Puncak HUT Ke-97 RS Panti Rapih: Bertumbuh dalam Kasih dan Berbuah dalam Kesejahteraan No ratings yet.

RS Panti Rapih genap berusia 97 tahun berkarya dan melayani masyarakat Yogyakarta. Perjalanan hampir satu abad ini merupakan rekam jejak panjang yang sarat akan sejarah, dedikasi, serta nilai-nilai kemanusiaan. Untuk menandai momen istimewa tersebut, RS Panti Rapih menggelar Misa Syukur dan Puncak Acara HUT Ke-97 pada Senin, 14 September 2026, bertempat di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu (GRJT) RS Panti Rapih.

Rangkaian acara yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 19.30 WIB ini dihadiri oleh sekitar 350 undangan. Hadir dalam perayaan ini Organ Yayasan Panti Rapih (Pembina, Pengawas, dan Pengurus YPR), Pimpinan Unit Karya Yayasan Panti Rapih, jajaran Struktural RS Panti Rapih, serta komunitas pemuka agama seperti Romo Paroki Kotabaru dan Suster-suster CB dari Komunitas Provinsialat, Santa Anna, dan Panti Rapih.

Perayaan tahun ini mengusung tema “Bertumbuh dalam Kasih dan Berbuah dalam Kesejahteraan”. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama satu tahun ke belakang dan memohon keberkahan untuk melangkah ke depan, acara ini disusun untuk menumbuhkan semangat pelayanan yang tulus serta memberikan wadah apresiasi setinggi-tingginya bagi karyawan yang telah mengabdi secara setia.

Jajaran Direksi bersama penerima lencana 25 tahun berkarya

Jajaran Direksi bersama penerima lencana 35 thn berkarya

Rangkaian acara diawali dengan prosesi penganugerahan Lencana Penghargaan Kesetiaan bagi karyawan dengan masa bakti 25 dan 35 tahun. Sesi ini dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., dilanjutkan dengan penyematan lencana secara simbolis dan penyampaian kesan-pesan dari perwakilan penerima penghargaan.

Usai penyerahan lencana, acara dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi Pesta Salib Suci yang dipimpin oleh Vikaris Episkopalis (Vikep) Yogyakarta Timur, Rm. Marcellinus Tanto, Pr., bersama Rm. Modestus Supriyanto, Pr. dari Tim Pastoral Care RS Panti Rapih. Suasana Misa Syukur berlangsung khusyuk, menyatukan seluruh civitas hospitalia dalam doa bersama.

Memasuki sesi seremonial, penyampaian sambutan diwakili oleh Ketua Panitia HUT Ke-97, Sandiwan, S.Kep., Ns., Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., serta Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih, Ir. Ambrosius Koesmargono, MCM., Ph.D. Pada kesempatan ini pula ditayangkan video ucapan selamat dari internal RS dan berbagai unit karya yang mempererat rasa kekeluargaan.

Menjelang puncak acara menuju gerbang satu abad pelayanan, dilakukan Prosesi Api Kasih dan Pernyataan Komitmen bersama, yang disusul dengan pemotongan tumpeng serta sesi foto bersama dengan latar belakang theme song 97 Tahun RS Panti Rapih. Suasana perayaan kemudian makin semarak melalui rangkaian hiburan, mulai dari penayangan video angklung, pertunjukan Line Dance RS Panti Rapih, hingga penampilan puncak dari Pantra Band.

Melalui perayaan ulang tahun ke-97 ini, seluruh civitas hospitalia RS Panti Rapih meneguhkan kembali komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan berbelas kasih dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Misa Arwah dalam Rangka HUT ke-97 RS Panti Rapih, Mengenang Jejak Pengabdian Civitas Hospitalia No ratings yet.

Yogyakarta, 8 September 2026 – Sebagai bentuk perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-97 RS Panti Rapih, diadakan Misa Arwah untuk seluruh civitas hospitalia RS Panti Rapih yang telah wafat. Aktivitas yang berlangsung di Kapel Rumah Sakit Panti Rapih pada Selasa, 8 September 2026, pukul 10.30 sampai 12.00 WIB ini merupakan bagian dari serangkaian perayaan ulang tahun ke-97 dengan tema “Bertumbuh Dalam Kasih dan Berbuah Dalam Kesejahteraan.”

Misa Arwah adalah kesempatan khusus untuk mengenang dan berdoa bagi para civitas hospitalia yang semasa hidupnya telah terlibat dalam perjalanan pekerjaan dan pelayanan RS Panti Rapih. Doa dan penghormatan ini adalah bentuk rasa syukur atas berkat 97 tahun perjalanan RS Panti Rapih, yang tidak terlepas dari peran serta kontribusi seluruh keluarga besar rumah sakit, termasuk mereka yang sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Kegiatan dimulai dengan membacakan daftar nama para civitas hospitalia RS Panti Rapih yang dihormati dalam Misa Arwah. Suasana yang serius dan penuh pemikiran menghiasi perayaan Ekaristi, sebagai momen bagi seluruh keluarga besar RS Panti Rapih untuk kembali mengenang para individu yang pernah hadir, berkontribusi, dan berdedikasi dalam melayani rumah sakit.

Misa Arwah ini juga bertujuan memperkuat persatuan keluarga besar RS Panti Rapih melalui pertemuan dalam doa dan iman. Kegiatan ini bukan hanya untuk mengingat jasa dan pengabdian mereka, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merenung bahwa perjalanan RS Panti Rapih selama 97 tahun adalah hasil dari partisipasi banyak orang dari berbagai lapisan, mulai dari tingkat teknis, struktural, hingga Yayasan.

Perayaan tersebut dihadiri oleh Pengurus Yayasan Panti Rapih, Direksi RS Panti Rapih, serta beberapa tamu undangan yang terdiri dari Komunitas Provinsialat, Komunitas St. Anna, anggota Komunitas Panti Rapih, pegawai Kapel dan Biara, serta perwakilan keluarga dari civitas hospitalia yang telah wafat.

Beberapa keluarga dari civitas hospitalia yang sudah meninggal turut hadir, di antaranya keluarga alm.dr. Stefanus Arief Haliman, M.P.H., alm. Prof. Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc., alm. Bapak Tarsisius Hani Handoko, dan alm.dr. Keluarga hadir dalam perayaan ini sebagai bagian yang sangat penting, yang juga menunjukkan kebersamaan serta penghormatan terhadap usaha dan pengabdian para almarhum bagi RS Panti Rapih.

Melalui Misa Arwah ini, keluarga besar RS Panti Rapih diundang untuk tidak hanya melihat perjalanan 97 tahun sebagai sebuah pencapaian institusi, tetapi juga sebagai perjalanan iman, kasih, dan pengabdian yang dibangun oleh banyak pribadi.
Mengenang orang-orang yang sudah tiada adalah bagian dari berterima kasih atas perjalanan yang mereka lalui. Mendoakan mereka adalah ungkapan kasih. Melanjutkan pekerjaan pelayanan adalah cara nyata untuk meneruskan pengabdian yang telah mereka tinggalkan.

Dalam semangat HUT ke-97, RS Panti Rapih terus berkomitmen untuk bertumbuh dalam kasih dan berbuah dalam kesejahteraan, dengan membawa nilai-nilai pengabdian para pendahulu sebagai inspirasi untuk terus menghadirkan pelayanan yang penuh kasih bagi sesama.

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakartamisa

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Universitas Dian Nuswantoro Kunjungi RS Panti Rapih, Pelajari Penerapan Rekam Medis Elektronik No ratings yet.

RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) pada Senin (31/8/2026). Kunjungan yang berlangsung di Ruang Auditorium Kecil, Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6 RS Panti Rapih tersebut menjadi momentum untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai penerapan rekam medis elektronik serta manajemen data dan informasi kesehatan di rumah sakit.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Universitas Dian Nuswantoro dan jajaran RS Panti Rapih. Melalui kunjungan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami secara lebih dekat implementasi sistem rekam medis dan pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan kesehatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQua. Dalam kesempatan tersebut, RS Panti Rapih menyampaikan apresiasi atas kunjungan Universitas Dian Nuswantoro serta menyambut baik kegiatan yang menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pertukaran pengalaman antara institusi pendidikan dan rumah sakit.

Sementara itu, sambutan dari pihak Universitas Dian Nuswantoro disampaikan oleh Kaprodi, Kriswiharsi Kun Saptorini, SKM, M.Kes. Kehadiran UDINUS di RS Panti Rapih diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai praktik pengelolaan informasi kesehatan yang diterapkan secara langsung di lingkungan rumah sakit.

Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan atas kunjungan tersebut, RS Panti Rapih turut memberikan cenderamata kepada perwakilan Universitas Dian Nuswantoro. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Agenda berikutnya adalah pemaparan Company Profile RS Panti Rapih yang disampaikan oleh Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M., Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama.

Dalam sesi ini, peserta memperoleh informasi mengenai RS Panti Rapih, mulai dari profil rumah sakit hingga berbagai layanan dan pengembangan yang dilakukan dalam mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pemaparan company profile menjadi pengantar sebelum peserta memasuki pembahasan utama mengenai pengelolaan rekam medis dan teknologi informasi kesehatan.

Salah satu agenda utama kunjungan adalah pemaparan mengenai Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) yang disampaikan oleh Elizabet Erni Kurniawati, S.Tr.RMIK, Kepala Instalasi Rekam Medik RS Panti Rapih.

Melalui materi tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai penerapan rekam medis elektronik dalam mendukung proses pelayanan pasien dan pengelolaan informasi kesehatan.

Transformasi dari pengelolaan rekam medis konvensional menuju sistem elektronik merupakan bagian penting dalam perkembangan pelayanan kesehatan. Pengelolaan rekam medis secara digital membutuhkan proses yang terintegrasi, dukungan sumber daya manusia yang kompeten, serta pemanfaatan teknologi yang mampu menunjang kebutuhan pelayanan.

Pembahasan juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan rekam medis dalam konteks pelayanan rumah sakit.

Selain rekam medis elektronik, peserta Universitas Dian Nuswantoro juga mendapatkan materi mengenai Manajemen Data dan Informasi Kesehatan yang disampaikan oleh Thomas Dhani Eka Kurniawan, S.Kom., Kepala Instalasi Teknologi Informasi RS Panti Rapih.

Materi ini membahas pentingnya pengelolaan data dan informasi kesehatan dalam mendukung operasional rumah sakit. Teknologi informasi memiliki peran strategis dalam memastikan data dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan, sekaligus mendukung kebutuhan informasi di lingkungan rumah sakit.

Penerapan teknologi informasi kesehatan yang terintegrasi juga menjadi salah satu bagian dari transformasi digital dalam pelayanan kesehatan. Dengan pengelolaan data yang baik, informasi dapat menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung efektivitas pelayanan dan pengambilan keputusan.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi interaktif. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih jauh mengenai penerapan rekam medis elektronik, manajemen data, serta peran teknologi informasi dalam mendukung pelayanan kesehatan di RS Panti Rapih.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan pembahasan yang berlangsung selama sesi diskusi. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pertukaran pengetahuan antara pihak rumah sakit dan institusi pendidikan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Hospital Tour. Dalam kegiatan ini, peserta Universitas Dian Nuswantoro berkesempatan melihat secara langsung berbagai fasilitas dan lingkungan pelayanan di RS Panti Rapih.

Kunjungan Universitas Dian Nuswantoro ke RS Panti Rapih tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai rekam medis elektronik, manajemen data, serta teknologi informasi kesehatan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Bagi dunia pendidikan, pengalaman praktik di lingkungan rumah sakit dapat menjadi tambahan wawasan bagi pengembangan kompetensi mahasiswa dan tenaga profesional kesehatan di masa mendatang.

Sementara bagi rumah sakit, interaksi dengan institusi pendidikan menjadi bagian dari upaya untuk terus membangun jejaring, berbagi pengalaman, serta mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih Yogyakarta berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama berbagai institusi pendidikan dan mitra strategis, sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

PSORIASIS VULGARIS 5/5 (1)

Psoriasis adalah peradangan kulit kronis yang terjadi karena adanya percepatan pertumbuhan sel kulit. Kulit nampak meradang dan menebal, menimbulkan bercak merah, tebal dengan sisik keperakan.

Tanda dan gejala :

  1. Bercak merah, tebal, bersisik, terasa gatal dan nyeri
  2. Sering muncul di area siku, lutut, punggung bawah dan kulit kepala
  3. Terkadang disertai keluhan pada kuku dan sendi

Penyebab psoriasis masih belum jelas. Diduga merupakan kombinasi dari 3 hal berikut :

  1. Faktor genetik/keturunan
  2. Faktor imunitas (autoimun)
  3. Faktor pemicu (obesitas, rokok, infeksi, stres, cedera ringan, obat tertentu)

Psoriasis merupakan penyakit yang hilang-timbul. Ada periode memburuk (flare-up) dan ada periode membaik  (remisi).

Jenis-jenis psoriasis :

  1. Plak : bercak merah tebal dengan sisik putih keperakan berlapis.
  2. Gutatta (tetesan) : bercak-bercak kecil seperti tetesan air.
  3. Pustulosa : bintil-bintil kecil berisi nanah
  4. Inversa : muncul di area lipatan kulit
  5. Psoriasis artritis : menyerang persendian
  6. Kuku : mempengaruhi bentuk kuku

Mitos tentang psoriasis :

  1. Psoriasis adalah penyakit menular (MITOS)❌️ Psoriasis bukan penyakit menular
  2. Kambuh karena tidak menjaga kebersihan (MITOS❌️ Psoriasis kambuh karena faktor pemicu tertentu

 

Hingga saat ini, psoriasis belum bisa sembuh total.

Pengobatan yang tepat, dapat mengendalikan gejala, mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup.

Perawatan kulit psoriasis :

  1. Hindari pencetus (stres, merokok)
  2. Gunakan sabun yang lembut dan air mandi hangat suam kuku
  3. Gunakan pelembab intensif segera setelah mandi
  4. Berjemur denganpaparan 5-10 menit/ hari, di pagi hari
  5. Meggunakan obat-obat dari dokter kulit untuk mengurangi gejala.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Kenali Faktor Risiko dan Cara Mengatasi Perlemakan Hati (Fatty Liver) 5/5 (1)

Perlemakan hati atau fatty liver adalah kondisi ketika lemak menumpuk berlebihan di dalam sel-sel hati. Dalam dunia medis, kondisi ini sering disebut sebagai fatty liver disease atau steatotic liver disease. Hati sebenarnya memang mengandung sedikit lemak, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak maka fungsi hati dapat terganggu. Perlemakan hati cukup sering ditemukan pada orang dengan berat badan berlebih, diabetes, kolesterol tinggi, atau kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak. Namun, orang dengan berat badan normal pun tetap bisa mengalami kondisi ini.

 

Pada tahap awal, perlemakan hati sering tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Sebagian penderita hanya merasa cepat lelah, perut kanan atas terasa tidak nyaman, atau tubuh terasa kurang bugar. Karena gejalanya samar, kondisi ini sering baru diketahui saat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau USG abdomen. Meski tampak ringan, perlemakan hati tidak boleh dianggap sepele karena pada sebagian orang dapat berkembang menjadi peradangan hati, kerusakan jaringan hati, bahkan sirosis atau gagal hati dalam jangka panjang.

Selain merusak hati, perlemakan hati juga berkaitan erat dengan gangguan metabolik lainnya. Orang dengan fatty liver memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke. Oleh karena itu, perlemakan hati bukan hanya masalah pada hati saja, tetapi juga menjadi tanda bahwa metabolisme tubuh sedang tidak sehat. Semakin dini kondisi ini dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan yang lebih berat.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan jika seseorang memiliki faktor risiko seperti obesitas, lingkar perut besar, diabetes, kolesterol atau trigliserida tinggi, serta kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebihan. Pemeriksaan juga dianjurkan bila hasil tes fungsi hati meningkat tanpa penyebab yang jelas. Dokter biasanya akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, tes darah, dan USG hati. Pada kondisi tertentu, mungkin diperlukan pemeriksaan tambahan untuk menilai apakah sudah terjadi peradangan atau kerusakan hati yang lebih lanjut.

Kabar baiknya, perlemakan hati sering kali dapat membaik dengan perubahan gaya hidup. Penanganan utama bukanlah obat khusus, melainkan memperbaiki pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Penurunan berat badan secara bertahap terbukti dapat mengurangi kadar lemak di hati. Mengurangi konsumsi minuman manis, makanan cepat saji, gorengan, dan karbohidrat berlebihan juga sangat membantu. Selain itu, olahraga rutin minimal 30 menit sebanyak 3–5 kali seminggu dapat memperbaiki kesehatan hati dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Bagi orang yang sudah mengalami perlemakan hati, ada beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari. Perbanyak konsumsi sayur, buah, protein sehat, dan air putih. Hindari kebiasaan begadang karena kualitas tidur juga berpengaruh terhadap metabolisme tubuh. Batasi konsumsi alkohol dan hindari penggunaan obat atau suplemen tanpa anjuran dokter karena beberapa zat dapat memperberat kerja hati. Jika memiliki diabetes atau kolesterol tinggi, usahakan penyakit tersebut terkontrol dengan baik karena sangat memengaruhi kondisi hati.

Pencegahan perlemakan hati sebenarnya dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Menjaga berat badan ideal, aktif bergerak, makan dengan pola seimbang, dan membatasi gula berlebih merupakan langkah sederhana namun sangat penting. Pemeriksaan kesehatan rutin juga membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum muncul kerusakan yang serius. Dengan gaya hidup yang lebih sehat, hati dapat tetap bekerja optimal dan risiko berbagai penyakit metabolik pun ikut menurun.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rendhy Wisnugroho Santoso, Sp.PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Lakukan Pendampingan Kinerja Puskesmas PONED di Fakfak dan Teluk Bintuni 5/5 (3)

Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta bersama BP Tangguh Public Health telah sukses melaksanakan kegiatan Supervisi Fasilitatif (Sufas) lanjutan bagi Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Pendampingan ini berlangsung selama dua pekan, mulai 8 hingga 18 Juni 2026, dan merupakan kelanjutan dari kegiatan strategis sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 15 hingga 27 Juni 2025.

Kegiatan pendampingan ini difokuskan pada upaya konkret penurunan angka kematian ibu dan bayi di total empat Puskesmas dan dua Rumah Sakit Umum Daerah yang tersebar di wilayah Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni. Melalui kerja sama lintas sektor, program ini menyasar penguatan kompetensi klinis serta sistem rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Tim Pendamping RS Panti Rapih Yogyakarta:

  • Suryo Nugroho, MPH– Kepala Instalasi Diklit & Asesor Internal (Ketua Tim Sufas)
  • Lusiana Irene W, Sp. OG– Ketua KSM Obsgyn RS Panti Rapih
  • Christo Darius Junendytya, Sp.A– KSM Anak RS Panti Rapih
  • Theresia Heni Lestari, S.Tr.Keb., Bdn– Kepala Ruang Bersalin RS Panti Rapih Yogyakarta

Cakupan Wilayah Pendampingan

Intervensi supervisi fasilitatif kali ini mencakup beberapa fasilitas kesehatan rujukan dan dasar berikut:

Kabupaten Fakfak:

  • Puskesmas Bomberay
  • Puskesmas Kokas
  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak

Kabupaten Teluk Bintuni:

  • Puskesmas Babo
  • Puskesmas Aranday
  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni

Rangkaian Kegiatan dan Persiapan Daring

Rangkaian kegiatan pendampingan dimulai sejak awal Juni 2026 dengan sejumlah persiapan berbasis daring. Tim Supervisi Fasilitatif (Sufas) dari RS Panti Rapih dan BP Tangguh Public Health mengadakan konsolidasi internal melalui email untuk menyelaraskan agenda dan strategi pelaksanaan di lapangan.

Dilanjutkan pada 4 Juni 2026, tim melakukan pertemuan pra-pendampingan secara virtual dengan Puskesmas Bomberay dan Kokas dari Kabupaten Fakfak. Dalam sesi ini, masing-masing fasilitas memaparkan hasil self-assessment serta mengevaluasi tindak lanjut dari rekomendasi program tahun sebelumnya. Keesokan harinya, 5 Juni 2026, agenda serupa digelar bersama Puskesmas Babo dan Aranday dari Kabupaten Teluk Bintuni guna memastikan kesiapan teknis sebelum tim turun ke lapangan.

Implementasi Lapangan di Kabupaten Fakfak

Kegiatan lapangan resmi dimulai pada 8 hingga 18 Juni 2026, di mana tim pendamping bertolak menuju Fakfak, Papua Barat. Pendampingan teknis intensif dimulai pada 9 Juni 2026 di Puskesmas Bomberay. Selanjutnya, pada 10 Juni 2026, kegiatan bergeser ke Puskesmas Kokas, yang juga mencakup pelaksanaan audit kasus kematian maternal sebagai upaya reflektif untuk peningkatan mutu layanan yang berkesinambungan.

Pada 11 Juni, tim melanjutkan kunjungan ke RSUD Fakfak untuk meninjau kesiapan integrasi rujukan, serta mengadakan forum evaluasi komprehensif sekaligus perumusan langkah lanjutan strategis bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak.

 

[FOTO] Dokumentasi 1: Sesi foto bersama tim pendamping, manajemen, dan staf medis dalam rangkaian Kegiatan di Puskesmas Bomberay.

[FOTO] Dokumentasi 2: Diskusi panel dan pemaparan materi orientasi pada pelaksanaan Kegiatan di Puskesmas Bomberay.

[FOTO] Dokumentasi 3: Kunjungan lapangan dan koordinasi tim klinis dalam Kegiatan di Puskesmas Kokas.

[FOTO] Dokumentasi 4: Forum koordinasi lintas program dan Kegiatan evaluasi bersama jajaran di Dinkes Kabupaten Fakfak.

Aksi Nyata di Kabupaten Teluk Bintuni

Setelah menyelesaikan seluruh agenda di Fakfak, tim melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Teluk Bintuni pada 13 hingga 14 Juni 2026. Pendampingan teknis di wilayah ini dimulai di Puskesmas Babo pada 15 Juni dan dilanjutkan di Puskesmas Aranday pada 16 Juni. Metode pendampingan meliputi simulasi penanganan kedaruratan (emergency drill) serta diskusi interaktif mengenai hasil pencapaian Alat Pantau Kinerja Klinis (APKK).

Kegiatan berlanjut pada 17 Juni dengan kunjungan ke RSUD Teluk Bintuni untuk meninjau secara langsung alur penerimaan rujukan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) yang masuk dari berbagai Puskesmas wilayah sekitarnya. Seluruh rangkaian kegiatan di Teluk Bintuni ditutup secara resmi pada siang hari tanggal 17 Juni 2026 melalui pertemuan evaluasi dan penyusunan rekomendasi strategis di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni. Tim pendamping akhirnya melakukan perjalanan kembali ke Yogyakarta pada 18 Juni 2026.

[FOTO] Dokumentasi 5: Foto bersama seluruh staf dan tenaga kesehatan dalam rangkaian Foto Kegiatan di Puskesmas BABO.

[FOTO] Dokumentasi 6: Perjalanan tim melewati jembatan kayu ikonik menuju lokasi kegiatan di Puskesmas Aranday (Distrik Tomu, Papua Barat).

[FOTO] Dokumentasi 7: Sesi foto bersama dengan latar belakang hutan mangrove dalam rangkaian kegiatan luar ruang di Puskesmas Aranday.

[FOTO] Dokumentasi 8: Sesi koordinasi dan foto bersama jajaran Manajemen RSUD Teluk Bintuni.

[FOTO] Dokumentasi 9: Suasana pemaparan dan diskusi interaktif dalam acara Penyampaian hasil Sufas di Dinas Kesehatan Teluk Bintuni.

Membangun Budaya Mutu Kesehatan di Wilayah 3T

Membangun Budaya Mutu Kesehatan di Wilayah 3T

Dalam seluruh kegiatan tersebut, tim pendamping melakukan verifikasi hasil tindak lanjut pendampingan tahun lalu, audit kasus, simulasi (emergency drill), serta mengukur capaian peningkatan mutu menggunakan instrumen APKK/R (Alat Pantau Kinerja Klinis/Rujukan).

“Pendampingan ini mengedepankan strategi sistemik untuk membangun budaya mutu layanan kesehatan ibu dan bayi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dengan menambahkan pelatihan teknis terkait penanganan kgawatdaruratan maternal dan Neonatal.”— Suryo Nugroho, MPH (Ketua Tim Supervisi Fasilitatif RS Panti Rapih)

Dukungan penuh dari Dinas Kesehatan beserta pemerintah daerah setempat turut menguatkan komitmen keberlanjutan dampak kegiatan ini. Dalam pertemuan evaluasi akhir, disepakati pembentukan program tindak lanjut berupa pemantapan Supervisi Fasilitatif Daerah secara mandiri melalui peran strategis Dinas Kesehatan setempat.

Dengan hasil yang dicapai, RS Panti Rapih Yogyakarta berharap kegiatan pendampingan ini dapat menjadi praktik baik (best practice) yang konsisten dan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia demi menekan angka kematian ibu dan bayi secara nasional.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Suntik Botox Untuk Penyakit Saraf. Memang Bisa? 5/5 (3)

Sahabat Sehat, apakah pernah mendengar tentang botox? Saat ini, suntikan botox banyak digunakan untuk kecantikan. Tetapi, tahukah Sahabat Sehat bahwa awal mulanya botox lebih banyak digunakan untuk menangani berbagai penyakit daripada untuk kecantikan? Yuk, kita bahas!

Mengenal Botox

Botox, atau botulinum toxin, merupakan zat yang diekstrak dari bakteri Clostridium botulinum.  Bakteri ini pertama kali dikenal pada tahun 1700-an saat terjadi keracunan massal di Eropa dan Amerika Serikat, setelah banyak orang mengonsumsi makanan kaleng. Bakteri ini menyerang sistem saraf sehingga terjadi kelumpuhan otot di seluruh tubuh.

Namun, seiring perjalanan waktu, para peneliti menemukan bahwa zat racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum tersebut dapat diekstrak dan digunakan untuk menangani beberapa penyakit. Banyak penelitian dilakukan pada hewan uji coba hingga akhirnya botox dapat digunakan pada manusia.

Manfaat Botox pada Penyakit Saraf

Botox bekerja dengan cara mencegah kontraksi otot. Setelah disuntikkan, botox memerlukan durasi sekitar 1  minggu untuk dapat menunjukkan hasilnya. Suntikan botox bersifat lokal dan sementara, yang berarti botox hanya bekerja di area yang disuntik dan hanya bertahan selama beberapa bulan. Umumnya efek dari pemberian botox dapat bertahan selama 3 – 6 bulan. Apabila efek botox telah berkurang atau menghilang, pasien dapat menjalani proses penyuntikan botox ulang,

Pasien pascastroke yang menderita kekakuan (spastisitas) pada tangan dan kaki sering mengalami nyeri yang membuat pasien semakin sulit bergerak. Pemberian suntikan botox dapat dilakukan untuk mengurangi kekakuan tersebut, sehingga nyeri berkurang, otot menjadi lebih lentur, dan sekaligus dapat mempermudah proses fisioterapi.

 

Botox juga bermanfaat untuk berbagai penyakit gangguan gerak. Pernahkah Sahabat Sehat melihat seseorang yang mengalami “kedutan” atau kontraksi di satu sisi wajah? Kedutan tersebut muncul terus-menerus dan tidak bisa dihentikan. Kondisi ini disebut spasme hemifasial atau hemifacial spasm. Spasme hemifasial ini dapat dikurangi dengan menyuntikkan botox pada beberapa otot wajah. Selain itu, gangguan gerak lain seperti distonia dan tremor juga dapat berkurang setelah pemberian botox.

Pemberian suntikan botox harus dilakukan oleh dokter spesialis saraf. Setiap pasien memerlukan dosis yang berbeda dan lokasi penyuntikan yang berbeda pula. Dokter juga harus memantau efek samping dan respon pasca penyuntikkan.

Efek Samping Botox

Pemberian suntikan botox relatif aman dengan efek samping minimal. Efek samping yang paling sering muncul adalah rasa nyeri dan lebam di area penyuntikan. Suntikan botox yang dilakukan pada satu sisi wajah dapat memicu bentuk wajah yang tidak simetris. Kelemahan otot juga dapat muncul. Efek samping lain seperti infeksi dan reaksi alergi jarang terjadi.

Efek dari botox tidak permanen. Oleh karena itu, setiap efek samping yang muncul setelah penyuntikan juga tidak permanen. Apabila muncul wajah yang tidak simetris atau kelemahan otot pascasuntikan, setelah 3 – 6 bulan akan kembali seperti semula.

Botox tidak hanya digunakan untuk mempercantik wajah, tetapi juga dapat mengatasi berbagai penyakit, termasuk penyakit saraf. Jika Sahabat Sehat mengalami kekakuan otot, kontraksi atau gerakan otot yang tidak normal, berkonsultasilah dengan dokter spesialis saraf terlebih dahulu. Rumah Sakit Panti Rapih siap melayani Sahabat Sehat yang memerlukan tindakan botox.

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N, RPSGT

(Dokter Spesialis Neurolog RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Saraf

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

FKKMK UGM Gelar Kunjungan Akademik ke RS Panti Rapih Yogyakarta 5/5 (2)

Yogyakarta, 3 Desember 2025 — Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan akademik dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) yang melibatkan 32 mahasiswa kelas reguler. Kegiatan berlangsung di Auditorium Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, Lantai 6, mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB.

Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Nainggolan, M.Kes, membuka acara dengan sambutan yang menekankan pentingnya kemitraan antara rumah sakit dan institusi pendidikan dalam mencetak tenaga kesehatan masa depan. Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan FKKMK UGM, dr. Bagas Suryo Bintoro, PhD, yang mengapresiasi kesempatan pembelajaran langsung bagi mahasiswa.

Kunjungan ini mencakup pemaparan Company Profile RS Panti Rapih oleh Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M., Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama. Mahasiswa juga mendapatkan materi terkait layanan penunjang medik (Rekam Medis, Farmasi, Lab, Radiologi, Gizi, Rehabilitasi Medis) dan pelayanan IGD dari dr. Tan Liana Santosa, Kepala Bidang Penunjang Medik dan Diagnostik. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, memperlihatkan antusiasme peserta terhadap dunia pelayanan kesehatan.

Selain penyampaian materi, kegiatan turut diisi dengan penyerahan kenang-kenangan, foto bersama, serta hospital tour ke sejumlah unit pelayanan rumah sakit.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap sinergi dengan FKKMK UGM semakin kuat dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran dan peningkatan kualitas layanan kesehatan. FKKMK UGM juga berharap kolaborasi ini dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan membuka peluang kerja sama lebih luas di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Webinar Membangun Budaya Etis, Edukatif dan Empatik di Rumah Sakit melalui Pemenuhan Standar HPK dan KE No ratings yet.

Webinar bertajuk “Membangun Budaya Etis, Edukatif dan Empatik di Rumah Sakit dengan Pemenuhan Standar Hak Pasien dan Keluarga (HPK) serta Komunikasi dan Edukasi (KE)” diselenggarakan secara daring pada Jumat, 7 November 2025, melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat komitmen rumah sakit dalam membangun pelayanan yang lebih humanis, aman, serta berorientasi pada pasien dan keluarganya. Pemenuhan standar HPK dan KE kini menjadi pilar utama dalam peningkatan kualitas layanan, karena keduanya menekankan pentingnya keterlibatan pasien, komunikasi efektif, edukasi berkelanjutan, serta penghormatan terhadap hak dan martabat pasien sebagai bagian dari keselamatan dan pengalaman pasien (patient experience). Webinar ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Chatarina Endah Tri Yuliani, S.Kep., Ns., seorang praktisi keperawatan yang berpengalaman dalam implementasi standar akreditasi rumah sakit, serta Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H., akademisi dan dokter yang fokus pada etika kedokteran, kesehatan masyarakat, dan pengembangan sistem komunikasi edukatif di fasilitas pelayanan kesehatan. Keduanya memberikan perspektif mendalam mengenai bagaimana budaya etis, edukatif, dan empatik dapat diwujudkan secara nyata di lingkungan rumah sakit melalui penerapan standar HPK dan KE yang konsisten dan terukur. Webinar ini dipandu oleh moderator Maria Dhita Suryani Lumban Gaol, S.Kep., Ns., yang memastikan jalannya diskusi berlangsung interaktif, terarah, dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta.

Sepanjang acara, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif tentang pentingnya melindungi hak pasien dan keluarga, mulai dari privasi dan kerahasiaan informasi medis, persetujuan tindakan atau informed consent, hingga penyampaian informasi yang jelas dan mudah dipahami terkait diagnosis, prosedur, dan rencana perawatan. Para narasumber menekankan bahwa pemenuhan hak pasien bukan hanya tuntutan akreditasi, tetapi bagian dari etika profesional dan tanggung jawab moral tenaga kesehatan. Dalam aspek komunikasi dan edukasi, peserta diperkenalkan pada berbagai strategi komunikasi efektif yang dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pasien, seperti penggunaan bahasa yang sederhana, pendekatan empatik, serta edukasi yang diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan pasien dan keluarga. Komunikasi yang baik terbukti meningkatkan kepatuhan pasien, mengurangi kesalahan medis, dan memperbaiki kualitas interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien.

Melalui webinar ini, rumah sakit diharapkan mampu memperkuat budaya etis dengan menjadikan integritas dan tanggung jawab profesional sebagai nilai dasar. Budaya edukatif ditegakkan melalui pengembangan sistem edukasi pasien yang terencana, terstruktur, dan mudah diakses. Sementara itu, budaya empatik diwujudkan melalui kemampuan tenaga kesehatan memahami kebutuhan emosional, psikologis, dan sosial pasien. Ketiga budaya tersebut saling melengkapi dan menjadi fondasi penting bagi pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi. Kegiatan ini juga mempertegas bahwa penguatan HPK dan KE berkontribusi langsung terhadap pencapaian standar akreditasi nasional maupun internasional, sekaligus mendorong rumah sakit untuk terus berbenah menuju sistem pelayanan yang lebih aman, inklusif, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Dengan terselenggaranya webinar ini, diharapkan seluruh peserta dari berbagai profesi kesehatan dapat menerapkan konsep-konsep yang dipelajari di tempat kerja masing-masing, sehingga berdampak nyata pada peningkatan kualitas layanan rumah sakit. Upaya membangun budaya etis, edukatif, dan empatik bukan hanya menjadi agenda manajemen, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur rumah sakit. Pemenuhan standar HPK dan KE akhirnya dapat menjadi instrumen strategis untuk menciptakan pelayanan yang lebih transparan, komunikatif, bermartabat, dan menempatkan pasien sebagai pusat dari setiap proses pelayanan. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi rumah sakit di seluruh Indonesia untuk terus bertransformasi demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih manusiawi, dan lebih berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan pasien.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Tegaskan Komitmen Pendampingan Keluarga Melalui Kelas Ibu: Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak 5/5 (1)

Dalam rangka memperkuat peran serta rumah sakit dalam edukasi kesehatan keluarga, RS Panti Rapih kembali menyelenggarakan kegiatan “Kelas Ibu: Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak”, sebagai bagian dari program promotif dan preventif rumah sakit terhadap kesehatan anak sejak dini.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Departemen Ilmu Penyakit Anak dan Instalasi Pelayanan Gizi RS Panti Rapih, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua, khususnya para ibu, dalam memahami serta mendeteksi potensi gangguan tumbuh kembang anak secara optimal.

Sebagai narasumber utama, dr. Titin, dokter spesialis anak RS Panti Rapih, menyampaikan pentingnya pemahaman orang tua terhadap tanda-tanda keterlambatan perkembangan.

“Tidak semua anak tumbuh dengan kecepatan yang sama. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting agar intervensi dapat dilakukan tepat waktu dan mencegah dampak jangka panjang dalam aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, serta perilaku anak,” ujar dr. Titin.

Dalam kegiatan ini, peserta juga memperoleh materi edukatif bertajuk “Gizi Optimal untuk Tumbuh Kembang Anak”, yang disampaikan oleh Maria Dora dan Bangkit Enggartyono, ahli gizi RS Panti Rapih. Materi ini menekankan pentingnya asupan nutrisi yang sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan anak, termasuk informasi tentang penyusunan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan seimbang.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih menegaskan komitmennya dalam mendampingi keluarga secara holistik, tidak hanya pada aspek kuratif, tetapi juga melalui penguatan pengetahuan masyarakat demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Sumber berita lain ;

Koran Kedaulatan Rakyat, 20 Juni 2025

 

Informasi lebih lanjut terkait layanan kesehatan anak dan edukasi keluarga, silakan menghubungi:

Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit

(0274) 563333 ext 341 (Senin – Jumat, pk 08.00 -15.00 WIB)

Mohon dapat memberikan rating