Hemorroid: Penyebab dan Penanganannya No ratings yet.

Ambeien atau juga disebut wasir, seringkali membawa pasien untuk memeriksakan diri di poli bedah. Keluhan yang dirasakan pasien berupa perdarahan atau benjolan yang muncul saat BAB, sampai dengan sensasi gatal atau nyeri yang dirasakan terus-menerus sehingga menggangu aktifitas sehari-hari. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah keluhan tersebut memerlukan tindakan pembedahan atau dapat diobati?

Secara medis ambeien atau wasir merupakan pembengkakan dari bantalan dubur yang berisi pembuluh darah hemorroidal (hemoroid).  Terdapat tiga bantalan (arah jam 3-5-11) yang membantu menahan feses di dalam dubur sampai saat pasien ingin BAB. Ketika pasien sudah merasa ingin BAB, darah yang berada di dalam bantalan akan kempes dan memungkinkan pengosongan dubur. Ketika terjadi peradangan atau kelemahan pembuluh darah tersebut, proses pengempesan bantalan terhambat. Penghambatan tersebut kemudian memunculkan sensasi nyeri, gatal, munculnya benjolan sampai dengan perdarahan atau keluhan yang disebut ambeien, wasir atau hemorroid.

Faktor resiko utama terjadinya perlebaran pembuluh darah pada bantalan dubur berupa menigkatnya tekanan pada area rektum (bagian terakhir usus) atau dubur itu sendiri. Berikut hal-hal yang dapat mendukung peningkatan tekanan:

  • Konstipasi: BAB yang memerlukan usaha mengedan lebih dari 15menit
  • Duduk lebih dari 2jam : meningkatkan tekanan pada area dubur
  • Kehamilan: meningkatnya tekanan dalam perut yang disebabkan oleh janin, dapat mendukung pembengkakan hemoroid
  • Kelebihan berat badan: peningkatan tekanan pada panggul yang menyebabkan perbesaran hemoroid
  • Pekerja keras atau kuli angkut: mengangkat beban berat meningkatkan tekanan pada area rektum
  • Bakat genetik : pada orang dengan bakat kelemahan dinding vena, dapat terjadi pembengkakan pembuluh darah hemoroid
  • Usia tua : berkurangnya jaringan penyokong rektum melemah bahkan sampai dengan hilang, menyebabkan kelonggaran area rektum
  • Batuk kronik : meningkatkan tekanan dalam perut
  • Penyakit lemah jantung atau penyakit sirosis hati : melemahkan aliran darah balik, sehingga darah terkumpul di vena, khususnya vena pada bantalan dubur

Kembali pada pertanyaan awal, apakah semua kasus pembengkakan hemoroid harus dioperasi? Menurut pedoman hemoroid yang disusun 2021, terapi pada penyakit hemoroid sangat tergantung pada tingkat keparahannya. Berdasarkan klasifikasi Goligher terdapat empat kelas terjadinya penyakit hemorroid.

Derajat 1:

Hemoroid membesar, namun masih beradadi dalam dubur dan tidak tampak dari luar

Gejala: hanya gejala ringan seperti terkadang muncul sensasi gatal, atau perdarahan ringan saat BAB

 

 

 

 

Derajat 2:

Hemoroid keluar dubur saat BAB (prolaps), namun masuk kembali dengan sendiri

Gejala: Perdarahan, sensasi gatal dan kesulitan pada saat BAB. Bisa muncul nyeri

 

 

 

 

Derajat 3:

Hemoroid keluar dubur saat BAB dan hanya dapat dikembalikan dengan dorongan jari

Gejala: perdarahan yang lebih berat dan sering, nyeri, gatal dan keluarnya lendir dari dubur.  Prolaps sering kambuh dan menyebabkan keluhan.

 

 

 

Derajat 4:

Hemoroid menetap di luar dubur dan tidak dapat didorong masuk ke dalam dubur.

Gejala: nyeri berat, perdarahan terus menerus, gatal, lendir pada dubur dan peradangan. Resiko terjadinya trombosis dan infeksi

 

 

 

berapapun tingkat keparahan penyakit, pasien sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika sudah mulai terasa gejala tertera di atas untuk menentukan penatalaksanaan selanjutnya. Perlu diingat, tidak semua keluhan memerlukan tindakan operasi dan keluhan tidak hanya disebabkan oleh pembengkakan hemoroid. Sensasi gatal juga dapat disebabkan oleh robekan pada pinggir dubur ( fissura ani), alergi, ekzem kulit atau bahkan jamur. Terkadang perdarahan juga merupakan tanda adanya keganasan usus, dimana pasien terselamatkan oleh pengakan diagnosis yang sedini mungkin.

Penegakkan diagnosis hemorroid dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara yang pertama tentu dari pemeriksaan fisik dengan perabaan area dubur, kemudian dapat didukung pemeriksaan dengan alat canggih perupa teropong. Alat tersebut dapat dimasukkan melalui dubur hingga 15cm pada proktoskopi atau hingga 30cm pada rektoskopi. Jika pada pemeriksaan teropong tidak terdapat temuan penyakit maka disarankan dilakukan koloskopi.

Jika ditemukan pelebaran hemoroid derajat 1 dan 2 dapat dilakukan pengubahan pola hidup sehat yang disertai observasi dengan terapi obat. Pada keluhan yang memberat dapat dilanjutkan pengikatan dengan karet, suntik obat sklerotik, pembakaran dengan teknik laser, atau pengikatan arteri. Pada pembengkakan derajat 3 dan 4 sudah wajib dilakukan operasi pemotongan hemorroid secara stapler ataupun konvensional (terbuka) karena sudah terjadi penyesuaian jaringan lunak disekitar pembuluh darah yang membengkak, sehingga harus dikurangi jaringan yang sudah mulai mengalami perubahan struktur.

 

Disclaimer: artikel ini hanya menyampaikan informasi umum, yang tidak dapat digunakan untuk penegakan diagnosis sendiri. Kami anjurkan tetap mengunjungi dokter jika terdapat keluhan, artikel ini tidak dapat mengganti pemeriksaan dokter ahli.

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Ariane Yudhianti, Sp.B

(Dokter Spesialis Bedah Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi:

Joos, A.K., Jongen, J. S3-Leitlinie Hämorrhoidalleiden. coloproctology 43, 381–404 (2021). https://doi.org/10.1007/s00053-021-00555-z (akses pada 24.03.25)

Pschyrembel: Hämorrhoiden . Online: https://www.pschyrembel.de/… (Abkses pada 24.03.2025)

Song, S.-G., & Kim, S.-H. (2011). Optimal treatment of symptomatic hemorrhoids. Journal of the Korean Society of Coloproctology, 27(6), 277. https://doi.org/10.3393/jksc.2011.27.6.277

Website: https://www.surgeonthings.com/treatment/piles-or-haemorrhoids/ (akses pada 24.03.2025)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Bedah

Lantai 4, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Selenggarakan Pelatihan Troubleshooting AC VRV Daikin bagi Teknisi 5/5 (4)

Yogyakarta, 28 Februari 2025 – Sebanyak 20 orang teknisi RS Panti Rapih mengikuti Pelatihan Troubleshooting AC VRV Daikin yang berlangsung selama dua hari, 27-28 Februari 2025. Pelatihan ini diselenggarakan dengan dukungan dari PT Aneksa Meniti Karya dan bertempat di Auditorium Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih Yogyakarta.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para teknisi dalam menangani permasalahan serta melakukan perbaikan pada sistem pendingin udara VRV (Variable Refrigerant Volume) merk Daikin. Dengan pelatihan ini, diharapkan para teknisi semakin kompeten dalam memastikan sistem AC di lingkungan rumah sakit tetap berfungsi optimal demi kenyamanan pasien, tenaga medis, dan seluruh civitas RS Panti Rapih.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, Dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan pentingnya pemeliharaan sistem pendingin udara di rumah sakit sebagai bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan keselamatan lingkungan kerja serta pelayanan bagi pasien.

 

Selanjutnya, Direktur Utama PT Aneksa Meniti Karya, Bapak Fx Feli Aneksa Wijaya, turut memberikan sambutan dan menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas teknis di berbagai sektor, termasuk fasilitas kesehatan.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari PT Daikin, Bapak Heza Pratama, yang memberikan pemaparan mengenai Produk dan Sistem Kontrol VRV. Materi yang disampaikan mencakup prinsip kerja sistem VRV, metode troubleshooting, serta penerapan sistem kontrol yang efisien untuk meningkatkan performa dan umur pakai perangkat.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Instalasi Sarana, Prasarana, dan Fasilitas RS Panti Rapih, Bapak Albertus Gunawan Setiyono, ST, yang mendukung penuh pelatihan ini sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas pemeliharaan fasilitas rumah sakit.

Sebagai penutup, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi teknisi RS Panti Rapih dalam menjaga sistem AC tetap optimal. Dengan keterampilan troubleshooting yang lebih baik, efisiensi operasional rumah sakit dapat ditingkatkan, serta kenyamanan pasien dan tenaga kesehatan tetap terjaga. Selain itu, sinergi antara RS Panti Rapih, PT Aneksa Meniti Karya, dan PT Daikin diharapkan dapat terus berlanjut untuk pengembangan sumber daya manusia dan perawatan fasilitas kesehatan di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Kegiatan Benchmark Rumah Sakit: Kolaborasi Menuju Perbaikan Mutu Pelayanan Kesehatan 5/5 (1)

Pada hari Selasa, 19 November 2024, telah terlaksana kegiatan Benchmark Rumah Sakit yang melibatkan beberapa institusi kesehatan terkemuka, yaitu RS Bethesda, RS JIH, RS Panembahan Senopati, dan RSUD Kota. Acara ini berlangsung di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta dengan tujuan utama untuk berbagi pengalaman dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya dalam pengelolaan infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs).

Kegiatan ini diawali dengan sambutan hangat oleh Direktur SDM dan Umum RS Panti Rapih, dr. Dion Sulistyo, M.P. H, yang menekankan pentingnya kolaborasi antar rumah sakit untuk mencapai standar mutu pelayanan yang lebih baik.

Selanjutnya, Dr. dr. Jodi Visnu, M. P. H, mewakili RS Panti Rapih, memaparkan company profile rumah sakit dan memberikan gambaran tentang upaya yang telah dilakukan dalam pengelolaan mutu pelayanan kesehatan.

Tim dari RS Panti Rapih yang hadir sebagai bagian dari komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPI)  & Komite Mutu RS Panti Rapih meliputi:

  1. Alexander Dadi Rahmadi, S.Kep., Sekretaris Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit.
  2. Enny Puspita Jatiningsih, A.Md.Kep., Sekretaris Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit.
  3. Irene Hilda, A.Md.Kep., Perawat IPCN.
  4. Agnes Nurlita Esti Rahayu, S.Tr. TLM (Ketua Komite Mutu RS Panti Rapih)

Kegiatan ini diisi dengan tiga agenda utama:

  1. Presentasi Data HAIs
    Setiap rumah sakit peserta memaparkan data terkait insiden infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs) di institusi masing-masing.
  2. Analisis Bersama
    Peserta melakukan diskusi mendalam untuk menganalisis data HAIs dengan tujuan menemukan pola dan peluang perbaikan.
  3. Penyusunan Kamus Indikator Mutu HAIs
    Sebagai langkah strategis, disusunlah kamus indikator mutu yang akan digunakan untuk pemantauan pada tahun 2025.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat:

  • Memperoleh wawasan baru dan praktik terbaik dalam pengelolaan HAIs.
  • Mengadopsi indikator mutu yang disepakati bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit masing-masing.
  • Memperkuat sinergi antar rumah sakit dalam mengatasi tantangan di bidang pelayanan kesehatan.

Bagi RS Panti Rapih, kegiatan ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan profesionalisme dan mutu pelayanan, serta menjadikan data dan pengalaman yang diperoleh sebagai pijakan dalam mengembangkan program pencegahan dan pengendalian infeksi yang lebih baik di masa mendatang.

Semoga kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini dapat membawa manfaat nyata bagi pasien dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
DIKLAT RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Tingkatkan Kesiapsiagaan Melalui Simulasi Gempa dan Kebakaran 2024 No ratings yet.

Yogyakarta, 6 Desember 2024 – RS Panti Rapih kembali menegaskan komitmennya terhadap keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang berada di lingkup rumah sakit melalui penyelenggaraan Simulasi Bencana Gempa Bumi, Kebakaran dan Evakuasi Pasien. Kegiatan ini digelar di berbagai area RS Panti Rapih dengan melibatkan berbagai elemen internal dan eksternal, bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi potensi bencana.

 

 

Dengan tema besar simulasi “Kesiapsiagaan dan Koordinasi dalam Penanggulangan Bencana,” acara ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga 12.00 WIB. Kegiatan melibatkan lebih dari 300 peserta, termasuk tenaga kesehatan RS Panti Rapih, vendor, mahasiswa STIKES Panti Rapih, serta mitra strategis seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta.

Turut hadir Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Drs. Nur Hidayat, M.Si, bersama tim BPBD Kota Yogyakarta yang terdiri dari 10 orang. Sedangkan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta, hadir Kepala Seksi Operasional Penyelamatan dan Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun, Bapak Timur Dilianto, A.Md., beserta 1 regu Damkarmat yang dilengkapi 1 unit mobil pemadam serta 5 pendamping simulasi. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam keberhasilan simulasi, memastikan kesiapan yang optimal dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.

Simulasi yang dilaksanakan dirancang untuk memvisualisasikan situasi nyata, di mana gempa berkekuatan 5.8 Skala Richter terjadi di kawasan Yogyakarta, diikuti dengan kebakaran besar yang disebabkan oleh kebocoran gas di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih. Dalam skenario tersebut, beberapa bagian gedung mengalami kerusakan serius, termasuk retakan di plafon dan pecahan kaca yang menyebabkan cedera pada pasien dan pengunjung.

Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, bertindak sebagai Komandan Rumah Sakit selama simulasi. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan rumah sakit untuk memastikan kesiapan menghadapi berbagai situasi darurat. “Simulasi ini adalah langkah nyata dalam menilai dan menyempurnakan rencana penanggulangan bencana yang telah disusun. Kami berharap hasil evaluasi kegiatan ini dapat menjadi acuan untuk terus meningkatkan keamanan dan kualitas pelayanan RS Panti Rapih,” ujar dr. Stephani.

Simulasi ini bertujuan untuk menguji dan mengevaluasi rencana penanggulangan bencana yang telah ada, menginternalisasi regulasi penanganan bencana kepada seluruh staf yang terlibat, serta memberikan rekomendasi perbaikan terhadap sarana dan sistem penanggulangan bencana di RS Panti Rapih.Selain itu, simulasi ini juga bertujuan membiasakan para tenaga kesehatan terhadap alur evakuasi pasien dan pengunjung, pengelolaan korban di titik kumpul aman, hingga strategi komunikasi dalam situasi darurat.

 

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi lintas unit di RS Panti Rapih bekerja sama dengan instansi eksternal. “Kolaborasi antarunit dan dengan mitra eksternal adalah kunci keberhasilan simulasi ini. Kami sangat berterima kasih kepada BPBD Kota Yogyakarta dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta yang memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan kegiatan ini,” ujar dokter Hieronimus Indra Wira Kusuma, AIFO-K, Ketua Komite K3 RS Panti Rapih.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, evaluasi menyeluruh dilakukan setelah simulasi berakhir. Hasil diskusi dengan seluruh pihak yang terlibat akan dirangkum menjadi rekomendasi perbaikan untuk diterapkan dalam Hospital Disaster Plan (HOSDIP) RS Panti Rapih di masa mendatang.

Dengan simulasi ini, RS Panti Rapih menunjukkan komitmen untuk terus  memberikan keamanan bagi masyarakat yang dilayani, kegiatan ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap RS Panti Rapih sebagai rumah sakit yang selalu siap memberikan pelayanan terbaik, bahkan di situasi darurat.

Informasi lebih lanjut:
Maria Vita (Humas RS Panti Rapih)
Telp: 0852 285 94999
Email: humas@rspantirapih.co.id

 

Berita lain yang terkait :

https://terasmalioboronews.com/gelar-simulasi-bencana-panti-rapih-libatkan-ratusan-mahasiswa

https://www.instagram.com/p/DDPMlrty63G/?img_index=1&igsh=bWdpM3A5azgxZHVk

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0hNwL7nS9cpperNo42JoTR5TrvVkoTMjCPupWVxF4cpsZwjJaHvuK4hM3xZwoe3Tbl&id=100063611796637&mibextid=Nif5oz

https://nyatanya.com/rs-panti-rapih-tingkatkan-kesiapsiagaan-dengan-simulasi-gempa-dan-kebakaran/

https://utusan.net/komitmen-pada-keselamatan-tamu-ilahi-rs-panti-rapih-gelar-simulasi-bencana/

https://beritabernas.com/mencegah-adanya-korban-rs-panti-rapih-gelar-simulasi-penanganan-gempa-dan-kebakaran/

Mohon dapat memberikan rating

DIABETES MELITUS 5/5 (1)

Apa yang dimaksud dengan Diabetes Melitus?

Diabetes melitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi batas normal (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2020), sedangkan menurut Perkeni 2021 diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (Perkeni, 2021)

Faktor risiko diabetes melitus

Faktor risiko diabetes mellitus menurut Kemenkes (2019) dibagi menjadi dua yaitu

1) Faktor risiko yang tidak bisa diubah

  1. Usia ≥ 40 tahun.
  2. Mempunyai riwayat keluarga penderita DM.
  3. Kehamilan dengan gula darah tinggi.
  4. Ibu dengan riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lahir > 4 kg.
  5. Bayi yang memiliki berat badan lahir < 2,5 kg

2) Faktor risiko yang bisa diubah

  1. Kegemukan (IMT > 23 kg/m2 ) dan lingkar perut laki-laki > 90 cm dan perempuan > 80 cm.
  2. Kurang aktivitas fisik.
  3. Hipertensi (> 140/90 mmHg).
  4. Dislipidemia (kolesterol HDL laki-laki ≤ 35 mg/dl dan perempuan ≤ 45 mg/dl, trigliserida ≥ 250 mg/dl).
  5. Riwayat penyakit jantung.
  6. Diet tidak seimbang.
  7. Merokok atau terpapar asap rokok

(Perkeni 2019)

Gejala pada Daibetes Mellitus

Gejala khas yang sering terjadi yaitu :

  • Sering haus dari biasanya
  • Sering kencing
  • Cepat lapar
  • Penurunan berat badan tanpa sebab

Selain itu bisa juga didapatkan gejala lainnya yaitu :

  • Mudah mengantuk dan lelah
  • Pandangan kabur
  • Luka susah sembuh
  • Kesemutan
  • Bisul yang hilang timbul
  • Impotensi
  • Gatal pada area kewanitaan

Kriteria Diagnosis Diabetes Mellitus (Perkeni 2019)

  • Pemeriksaan glukosa plasma puasa>126 mg/dl, puasa adalah kondisi tidak ada asupan kalori minimal 8 jam

Atau

  • Pemeriksaan glukosa plasma>200 mg/dl 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) dengan beban glukosa 75 gram

Atau

  • Pemeriksaan glukosa plasma sewaktu>200 mg/dl dengan keluhan klasik atau krisis hiperglikemia

Atau

  • Pemeriksaan Hb A1c > 6,5% dengan menggunakan metode yang terstandarisasi oleh National Glycohaemoglobin Standarization Program (NGSP) dan Diabetes Control and Complications Trial assay (DCCT)

 

(Perkeni 2019)

Hasil pemeriksaan yang tidak memenuhi kriteria normal atau kriteria DM digolongkan kedalam kelompok prediabetes yang mreliputi toleransi glukosa terganggu (TGT) dan glukosa darah puasa terganggu (GDPT)

  • Glukosa Darah Puasa Terganggu (GDPT): Hasil pemeriksaan glukosa plasma puasa antara 100 – 125 mg/dl dan pemeriksaan TTGO glukosa plasma 2-jam < 140 mg/dl
  • Toleransi Glukosa Terganggu (TGT): Hasil pemeriksaan glukosa plasma 2-jam setelah TTGO antara 140 – 199 mg/dl dan glukosa plasma puasa < 100 mg/dl
  • Bersama-sama didapatkan GDPT dan TGT
  • Diabetes prediabetes dapat juga ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan Hb A1c yang menunjukkan angka 5,7 – 6,4%

 

Cara Pelaksanaan TTGO (WHO, 1994)

  • Tiga hari sebelum pemeriksaan, pasien tetap makan (dengan karbohidrat yang cukup) dan melakukan kegiatan jasmani seperti kebiasaan sehari-hari
  • Berpuasa paling sedikit 8 jam (mulai malam hari) sebelum pemeriksaan, minum air putih tanpa glukosa tetap diperbolehkan
  • Dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah puasa
  • Diberikan glukosa 75 gram (orang dewasa) atau 1,75 g/kg BB (anak-anak), dilarutkan dalam air 250 ml dan diminum dalam waktu 5 menit
  • Berpuasa kembali sampai pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan 2 jam setelah minum larutan glukosa selesai
  • Dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah 2 jam sesudah beban glukosa
  • Selama proses pemeriksaan, subjek yang diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Tri Djoko Endro Susilo, Sp.PK

(Dokter Spesialis Patologi Klinik RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Ikuti Seminar CLIATalk: “Beyond the Beat – Memahami Lebih Jauh Tentang Penyakit Jantung” 5/5 (1)

RS Panti Rapih Yogyakarta bekerja sama dengan SUMMIT dan PT Mindray Medical Indonesia mempersembahkan Seminar CLIATalk bertajuk “Beyond the Beat: Understand More on Cardiac Diseases”.

Seminar ini dirancang khusus bagi tenaga kesehatan dan masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam tentang penyakit jantung, perkembangan terbaru, serta metode diagnosis dan penanganannya. Kami mengundang para ahli jantung ternama yang siap berbagi wawasan dan pengalaman mereka.

Detail Acara:

  • 🗓️ Tanggal: Sabtu, 30 November 2024
  • 🕰️ Waktu: 08.00 – 15.00 WIB
  • 📍 Lokasi:
    • Offline: Auditorium Lt. 6, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih Yogyakarta
    • Online: via ZOOM

Pembicara Ahli:

  1. Prof. Dr. dr. Lucia Kris Dinarti, Sp.PD, Sp.JP(K) – Pakar kardiologi
  2. Prof. dr. Budi Mulyono, Sp.PK(K), MM – Spesialis patologi klinik
  3. Ida Faridah, AMAK, SKM – Ahli Kesehatan Masyarakat
  4. Dr. Tina Liu, PhD – Pakar internasional dari PT Mindray Medical

Moderator:

  • dr. Fenty, M.Kes., Sp.PK(K)

Biaya Pendaftaran:

  • Offline: Rp 100.000
  • Online: Rp 50.000

Peserta akan mendapatkan 4 SKP dari Kemenkes (diperlukan akun Plataran Sehat untuk memperoleh SKP).

Ayo Segera Daftar! Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar dari para ahli. Daftar sekarang melalui link: s.id/daftarcardiac2024.

Informasi Lebih Lanjut:

  • Sinta: 087788452777
  • Woro: 085727845855
  • Diklat: 082133337062

Kami tunggu partisipasi Anda dalam acara ini! Mari tingkatkan pengetahuan kita tentang kesehatan jantung demi hidup yang lebih sehat.

Mohon dapat memberikan rating

Ikuti Pelatihan Pengkodean Diagnosis Penyakit dan Tindakan bagi Tenaga Koder di FKRTL dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) No ratings yet.

 

Salam Koder, Salam Rekam Medis Indonesia!

Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dengan bangga mengundang seluruh tenaga koder dan verifikator koding untuk mengikuti Pelatihan Pengkodean Diagnosis Penyakit dan Tindakan bagi Tenaga Koder di FKRTL dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Inilah kesempatan emas bagi Anda untuk meningkatkan kompetensi dan mendapatkan sertifikat pelatihan koding resmi!

Detail Kegiatan:

📅 Hari, Tanggal: Senin – Kamis, 2-5 Desember 2024
📍 Lokasi: Auditorium Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
📚 Metode: Luring/Offline

 Sasaran Peserta

Pelatihan ini ditujukan untuk:

  • Tenaga koder atau verifikator koding yang melakukan pengkodean klaim JKN (baik rawat inap maupun rawat jalan) di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
  • Peserta minimal memiliki pendidikan D3 Kesehatan, dengan prioritas untuk lulusan D3/D4 Rekam Medis.

Benefit yang Akan Anda Dapatkan

  1. Belajar langsung dari narasumber berpengalaman di bidang pengkodean medis.
  2. Sertifikat SKP Kemenkes dengan total 10 SKP.
  3. Fasilitas akomodasi lengkap, termasuk makan siang dan snack.
  4. Seminar kit dan kaos pelatihan eksklusif.

💸 Biaya Investasi

  • Offline: Rp 2.950.000
  • Menginap (opsional):
    • Single Bed: tambah Rp 3.000.000
    • Twin Bed Sharing: tambah Rp 1.500.000

Pembayaran:
Bank BRI – 148901000001302 a.n. Rumah Sakit Panti Rapih

💠 Pendaftaran

Daftarkan diri Anda segera melalui tautan berikut: s.id/daftarkoder2024

Pendaftaran akan ditutup saat kuota terpenuhi, jadi segera daftar sekarang!

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: 📲 Instalasi Diklit RS Panti Rapih (0812-2651-2619/Dhenny)

Mari bergabung dalam pelatihan ini dan wujudkan kompetensi koder yang unggul dan bersertifikasi.

Mohon dapat memberikan rating

Seminar Motivasi “Lebur dalam Pelayanan, Berbuah dalam Keutamaan” 5/5 (1)

Pada hari Jumat, 13 September 2024, RS Panti Rapih menyelenggarakan Seminar Motivasi di Auditorium Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 316 peserta yang terdiri atas jajaran Direksi dan Pejabat Struktural RS Panti Rapih, Organ Yayasan Panti Rapih, serta Direksi RS Panti Rini, RS Panti Nugroho, RS Santa Elisabeth, RS Panti Rahayu, dan STIKES Panti Rapih.

Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari rangkaian acara memperingati 95 tahun berdirinya RS Panti Rapih, yang dalam lima tahun ke depan akan mencapai usia 100 tahun. Mengangkat tema ‘Lebur dalam Pelayanan, Berbuah dalam Keutamaan’ yang juga merupakan tema HUT ke-95 RS Panti Rapih, seminar ini menandai momentum penting bagi seluruh keluarga besar RS Panti Rapih dalam memperkuat komitmen pelayanan kesehatan.

Seminar ini bertujuan untuk membangun semangat dan komitmen seluruh pelayan kesehatan di RS Panti Rapih dalam mempersiapkan diri menuju pelayanan prima. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangkitkan motivasi dan semangat karyawan dalam melayani dengan penuh

Tema yang diangkat mengandung pesan mendalam mengenai pentingnya kolaborasi menyeluruh antarprofesi di rumah sakit. Fokus utamanya adalah mewujudkan nilai I CARE (Integrity, Compassion, Assurance, Respect, Embrace Innovation) dalam setiap layanan. Nilai-nilai ini menjadi landasan bagi seluruh karyawan RS Panti Rapih dalam memberikan pelayanan prima kepada customer, dalam hal ini adalah pasien RS Panti Rapih.

Hadir sebagai narasumber utama, Bapak Ignasius Jonan yang pernah menjabat sebagai Menteri Kabinet Kerja 2014-2019 dan dikenal juga sebagai tokoh transformasi pelayanan publik. Dalam Seminar Motivasi tersebut, Bapak Ignasius Jonan berbagi pengalaman dan inspirasi tentang pentingnya pelayanan prima dalam dunia kesehatan, “Jadilah pribadi yang bermanfaat untuk orang lain dan jadilah leader yang dapat memberikan contoh kepada tim”.

Dengan berakhirnya seminar ini, diharapkan dalam perjalanan 95 tahun RS Panti Rapih, para karyawan harus bisa menjadi pengabdi kemanusiaan; selaras dengan arahan Kongregasi Cinta Kasih Suster-Suster St. Carolus Borromeus untuk memuliakan nama Tuhan dan mengabdi sesama. Selain itu juga dapat menerapkan wawasan dan inspirasi yang didapat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RS Panti Rapih, membawa manfaat yang nyata bagi pasien dan masyarakat.

Pak Jonan bersama 316 peserta seminar motivasi

Pak Jonan bersama 316 peserta seminar motivasi

Artikel ditulis oleh :
Anjar Pintosasi
(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Pentingnya Medical Check Up No ratings yet.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, Memiliki tubuh dan jiwa yang sehat merupakan dambaan setiap orang, Medical check-up berkala bisa jadi tindakan preventif yang membantu kita mengantisipasi risiko kesehatan di masa depan. Sayangnya banyak orang yang yang belum menyadari pentingnya memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala. Anggapan bahwa medical check-up hanya diperuntukkan bagi lansia atau orang yang memiliki penyakit kronis merupakan hal yang kurang tepat, medical check-up dapat dilakukan oleh siapa pun, anak-anak, remaja, atau pun orang dewasa. Sebab risiko kesehatan bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal usia.

 

Apa sih Medical Check up?

Medical Check Up merupakan pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui status kesehatan seseorang. .

Tujuan Medical Check Up

Selain mengetahui kondisi kesehatan, medical check up dapat digunakan untuk mengevaluasi kesehatan agar bisa dilakukan pencegahan sedari dini sebelum bertambah parah. Selain itu. MCU juga bisa digunakan untuk keperluan tertentu, misalnya melamar kerja di perusahaan atau melanjutkan studi.

Manfaat Medical Check Up

manfaat dari medical check up antara lain :

  • mengetahui masalah kesehatan atau penyakit yang mungkin kamu miliki saat ini, sehingga bias melakukan pengobatan sejak dini
  • mengidentifikasi gangguan kesehatan apapun yang mungkin bisa menjadi masalah medis di masa mendatang
  • mendeteksi lebih awal penyakit tanpa gejala
  • mencegah penurunan penyakit pada anak
  • memotivasi untuk memiliki gaya hidup yang lebih baik
  • memperbaharui imunisasi bila diperlukan

Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum Medical Check Up

  • Sebelum menjalani tes MCU, beberapa hal yang harus dipersiapkan antara lain:
  • Tidur yang cukup, minimal 6 jam sebelum permeriksaan, sebab kurang tidur bisa mempengaruhi tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh
  • puasa kurang lebih 8- 10 jam sebelum pemeriksaan meski begitu, minum air putih masih diperbolehkan untuk mencegah dehidrasi
  • Hindari minum alkohol 24 jam sebelum jadwal tes
  • Beritau dokter terkait semua obat-obatan yang sedang kamu konsumsi sebelum pemeriksaan
  • Untuk Wanita, beritahu tim medis jika sedang menstruasi, sebab pasien tidak bisa melakukan tes urine, faeces dan papsemear. darah akan memberikan hasil yang tidak akuta
  • jika hamil, harap beritahu dokter atau petugas medis untuk membatalkan pemerksaan X-Ray
  • Mengisi kuesioner yang berisi daftar pertanyaan yang mengacu pada kesehatan pasien secara menyeluruh

 

Secara umum, Pemeriksaan yang dilakukan di Medical Check up antara lain ;

  • Anamnesa,

yaitu mengetahui informasi lebih lanjut tentang pasien seperti usia, riwayat penyakit (sekarang, dahulu dan keluarga), kebiasaan beresiko dan keluhan kesehatan yang biasa dirasakan.

  •  Pemeriksaan berat badan dan tinggi badan

Pemeriksaan berat badan dan tinggi badan diperlukan untuk mengetahui indeks masa tubuh seseorang (BMI)apakah normal, kegemukan, kurus,atau obesitas.  Kegemukan dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, diabetes tipe 2, osteoartritis, hipertensi, dan kanker. Sedangkan kondisi fisik yang terlalu kurus berisiko melemahkan sistem kekebalan tubuh, mengakibatkan osteoporosis, dan anemia

  • Gula Darah

Pemeriksaan Gula darah untuk screening apakah gula darah seseorang normal, prediabetes atau diabetes. Sebelum melakukan tes, anda disarankan berpuasa selama 8 jam untuk mengetahui kadar gula darah puasa

  • Pemeriksaan tanda-tanda vital

Seperti tekanan darah, frekuensi nadi, suhu, frekuensi nafas.

  • Kolesterol

Kolesterol pada dasarnya adalah jenis lemak yang dibutuhkan tubuh, namun jumlah yang berlebihan dapat menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung serta stroke.

  • Kesehatan Jantung

Pemeriksaan jantung dapat dilakukan dengan tes elektrokardiogram (EKG) atau dikenal dengan rekam jantung. Tes dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik jantung. Jika diperlukan dapat dilakukan tes echocardiography atau pemeriksaan treadmill test

  • Mata

Selain gangguan penglihatan, pemeriksaan pada anak bertujuan melihat kemungkinan mata malas atau mata juling. Sedangkan pada orang dewasa, pemeriksaan dapat mengetahui kondisi seperti retinopati, glaukoma, katarak, ketajaman penglihatan

  • Telinga

Lakukan tes pendengaran (audiometri) jika Anda mengalami gangguan pendengaran. Audiometri digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan tuli, menentukan jenis dan tingkat gangguan pendengaran. Pemeriksaan pada bayi dan anak-anak diperlukan untuk mendeteksi masalah pendengaran yang dapat mengganggu kemampuan belajar, berbicara, dan memahami bahasa. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat respons Anda pada suara.

  • Gigi dan Mulut

Untuk mendeteksi apakah ada kondisi-kondisi seperti abses, infeksi,kerusakan diantara gigi, gigi impaksi akibat gigi bungsu tumbuh tidak normal, kista atu tumor, karang gigi, selain itu jika ditemukan masalah pada gigi, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan X-ray untuk menentukan tindakan medis yang diperlukan.

  • Pemeriksaan payudara pada wanita dengan prosedur mammografi

Bertujuan untuk melihat benjolan atau sel kanker yang tumbuh.

  • Pemeriksaan saluran prostat pada pria

Untuk meninjau kesehatan saluran kemih, dan apakah sudah memasuki tahap kanker jika gejala yang dirasakan lebih parah.

  •  Skrining kesehatan serviks dengan prosedur pap smear.

Untuk mencegahnya, Anda dapat melakukan suntik HPV dengan 3 kali dosis.

  • Pemeriksaan lainnya.

Di samping pemeriksaan di atas, beberapa tes atau pemeriksaan penunjang lain mungkin diperlukan seperti pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS) dan hepatitis B dan HIVbagi orang yang aktif secara seksual dan memiliki pasangan seks lebih dari satu, serta pemeriksaan penyakit paru-paru bagi perokok berat seperti tes fungsi paru (spirometri) dan X-ray pada bagian dada jika dperlukan B. Pemeriksaan laboratorium screening lainnya antara lain, pemeriksaan fungsi hati, pemeriksaan fungsi ginjal dan urine rutin

Medical Check Up RS. Panti Rapih memiliki berbagai macam kebutuhan medical check up yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, antara lain

  • layanan Skrining kesehatan Jantung (paket A dan B )
  • layanan Skrinning Kesehatan Calon Pasutri (Pranikah) (Silver, Gold, platinum)
  • layanan Skrinning MCU umum (terdiri dari paket basic, silver, gold platinum)
  • layanan Skrinning Untuk kebutuhan Studi lebih lanjut
  • layanan Skrinning Untuk kelayakan dalam Bekerja
  • layanan Nutrigenomik
  • layanan Klinik Vaksinasi (Vaksinasi Dewasa Non Covid)
  • layanan Injeksi Vitamin C

Frekuensi Medical Check UP

Medical Check Up,  dianjurkan untuk dilakukan setidaknya satu tahun sekali. Frekuensi pemeriksaan rutin didasarkan pada usia, faktor risiko, dan status kesehatan pasien

Untuk informasi layanan Medical Check Up, sahabat sehat panti rapih bisa menghubungi bagian pendaftaran RS. Panti Rapih.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Tan Liana Santosa

(Dokter Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Medical Check Up

Lantai 2, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Telepon : 0274 – 563333 ext 1125

Waktu Pelayanan : pk 07.00 – 17.00 WIB (Senin – Sabtu, Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

WA MCU : 081129458943

 

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam : 0274 – 514004, 514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Selamat Hari Perawat Nasional 2021 5/5 (1)

Terimakasih perawat yang tanpa kenal lelah sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara tulus, iklhas dan profesional. Mari kita bersama-sama melawan pandemi COVID-19. Tetap jaga kesehatan dalam menjalankan tugas mulia perutusan ini.


Selamat Hari Perawat Nasional 2021.
Perawat Tangguh. Indonesia Bebas COVID-19. Masyarakat Sehat

Mohon dapat memberikan rating