Menginspirasi Generasi Muda Kesehatan: SMK Bumantara Muntilan Laksanakan Kunjungan Industri ke RS Panti Rapih 5/5 (2)

Yogyakarta, 9 Desember 2025 – Sebanyak 195 siswa dan siswi Kelas XII Kompetensi Keahlian Asisten Keperawatan dan Farmasi Klinis dan Komunitas dari SMK Bumantara Muntilan melaksanakan Kunjungan Industri Kerja ke Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, pada hari Selasa, 9 Desember 2025. Kunjungan ini didampingi oleh 12 orang guru pendamping.

Kegiatan kunjungan industri kerja ini bertujuan utama untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa di lingkungan rumah sakit secara langsung. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memotivasi dan membangkitkan semangat belajar yang tinggi serta membuka cakrawala berpikir siswa dalam bidang kesehatan.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik antusiasme para siswa dan berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran nyata dunia kerja di sektor kesehatan.

 

Sambutan dari pihak sekolah disampaikan oleh Kepala Sekolah SMK Bumantara Muntilan, Fatma Rahmawati, S.Pd.I., M.Pd. Beliau menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk belajar langsung di salah satu rumah sakit terkemuka.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi dan wawasan industri oleh sejumlah narasumber profesional dari RS Panti Rapih:

Robertus Yogi Saputro, A.Md.RMIK., Kepala Seksi Kerjasama Perusahaan, menyampaikan company profile RS Panti Rapih, memperkenalkan sejarah, layanan, dan budaya kerja rumah sakit. Materi spesifik untuk siswa Farmasi disampaikan oleh Apt. Christina Ika Sindudisastra, S.Farm., Kepala Instalasi Farmasi, yang membahas peran dan tanggung jawab tenaga kefarmasian di lingkungan klinis. Materi untuk siswa Asisten Keperawatan dibawakan oleh Valentina Rina Hernani, S.Kep., Ns., Kepala Bidang Perencanaan & Pengembangan SDM Keperawatan, yang memberikan wawasan mendalam mengenai peran asisten keperawatan dan pentingnya pelayanan prima.

Selain itu, terdapat presentasi singkat mengenai jalur pendidikan lanjutan di bidang kesehatan dari STIKes Panti Rapih. Acara ditutup dengan sesi penyerahan kenang-kenangan, foto bersama, dan hospital tour (kunjungan rumah sakit) yang memungkinkan para siswa melihat langsung fasilitas dan aktivitas di beberapa unit pelayanan RS Panti Rapih.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan vokasi di Indonesia dengan menjadi mitra industri yang aktif dalam menyiapkan generasi muda yang siap berkontribusi di dunia kerja.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Diabetes Gestasional: Waspadai Kenaikan Gula Darah Selama Kehamilan 5/5 (3)

Apa Itu Diabetes Gestasional?

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang muncul selama kehamilan dan biasanya menghilang setelah melahirkan. Kondisi ini terjadi ketika tubuh ibu hamil tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan selama masa kehamilan, sehingga kadar gula darah meningkat.

Perubahan hormon yang terjadi saat hamil dapat membuat tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin, dan pada sebagian wanita, hal ini menyebabkan gula darah naik hingga menimbulkan gejala atau komplikasi.

Siapa yang Berisiko?

Setiap ibu hamil berpotensi mengalami diabetes gestasional, namun risikonya lebih tinggi pada mereka yang memiliki faktor-faktor berikut:

  • – Usia di atas 25 tahun
  • – Berat badan berlebih atau obesitas sebelum hamil
  • – Riwayat keluarga dengan diabetes
  • – Pernah mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya
  • – Melahirkan bayi dengan berat lahir lebih dari 4 kg
  • – Riwayat keguguran berulang atau bayi lahir mati
  • – Menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Gejala dan Waktu Terjadi

Sebagian besar ibu hamil tidak merasakan gejala khas, sehingga pemeriksaan rutin sangat penting. Namun, pada beberapa kasus dapat timbul keluhan seperti:

  • – Sering haus dan sering buang air kecil
  • – Cepat lelah
  • – Penglihatan kabur
  • – Berat badan bayi meningkat berlebihan pada pemeriksaan USG

Diabetes gestasional biasanya terdeteksi pada trimester kedua atau ketiga, saat tubuh mengalami perubahan metabolik yang lebih besar.

Bagaimana Diagnosisnya?

Pemeriksaan skrining awal dapat dilakukan dengan pemeriksaan kadar gula darah pada usia kehamilan 24-28 minggu. Apabila didapatkan hasil yang tidak normal, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan tes toleransi glukosa oral (TTGO). Pemeriksaan ini dilakukan di laboratorium, di mana pasien diminta meminum larutan gula, kemudian kadar glukosa darah diperiksa pada waktu tertentu. Kriteria diagnosis mengikuti panduan dari WHO atau Kementerian Kesehatan RI. Bila kadar glukosa melebihi batas normal, maka ibu hamil dinyatakan mengalami diabetes gestasional.

Dampak bagi Ibu dan Janin

  • – Bayi besar (makrosomia), sehingga berisiko saat persalinan
  • – Kelahiran prematur
  • – Hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah) pada bayi setelah lahir
  • – Risiko bayi mengalami obesitas dan diabetes di kemudian hari
  • – Tekanan darah tinggi dan preeklampsia pada ibu
  • – Peningkatan resiko diabetes tipe 2 setelah melahirkan

Bagaimana Penanganannya?

Sebagian kasus dapat dikendalikan tanpa obat, dengan cara:

  • – Mengatur pola makan: makan lebih sering dengan porsi kecil, hindari makanan tinggi gula sederhana
  • – Aktivitas fisik ringan: seperti jalan kaki atau senam hamil sesuai anjuran dokter
  • – Pemantauan kadar gula darah secara teratur

Bila kadar gula darah tetap tinggi, dokter dapat memberikan insulin untuk menjaga agar kadar gula darah tetap aman. Obat oral biasanya tidak direkomendasikan selama kehamilan.

Bagaimana Mencegahnya?

  • – Menjaga berat badan ideal
  • – Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang
  • – Rutin berolahraga
  • – Melakukan pemeriksaan kadar gula darah bila memiliki faktor risiko
  • – Kontrol antenatal secara teratur

Kesimpulan

Diabetes gestasional adalah kondisi serius namun dapat dikendalikan dengan baik bila terdeteksi dini. Pemeriksaan kehamilan rutin, pola makan sehat, dan gaya hidup aktif sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi. Setelah melahirkan, pemeriksaan gula darah tetap perlu dilakukan, karena sebagian wanita berisiko mengalami diabetes tipe 2 di masa depan.

Disclaimer

Artikel ini bertujuan memberikan informasi kesehatan umum. Untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional.

Artikel ditulis oleh :

dr. Levina Prima Rosalia, Sp.PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih Yogyakarta)

Referensi

  1. American Diabetes Association. Standards of Medical Care in Diabetes – 2025. Diabetes Care.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Gestasional. 2021.
  3. World Health Organization. Diagnostic criteria and classification of hyperglycaemia first detected in pregnancy. 2013.

 

Info Selanjutnya :

Klinik Penyakit Dalam

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Mendengkur Saat Tidur, Wajar atau Tidak? 5/5 (13)

Sahabat Sehat pasti pernah mendengar orang yang mendengkur saat tidur. Atau justru Sahabat Sehat sendiri yang mengalaminya? Mendengkur atau mengorok adalah suara kasar yang terdengar saat seseorang sedang tidur. Banyak orang yang menganggap mendengkur adalah hal yang wajar dan tidak berbahaya. Benarkah demikian?

Mengapa Seseorang Bisa Mendengkur?

Mendengkur terjadi karena saluran pernapasan bagian atas bergetar saat seseorang bernapas. Ketika tidur, otot di rongga mulut, lidah, dan tenggorokan akan menjadi rileks. Udara yang berhembus saat bernapas akan menggetarkan otot-otot di daerah tersebut dan suara mendengkur akan terdengar.

Tidak semua orang bisa mendengkur. Biasanya, seseorang dengan kelainan bentuk rongga mulut, leher yang pendek, dan obesitas akan lebih mudah mendengkur. Mendengkur juga lebih sering dijumpai ketika seseorang sedang tidur pulas/tidur dalam.

 

Apakah Mendengkur Berbahaya?

Pernahkah Sahabat Sehat melihat orang yang tampak berhenti bernapas setelah mendengkur? Beberapa saat kemudian, orang tersebut akan kembali bernapas atau bahkan sampai terbangun. Mendengkur bukan hal yang wajar meskipun sedang lelah dan dapat menjadi suatu kondisi yang berbahaya, karena sering terkait dengan suatu penyakit yang disebut sebagai Obstructive Sleep Apnea (OSA). Penderita OSA akan mendengkur saat tidur dan disertai dengan berhentinya napas sementara. OSA dapat terjadi secara berulang dalam satu malam. Semakin sering dan semakin lama durasi henti napas, maka semakin berat derajat keparahan penyakit OSA.

OSA sering tidak terdiagnosis. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kondisi ini membuat penderita OSA tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Padahal, kejadian OSA berhubungan dengan berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan stroke. Selain itu, OSA juga dapat meningkatkan risiko gangguan mental dan diabetes melitus.

Penderita OSA cenderung mengantuk di pagi dan siang hari meskipun sudah tidur semalaman. Sehingga, kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dan performa kerja akan menurun. Penderita OSA yang berat dapat berisiko mengalami kecelakaan atau cedera karena mengalami microsleep. Microsleep adalah kondisi dimana seseorang mendadak tertidur sesaat di tengah kegiatan mereka.

Bagaimana Cara Mendeteksi Obstructive Sleep Apnea Secara Objektif?

Polisomnografi (PSG) merupakan pemeriksaan yang harus dilakukan pada penderita OSA.  Pada pemeriksaan PSG, beberapa alat akan dipasang di tubuh pasien. Alat tersebut berguna untuk mendeteksi gelombang otak, kontraksi otot, gerakan mata, detak jantung, hembusan napas, gerakan dada, gerakan perut, dan kadar oksigen dalam darah selama pasien tidur. Pasien harus tidur selama satu malam di rumah sakit sambil dilakukan monitoring oleh petugas yang telah terlatih.

Dengan melakukan pemeriksaan ini, kita dapat mengetahui tingkat keparahan OSA secara objektif. Kita juga dapat mengetahui posisi tubuh yang sering memicu OSA dan mendeteksi gangguan tidur lain yang menyertai OSA.

 

 

Bagaimana Penanganan Obstructive Sleep Apnea?

Penanganan OSA tergantung dari derajat keparahan OSA. Setiap derajat keparahan OSA memiliki penanganan yang berbeda. OSA derajat berat bahkan memerlukan alat khusus untuk membantu pernapasan selama tidur. Pemicu OSA juga harus dideteksi. Pasien OSA dengan obesitas, kelainan rongga hidung, kelainan rongga mulut, atau kelainan bentuk rahang memiliki penanganannya tersendiri.

Apabila Sahabat Sehat merasa memiliki kondisi di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter spesialis neurologi. Rumah Sakit Panti Rapih siap melayani Sahabat Sehat demi tidur yang lebih berkualitas.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N

(Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit Panti Rapih)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Saraf

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Raih Penghargaan The Most Active Hospital TikTok di PERHUMASRI Award 2025 5/5 (1)

Jakarta, 20 November 2025 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam ajang bergengsi PERHUMASRI Award 2025, RS Panti Rapih berhasil meraih penghargaan kategori Kelompok Rumah Sakit Swasta sebagai TikTok Rumah Sakit Teraktif (The Most Active Hospital TikTok).

Penghargaan ini merupakan bentuk atas komitmen dan konsistensi RS Panti Rapih dalam memanfaatkan platform digital, khususnya TikTok, sebagai sarana komunikasi, edukasi, dan interaksi yang efektif dengan masyarakat. Akun resmi TikTok RS Panti Rapih, @rspantirapih, dinilai aktif menyajikan konten yang kreatif, informatif, dan relevan seputar kesehatan, layanan rumah sakit, serta behind the scenes kegiatan di Panti Rapih.

Acara penganugerahan PERHUMASRI Award 2025 diselenggarakan dengan meriah di Menara Peninsula Hotel Jakarta pada hari Rabu, 20 November 2025. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bapak Anjari Umarjianto, selaku Ketua Umum Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (PERHUMASRI), kepada perwakilan dari Tim Humas & Hukum RS Panti Rapih Yogyakarta.

“Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat. Kami percaya bahwa komunikasi digital yang efektif adalah kunci dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan,” ujar perwakilan Tim Humas & Hukum RS Panti Rapih.

Prestasi ini tidak lepas dari dukungan penuh dari seluruh Sahabat Sehat Panti Rapih, para followers, dan seluruh stakeholder yang telah mengikuti, berinteraksi, dan memberikan masukan positif.

Harapan untuk RS Panti Rapih ke depan dengan adanya penghargaan ini adalah:

  • Meningkatkan Kualitas Konten: RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus menyajikan konten yang tidak hanya aktif, tetapi juga semakin berkualitas, kredibel, dan mudah dipahami, menjadikannya rujukan utama informasi kesehatan di media sosial.
  • Memperkuat Jangkauan Edukasi: Menjadi garda terdepan dalam edukasi kesehatan preventif dan promotif melalui platform digital, menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda.
  • Mempererat Hubungan dengan Masyarakat: Menjadikan media sosial sebagai jembatan interaktif yang mempererat hubungan antara rumah sakit dan masyarakat, mewujudkan pelayanan yang lebih personal dan humanis.

Dengan diraihnya The Most Active Hospital TikTok di PERHUMASRI Award 2025, RS Panti Rapih Yogyakarta menegaskan posisinya sebagai rumah sakit yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan inovatif dalam pelayanan informasi publik.

 

Artikel ini ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Webinar Pentingnya Kolaborasi Tim Pelayanan dalam Pemenuhan Standar Pengkajian Pasien (PP) dan Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) No ratings yet.

Pelayanan kesehatan yang berkualitas sangat bergantung pada sinergi tim pelayanan dalam memberikan asuhan kepada pasien. Menyadari pentingnya hal tersebut, sebuah webinar bertajuk “Pentingnya Kolaborasi Tim Pelayanan dalam Pemenuhan Standar Pengkajian Pasien (PP) dan Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP)” diselenggarakan secara daring pada Jumat, 14 November 2025, melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 170 tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Dalam dunia pelayanan kesehatan modern, standar Pengkajian Pasien (PP) dan Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) menjadi bagian krusial dalam memastikan mutu serta keselamatan pasien. Proses pengkajian yang menyeluruh, didukung oleh koordinasi lintas profesi yang baik, merupakan fondasi utama keberhasilan pelayanan kesehatan. Melalui webinar ini, peserta diajak memperdalam pemahaman sekaligus memantapkan penerapan standar PP dan PAP di lapangan.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber profesional yang memiliki pengalaman luas dalam bidang keperawatan dan manajemen layanan pasien:

1. Chatarina Endah Tri Yuliani, S.Kep., Ns. – Pengkajian Pasien (PP)

Beliau menjelaskan secara komprehensif mengenai langkah-langkah pengkajian pasien, pentingnya dokumentasi yang efektif, serta cara memastikan konsistensi dalam proses pengkajian di unit pelayanan. Peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana pengkajian menjadi dasar setiap intervensi dalam asuhan pasien.

2. Valentina Rina Hernani, S.Kep., Ns. – Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP)

Materi yang dibawakan menyoroti pentingnya kesinambungan pelayanan, komunikasi efektif antar tenaga kesehatan, serta bagaimana kolaborasi tim berdampak terhadap kualitas asuhan yang diterima pasien. Beliau juga memberikan contoh implementasi PAP yang sukses di beberapa unit layanan.

Sesi webinar dipandu oleh Chichilia Nur Asih, S.Kep., Ns., yang berperan sebagai moderator dan memastikan alur diskusi berjalan interaktif dan dinamis.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dari pukul 13.00–17.00 WIB, memberikan kesempatan bagi tenaga kesehatan dari berbagai daerah untuk berpartisipasi. Peserta aktif mengikuti pemaparan, berdiskusi, dan mengajukan pertanyaan seputar kendala implementasi standar PP dan PAP di unit mereka masing-masing.

Webinar ini memberikan berbagai manfaat signifikan bagi seluruh peserta, antara lain:

Narasumber profesional yang memberikan materi berbasis pengalaman dan praktik terbaik (best practice).

SKP Kemenkes, sebagai bentuk pengakuan atas peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Soft copy materi, yang membantu peserta mengulang dan mengaplikasikan ilmu dalam praktik harian.

Partisipasi yang tinggi menunjukkan komitmen tenaga kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat budaya keselamatan pasien.

Salah satu poin utama yang ditekankan dalam webinar adalah pentingnya kolaborasi antar profesi kesehatan. Proses pengkajian dan asuhan pasien tidak dapat berjalan optimal apabila dilakukan secara parsial atau individual. Dibutuhkan kerja sama seluruh anggota tim—dokter, perawat, bidan, tenaga medis lain—agar setiap intervensi menjadi lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Kolaborasi yang solid juga menjadi elemen penting dalam memenuhi standar akreditasi rumah sakit dan regulasi pelayanan kesehatan.

Webinar ini sukses meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melaksanakan standar Pengkajian Pasien (PP) dan Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP). Dengan diikuti oleh 170 peserta, acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu, keselamatan, dan kualitas pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengembangan kompetensi tenaga kesehatan melalui edukasi berkelanjutan merupakan investasi penting bagi layanan kesehatan yang unggul di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Pelatihan Penanganan Tumpahan B3 dan Limbah di RS Panti Rapih 5/5 (3)

Dalam upaya menjaga standar keselamatan dan keamanan di lingkungan rumah sakit, RS Panti Rapih Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan Pelatihan Penanganan Tumpahan B3 serta Limbahnya yang diselenggarakan pada Rabu, 29 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Gedung Borromeus lantai 6 dan diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari karyawan, tenaga outsource, dan staf tenant rumah sakit.

Sebagai rumah sakit tipe B dengan akreditasi paripurna, RS Panti Rapih menempatkan keselamatan pasien, pengunjung, karyawan, serta kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama. Salah satu aspek penting dalam menjaga keselamatan tersebut adalah pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan seluruh karyawan dalam menangani insiden tumpahan B3 serta limbahnya. Dengan memahami alur penanganan yang tepat dan penggunaan spill kit, peserta diharapkan mampu bertindak cepat dan efektif guna meminimalisir risiko bagi kesehatan dan lingkungan sekitar rumah sakit.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh dr. Djati Prasodjo, Sp.Rad, Subsp.RI(K), M.Sc, selaku Direktur Medis RS Panti Rapih. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari budaya keselamatan kerja di lingkungan rumah sakit, sekaligus sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan.

 

Materi pelatihan dibagi menjadi dua bagian, yaitu teori dan praktik:

  • Sesi Teori
  1. Teori B3 serta limbahnya oleh Apt. Maria Laksmi Parahita, S.Farm.
  2. Penggunaan Spill Kit oleh Agnes Yuniarti, A.Md.Kes.

  • Sesi Praktik

Peserta dilatih secara langsung mengenai:

  1. Penggunaan spill kit untuk bahan kimia
  2. Penggunaan spill kit untuk bahan sitotoksik
  3. Penggunaan spill kit untuk ekskresi pasien

 

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap seluruh peserta dapat:

  1. Memahami secara menyeluruh prosedur penanganan tumpahan B3 dan limbahnya di tempat kerja masing-masing.
  2. Mampu melakukan tindakan awal yang cepat, tepat, dan aman saat terjadi insiden.
  3. Menjadi agen keselamatan lingkungan di unit kerja masing-masing.

 

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen RS Panti Rapih dalam mewujudkan rumah sakit yang aman, sehat, dan ramah lingkungan. Diharapkan, seluruh karyawan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam praktik kerja sehari-hari sehingga tercipta budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.

“Dengan memahami tata cara penanganan B3, kita tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga menjaga keselamatan pasien, rekan kerja, dan lingkungan sekitar,” ujar salah satu pemateri dalam sesi pelatihan.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih terus menunjukkan peran aktifnya sebagai rumah sakit yang peduli, profesional, dan berkomitmen tinggi terhadap mutu pelayanan serta kelestarian lingkungan hidup.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

SMK Bina Farma Madiun Jalin Sinergi, Kunjungi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta untuk Perkaya Kompetensi Kesehatan 4.93/5 (15)

28 Oktober 2025 – Upaya memperkaya pengetahuan dan kompetensi praktik para siswa di bidang kesehatan, sebanyak 118 siswa dan 11 guru dari SMK Bina Farma Madiun melaksanakan kunjungan edukatif ke Rumah Sakit Borromeus pada Kamis, 28 Oktober 2025. Total 129 peserta disambut hangat di Ruang Auditorium Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu lantai 6 RS Panti Rapih Yogyakarta.

Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja dan pelayanan kesehatan profesional di rumah sakit.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Medis Rumah Sakit dr. Djati Prasodjo, Sp.Rad, Subsp.RI(K), M.Sc yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten.

“Kunjungan ini adalah jembatan bagi adik-adik siswa untuk melihat langsung aplikasi ilmu yang telah dipelajari di sekolah. Kami berharap, pengalaman ini dapat memotivasi dan membuka wawasan mereka tentang standar pelayanan kesehatan yang unggul,” ujar dr. Djati.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Bina Farma Madiun, Ibu Agnes Andriana SE.,M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kesempatan berharga ini. “Kami berterima kasih kepada Rumah Sakit Panti Rapih atas kesediaan berbagi ilmu dan fasilitas. Kami berharap para siswa dapat menyerap sebanyak mungkin pengalaman hari ini untuk bekal karier mereka di masa depan,” kata Ibu Agnes.

Sebagai simbol kerja sama dan kenang-kenangan, pihak rumah sakit menyerahkan cenderamata kepada perwakilan SMK Bina Farma Madiun, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

Sesi inti acara diisi dengan penyampaian materi-materi krusial terkait dunia rumah sakit. Penyampaian Company Profile dibawakan oleh Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H., yang memberikan insight mendalam tentang visi, misi, dan operasional rumah sakit.

Materi teknis disajikan oleh dua profesional utama:

Ibu Apt. Cornelia Melinda, S.Farm., Penanggung Jawab Farmasi Rawat Inap, membawakan materi tentang Farmasi dan peran vital apoteker dalam pelayanan rawat inap.

Ibu Valentina Rina Hernani, S.Kep., Ns., Kepala Bidang Perencanaan & Pengembangan SDM Keperawatan, menyampaikan materi mengenai Asisten Keperawatan serta prospek karier dan standar kompetensi yang dibutuhkan.

Acara ditutup dengan Hospital Tour (tur rumah sakit), memberikan kesempatan bagi para siswa untuk melihat langsung fasilitas dan alur kerja di berbagai instalasi, sehingga memberikan pemahaman yang komprehensif tentang lingkungan profesional kesehatan.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Peningkatan Kompetensi SDM: RS Dr. OEN SOLO BARU – RS Dr Oen Kandang Sapi Solo Kunjungi RS Panti Rapih, Fokus pada Diklat dan TNA 5/5 (3)

Dalam semangat kolaborasi untuk memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan, RS Dr. OEN SOLO BARU dan RS Dr Oen Kandang Sapi Solo melaksanakan kunjungan studi banding ke RS Panti Rapih di Yogyakarta pada hari Selasa, 5 November 2025.

Fokus utama kunjungan kali ini adalah memperdalam pemahaman dan berbagi praktik terbaik mengenai tata kelola Instalasi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) serta implementasi Training Needs Analysis (TNA), selain penguatan sistem Audit Mutu Internal.

Acara strategis ini diadakan di Ruang Auditorium Kecil Gedung Borromeus Instalasi Rawat Jalan Terpadu lantai 6 RS Panti Rapih. Rombongan disambut langsung oleh jajaran direksi, yang dibuka dengan:

  • Sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes.
  • Sambutan balasan dari perwakilan RS Dr Oen Group yang disampaikan oleh Direktur Administrasi Umum, dr. Yudhie Chandra Rayon, MPH.
  • Penyampaian Company Profile: Dibawakan oleh Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H., untuk memberikan gambaran umum institusi.

Sistem Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, dan TNA: Sesi ini menjadi sorotan utama, disampaikan oleh Suryo Nugroho Markus, M.P.H., Kepala Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian & Tim Diklat. Dipaparkan secara mendalam mengenai strategi TNA—sebuah proses krusial untuk mengidentifikasi kesenjangan kompetensi dan merancang program pelatihan yang efektif, efisien, serta berbasis kebutuhan nyata di rumah sakit.

Audit Mutu Internal (AMI): Chatarina Endah Tri Yuliani, S.Kep., Ns., Kepala Satuan Pemeriksaan Internal sekaligus Ketua AMI, memaparkan praktik audit internal sebagai pilar penjaminan mutu pelayanan.

Acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, yang sangat bermanfaat untuk mempertajam pemahaman kedua belah pihak, diikuti dengan serah terima kenang-kenangan dan Hospital Tour untuk melihat langsung fasilitas dan operasional RS Panti Rapih.

Kunjungan ini menegaskan komitmen ketiga rumah sakit dalam investasi jangka panjang terhadap kualitas SDM dan mutu layanan.

Untuk RS Dr. OEN SOLO BARU dan RS Dr Oen Kandang Sapi Solo, wawasan yang diperoleh dari Instalasi Diklat RS Panti Rapih diharapkan mampu:

  • Meningkatkan efektivitas pelaksanaan TNA di institusi mereka, memastikan setiap anggaran pelatihan memberikan Return on Investment (ROI) yang optimal.
  • Memperkuat program pengembangan kompetensi staf agar selaras dengan tuntutan akreditasi dan perkembangan teknologi kesehatan terkini.

Untuk RS Panti Rapih, kegiatan ini menjadi ajang validasi bahwa praktik terbaik yang telah diterapkan, khususnya dalam pengelolaan Diklat dan TNA, dapat menjadi referensi bagi rumah sakit lain. RS Panti Rapih juga mendapatkan masukan berharga dari rekan sejawat untuk terus memperbaiki dan menginovasi sistem pendidikan dan pelatihannya.

Secara kolektif, harapan besar dari pertemuan ini adalah terwujudnya jejaring kolaboratif yang solid di antara RS Dr. OEN Group dan RS Panti Rapih, di mana pertukaran ilmu tentang TNA, Diklat, dan Mutu dapat terus berlangsung, demi mencapai visi bersama: menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, unggul, dan berstandar tinggi bagi masyarakat Solo dan Yogyakarta.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Selenggarakan Webinar Series: Implementasi Standar Akses, Kontinuitas Pelayanan (AKP) dan Pelayanan Anestesi & Bedah (PAB) 5/5 (1)

Yogyakarta, 31 Oktober 2025 – Dalam rangka menyikapi perubahan regulasi dan standar mutu pelayanan kesehatan, Rumah Sakit (RS) Panti Rapih akan menyelenggarakan Webinar Series yang berfokus pada pemahaman dan implementasi Standar Akreditasi Rumah Sakit terbaru yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/1596/2024.

Webinar dari series ini secara spesifik membahas dua bab penting dalam Kelompok Pelayanan Berfokus Pada Pasien, yaitu Akses dan Kontinuitas Pelayanan (AKP) dan Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB). Webinar iikuti 225 peserta secara online selama 2 jam.

Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien merupakan kewajiban fundamental setiap rumah sakit. Evaluasi mutu ini kini mengacu pada standar nasional terbaru yang termaktub dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/1596/2024, yang secara resmi menggantikan standar sebelumnya (Nomor HK.01.07/Menkes/1128/2022).

Perubahan ini juga diikuti dengan penerbitan Instrumen Survei Akreditasi Rumah Sakit melalui Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/D/47104/2024. Regulasi baru ini menuntut Tim Akreditasi Rumah Sakit untuk segera memahami dan menerapkan standar-standar yang telah diperbarui.

Webinar ini bertujuan agar peserta mampu mewujudkan peningkatan mutu melalui penerapan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit yang secara mutlak berorientasi pada keselamatan pasien.

1. Standar Akses dan Kontinuitas Pelayanan (AKP)

Standar AKP menekankan bahwa asuhan di rumah sakit adalah bagian dari suatu sistem pelayanan yang terintegrasi. Sistem ini dimulai dari skrining cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien, menyelaraskan kebutuhan pasien dengan layanan yang tersedia, mengkoordinasikan pelayanan, hingga merencanakan pemulangan dan tindak lanjut.

Hasil yang diharapkan adalah meningkatkan mutu asuhan pasien dan efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia.

2. Standar Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)

Standar PAB berfokus pada pengelolaan prosedur yang dianggap berisiko tinggi. Anestesi dan sedasi merupakan rangkaian proses yang memerlukan pengelolaan yang baik dan terintegrasi karena respon pasien yang berbeda-beda dan potensi efek jangka panjang.

Selain itu, karena tindakan bedah juga termasuk tindakan berisiko tinggi, maka proses perencanaan dan pelaksanaannya harus dilakukan secara hati-hati dan terstandar demi menjamin keselamatan pasien.

Webinar ini menghadirkan pakar di bidangnya untuk membedah implementasi kedua standar tersebut:

  • Standar Akses dan Kontinuitas Pelayanan (AKP): Valentina Rina Hernani, S.Kep., Ns.
  • Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB): Indah Nursanti Dewi, S.Kep., Ns.

Moderator: Clara Murwani Agustin, S.Kep., Ns.

Kegiatan webinar series ini merupakan komitmen RS Panti Rapih dalam mendukung seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia untuk segera beradaptasi dengan regulasi terbaru, memastikan bahwa mutu pelayanan dan keselamatan pasien selalu menjadi prioritas utama.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Selenggarakan Seminar Global Ethics Day 2025 – Perkuat Perlindungan Hukum Staf Rumah Sakit Sesuai UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023 No ratings yet.

Yogyakarta, 30 Oktober 2025 – Dalam rangka memperingati Global Ethics Day 2025 dan menjawab tantangan kompleksitas layanan kesehatan, Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta melalui Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit (KEHRS) sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Perlindungan terhadap Kekerasan pada Staf di Rumah Sakit: Aksi, Reaksi, Dasar Hukum, dan Pelaporan.”

Acara ini diadakan secara hybrid (daring via Zoom dan luring) di Auditorium Besar Gedung Boromeus Lantai 6, dan dihadiri oleh total 89 peserta luring serta 365 peserta daring dari kalangan karyawan RS Panti Rapih dan Unit Karya.

Pelayanan di rumah sakit, meskipun telah dilakukan sesuai standar tertinggi, tetap berpotensi menghadapi aduan hukum. Di sisi lain, petugas kesehatan memiliki hak atas perlindungan hukum saat menjalankan tugas.

KEHRS RS Panti Rapih, sebagai wadah layanan yang menjaga etik dan aspek hukum, secara berkelanjutan memberikan panduan serta rekomendasi terbaik bagi rumah sakit, baik untuk permasalahan internal maupun eksternal. Peran utama komite ini adalah memberikan rekomendasi terkait isu etik dan hukum kepada para pelayan kesehatan agar tidak mudah dituntut, sekaligus mewujudkan rumah sakit dengan harmonisasi dan citra pelayanan kesehatan yang baik.

Direktur Medis RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Djati Prasodjo, Sp. Rad(K)RI, M.SC dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni dalam pengelolaan etik. Hal ini sejalan dengan pesatnya perkembangan fasilitas dan layanan kesehatan yang ada.

Seminar hukum ini diselenggarakan dengan tujuan utama agar tenaga medis dan paramedis dapat memahami perlindungan hukum sesuai Undang-Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023. Diharapkan, peningkatan wawasan hukum ini dapat menumbuhkan rasa kepercayaan diri dan mawas diri para staf dalam memberikan pelayanan.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan Paparan Hasil Survei Implementasi Etik 2023–2025 yang disampaikan oleh Ibu Ch. Asri Wulandadari, S.Si., Apt., MARS (Sekretaris KEHRS).

Sesi inti seminar dibagi menjadi dua bagian krusial:

 

  • Sesi I: Perlindungan Hukum Bagi Nakes sesuai UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023, Pentingnya Informed Consent dan Continuous Informed Consent, oleh dr. Lipur Riyantiningtyas BS, Sp.FM(K), S.H

  • Sesi II: Alur Pelaporan, Penyelesaian Jalur Non Litigasi dan Litigasi pada Aduan Tenaga Medis, Paramedis, dan Karyawan secara umum, oleh Bapak B. Agung Sulistijo, M.H.Kes

Diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif, dipandu oleh moderator dr. Maria Silvia Merry, MSc, SpMK, FISQua.

Melalui Seminar Global Ethics Day 2025 ini, Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit Panti Rapih berharap seluruh peserta dapat memperoleh wawasan mendalam mengenai hak dan kewajiban mereka dari sudut pandang hukum, terutama terkait perlindungan saat bertugas.

Dengan pemahaman yang kuat tentang UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023 serta mekanisme pelaporan dan penyelesaian sengketa, RS Panti Rapih yakin dapat terus mewujudkan lingkungan kerja yang aman, harmonis, dan profesional demi terciptanya pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi dan beretika.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating