Kenali Faktor Risiko dan Cara Mengatasi Perlemakan Hati (Fatty Liver) 5/5 (1)

Perlemakan hati atau fatty liver adalah kondisi ketika lemak menumpuk berlebihan di dalam sel-sel hati. Dalam dunia medis, kondisi ini sering disebut sebagai fatty liver disease atau steatotic liver disease. Hati sebenarnya memang mengandung sedikit lemak, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak maka fungsi hati dapat terganggu. Perlemakan hati cukup sering ditemukan pada orang dengan berat badan berlebih, diabetes, kolesterol tinggi, atau kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak. Namun, orang dengan berat badan normal pun tetap bisa mengalami kondisi ini.

 

Pada tahap awal, perlemakan hati sering tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Sebagian penderita hanya merasa cepat lelah, perut kanan atas terasa tidak nyaman, atau tubuh terasa kurang bugar. Karena gejalanya samar, kondisi ini sering baru diketahui saat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau USG abdomen. Meski tampak ringan, perlemakan hati tidak boleh dianggap sepele karena pada sebagian orang dapat berkembang menjadi peradangan hati, kerusakan jaringan hati, bahkan sirosis atau gagal hati dalam jangka panjang.

Selain merusak hati, perlemakan hati juga berkaitan erat dengan gangguan metabolik lainnya. Orang dengan fatty liver memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke. Oleh karena itu, perlemakan hati bukan hanya masalah pada hati saja, tetapi juga menjadi tanda bahwa metabolisme tubuh sedang tidak sehat. Semakin dini kondisi ini dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan yang lebih berat.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan jika seseorang memiliki faktor risiko seperti obesitas, lingkar perut besar, diabetes, kolesterol atau trigliserida tinggi, serta kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebihan. Pemeriksaan juga dianjurkan bila hasil tes fungsi hati meningkat tanpa penyebab yang jelas. Dokter biasanya akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, tes darah, dan USG hati. Pada kondisi tertentu, mungkin diperlukan pemeriksaan tambahan untuk menilai apakah sudah terjadi peradangan atau kerusakan hati yang lebih lanjut.

Kabar baiknya, perlemakan hati sering kali dapat membaik dengan perubahan gaya hidup. Penanganan utama bukanlah obat khusus, melainkan memperbaiki pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Penurunan berat badan secara bertahap terbukti dapat mengurangi kadar lemak di hati. Mengurangi konsumsi minuman manis, makanan cepat saji, gorengan, dan karbohidrat berlebihan juga sangat membantu. Selain itu, olahraga rutin minimal 30 menit sebanyak 3–5 kali seminggu dapat memperbaiki kesehatan hati dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Bagi orang yang sudah mengalami perlemakan hati, ada beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari. Perbanyak konsumsi sayur, buah, protein sehat, dan air putih. Hindari kebiasaan begadang karena kualitas tidur juga berpengaruh terhadap metabolisme tubuh. Batasi konsumsi alkohol dan hindari penggunaan obat atau suplemen tanpa anjuran dokter karena beberapa zat dapat memperberat kerja hati. Jika memiliki diabetes atau kolesterol tinggi, usahakan penyakit tersebut terkontrol dengan baik karena sangat memengaruhi kondisi hati.

Pencegahan perlemakan hati sebenarnya dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Menjaga berat badan ideal, aktif bergerak, makan dengan pola seimbang, dan membatasi gula berlebih merupakan langkah sederhana namun sangat penting. Pemeriksaan kesehatan rutin juga membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum muncul kerusakan yang serius. Dengan gaya hidup yang lebih sehat, hati dapat tetap bekerja optimal dan risiko berbagai penyakit metabolik pun ikut menurun.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rendhy Wisnugroho Santoso, Sp.PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Lakukan Pendampingan Kinerja Puskesmas PONED di Fakfak dan Teluk Bintuni 5/5 (2)

Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta bersama BP Tangguh Public Health telah sukses melaksanakan kegiatan Supervisi Fasilitatif (Sufas) lanjutan bagi Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Pendampingan ini berlangsung selama dua pekan, mulai 8 hingga 18 Juni 2026, dan merupakan kelanjutan dari kegiatan strategis sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 15 hingga 27 Juni 2025.

Kegiatan pendampingan ini difokuskan pada upaya konkret penurunan angka kematian ibu dan bayi di total empat Puskesmas dan dua Rumah Sakit Umum Daerah yang tersebar di wilayah Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni. Melalui kerja sama lintas sektor, program ini menyasar penguatan kompetensi klinis serta sistem rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Tim Pendamping RS Panti Rapih Yogyakarta:

  • Suryo Nugroho, MPH– Kepala Instalasi Diklit & Asesor Internal (Ketua Tim Sufas)
  • Lusiana Irene W, Sp. OG– Ketua KSM Obsgyn RS Panti Rapih
  • Christo Darius Junendytya, Sp.A– KSM Anak RS Panti Rapih
  • Theresia Heni Lestari, S.Tr.Keb., Bdn– Kepala Ruang Bersalin RS Panti Rapih Yogyakarta

Cakupan Wilayah Pendampingan

Intervensi supervisi fasilitatif kali ini mencakup beberapa fasilitas kesehatan rujukan dan dasar berikut:

Kabupaten Fakfak:

  • Puskesmas Bomberay
  • Puskesmas Kokas
  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak

Kabupaten Teluk Bintuni:

  • Puskesmas Babo
  • Puskesmas Aranday
  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni

Rangkaian Kegiatan dan Persiapan Daring

Rangkaian kegiatan pendampingan dimulai sejak awal Juni 2026 dengan sejumlah persiapan berbasis daring. Tim Supervisi Fasilitatif (Sufas) dari RS Panti Rapih dan BP Tangguh Public Health mengadakan konsolidasi internal melalui email untuk menyelaraskan agenda dan strategi pelaksanaan di lapangan.

Dilanjutkan pada 4 Juni 2026, tim melakukan pertemuan pra-pendampingan secara virtual dengan Puskesmas Bomberay dan Kokas dari Kabupaten Fakfak. Dalam sesi ini, masing-masing fasilitas memaparkan hasil self-assessment serta mengevaluasi tindak lanjut dari rekomendasi program tahun sebelumnya. Keesokan harinya, 5 Juni 2026, agenda serupa digelar bersama Puskesmas Babo dan Aranday dari Kabupaten Teluk Bintuni guna memastikan kesiapan teknis sebelum tim turun ke lapangan.

Implementasi Lapangan di Kabupaten Fakfak

Kegiatan lapangan resmi dimulai pada 8 hingga 18 Juni 2026, di mana tim pendamping bertolak menuju Fakfak, Papua Barat. Pendampingan teknis intensif dimulai pada 9 Juni 2026 di Puskesmas Bomberay. Selanjutnya, pada 10 Juni 2026, kegiatan bergeser ke Puskesmas Kokas, yang juga mencakup pelaksanaan audit kasus kematian maternal sebagai upaya reflektif untuk peningkatan mutu layanan yang berkesinambungan.

Pada 11 Juni, tim melanjutkan kunjungan ke RSUD Fakfak untuk meninjau kesiapan integrasi rujukan, serta mengadakan forum evaluasi komprehensif sekaligus perumusan langkah lanjutan strategis bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak.

 

[FOTO] Dokumentasi 1: Sesi foto bersama tim pendamping, manajemen, dan staf medis dalam rangkaian Kegiatan di Puskesmas Bomberay.

[FOTO] Dokumentasi 2: Diskusi panel dan pemaparan materi orientasi pada pelaksanaan Kegiatan di Puskesmas Bomberay.

[FOTO] Dokumentasi 3: Kunjungan lapangan dan koordinasi tim klinis dalam Kegiatan di Puskesmas Kokas.

[FOTO] Dokumentasi 4: Forum koordinasi lintas program dan Kegiatan evaluasi bersama jajaran di Dinkes Kabupaten Fakfak.

Aksi Nyata di Kabupaten Teluk Bintuni

Setelah menyelesaikan seluruh agenda di Fakfak, tim melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Teluk Bintuni pada 13 hingga 14 Juni 2026. Pendampingan teknis di wilayah ini dimulai di Puskesmas Babo pada 15 Juni dan dilanjutkan di Puskesmas Aranday pada 16 Juni. Metode pendampingan meliputi simulasi penanganan kedaruratan (emergency drill) serta diskusi interaktif mengenai hasil pencapaian Alat Pantau Kinerja Klinis (APKK).

Kegiatan berlanjut pada 17 Juni dengan kunjungan ke RSUD Teluk Bintuni untuk meninjau secara langsung alur penerimaan rujukan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) yang masuk dari berbagai Puskesmas wilayah sekitarnya. Seluruh rangkaian kegiatan di Teluk Bintuni ditutup secara resmi pada siang hari tanggal 17 Juni 2026 melalui pertemuan evaluasi dan penyusunan rekomendasi strategis di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni. Tim pendamping akhirnya melakukan perjalanan kembali ke Yogyakarta pada 18 Juni 2026.

[FOTO] Dokumentasi 5: Foto bersama seluruh staf dan tenaga kesehatan dalam rangkaian Foto Kegiatan di Puskesmas BABO.

[FOTO] Dokumentasi 6: Perjalanan tim melewati jembatan kayu ikonik menuju lokasi kegiatan di Puskesmas Aranday (Distrik Tomu, Papua Barat).

[FOTO] Dokumentasi 7: Sesi foto bersama dengan latar belakang hutan mangrove dalam rangkaian kegiatan luar ruang di Puskesmas Aranday.

[FOTO] Dokumentasi 8: Sesi koordinasi dan foto bersama jajaran Manajemen RSUD Teluk Bintuni.

[FOTO] Dokumentasi 9: Suasana pemaparan dan diskusi interaktif dalam acara Penyampaian hasil Sufas di Dinas Kesehatan Teluk Bintuni.

Membangun Budaya Mutu Kesehatan di Wilayah 3T

Membangun Budaya Mutu Kesehatan di Wilayah 3T

Dalam seluruh kegiatan tersebut, tim pendamping melakukan verifikasi hasil tindak lanjut pendampingan tahun lalu, audit kasus, simulasi (emergency drill), serta mengukur capaian peningkatan mutu menggunakan instrumen APKK/R (Alat Pantau Kinerja Klinis/Rujukan).

“Pendampingan ini mengedepankan strategi sistemik untuk membangun budaya mutu layanan kesehatan ibu dan bayi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dengan menambahkan pelatihan teknis terkait penanganan kgawatdaruratan maternal dan Neonatal.”— Suryo Nugroho, MPH (Ketua Tim Supervisi Fasilitatif RS Panti Rapih)

Dukungan penuh dari Dinas Kesehatan beserta pemerintah daerah setempat turut menguatkan komitmen keberlanjutan dampak kegiatan ini. Dalam pertemuan evaluasi akhir, disepakati pembentukan program tindak lanjut berupa pemantapan Supervisi Fasilitatif Daerah secara mandiri melalui peran strategis Dinas Kesehatan setempat.

Dengan hasil yang dicapai, RS Panti Rapih Yogyakarta berharap kegiatan pendampingan ini dapat menjadi praktik baik (best practice) yang konsisten dan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia demi menekan angka kematian ibu dan bayi secara nasional.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Suntik Botox Untuk Penyakit Saraf. Memang Bisa? 5/5 (3)

Sahabat Sehat, apakah pernah mendengar tentang botox? Saat ini, suntikan botox banyak digunakan untuk kecantikan. Tetapi, tahukah Sahabat Sehat bahwa awal mulanya botox lebih banyak digunakan untuk menangani berbagai penyakit daripada untuk kecantikan? Yuk, kita bahas!

Mengenal Botox

Botox, atau botulinum toxin, merupakan zat yang diekstrak dari bakteri Clostridium botulinum.  Bakteri ini pertama kali dikenal pada tahun 1700-an saat terjadi keracunan massal di Eropa dan Amerika Serikat, setelah banyak orang mengonsumsi makanan kaleng. Bakteri ini menyerang sistem saraf sehingga terjadi kelumpuhan otot di seluruh tubuh.

Namun, seiring perjalanan waktu, para peneliti menemukan bahwa zat racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum tersebut dapat diekstrak dan digunakan untuk menangani beberapa penyakit. Banyak penelitian dilakukan pada hewan uji coba hingga akhirnya botox dapat digunakan pada manusia.

Manfaat Botox pada Penyakit Saraf

Botox bekerja dengan cara mencegah kontraksi otot. Setelah disuntikkan, botox memerlukan durasi sekitar 1  minggu untuk dapat menunjukkan hasilnya. Suntikan botox bersifat lokal dan sementara, yang berarti botox hanya bekerja di area yang disuntik dan hanya bertahan selama beberapa bulan. Umumnya efek dari pemberian botox dapat bertahan selama 3 – 6 bulan. Apabila efek botox telah berkurang atau menghilang, pasien dapat menjalani proses penyuntikan botox ulang,

Pasien pascastroke yang menderita kekakuan (spastisitas) pada tangan dan kaki sering mengalami nyeri yang membuat pasien semakin sulit bergerak. Pemberian suntikan botox dapat dilakukan untuk mengurangi kekakuan tersebut, sehingga nyeri berkurang, otot menjadi lebih lentur, dan sekaligus dapat mempermudah proses fisioterapi.

 

Botox juga bermanfaat untuk berbagai penyakit gangguan gerak. Pernahkah Sahabat Sehat melihat seseorang yang mengalami “kedutan” atau kontraksi di satu sisi wajah? Kedutan tersebut muncul terus-menerus dan tidak bisa dihentikan. Kondisi ini disebut spasme hemifasial atau hemifacial spasm. Spasme hemifasial ini dapat dikurangi dengan menyuntikkan botox pada beberapa otot wajah. Selain itu, gangguan gerak lain seperti distonia dan tremor juga dapat berkurang setelah pemberian botox.

Pemberian suntikan botox harus dilakukan oleh dokter spesialis saraf. Setiap pasien memerlukan dosis yang berbeda dan lokasi penyuntikan yang berbeda pula. Dokter juga harus memantau efek samping dan respon pasca penyuntikkan.

Efek Samping Botox

Pemberian suntikan botox relatif aman dengan efek samping minimal. Efek samping yang paling sering muncul adalah rasa nyeri dan lebam di area penyuntikan. Suntikan botox yang dilakukan pada satu sisi wajah dapat memicu bentuk wajah yang tidak simetris. Kelemahan otot juga dapat muncul. Efek samping lain seperti infeksi dan reaksi alergi jarang terjadi.

Efek dari botox tidak permanen. Oleh karena itu, setiap efek samping yang muncul setelah penyuntikan juga tidak permanen. Apabila muncul wajah yang tidak simetris atau kelemahan otot pascasuntikan, setelah 3 – 6 bulan akan kembali seperti semula.

Botox tidak hanya digunakan untuk mempercantik wajah, tetapi juga dapat mengatasi berbagai penyakit, termasuk penyakit saraf. Jika Sahabat Sehat mengalami kekakuan otot, kontraksi atau gerakan otot yang tidak normal, berkonsultasilah dengan dokter spesialis saraf terlebih dahulu. Rumah Sakit Panti Rapih siap melayani Sahabat Sehat yang memerlukan tindakan botox.

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N, RPSGT

(Dokter Spesialis Neurolog RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Saraf

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

FKKMK UGM Gelar Kunjungan Akademik ke RS Panti Rapih Yogyakarta 5/5 (2)

Yogyakarta, 3 Desember 2025 — Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan akademik dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) yang melibatkan 32 mahasiswa kelas reguler. Kegiatan berlangsung di Auditorium Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, Lantai 6, mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB.

Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Nainggolan, M.Kes, membuka acara dengan sambutan yang menekankan pentingnya kemitraan antara rumah sakit dan institusi pendidikan dalam mencetak tenaga kesehatan masa depan. Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan FKKMK UGM, dr. Bagas Suryo Bintoro, PhD, yang mengapresiasi kesempatan pembelajaran langsung bagi mahasiswa.

Kunjungan ini mencakup pemaparan Company Profile RS Panti Rapih oleh Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M., Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama. Mahasiswa juga mendapatkan materi terkait layanan penunjang medik (Rekam Medis, Farmasi, Lab, Radiologi, Gizi, Rehabilitasi Medis) dan pelayanan IGD dari dr. Tan Liana Santosa, Kepala Bidang Penunjang Medik dan Diagnostik. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, memperlihatkan antusiasme peserta terhadap dunia pelayanan kesehatan.

Selain penyampaian materi, kegiatan turut diisi dengan penyerahan kenang-kenangan, foto bersama, serta hospital tour ke sejumlah unit pelayanan rumah sakit.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap sinergi dengan FKKMK UGM semakin kuat dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran dan peningkatan kualitas layanan kesehatan. FKKMK UGM juga berharap kolaborasi ini dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan membuka peluang kerja sama lebih luas di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Webinar Membangun Budaya Etis, Edukatif dan Empatik di Rumah Sakit melalui Pemenuhan Standar HPK dan KE No ratings yet.

Webinar bertajuk “Membangun Budaya Etis, Edukatif dan Empatik di Rumah Sakit dengan Pemenuhan Standar Hak Pasien dan Keluarga (HPK) serta Komunikasi dan Edukasi (KE)” diselenggarakan secara daring pada Jumat, 7 November 2025, melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat komitmen rumah sakit dalam membangun pelayanan yang lebih humanis, aman, serta berorientasi pada pasien dan keluarganya. Pemenuhan standar HPK dan KE kini menjadi pilar utama dalam peningkatan kualitas layanan, karena keduanya menekankan pentingnya keterlibatan pasien, komunikasi efektif, edukasi berkelanjutan, serta penghormatan terhadap hak dan martabat pasien sebagai bagian dari keselamatan dan pengalaman pasien (patient experience). Webinar ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Chatarina Endah Tri Yuliani, S.Kep., Ns., seorang praktisi keperawatan yang berpengalaman dalam implementasi standar akreditasi rumah sakit, serta Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H., akademisi dan dokter yang fokus pada etika kedokteran, kesehatan masyarakat, dan pengembangan sistem komunikasi edukatif di fasilitas pelayanan kesehatan. Keduanya memberikan perspektif mendalam mengenai bagaimana budaya etis, edukatif, dan empatik dapat diwujudkan secara nyata di lingkungan rumah sakit melalui penerapan standar HPK dan KE yang konsisten dan terukur. Webinar ini dipandu oleh moderator Maria Dhita Suryani Lumban Gaol, S.Kep., Ns., yang memastikan jalannya diskusi berlangsung interaktif, terarah, dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta.

Sepanjang acara, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif tentang pentingnya melindungi hak pasien dan keluarga, mulai dari privasi dan kerahasiaan informasi medis, persetujuan tindakan atau informed consent, hingga penyampaian informasi yang jelas dan mudah dipahami terkait diagnosis, prosedur, dan rencana perawatan. Para narasumber menekankan bahwa pemenuhan hak pasien bukan hanya tuntutan akreditasi, tetapi bagian dari etika profesional dan tanggung jawab moral tenaga kesehatan. Dalam aspek komunikasi dan edukasi, peserta diperkenalkan pada berbagai strategi komunikasi efektif yang dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pasien, seperti penggunaan bahasa yang sederhana, pendekatan empatik, serta edukasi yang diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan pasien dan keluarga. Komunikasi yang baik terbukti meningkatkan kepatuhan pasien, mengurangi kesalahan medis, dan memperbaiki kualitas interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien.

Melalui webinar ini, rumah sakit diharapkan mampu memperkuat budaya etis dengan menjadikan integritas dan tanggung jawab profesional sebagai nilai dasar. Budaya edukatif ditegakkan melalui pengembangan sistem edukasi pasien yang terencana, terstruktur, dan mudah diakses. Sementara itu, budaya empatik diwujudkan melalui kemampuan tenaga kesehatan memahami kebutuhan emosional, psikologis, dan sosial pasien. Ketiga budaya tersebut saling melengkapi dan menjadi fondasi penting bagi pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi. Kegiatan ini juga mempertegas bahwa penguatan HPK dan KE berkontribusi langsung terhadap pencapaian standar akreditasi nasional maupun internasional, sekaligus mendorong rumah sakit untuk terus berbenah menuju sistem pelayanan yang lebih aman, inklusif, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Dengan terselenggaranya webinar ini, diharapkan seluruh peserta dari berbagai profesi kesehatan dapat menerapkan konsep-konsep yang dipelajari di tempat kerja masing-masing, sehingga berdampak nyata pada peningkatan kualitas layanan rumah sakit. Upaya membangun budaya etis, edukatif, dan empatik bukan hanya menjadi agenda manajemen, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur rumah sakit. Pemenuhan standar HPK dan KE akhirnya dapat menjadi instrumen strategis untuk menciptakan pelayanan yang lebih transparan, komunikatif, bermartabat, dan menempatkan pasien sebagai pusat dari setiap proses pelayanan. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi rumah sakit di seluruh Indonesia untuk terus bertransformasi demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih manusiawi, dan lebih berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan pasien.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Tegaskan Komitmen Pendampingan Keluarga Melalui Kelas Ibu: Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak 5/5 (1)

Dalam rangka memperkuat peran serta rumah sakit dalam edukasi kesehatan keluarga, RS Panti Rapih kembali menyelenggarakan kegiatan “Kelas Ibu: Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak”, sebagai bagian dari program promotif dan preventif rumah sakit terhadap kesehatan anak sejak dini.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Departemen Ilmu Penyakit Anak dan Instalasi Pelayanan Gizi RS Panti Rapih, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua, khususnya para ibu, dalam memahami serta mendeteksi potensi gangguan tumbuh kembang anak secara optimal.

Sebagai narasumber utama, dr. Titin, dokter spesialis anak RS Panti Rapih, menyampaikan pentingnya pemahaman orang tua terhadap tanda-tanda keterlambatan perkembangan.

“Tidak semua anak tumbuh dengan kecepatan yang sama. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting agar intervensi dapat dilakukan tepat waktu dan mencegah dampak jangka panjang dalam aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, serta perilaku anak,” ujar dr. Titin.

Dalam kegiatan ini, peserta juga memperoleh materi edukatif bertajuk “Gizi Optimal untuk Tumbuh Kembang Anak”, yang disampaikan oleh Maria Dora dan Bangkit Enggartyono, ahli gizi RS Panti Rapih. Materi ini menekankan pentingnya asupan nutrisi yang sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan anak, termasuk informasi tentang penyusunan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan seimbang.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih menegaskan komitmennya dalam mendampingi keluarga secara holistik, tidak hanya pada aspek kuratif, tetapi juga melalui penguatan pengetahuan masyarakat demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Sumber berita lain ;

Koran Kedaulatan Rakyat, 20 Juni 2025

 

Informasi lebih lanjut terkait layanan kesehatan anak dan edukasi keluarga, silakan menghubungi:

Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit

(0274) 563333 ext 341 (Senin – Jumat, pk 08.00 -15.00 WIB)

Mohon dapat memberikan rating

BRI Serahkan Bantuan Ambulans ke RS Panti Rapih, Wujud Kepedulian terhadap Layanan Kesehatan 5/5 (2)

Komitmen terhadap pelayanan kesehatan kembali dibuktikan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Melalui program kepedulian sosial, BRI secara resmi menyerahkan satu unit mobil ambulans kepada RS Panti Rapih Yogyakarta pada Selasa (20/5). Bantuan ini menjadi simbol nyata dukungan BRI terhadap peningkatan layanan kesehatan dan sosial di masyarakat.

Acara serah terima yang berlangsung di lounge lantai 2 Gedung Borromeus RS Panti Rapih dihadiri langsung oleh Regional CEO BRI Yogyakarta, Bapak John Sarjono, didampingi Pemimpin Cabang BRI Cik Ditiro, Bapak Lutfi Anggriawan, serta Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, MKes, FISQUA.

Dalam sambutannya, dr. Stephani Maria menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kepedulian BRI. “Bantuan ambulans ini akan sangat bermanfaat untuk pelayanan transportasi pasien, baik untuk penjemputan maupun pengantaran. Ini merupakan wujud nyata BRI peduli terhadap kesehatan dan mendukung pelayanan yang humanis di RS Panti Rapih,” ujar beliau.

Sementara itu, Bapak John Sarjono menyampaikan bahwa BRI sebagai bagian dari BUMN tak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang besar. “Melalui bantuan ini, kami berharap dapat turut serta dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di RS Panti Rapih. Ke depan, kami juga berharap kerja sama antara BRI dan RS Panti Rapih dapat terus ditingkatkan, baik dalam pelayanan kesehatan maupun dukungan transaksi keuangan bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Rangkaian acara penyerahan ambulans ini diawali dengan sambutan dari kedua belah pihak, dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen serah terima, penyerahan kunci ambulans secara simbolik, serta sesi foto bersama. Tak lupa, dilakukan pula pengecekan kelengkapan fasilitas ambulans sebagai bentuk komitmen atas mutu layanan.

Dengan tambahan armada ambulans ini, RS Panti Rapih semakin memperkuat visinya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang responsif, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Semoga sinergi antara dunia perbankan dan dunia kesehatan seperti ini terus tumbuh dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Artikel lain terkait :
https://www.krjogja.com/yogyakarta/amp/1246034685/bri-berikan-bantuan-ambulan-ke-panti-rapih-simbol-kepedulian-terhadap-kesehatan-dan-sosial

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Dukung Program RSSIB Lewat Edukasi Kesehatan Ibu dan Bayi No ratings yet.

RS Panti Rapih terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB). Salah satu wujud konkret dukungan tersebut adalah pelaksanaan kelas ibu, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para ibu tentang perawatan bayi baru lahir dan kelas ibu dilaksanakan setiap bulan sekali.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (16/5), Bidan Linda Ayu Purbosari dari RS Panti Rapih memberikan demonstrasi langsung tentang cara memandikan bayi kepada para peserta. Kegiatan ini menjadi sarana edukatif yang penting bagi para ibu hamil, menyusui, maupun pendampingnya untuk memahami langkah-langkah dasar dalam merawat bayi secara tepat dan aman.

Program ini merupakan bagian dari layanan terpadu RSSIB RS Panti Rapih yang dirancang untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan optimal bagi ibu dan buah hati. Kegiatan edukasi ini dipimpin oleh Bidan Heni Lestari dan menjadi bagian dari upaya promotif RS Panti Rapih dalam mewujudkan pelayanan ibu dan anak yang berkualitas.

Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih, dr. Wikan Indrarto, menyampaikan pentingnya edukasi dini mengenai tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir. “Informasi ini krusial bagi para orang tua dalam memahami dan merespons cepat kebutuhan kesehatan bayi. Harapannya, informasi yang diberikan bisa menjadi bekal penting bagi orang tua dalam upaya pencegahan dan penanganan dini secara tepat,” ujarnya.

Kegiatan edukasi ini diikuti oleh lebih dari 40 peserta dan berlangsung interaktif. RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa secara rutin guna mendukung kesehatan ibu dan anak secara holistik.

 

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Artikel lain terkait :
Harian Kedaulatan Rakyat, edisi Sabtu 17 Mei 2025

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Studi Banding ke Pusat Kanker Nasional RS Kanker Dharmais 5/5 (6)

Pada tanggal 16 Januari 2023 RS Panti Rapih Yogyakarta, melaksanakan studi banding ke Pusat Kanker Nasional RS Kanker Dharmais. Studi banding dipimpin oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, drg. V. Triputro Nugroho., M. Kes dan diterima langsung oleh Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS., Plt. Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum, Anjari, S. Kom, SH., serta pejabat internal RS Kanker Dharmais lainnya.

Tujuan dari studi banding tersebut yaitu dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan pelayanan paliatif bagi pasien penyakit kronis, khususnya penyakit kanker, dan mengembangkan pelayanan pasien kanker dalam bentuk tim atau Multi Dicipline Team (MDT) di RS Panti Rapih Yogyakarta. Sehingga dalam kunjungan studi banding tersebut, para dokter dan perawat pelaksana yang akan terlibat dalam pengembangan pelayanan.

Selain melakukan diskusi, kegiatan studi banding juga dilanjutkan dengan telusur lapangan untuk mengamati beberapa hal terkait, antara lain:

  1. Alur Multi Dicipline Team(MDT), alur penegakan diagnosis, konfrensi Multi Dicipline Team (MDT), alur tatalaksana kasus, juga alur evaluasi dan layanan outpatient/homecare.
  2. Paliatif Care meliputi; penentuan kasus paliatif, tim paliatif, koordinasi/konfrensi tim paliatif, dan tata laksana paliatif.
  3. Radioterapi meliputi; tim radioterapi, layanan/antrian radioterapi, evaluasi post radioterapi, alat radioterapi (radiasi externa, brakiterapi, TPS).
  4. Penjaminan pembiayaan terkait; tarif dan koding pasien JKN dan asuransi swasta.

Acara ditutup dengan tukar menukar cinderamata dan foto bersama. Terima kasih, Jajaran Direksi RS Kanker Dharmais atas kesempatan yang diberikan bagi RS Panti Rapih Yogyakarta untuk melaksanakan studi banding semoga dengan kegiatan ini, kami dapat mengembangkan pelayanan bagi para pasien secara lebih baik khususnya bagi para penderita kanker.

 

 

Anjar Pintosasi

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (6)

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Laksanakan Ziarah Makam dan Tabur Bunga 5/5 (1)

Yogyakarta, 03 September 2022 – Dalam rangka menuju peringatan HUT RS Panti Rapih ke-93, keluarga besar RS Panti Rapih mengadakan ziarah dan tabur bunga di beberapa makam para pendahulu, para perintis pelayan kesehatan, para dokter/karyawan yang mengabdikan diri untuk melayani sesama.

Ziarah makam dan tabur bunga dilaksanakan pada Sabtu, 3 September 2022 secara sederhana dan khidmat, berlangsung di Makam Wates, PUKY, Makam Tobias Ganjuran, Makam Sempu, Makam Sawitsari dan Makam Madurejo.

Selain mendoakan arwah jiwa orang beriman, para pendahulu pelayanan kesehatan RS Panti Rapih, melalui kegiatan ziarah makam dan tabur bunga tersebut, para pelayan kesehatan yang masih bertugas saat ini diharapkan dapat meneladan semangat serta profesionalitas dari para pendahulu sehingga semakin mampu menghadapi tantangan tugas ke depan. Mengingat jasa para pendahulu menjadikan renungan bagi pelayanan kesehatan saat ini untuk meneruskan jasa dan perjuangan mereka.

Ziarah makam dan tabur bunga akan dilaksanakan juga pada Sabtu, 10 September 2022 di makam Suster-suster CB yang terletak di Komplek Postulat-Novisiat CB Jalan Affandy, Santren, Yogyakarta.

Maria Vita Puji
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating