juga mengandung Vitamin D yang baik untuk membantu menurunkan tekanan darah.

Pisang
Pisang memiliki kandungan potassium atau kalium yang cukup tinggi. Potassium dapat membantu menurunkan tekanan darah secara alami. Satu pisang mengandung sekitar 420 miligram potassium dan jumlah ini setara dengan 11 persen dari konsumsi 4.700 miligram yang direkomendasikan American Heart Association setiap harinya.

Oatmeal
Oatmeal memiliki serat tinggi, rendah lemak, dan rendah natrium yang memenuhi kriteria untuk menurunkan tekanan darah dalam tubuh. Mengonsumsi oatmeal pada pagi hari dapat membantu pengisian energi untuk menjalani aktivitas Anda. Oatmeal dapat dikonsumsi lebih nikmat dalam bentuk overnight oatmeal, yakni sajian oatmeal yang disimpan selama semalam dengan merendamnya menggunakan bahan cair pilihan seperti susu untuk disimpan dalam kulkas semalaman. Beberapa jenis oatmeal pun tidak perlu dimasak untuk membuat overnight oatmeal.

Agar pemenuhan nutrisi sesuai dengan kondisi tubuh, Sahabat Sehat Panti Rapih juga dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik dan tim ahli gizi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, atau berlangganan katering diet bagi penderita Hipertensi dari NutriEatery.

Sumber:
Schwingshackl, L., Chaimani, A., Hoffmann, G., Schwedhelm, C., & Boeing, H. (2017). Impact of different dietary approaches on blood pressure in hypertensive and prehypertensive patients: protocol for a systematic review and network meta-analysis. BMJ open, 7(4), e014736.
https://doi.org/10.1136/bmjopen-2016-014736
https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/12/180300023/hipertensi-berikut-13-makanan-penurun-darah-tinggi?page=all
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3621427/makanan-penurun-tekanan-darah-tinggi-alami-dan-efektif
https://www.alodokter.com/makanan-penakluk-tekanan-darah-tinggi

Klinik Gizi
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Rating untuk artikel/halaman ini : 4.9/5 (10)

Mohon dapat memberikan rating

Periksakan Lebih Dini, LUPUS, Penyakit Seribu Wajah 5/5 (1)

LUPUS, Sistemic Lupus Eritematosus (SLE) adalah suatu penyakit autoimun yang kronis / berlangsung lama, di mana penderita menjadi sakit karena sistem imunitas yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi, kuman atau cedera, namun sistem autoimun tak mampu mengenali antara infeksi atau kuman dengan sel atau jaringan tubuh sendiri sehingga berbalik menyerang tubuhnya sendiri. Beberapa bagian yang dikenai bisa kulit, sendi, ginjal, saluran cerna, syaraf sampai otak. Penyebabnya belum diketahui secara pasti tetapi faktor keturunan di anggap berperan penting di samping, faktor lingkungan dan faktor hormonal.

Lakukan pemeriksaan lebih dini Lupus penyakit seribu wajah dengan melakukan pemeriksaan sebagai berikut:

1)  Anti Nuclear Antibody Test (ANA TEST)
Pemeriksaan keberadaan sel antibodi tertentu dalam darah yang biasanya sebagai pertanda adanya Lupus dalam tubuh

2) Anti-dsDNA
Pemeriksaan antibodi terhadap dsDNA dalam serum atau plasma untuk membantu diagnosis penyakit Lupus

3) Tes Kadar Komplemen Serum C3 C4
Tes yang menunjukkan aktivitas penyakit Lupus dalam tubuh

4) Tes C-Reactive Protein
Untuk mengidentifikasi peradangan sel

5) Tes Coombs
Untuk mendeteksi antibodi yang merusak permukaan sel darah merah

Baca juga
https://pantirapih.or.id/rspr/pemeriksaan-antinuclear-antibody-test-ana-test-untuk-penyakit-autoimun/
https://pantirapih.or.id/rspr/cara-membuat-lupus-terlihat/

Klinik Penyakit Dalam
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Anemia No ratings yet.

Anemia / kurang darah adalah keadaan dimana darah merah (hemoglobin/Hb) kurang dari normal. Normalnya 12-13%.

Penyebab Anemia
– Kurangnya nutrisi / kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi
– Penyakit kronis
– Kurang zat besi karena kebutuhan yang meningkat seperti pada kehamilan
– Kehilangan zat besi yang berlebihan pada perdarahan seperti haid yang berlebihan, kecelakaan, perdarahan setelah melahirkan, dan infeksi pada cacing

Tanda dan Gejala Anemia
– Perasaan mudah lelah, lemah, letih, lesu, lunglai (5L)
– Sering pusing / sakit kepala
– Sering mengantuk
– Pandangan berkunang-kunang dari posisi jongkok ke posisi berdiri / perubahan posisi
– Pucat pada wajah, telapak tangan, kuku, dan selaput dalam kelopok mata serta bibir

Akibat Anemia
– Gangguan / hambatan pada pertumbuhan badan dan perkembangan otak
– Kecerdasan dan prestasi belajar menurun
– Tubuh menjadi lemah dan kurang bugar
– Produktivitas dan aktivitas menurun
– Daya tahan tubuh menurun sehingga sering terserang penyakit

Pengobatan Anemia
Pengobatan anemia tergantung dari faktor penyebabnya, jika diperlukan dapat diberikan transfusi darah

Cara Mencegah Anemia
– Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung zat besi terutama yang berasal dari sumber hewani seperti, hati, susu, telur dan keju
– Konsultasikan ke dokter, bidan, atau pelayanan kesehatan terdekat bila terdapat gejala anemia


Klinik Penyakit Dalam
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telemedicine (Konsultasi Dokter Online)

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Hepatitis Misterius No ratings yet.

Sabtu, 23 April 2022 telah dilaporkan merebaknya penyakit hepatitis akut dan parah. Penyakit radang hati ini tidak diketahui penyebabnya dan menyerang banyak anak di beberapa negara secara sekaligus. Wabah hepatitis akut misterius ini mulai terjadi di Inggris dan Irlandia Utara pada 15 April 2022. Apa yang mencemaskan?

Pada 21 April 2022, setidaknya 169 kasus hepatitis akut misterius ini telah dilaporkan dari 11 negara di Eropa dan 1 negara di Amerika. Kasus telah dilaporkan di Inggris (114), Spanyol (13), Israel (12), Amerika Serikat (9), Denmark (6), Irlandia (< 5), Belanda (4), Italia (4), Norwegia (2), Prancis (2), Rumania (1), dan Belgia (1). Kasus hepatitis ini menyerang anak berusia 1 bulan hingga 16 tahun, 17 anak (sekitar 10%) membutuhkan tindakan transplantasi hati, dan setidaknya satu kematian telah dilaporkan.

Kementerian Kesehatan RI telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak. Kasus ini terjadi di Eropa, Amerika dan Asia, dan belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022.

Kewaspadaan tersebut meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Hepatitis akut (peradangan hati) ini ditandai dengan peningkatan kadar enzim hati dalam darah yang nyata. Banyak kasus memiliki gejala sakit perut, diare dan muntah, dan peningkatan kadar enzim hati (aspartate transaminase (AST) atau alanine aminotransaminase (ALT) lebih besar dari 500 IU/L) dan kulit kuning (ikterus). Sebagian besar kasus tidak mengalami demam. Virus umum yang menyebabkan hepatitis virus akut (virus hepatitis A, B, C, D dan E) belum terdeteksi dalam kasus ini. Namun demikian, Adenovirus telah terdeteksi dalam setidaknya 74 kasus, dengan pengujian molekuler, 18 telah diidentifikasi sebagai tipe F 41. SARS-CoV-2 diidentifikasi dalam 20 kasus yang diuji. Selanjutnya, 19 terdeteksi dengan koinfeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

Pemeriksaan dan penelitian lebih lanjut sedang berlangsung di berbagai negara yang telah melaporkan adanya kasus hepatitis tersebut. Data yang dikumpulkan mencakup riwayat klinis dan paparan yang lebih rinci, pemeriksaan toksikologi, yaitu toksisitas lingkungan dan makanan, serta pemeriksaan virologi atau mikrobiologi tambahan.

Sementara ini adenovirus merupakan salah satu hipotesis utama sebagai penyebab hepatitis akut, tetapi tidak sepenuhnya mampu menjelaskan tingkat keparahan klinis. Hal ini karena infeksi adenovirus tipe 41 di manapun, sebelumnya tidak pernah menyebabkan keparahan klinis semacam ini. Adenovirus adalah virus umum yang biasanya hanya menyebabkan infeksi ringan yang dapat sembuh sendiri (self-limited). Virus penyebab ini menyebar antar anak dan juga sering menyebabkan gangguan pernapasan, gastroenteritis (radang lambung atau usus), konjungtivitis (mata merah), dan sistitis (infeksi kandung kemih).

Faktor peningkatan kerentanan pada anak, terjadi setelah tingkat penularan adenovirus lebih rendah selama pembatasan sosial terkait pandemi COVID-19. Kondisi inilah yang merupakan potensi munculnya adenovirus mutasi baru, serta koinfeksi dengan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, perlu diselidiki lebih lanjut. Hipotesis yang terkait dengan efek samping dari vaksin COVID-19 saat ini tidak didukung, karena sebagian besar anak yang terkena hepatitis tidak menerima vaksinasi COVID-19.

Saat ini sedang diakukan pemantauan ketat lebih lanjut untuk mengidentifikasi kasus tambahan, baik di negara yang saat ini terkena dampak maupun di tempat lain. Prioritasnya adalah untuk menentukan penyebab kasus ini, dan untuk lebih menyempurnakan tindakan pengendalian maupun pencegahan. Langkah pencegahan umum untuk adenovirus dan infeksi umum lainnya adalah mencuci tangan secara teratur dan menjaga kebersihan lingkungan bermain anak.

WHO merekomendasikan bahwa pemeriksaan darah, urin, tinja, dan sampel pernapasan, serta sampel biopsi hati (bila tersedia) harus dilakukan, untuk menentukan virus penyebab infeksi. Juga penyebab non-infeksi lainnya perlu diselidiki secara menyeluruh. Saat ini WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan dan atau perdagangan dengan Inggris atau negara lain mana pun tempat kasus teridentifikasi, berdasarkan informasi yang tersedia saat ini.

Hepatitis misterius ini mengingatkan kita akan pneumonia Wuhan China, yang ternyata penyebabnya adalah coronavirus baru. WHO awalnya menamai 2019 novel coronavirus (2019-nCoV) pada 12 Januari 2020 dan kemudian secara resmi mengubahnya menjadi penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) pada 12 Februari 2020. Sejak COVID-19 pertama kali muncul di China pada 1 Desember 2019, dalam 4 bulan virus dengan cepat menyebar ke negara lain di seluruh dunia sebagai ancaman global. Pada 11 Maret 2020, WHO akhirnya membuat penilaian bahwa COVID-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi, menyusul flu Spanyol 1918 (H1N1), flu Asia 1957 (H2N2), flu Hong Kong 1968 (H3N2), dan flu Pandemi 2009 (H1N1), yang masing-masing menyebabkan sekitar 50 juta, 1,5 juta, 1 juta, dan 300.000 kematian manusia.

Hepatitis misterius di Inggris ini juga mengingatkan kita akan wabah Hepatitis A di Pacitan dan Trenggalek Jawa Timur pada Minggu, 30 Juni 2019 lalu dengan jumlah penderita penyakit kuning itu nyaris menembus angka 1.000 orang. Kita diingatkan agar terus mengikuti perkembangan berita, mencermati penularan, dan melakukan tindakan pencegahan dengan mempromosikan perbaikan sanitasi, keamanan pangan, dan vaksinasi Hepatitis sesuai jadwal, untuk semua anak di sekitar kita.

Sumber: https://dokterwikan.com/

Baca juga link terkait:
https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-anak-terpadu/
https://pantirapih.or.id/rspr/layanan-klinik-ibu-dan-anak-rs-panti-rapih/
https://pantirapih.or.id/rspr/perlukah-saya-di-vaksin-hepatitis/
https://pantirapih.or.id/rspr/tahukah-anda-pentingnya-vaksin-hepatitis/

Artikel ini ditulis oleh:
DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A
(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Klinik Klinik Tumbuh Kembang Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Bersahabat dengan Diabetes Mellitus dengan Pengaturan Makan yang Tepat No ratings yet.

Saat ini masyarakat sudah sering mendengar tentang penyakit Diabetes Melitus (DM) yang memang prevalensinya di Indonesia mulai meningkat.

Meningkatnya prevalensi diabetes melitus di beberapa negara berkembang akibat dari peningkatan kemakmuran di negara bersangkutan. Di Indonesia penyandang DM tipe I sangat jarang. Kasus DM tipe 1 mempunyai latar belakang berupa kurangnya insulin secara absolut akibat proses autoimun. Lain halnya dengan DM tipe 2 yang meliputi lebih 90% dari semua populasi diabetes. Pada tipe ini umumnya mempunyai latar belakang kelainan berupa resistensi insulin.

Banyak pasien yang telah terdiagnosis diabetes tidak mengetahui apa yang harus dilakukan agar diabetes ini terkelola dengan baik dan kualitas hidup tetap terjaga. Yang banyak terjadi adalah pasien hanya mengandalkan sepenuhnya pada obat berkhasiat hipoglikemik, tanpa memperhatikan pilar lain yang juga berpengaruh
pada pengelolaan DM. Menurut konsensus PERKENI (Perhimpunan Endokrinologi Indonesia) tahun 2006, penanganan diabetes terdiri dari 4 pilar utama yaitu perencanaan makan, latihan jasmani, obat berkhasiat hipoglikemi, dan penyuluhan/edukasi.

Bagaimana merencanakan makan bagi diabetisi (penderita diabetes mellitus)?
Untuk merencanakan makan pada diabetisi, pasien dapat berkonsultasi gizi dengan ahli gizi yang mereka temui. Ahli Gizi akan memandu pasien mengatur makanan sesuai dengan kebutuhan gizi masing-masing individu. Sebelum merencanakan makan bagi diabetisi, pasien harus mengetahui tujuan dari perencanaan makan pada diabetisi. Tujuan dari perencanaan makan ini adalah mengendalikan atau mengatur kadar gula darah dan lipida darah pada kondisi normal sehingga dapat menghindari atau mengurangi resiko terjadinya komplikasi kronis, mendapatkan dan mempertahankan berat badan normal/ideal, dan mengusahakan status gizi yang baik. Ada 3 prinsip dalam merencanakan makan pada diabetisi yang biasa disebut prinsip tepat 3J yaitu, tepat Jadwal, tepat Jumlah, dan tepat Jenis.

1. Tepat Jadwal
Jadwal makan harus teratur yang terdiri dari 3 kali makanan utama dan 3 kali makanan selingan / cemilan dengan interval/ jarak waktu sekitar 3 jam. Jadwal makan ini
dapat bersifat fleksibel disesuaikan dengan kebiasaan pasien sehari-harinya.

2. Tepat Jumlah
Jumlah makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan energi masing-masing.

Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan energi adalah :
1) Jenis kelamin
Kebutuhan kalori basal untuk wanita adalah 25 kcal/kg BBI (berat badan ideal) dan untuk pria 30 kcal/kg BBI.
2) Umur
Ada penurunan kebutuhan kalori dari kalori basal sesuai umur,
yaitu umur 40-59 tahun dikurangi 5%, 60-69 tahun dikurangi 10%, dan ≥ 70 tahun dikurangi 20% dari kalori basal.
3) Aktivitas fisik atau pekerjaan
Ada penambahan kebutuhan kalori dari kalori basal sesuai jenis aktivitas, yaitu :
• Keadaan istirahat, ditambah 10%
• Aktivitas ringan seperti pegawai kantor, pegawai toko, guru, ahli hukum, ibu rumah tangga, ditambah 20%
• Aktivitas sedang seperti pegawai di industri ringan, mahasiswa, militer yang tidak sedang perang, ditambah 30%
• Aktivitas berat seperti petani, buruh, militer dalam keadaan latihan, penari, atlit, ditambah 40%
• Sangat berat seperti tukang becak, tukang gali, pandai besi, kebutuhan ditambah 50%
4) Kehamilan/menyusui
• Awal kehamilan ditambah 150 kcal/hari
• Pada trimester II dan III ditambah 350kcal/hari
• Menyusui ditambah 550 kcal/hari
5) Adanya komplikasi yang menyebabkan kenaikan suhu seperti demam memerlukan tambahan kalori sebesar 13% untuk setiap kenaikan suhu 1 derajat celsius.
6) Berat badan
Bila kegemukan/terlalu kurus, dikurangi/ditambahan sekitar 20-30%. Untuk komposisi zat gizi dibagi menjadi 45-65 % dari karbohidrat, 10-20 % dari protein, dan 20-25% dari lemak.

3. Tepat Jenis
1) Jenis makanan yang dihindari adalah gula murni/sederhana seperti gula pasir (sukrosa), gula merah, gula aren, gula batu. Hindari juga makanan dan minuman yang dibuat dengan gula murni seperti selai, manisan, cake/bolu, wajik, sirup, susu kental manis, minuman mengandung gula. Sebagai pengganti gula murni dapat digunakan gula pengganti yang mengandung aspartam atau sukralose, tetapi penggunaannya tidak berlebihan.
Penggunaan gula murni sedikit dalam bumbu diperbolehkan yaitu tidak boleh lebih dari 5% energi.
2) Jenis makanan yang dibatasi seperti makanan pokok bisa bervariasi seperti nasi (lebih baik nasi beras tumbuk atau nasi beras merah karena kandungan serat tinggi), havermut, jagung rebus, roti gandum/bekatul, kentang, mie. Sumber karbohidrat ini dikonsumsi sesuai kebutuhan.
3) Pilih jenis cemilan atau selingan yang rendah kalori dan tinggi serat seperti cincau, camcau, agar-agar, puding, rumput laut, pisang rebus.
4) Sertakan rebusan sayuran dalam makanan seperti rebusan buncis, pare, labu siam atau sayur bening seperti terong, gambas/ oyong, karena tinggi serat larut airnya.
5) Pilih buah dan sayur yang mengandung air dan banyak serat seperti apel dan pear dengan kulitnya, jeruk dengan ampasnya, belimbing, melon, semangka (bagian putih dekat kulit disertakan, timun dan tomat.
6) Batasi asupan lemak dan kolesterol dengan membiasakan membuang lemak atau gajih pada daging sebelum dimasak. Gunakan minyak goreng dalam jumlah
terbatas dengan cara menghindari kebiasaan menggoreng makanan dengan minyak banyak tetapi biasakan memasak dengan cara menumis, memepes, mengukus,
merebus, dan memanggang. Setelah mengetahui prinsip 3 J tersebut, seorang diabetisi akan mudah menjalani diet DM. Tentu saja diabetisi masih harus rutin kontrol atau konsultasi gizi ulang mengenai diet yang sudah dijalankan. Melalui konsultasi gizi ini pasien dapat menjelaskan apa yang sudah dijalani dalam pengaturan diet ini, masalah apa yang timbul dalam menjalani diet ini, dan keberhasilan setelah menjalankan diet apakah sudah sesuai dengan tujuan dietnya. Ahli gizi akan mengevaluasi dan mendiskusikan kembali dengan pasien langkah atau komitmen selanjutnya agar masalah teratasi dan tujuan diet tercapai. Dengan pengaturan makan yang tepat, diabetisi akan lebih bersahabat dengan diabetesnya.

 

Artikel ini ditulis oleh:

E.Widi Risnawati, SST.
(Ahli Gizi RS Panti Rapih Yogyakarta)

Info Pelayanan :
Klinik Gizi RS Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

3 Cara Persiapan Menghadapi OMICRON di Awal Tahun No ratings yet.

Apa yang kita ketahui tentang COVID-19 varian OMICRON ?

OMICRON adalah varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 yang dilaporkan pertama kali ke WHO, 24 November 2021 dari Afrika Selatan. WHO tanggal 26 November 2021 menetapkan sebagai varian of concern berdasarkan mutasi dari seberapa mudah penyebaran dan tingkat keparahan varian ini.

Varian OMICRON terdeteksi pertama di Indonesia tanggal 16 Desember, dan diperkirakan sudah mulai ada di wilayah tertentu di Indonesia.

Adapun gejala OMICRON adalah seperti gejala flu pada umumnya, yaitu:

  1. Tenggorokan gatal atau sakit, diikuti menjadi batuk
  2. Bersin, hidung tersumbat /pilek
  3. Kelelahan yang cepat terjadi disertai nyeri otot
  4. Demam ringan dan berkeringat terutama pada malam hari
  5. Sesak nafas ringan sampai berat
  6. Diare
  7. Jarang ditemukan kehilangan rasa pembau dan perasa lidah

Gejala penyakit COVID-19 varian OMICRON lebih ringan daripada varian Delta, hanya lebih cepat menular dan mudah menginfeksi kembali pada pasien yang pernah sakit COVID-19. Tidak benar dan belum ada bukti, jika varian OMICRON menyebabkan serangan ke jantung dari peradangan, aritmia atau gagal jantung, gangguan stroke atau gangguan pembekuan darah berat. Dilaporkan gejala yang timbul lebih ringan jika pasien sebelumnya sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 sebelumnya.

Sampai hari ini kasus varian OMICRON di Indonesia belum ada yang dilaporkan membutuhkan perawatan yang serius.

 

Bagaimana cara /langkah pencegahannya ?

Cara 1. Patuhi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan:

Wajib memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan terutama ventilasi yang kurang baik, segera Mencuci tangan dengan air sabun atau handsanitizer, jika tak terlalu penting tetap di rumah saja.

Cara 2. Jika ditemukan kecurigaan ada gejala di atas, sebaiknya periksa ke dokter untuk memastikan adanya COVID-19 dan perlu dilakukan pemeriksaan swab. Jika hasil swab rapid antigen /PCR positip, pasien segera diobati dan lakukan pelacakan kontak yang lebih erat. Dengan pemeriksaan laboratorium swab PCR dilanjutkan tes Whole Genome Sequences (WGS) jenis varian OMICRON bisa terdeteksi.

Cara  3. Segera Vaksinasi COVID-19, jika belum divaksin. Ajaklah orang orang disekitar anda untuk vaksin juga, termasuk anak-anak 6-12 tahun. Dan segera lengkapi vaksin I dan II, jika belum lengkap.

Dan di awal tahun baru ini, pemerintah mencanangkan untuk melakukan booster /ulangan vaksin atau vaksin ke III untuk umum. Rencanakan dan segera lakukan booster.

Semakin kita paham dengan COVID-19 dan variannya, semakin kita patuh protokol kesehatan dan semakin kita aktif dan peduli, maka semakin terlindungi diri kita, keluarga kita, sahabat-sahabat kita, sekolah /instansi kita, masyarakat di sekitar kita dan juga daerah dan negara kita.

Salam tangguh dan semakin sehat dari awal tahun ini.

 

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Manajemen Bencana STIKes Panti Rapih)

 

 

Info Pelayanan :
Klinik Medical Check Up Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah tutup
WA : 08112945893

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating