Pelatihan Standar Frontliner Klinik Eksekutif & Medical Check Up : Menuju Layanan Prima dan Profesional 5/5 (4)

Bertempat di Auditorium lantai 6 Gedung Borromeus, Rumah Sakit Panti Rapih menyelenggarakan Pelatihan Standar Frontliner Klinik Eksekutif dan Medical Check Up (MCU). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 14.30 WIB dan diikuti oleh 65 petugas frontliner yang terdiri dari sekuriti, petugas pendaftaran pasien, petugas keuangan/kasir, petugas farmasi, perawat, dan cleaning service.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan RS Panti Rapih untuk meningkatkan kualitas layanan di Klinik Eksekutif dan MCU, yang dikenal sebagai layanan premium dengan standar pelayanan tinggi. Klinik eksekutif tidak hanya menekankan pada kecepatan dan efisiensi, tetapi juga pada kenyamanan, komunikasi yang empatik, serta profesionalisme tinggi dalam menangani pasien dari kalangan eksekutif, pejabat, maupun masyarakat yang menginginkan layanan eksklusif.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran frontliner sebagai garda terdepan dan wajah rumah sakit yang secara langsung mempengaruhi pengalaman pasien.

Para peserta mendapatkan berbagai materi pelatihan yang mencakup dimensi teknis, etika, hingga personal branding, di antaranya:

  1. Pengenalan Klinik Eksekutif dan Nilai Layanan Prima oleh Ibu Nita Dwi Yuliani, S.Kep., Ns.
  2. Prosedur Pendaftaran dan Alur Layanan Pasien oleh Ibu Anastasia Novita Dewi Pujiastuti, S.Kep., Ns.
  3. Manajemen Emosi dan Empati oleh Ibu Yustina Tripriyanti, S.Kep., Ns.
  4. Etika dan Penampilan Front Liner oleh Saudara Matheus Arief Yudanto, SE.
  5. Kerahasiaan Data dan Etika Informasi Medis serta Komunikasi Efektif dengan Pasien oleh dr. Maria Silvia Merry, MSc, SpMK
  6. Penanganan Komplain dan Kepuasan Pelanggan oleh Anjar Pintosasi, A.Md.
  7. Beauty Class meliputi make-up oleh dr. Putri Risqy Septy Amelia dan tata rambut oleh Saudari Klara Santi Adiraharjo, MM.

Selain sesi ceramah, pelatihan ini juga dilengkapi dengan metode simulasi, role play, dan diskusi interaktif. Para peserta diajak untuk mempraktikkan secara langsung standar pelayanan front liner dalam berbagai skenario, sekaligus merumuskan rencana tindak lanjut untuk perbaikan pelayanan ke depan.

 

Dengan terlaksananya pelatihan ini, RS Panti Rapih berharap seluruh petugas frontliner Klinik Eksekutif dan MCU dapat meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh—mulai dari sikap, keterampilan komunikasi, hingga etika profesional. Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan layanan prima yang sejalan dengan visi dan misi rumah sakit, serta menciptakan pengalaman pasien yang profesional, manusiawi, dan berkesan.

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal Gangguan Tidur dan Polisomnografi 4.93/5 (14)

Pernahkah Sahabat Sehat merasa tidak segar meski telah tidur semalaman? Atau mungkin mengalami nyeri kepala dan kantuk berlebihan di siang hari? Wah, jangan-jangan Sahabat Sehat mengalami gangguan tidur lho!

Gangguan tidur sering kali tidak terdeteksi. Sebagian orang bahkan mengabaikan gangguan tidur tersebut dan menganggapnya sebagai kondisi yang tidak berbahaya. Padahal faktanya, gangguan tidur dapat mengganggu fungsi pembuluh darah, otak, jantung, dan menurunkan kualitas hidup dari penderitanya. Lalu, bagaimana cara kita mendeteksi gangguan tidur?

 

 

Pemeriksaan Polisomnografi

Polisomnografi (PSG) adalah alat untuk memeriksa kondisi seseorang saat tidur. Dengan menggunakan PSG, kita dapat menilai kualitas tidur dan mendeteksi gangguan tidur secara objektif. Beberapa alat akan dipasang di area kepala dan badan Anda. Alat tersebut akan merekam gelombang otak, otot, dan pernapasan selama Anda tidur. Setelah itu, dokter spesialis neurologi akan memeriksa apakah gelombang-gelombang tersebut normal atau tidak normal.

Ilustrasi Pemeriksaan PSG

 

Bagaimana pola tidur yang normal?

Ketika tidur, kita dapat mengalami beberapa fase, yaitu fase non – rapid eye movement (non-REM) dan fase REM.  Fase non-REM masih bisa dibedakan menjadi fase non-REM tingkat 1, tingkat 2, dan tingkat 3.

Saat mengantuk dan mulai tertidur, kita mulai masuk ke dalam fase non-REM tingkat 1. Apabila kita tidur tetapi masih mudah terbangun (tidur dangkal), kita mulai masuk ke dalam fase non-REM tingkat 2. Sedangkan ketika kita tidur dan lebih sulit dibangunkan (tidur dalam), kita sudah masuk ke dalam fase non-REM tingkat 3. Fase non-REM tingkat 3 sering diikuti dengan fase REM, dimana pada fase ini kita dapat bermimpi. Seluruh fase tersebut merupakan 1 siklus tidur. Ketika 1 siklus sudah selesai, maka kita bisa masuk ke dalam siklus yang baru.

 

Siklus Tidur Normal

 

Apa saja jenis gangguan tidur?

Gangguan tidur ada banyak jenisnya. Menurut International Classification of Sleep Disorder III (ICSD III) , gangguan tidur dapat dibagi menjadi : insomnia, gangguan bernapas saat tidur, hipersomnia, gangguan irama tidur, parasomnia, gangguan gerak saat tidur, dan gangguan tidur lainnya.  Dari berbagai jenis gangguan tidur tersebut, Anda pasti lebih familiar dengan insomnia dan gangguan bernapas saat tidur (seperti mengorok).

Insomnia adalah gangguan tidur dimana penderitanya mengalami kesulitan untuk memulai tidur, mempertahankan tidur, atau terjaga terlalu dini. Insomnia ini lebih sering dijumpai pada perempuan, memiliki gangguan psikiatri, atau sering mengonsumsi kopi dan rokok. Apabila insomnia tidak didiagnosis dengan tepat dan tidak ditangani, maka dapat menurunkan fungsi memori, memicu depresi, dan menurunkan performa dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Tanda dan Gejala Insomnia

 

Pernahkah Anda melihat orang yang mengorok saat tidur, kemudian tampak berhenti bernapas sesaat? Kondisi itu disebut sebagai obstructive sleep apnea (OSA). Mengorok lebih sering dijumpai pada seseorang dengan obesitas, jenis kelamin laki-laki, usia lanjut, memiliki kelainan struktur anatomi hidung, rahang, dan dagu, memiliki pembesaran tonsil/amandel, kebiasaan mengonsumsi alkohol dan rokok. Mengorok sering kali danggap sebagai hal yang wajar oleh banyak orang. Padahal kondisi ini dapat memicu berbagai penyakit pembuluh darah dan jantung, seperti hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner.

Ilustrasi OSA

 

Apa yang harus kita lakukan jika mengalami gangguan tidur?

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengetahui jenis gangguan tidur dengan mengisi kuesioner terkait gangguan tidur dan/atau menjalani pemeriksaan PSG. Setiap jenis gangguan tidur memiliki penanganan yang berbeda-beda. Apabila tidak diperiksa secara objektif, kita tidak bisa menentukan penanganan yang sesuai. Penanganan gangguan tidur tidak hanya dengan pemberian obat, tetapi dapat berkolaborasi dengan psikolog/psikiater, dokter spesialis THT, dokter spesialis paru, rehabilitasi medik, dan ahli gizi. Konsultasikan gangguan tidur yang Anda alami dan hasil PSG Anda dengan dokter spesialis neurologi, agar bisa menentukan penanganan yang tepat.

Tidur yang berKualitas adalah kebutuhan bagi semua orang. Tidur yang berkualitas bisa meningkatkan kualitas hidup sekaligus mencegah berbagai penyakit. Jangan sepelekan gangguan tidur yang Anda alami. Yuk, periksa PSG di Rumah Sakit Panti Rapih!

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, AIFO-K, Sp.N

(Dokter Spesialis Saraf RS Panti Rapih)

 

Sumber :

InformedHealth.org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. In brief: What is “normal” sleep? [Updated 2024 Aug 1]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279322/

Islamiyah WR (ed.). 2018. Panduan Tatalaksana Gangguan Tidur. Jakarta : Sagung Seto.

Sleep Apnea: Types, Causes, Symptoms, Diagnosis & Treatment

Sleepapnea.sleep-disorders.net/types

Insomnia: Symptoms, Causes, Diagnosis, and Treatment

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Kunjungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya ke RS Panti Rapih: Belajar Langsung Sistem Rekam Medis Elektronik dan Teknologi Informasi Rumah Sakit 5/5 (3)

Yogyakarta, 16 Mei 2025 – RS Panti Rapih Yogyakarta kembali menerima kunjungan institusi pendidikan dalam rangka memperkuat sinergi antara dunia akademik dan layanan kesehatan. Sebanyak 86 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya, khususnya dari Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, melakukan kunjungan pembelajaran di Ruang Auditorium Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu lantai 6.

Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQUA, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam menjadikan RS Panti Rapih sebagai tempat pembelajaran nyata mengenai implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) dan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS).

Sambutan balasan disampaikan oleh Ketua Jurusan Rekam Medis Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Bapak Andi Suhenda, SKM., MPH, yang menekankan pentingnya kunjungan ini sebagai bagian dari bridging antara teori di bangku kuliah dan praktik profesional di rumah sakit.

Sebagai bentuk penghargaan, RS Panti Rapih memberikan kenang-kenangan simbolis kepada perwakilan peserta kunjungan. Momen tersebut dilanjutkan dengan foto bersama untuk mengabadikan kebersamaan yang penuh makna.

Peserta kemudian mendapatkan pemaparan Company Profile RS Panti Rapih yang disampaikan oleh Dr. dr. Jodi Christian Indra Visnu, M.P.H.. Materi ini membuka wawasan mahasiswa tentang sejarah, visi-misi, serta pencapaian rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang unggul dan humanis.

Selanjutnya, sesi materi utama dimulai:

Materi 1: Rekam Medis Elektronik
Disampaikan oleh Bapak Robertus Yogi Saputro, Ahli Madya Rekam Medis dan Informasi Kesehatan sekaligus Kepala Instalasi Rekam Medik RS Panti Rapih. Materi ini membahas transformasi pencatatan medis berbasis digital dan tantangan implementasinya di rumah sakit.

 

Materi 2: Sistem Informasi Rumah Sakit
Dipaparkan oleh Bapak Thomas Dhani Eka Kurniawan, S.Kom., Kepala Instalasi Teknologi Informasi. Beliau menjelaskan infrastruktur digital rumah sakit, integrasi antar unit, serta peran teknologi dalam efisiensi pelayanan.

Sesi ini diakhiri dengan diskusi interaktif dan tanya jawab, di mana mahasiswa antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar aplikasi sistem informasi dan pengelolaan data rekam medis.

Setelah sesi materi, peserta diajak untuk melakukan hospital tour ke beberapa unit pelayanan untuk melihat secara langsung bagaimana sistem rekam medis elektronik diterapkan dan bagaimana informasi pasien dikelola secara digital dari hulu ke hilir.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara RS Panti Rapih dan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang rekam medis dan teknologi informasi kesehatan.

RS Panti Rapih berharap agar mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh hari ini dalam studi maupun karier profesionalnya di masa depan. Sementara itu, pihak kampus berharap rumah sakit terus membuka ruang kolaborasi dan menjadi rumah belajar yang inspiratif bagi generasi tenaga kesehatan masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Mengobati Nyeri Otot Dengan Teknik Dry Needling No ratings yet.

Nyeri pada otot merupakan nyeri yang sangat sering terjadi, nyeri otot akibat aktivitas harian dan olah raga dapat mengenai semua orang. Nyeri otot ini dapat dikenal dengan nyeri miofasial/Miofacial Pain Syndrome. Proses kimiawi pelepasan ion kalsium pada akhiran otot akan menyebabkan terjadinya gangguan berupa pemendekan pada serat otot yang dikenal sebagai Taut band.

 

Taut band adalah kondisi abnormal dari otot yang berupa otot yang memendek dan mengeras (mrongkol) sehinga pada saat diraba akan terasa keras dan nyeri saat ditekan. Penekanan pada Taut band akan menimbulkan rasa sakit pada area tekanan, nyeri menjalar ke area sekitar atau menimbulkan kejutan otot sesaat (twitching).

 

Nyeri Miofasial dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab usia tua, trauma, kurangnya olah raga, postur tubuh yang kurang baik saat aktivitas harian, kecemasan, depresi, defisiensi vitamin B atau D, kurang tidur, gangguan sendi dan aktivitas fisik yang berlebihan.

 

Penanganan Sindrom Nyeri Miofasial sangat beragam tergantung kondisi pasien, Pemberian obat-obatan antiinflamasi oral maupun suntikan, terapi fisik/fisioterapi, pelenturan aktif/pasif, tapping untuk drainase limfatik, hot/coldpack, dan Teknik Dry Needling

 

Dry needling merupakan teknik penusukkan dengan jarum monofilamen tipis pada otot yang mengalami gangguan atau Taut band. Jarum yang digunakan sama dengan jarum akupuntur sehingga tidak ada obat yang disuntikkan kedalam otot. Berbeda dengan akupuntur, Dry Needling merupakan Teknik pengobatan Western yang fokus pada pelepasan ketegangan otot yang menimbulkan nyeri dengan melakukan penusukan pada fasia dan otot yang terganggu.

Dry needling biasanya digunakan pada berbagai gejala nyeri yang melibatkan saraf, otot dan tulang rangka, pada kasus nyeri tungkai, bokong, punggung belakang, pundak, bahu, leher belakang serta untuk nyeri kepala. Beberapa kondisi pasien memang tidak dapat dilakukan dry needling seperti ibu hamil, kondisi Immunocompromised, dan anak kurang dari 12 tahun.

Prosedur Dry Needle dapat dilakukan di klinik tanpa memerlukan waktu yang panjang, jarum akan ditusukkan dan dilakukan stimulasi pada otot yang nyeri. Stimulasi dengan jarum akan merangsang otot yang menyebabkan otot berkontraksi atau berkedut dan hal ini membantu menghilangkan rasa sakit serta meningkatkan fleksibilitas gerakan otot.

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Esdras Ardi Pramudita, DFIFN, M.Sc, Sp.N, FAAN.

(Dokter Spesialis Saraf RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Saraf

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Raih Apresiasi atas Komitmen dalam Pelaporan KTD dan ESO Melalui e-MESO 5/5 (1)

Yogyakarta, 3 Desember 2024 – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Yogyakarta menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Farmakovigilans tahun 2024 dengan tema “Pengkajian Kausalitas ESO/KTD Serius”. Acara ini berlangsung pada hari Selasa, 3 Desember 2024, bertempat di Hotel Harper Malioboro, Yogyakarta.

Salah satu agenda penting dalam rapat ini adalah pemberian apresiasi. RS Panti Rapih Yogyakarta menjadi salah satu sarana pelayanan kesehatan yang konsisten memberikan laporan berkualitas yang sangat membantu penguatan sistem farmakovigilans di Indonesia. RS Panti Rapih menerima apresiasi atas kontribusi aktifnya dalam pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) atau Efek Samping Obat (ESO) melalui platform e-MESO.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh PLH Kepala Balai Besar BPOM Yogyakarta, Ibu Etty Rusmawati, S.T.P., kepada Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk mendorong peningkatan kualitas pelaporan farmakovigilans, baik di RS Panti Rapih maupun di fasilitas kesehatan lainnya.

dr. Stephani Maria Nainggolan mengungkapkan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Melalui acara ini, BPOM dan RS Panti Rapih berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dalam rangka mendukung program farmakovigilans nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penggunaan obat yang aman, bermutu, dan efektif.

 

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Kegiatan Benchmark Rumah Sakit: Kolaborasi Menuju Perbaikan Mutu Pelayanan Kesehatan 5/5 (1)

Pada hari Selasa, 19 November 2024, telah terlaksana kegiatan Benchmark Rumah Sakit yang melibatkan beberapa institusi kesehatan terkemuka, yaitu RS Bethesda, RS JIH, RS Panembahan Senopati, dan RSUD Kota. Acara ini berlangsung di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta dengan tujuan utama untuk berbagi pengalaman dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya dalam pengelolaan infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs).

Kegiatan ini diawali dengan sambutan hangat oleh Direktur SDM dan Umum RS Panti Rapih, dr. Dion Sulistyo, M.P. H, yang menekankan pentingnya kolaborasi antar rumah sakit untuk mencapai standar mutu pelayanan yang lebih baik.

Selanjutnya, Dr. dr. Jodi Visnu, M. P. H, mewakili RS Panti Rapih, memaparkan company profile rumah sakit dan memberikan gambaran tentang upaya yang telah dilakukan dalam pengelolaan mutu pelayanan kesehatan.

Tim dari RS Panti Rapih yang hadir sebagai bagian dari komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPI)  & Komite Mutu RS Panti Rapih meliputi:

  1. Alexander Dadi Rahmadi, S.Kep., Sekretaris Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit.
  2. Enny Puspita Jatiningsih, A.Md.Kep., Sekretaris Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit.
  3. Irene Hilda, A.Md.Kep., Perawat IPCN.
  4. Agnes Nurlita Esti Rahayu, S.Tr. TLM (Ketua Komite Mutu RS Panti Rapih)

Kegiatan ini diisi dengan tiga agenda utama:

  1. Presentasi Data HAIs
    Setiap rumah sakit peserta memaparkan data terkait insiden infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs) di institusi masing-masing.
  2. Analisis Bersama
    Peserta melakukan diskusi mendalam untuk menganalisis data HAIs dengan tujuan menemukan pola dan peluang perbaikan.
  3. Penyusunan Kamus Indikator Mutu HAIs
    Sebagai langkah strategis, disusunlah kamus indikator mutu yang akan digunakan untuk pemantauan pada tahun 2025.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat:

  • Memperoleh wawasan baru dan praktik terbaik dalam pengelolaan HAIs.
  • Mengadopsi indikator mutu yang disepakati bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit masing-masing.
  • Memperkuat sinergi antar rumah sakit dalam mengatasi tantangan di bidang pelayanan kesehatan.

Bagi RS Panti Rapih, kegiatan ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan profesionalisme dan mutu pelayanan, serta menjadikan data dan pengalaman yang diperoleh sebagai pijakan dalam mengembangkan program pencegahan dan pengendalian infeksi yang lebih baik di masa mendatang.

Semoga kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini dapat membawa manfaat nyata bagi pasien dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
DIKLAT RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih di Jogja Persi Expo 2024 No ratings yet.

Yogyakarta, 26 September 2024 – Jogja Persi Expo (JPE) 2024 kembali hadir, menggelar acara besar selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 September 2024. Tahun ini, JPE mengusung tema “Navigasi Hukum Kesehatan dan Inovasi Teknologi Kesehatan”, yang berfokus pada transformasi dunia kesehatan sejalan dengan penerapan Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Acara ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan para profesional kesehatan dan seluruh insan perumahsakitan di Indonesia melalui serangkaian seminar nasional, workshop, dan expo.

Acara resmi dibuka oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh Dr. Sukamto SH, MHum, Staf Ahli Gubernur DIY, didampingi tokoh penting seperti DR. dr. Darwito, Sp.B-Onk (K), SH, Ketua PERSI DIY, serta Prof. DR. Dr. Agus Purwadianto, SH, MSi, Sp.FM(K), Ketua MAKERSI Pusat. Mereka memberikan pandangan penting mengenai arah pengembangan dunia kesehatan Indonesia di era baru.

Pameran Inovasi Kesehatan

Jogja Persi Expo 2024 bertempat di Atrium Utama Jogja City Mall, menghadirkan berbagai peserta dari rumah sakit, perusahaan alat kesehatan, hingga penyedia teknologi dan layanan pendukung. Mereka akan menampilkan inovasi terbaru dalam bidang kesehatan, memberikan peluang bagi pengunjung untuk mengeksplorasi teknologi medis modern. Selain itu, expo ini terbuka bagi masyarakat umum yang tertarik dengan dunia kesehatan dan rumah sakit.

Rumah Sakit Panti Rapih turut meramaikan acara ini dengan membuka booth yang menawarkan layanan kesehatan langsung. Beberapa layanan unggulan yang bisa dinikmati pengunjung antara lain:

  • Hari Pertama (26 September 2024): Pemeriksaan komposisi tubuh, konsultasi dokter MCU, konsultasi Klinik Katarina (Pusat Anti Obesitas & Kesehatan Holistik), mini Medical Check Up, serta konsultasi dokter spesialis Ortopedi, Traumatologi, dan Obgyn.
  • Hari Kedua (27 September 2024): Pemeriksaan komposisi tubuh, mini Medical Check Up, konsultasi Wellness (Jamu), konsultasi dokter spesialis Dermatologi & Venerologi, Rehabilitasi Medik, dan Saraf.
  • Hari Ketiga (28 September 2024): Pemeriksaan komposisi tubuh, mini Medical Check Up, konsultasi dokter spesialis anak, serta health talk show bertema “Nutrigenomic & Mental Health.”

Expo ini menjadi kesempatan emas bagi pengunjung untuk mendapatkan informasi kesehatan secara komprehensif, berkonsultasi dengan para ahli, dan melihat langsung produk-produk medis terkini.

Seminar dan Workshop: Pengetahuan dan Keterampilan Kesehatan Terbaru

Selain expo, Jogja Persi Expo 2024 juga menggelar seminar dan workshop di Jogja Rich Hotel. Seminar ini fokus pada topik hukum kesehatan, melibatkan pemangku kebijakan, aparat kepolisian, kejaksaan, dan praktisi hukum, membahas berbagai regulasi kesehatan yang relevan dengan operasional rumah sakit.

Workshop yang berlangsung selama acara mencakup tema manajemen rumah sakit, implementasi teknologi medis, hingga integrasi inovasi dalam pelayanan kesehatan. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan profesionalisme peserta.

Kompetisi Kreatif: Mendorong Inovasi di Dunia Kesehatan

Jogja Persi Expo 2024 juga menghadirkan berbagai kompetisi kreatif yang terbuka untuk Civitas Hospitalia dan masyarakat umum. Beberapa kompetisi yang digelar meliputi:

  • Hospital Uniform Fashion Show
  • Lomba Infografis Inovasi Rumah Sakit
  • Lomba Best Stand
  • Lomba Dance Hand Hygiene
  • Lomba Menghias dan Menyajikan Makanan Rumah Sakit
  • Lomba Photo Momentuntuk masyarakat umum.

Dengan acara ini, Jogja Persi Expo 2024 diharapkan dapat menjadi platform penting dalam mendorong inovasi, berbagi pengetahuan, dan memajukan sektor kesehatan di Indonesia.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Terima Kunjungan Studi Banding dari RSUD Kabupaten Kediri 5/5 (2)

Pada hari Kamis, 19 September 2024, RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan studi banding dari RSUD Kabupaten Kediri. Kunjungan ini berfokus pada pengembangan layanan keperawatan, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di kedua rumah sakit.

Sambutan DIrektur Utama RS Panti Rapih

Kunjungan studi banding tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes dan Direktur Keperawatan Sr. Constansia Sri Hardjanti CB, M.Kep.Ns, yang menyambut rombongan di auditorium lantai 6 Gedung Rawat Jalan Borromeus.

Hospital Representative RS Panti Rapih

Pada kesempatan kunjungan ini pula, Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H., (Hospital Representative RS Panti Rapih) memaparkan terkait profil RS Panti Rapih Yogyakarta.

Sambutan dari RSUD Kabupaten Kediri

Sambutan dari RSUD Kabupaten Kediri diwakili oleh dr. Binti Ratna Khomsiyatin, selaku Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kabupaten Kediri. Acara ini diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dan sesi foto bersama, sebagai simbol silaturahmi yang terjalin antara kedua rumah sakit.

Dalam kunjungan ini, beberapa materi penting terkait layanan rumah sakit dan keperawatan dipresentasikan oleh tim dari RS Panti Rapih, di antaranya:

  1. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)
    Materi pertama disampaikan oleh Kepala Instalasi Teknologi Informasi, Thomas Dani Eka Kurniawan, S.Kom, yang menjelaskan tentang penerapan SIMRS di RS Panti Rapih, serta bagaimana teknologi tersebut mendukung efisiensi operasional rumah sakit.
  2. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit untuk Keperawatan
    Manajer Pelayanan 1 sekaligus Sekretaris Komite Mutu Rumah Sakit, Ibu Clara Murwani Agnes, S.Kep., Ns., membawakan materi tentang integrasi SIMRS dalam layanan keperawatan. Hal ini mencakup manajemen informasi pasien dan alur pelayanan keperawatan yang efektif.
  3. Manajemen Layanan Rawat Inap
    Kepala Instalasi Rawat Inap III, Ibu Anna Prabandari, S.Kep., Ns., memberikan pemaparan mengenai tata kelola layanan rawat inap, mencakup penanganan pasien serta peningkatan kualitas pelayanan selama pasien dirawat di rumah sakit.
  4. Manajemen Rawat Jalan
    Penanggungjawab SDM Instalasi Rawat Jalan, Ibu Christina Nita Dwi Yuliani, S.Kep., Ns., memaparkan strategi manajemen layanan rawat jalan, termasuk bagaimana mengoptimalkan alur layanan bagi pasien yang tidak memerlukan perawatan inap.
  5. Tata Kelola Klinis Manajemen Komite Keperawatan
    Ketua Komite Keperawatan, Ibu The Vonni, S.Kep., Ns., menjelaskan tentang tata kelola klinis dan peran penting manajemen komite keperawatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Setelah sesi presentasi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana kedua belah pihak berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai manajemen pelayanan rumah sakit. Kegiatan ini diakhiri dengan hospital tour, memberikan kesempatan kepada RSUD Kabupaten Kediri untuk melihat langsung fasilitas dan sistem yang diterapkan di RS Panti Rapih.

Kunjungan ini menjadi momen yang bermakna bagi kedua institusi dalam mempererat silaturahmi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan rumah sakit, khususnya dalam bidang keperawatan. Semoga kunjungan ini memberikan manfaat dan inspirasi bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di kedua rumah sakit.

Terima kasih kepada RSUD Kabupaten Kediri atas kunjungannya ke RS Panti Rapih, semoga kerja sama dan komunikasi yang baik ini terus terjalin demi kemajuan bersama dalam dunia pelayanan kesehatan.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Seminar Motivasi “Lebur dalam Pelayanan, Berbuah dalam Keutamaan” 5/5 (1)

Pada hari Jumat, 13 September 2024, RS Panti Rapih menyelenggarakan Seminar Motivasi di Auditorium Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 316 peserta yang terdiri atas jajaran Direksi dan Pejabat Struktural RS Panti Rapih, Organ Yayasan Panti Rapih, serta Direksi RS Panti Rini, RS Panti Nugroho, RS Santa Elisabeth, RS Panti Rahayu, dan STIKES Panti Rapih.

Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari rangkaian acara memperingati 95 tahun berdirinya RS Panti Rapih, yang dalam lima tahun ke depan akan mencapai usia 100 tahun. Mengangkat tema ‘Lebur dalam Pelayanan, Berbuah dalam Keutamaan’ yang juga merupakan tema HUT ke-95 RS Panti Rapih, seminar ini menandai momentum penting bagi seluruh keluarga besar RS Panti Rapih dalam memperkuat komitmen pelayanan kesehatan.

Seminar ini bertujuan untuk membangun semangat dan komitmen seluruh pelayan kesehatan di RS Panti Rapih dalam mempersiapkan diri menuju pelayanan prima. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangkitkan motivasi dan semangat karyawan dalam melayani dengan penuh

Tema yang diangkat mengandung pesan mendalam mengenai pentingnya kolaborasi menyeluruh antarprofesi di rumah sakit. Fokus utamanya adalah mewujudkan nilai I CARE (Integrity, Compassion, Assurance, Respect, Embrace Innovation) dalam setiap layanan. Nilai-nilai ini menjadi landasan bagi seluruh karyawan RS Panti Rapih dalam memberikan pelayanan prima kepada customer, dalam hal ini adalah pasien RS Panti Rapih.

Hadir sebagai narasumber utama, Bapak Ignasius Jonan yang pernah menjabat sebagai Menteri Kabinet Kerja 2014-2019 dan dikenal juga sebagai tokoh transformasi pelayanan publik. Dalam Seminar Motivasi tersebut, Bapak Ignasius Jonan berbagi pengalaman dan inspirasi tentang pentingnya pelayanan prima dalam dunia kesehatan, “Jadilah pribadi yang bermanfaat untuk orang lain dan jadilah leader yang dapat memberikan contoh kepada tim”.

Dengan berakhirnya seminar ini, diharapkan dalam perjalanan 95 tahun RS Panti Rapih, para karyawan harus bisa menjadi pengabdi kemanusiaan; selaras dengan arahan Kongregasi Cinta Kasih Suster-Suster St. Carolus Borromeus untuk memuliakan nama Tuhan dan mengabdi sesama. Selain itu juga dapat menerapkan wawasan dan inspirasi yang didapat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RS Panti Rapih, membawa manfaat yang nyata bagi pasien dan masyarakat.

Pak Jonan bersama 316 peserta seminar motivasi

Pak Jonan bersama 316 peserta seminar motivasi

Artikel ditulis oleh :
Anjar Pintosasi
(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating