RS Panti Rapih Yogyakarta Resmi Melantik dr. Esdras Ardi Pramudita sebagai Direktur Medis Baru 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 5 Januari 2026 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Direktur Medis pada Senin, 5 Januari 2026. Bertempat di Auditorium Lantai 6 Gedung Borromeus, dr. Esdras Ardi Pramudita, M.H.P.M., M.Sc., Sp.N. resmi dilantik menggantikan dr. Djati Prasodjo, Sp.Rad(K)RI yang telah menyelesaikan masa baktinya.

Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi Misa Syukur dan Perutusan yang dipimpin oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr (Vikaris Episkopal Yogyakarta Timur). Suasana spiritual ini menegaskan komitmen RS Panti Rapih dalam menjalankan misi pelayanan kesehatan yang berlandaskan nilai-nilai kasih.

Acara inti dimulai dengan pembacaan Visi dan Misi Yayasan Panti Rapih serta Surat Keputusan Pengangkatan Direktur Medis oleh Sr. Birgitta Diah Yuliati, CB, M.P.H. Prosesi dilanjutkan dengan pengambilan janji jabatan oleh dr. Esdras Ardi Pramudita di hadapan Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih, Bapak Ambrosius Koesmargono, dengan didampingi oleh Romo Maradiyo, Pr sebagai rohaniwan.

Momentum penting terjadi saat penandatanganan berita acara serah terima jabatan dan penyerahan Memori Jabatan dari dr. Djati Prasodjo kepada dr. Esdras Ardi Pramudita. Sebagai bentuk penghormatan, sebuah video kilas balik dedikasi dr. Djati selama menjabat ditayangkan, diikuti dengan penyerahan cinderamata dari Organ Yayasan dan manajemen RS Panti Rapih.

Dalam sambutannya, dr. Djati Prasodjo menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh tim selama masa jabatannya. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih, Bapak Ambrosius Koesmargono juga memberikan sambutan.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi organisasi, di antaranya:

  • Dewan Pimpinan Provinsi Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus (CB).
  • Organ Yayasan Panti Rapih (Pembina, Pengawas, dan Pengurus).
  • Pimpinan Unit Karya di bawah Yayasan Panti Rapih (RS Panti Rini, RS Panti Nugroho, RS Elisabeth Ganjuran, RS Panti Rahayu, dan STIKes Panti Rapih).
  • Pejabat Struktural RS Panti Rapih.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan optimisme baru dalam menyongsong pelayanan kesehatan yang lebih unggul di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

Mini Simposium Manajemen Obesitas: Dari Tantangan Menuju Transformasi Berkelanjutan No ratings yet.

Dalam upaya meningkatkan wawasan dan pengetahuan tenaga medis serta tenaga kesehatan terkait manajemen obesitas dan pencegahan komplikasinya, Rumah Sakit Panti Rapih bekerja sama dengan PT Novo Nordisk menyelenggarakan Mini Simposium bertajuk “From Struggle to Strength: A Journey Towards Sustainable Weight Transformation.” Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 08.30–10.30 WIB, bertempat di Ruang Auditorium Lantai 6 Besar RS Panti Rapih.

Mini simposium ini dirancang sebagai forum ilmiah yang komprehensif untuk membahas pendekatan mutakhir dalam penanganan obesitas, tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan semata, tetapi juga pada dampak sistemik obesitas serta strategi pencegahan komplikasi makrovaskular yang berkelanjutan. Acara ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan lintas disiplin.

Kegiatan akan dibuka secara resmi oleh dr. Stephani Maria Nainggolan, selaku Direktur Utama RS Panti Rapih. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari PT Novo Nordisk sebagai mitra strategis dalam pengembangan edukasi dan inovasi layanan kesehatan terkait obesitas. Sesi pembukaan juga akan diakhiri dengan foto bersama seluruh narasumber dan peserta.

Pada sesi ilmiah, peserta akan mendapatkan dua materi utama. Materi pertama, “Beyond the Weight: Rethinking Obesity,” akan disampaikan oleh dr. Vina Yanti Susanti, yang mengulas obesitas sebagai penyakit kronis multifaktorial yang memerlukan pendekatan holistik dan berbasis bukti. Materi kedua, “Elevating Obesity Care to Prevent Macro Complications,” akan dipaparkan oleh dr. Vita Yanti Anggraeni, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan obesitas guna menekan risiko komplikasi makrovaskular jangka panjang. Diskusi ilmiah ini akan dimoderatori oleh dr. Fransisca Romana Herin Anggreni, yang akan memandu jalannya diskusi interaktif dan tanya jawab.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan yang aktif mengembangkan kompetensi tenaga kesehatan melalui edukasi berkelanjutan, sekaligus meningkatkan mutu layanan berbasis evidence-based medicine bagi pasien dengan obesitas. Sementara itu, PT Novo Nordisk berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman klinis tentang obesitas sebagai penyakit kronis, serta mendorong implementasi praktik penatalaksanaan obesitas yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari sinergi jangka panjang antara dunia layanan kesehatan dan industri farmasi dalam menghadirkan solusi inovatif, beretika, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien.

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Membangun Rasa Aman dengan Empati: Tim Keamanan Guido Valadares National Hospital Timor Leste Studi Banding ke RS Panti Rapih Yogyakarta 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 19 Desember 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan non-medis khususnya di sektor keamanan, Guido Valadares National Hospital (HNGV) Timor Leste melakukan kunjungan studi banding ke RS Panti Rapih Yogyakarta. Kunjungan yang berfokus pada pelayanan sekuriti (security services) ini dilaksanakan pada Kamis (19/12/2025) bertempat di Ruang Auditorium Kecil, Gedung Borromeus Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) Lantai 6.

Sebanyak sembilan orang delegasi dari HNGV hadir dalam kunjungan ini. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., yang mengapresiasi kepercayaan HNGV untuk menjadikan RS Panti Rapih sebagai mitra pembelajaran dalam tata kelola keamanan rumah sakit.

Mewakili rombongan tamu, Direktur Administrasi dan Keuangan (Direktur Administrasi Financas) Guido Valadares National Hospital, Bapak Clementino da Costa, AMG, Lic. Sp, menyampaikan tujuan utama kedatangan mereka. Beliau menekankan pentingnya peran satuan pengamanan (Satpam) tidak hanya dalam menjaga aset fisik, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien serta pengunjung.

Agenda inti dimulai dengan pemaparan Company Profile oleh Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), dr. Yolenta Marganingsih, yang memberikan gambaran umum mengenai budaya kerja dan nilai-nilai yang dianut rumah sakit.

Sesi materi pertama yang menyoroti aspek “Etik dan Komunikasi Sekuriti” disampaikan oleh Ketua Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit, dr. Maria Silvia Merry, M.Sc, SpMK. Dalam paparannya, ditekankan bahwa petugas keamanan rumah sakit memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan sekuriti pada umumnya. Kemampuan komunikasi yang empatik dan pemahaman etika menjadi krusial karena mereka berhadapan dengan pasien dan keluarga yang sedang dalam kondisi rentan.

Selanjutnya, pendalaman materi teknis mengenai “Layanan Sekuriti” disampaikan dalam sesi kolaborasi antara Kepala Seksi Keamanan dan Transportasi, Bapak Mateus Sunardi, bersama Kepala Bidang Umum, Ibu Y. Wara Andriyati, A.Md. Sesi ini mengupas tuntas standar operasional prosedur (SOP), manajemen risiko keamanan, serta integrasi layanan umum dalam mendukung operasional rumah sakit yang kondusif.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Hospital Tour. Para peserta diajak meninjau langsung implementasi sistem keamanan di beberapa titik strategis RS Panti Rapih untuk melihat bagaimana teori yang dipaparkan diterapkan di lapangan.

Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral antara kedua instansi kesehatan lintas negara ini. Bagi Guido Valadares National Hospital, hasil studi banding ini diharapkan dapat segera diadaptasi untuk meningkatkan standar profesionalisme layanan keamanan di Timor Leste. Sementara bagi RS Panti Rapih, kunjungan ini menjadi motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan paripurna yang berstandar internasional.

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Tingkatkan Kualitas Layanan Ibu & Anak, RS Panti Rapih Gelar Penyegaran Konselor Laktasi 5/5 (9)

YOGYAKARTA, 22 Desember 2025 – Dalam upaya menjawab tantangan global di sektor kesehatan dan memperkuat kualitas layanan asuhan keperawatan, RS Panti Rapih menyelenggarakan Program Pengembangan Kapabilitas SDM melalui agenda “Penyegaran Konselor Laktasi”.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Antonius Besar Lantai 2 ini diikuti oleh 16 peserta yang terdiri dari perawat dan bidan konselor, Penanggung Jawab Asuhan (PPJA), serta perawat pelaksana dari ruang perawatan maternitas.

Di era transformasi teknologi dan tuntutan pelayanan yang semakin dinamis, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi pilar utama bagi rumah sakit dalam memberikan jasa pelayanan yang berkualitas. Sebagai penyedia jasa kesehatan, RS Panti Rapih menyadari bahwa kompetensi staf adalah aset berharga yang menentukan tingkat kepercayaan masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Keperawatan RS Panti Rapih, Sr. Constansia Sri Hardjanti CB, M.Kep.Ns. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap kemampuan klinis staf agar tetap relevan dengan standar kesehatan terkini, terutama dalam mendukung program pemberian ASI eksklusif di Indonesia.

Dipandu oleh moderator Rosa Wulandari Tutik Priyani, S.Kep.,Ns., pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli, Bidan Tri Murtini, Amd.Keb. Materi yang disampaikan mencakup aspek komprehensif, mulai dari kebijakan nasional hingga teknik praktis di lapangan, antara lain:

  • Kebijakan dukungan menyusui dalam program peningkatan pemberian ASI di Indonesia.
  • Pendalaman konsep dan evaluasi kegiatan menyusui.
  • Strategi menghadapi tantangan menyusui pada ibu dan bayi.
  • Teknik konseling dan dukungan psikologis bagi ibu menyusui.

Melalui metode ini, para peserta diharapkan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki empati tinggi dalam mendampingi para ibu melewati masa-masa penting menyusui. Melalui program penyegaran ini, RS Panti Rapih membawa visi besar untuk masa depan layanan kesehatan ibu dan anak:

  • Bagi Peserta: Diharapkan para perawat dan bidan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dan keterampilan yang lebih tajam dalam memberikan edukasi serta solusi bagi pasien. Konselor laktasi diharapkan menjadi jembatan keberhasilan ibu dalam memberikan nutrisi terbaik bagi bayinya.
  • Bagi RS Panti Rapih: Kegiatan ini menjadi bukti komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan secara berkelanjutan. Dengan staf yang kompeten, RS Panti Rapih optimis dapat meningkatkan kepuasan pasien, mendukung angka capaian ASI Eksklusif nasional, dan tetap menjadi rumah sakit pilihan utama masyarakat yang unggul dalam pelayanan dan kasih.

Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk memastikan materi yang didapat segera diimplementasikan dalam pelayanan harian di ruang maternitas.

 

 

 

 

 

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Sambut Guido Valadares National Hospital dalam Pelatihan Prosedur Pengoperasian Ventilator 5/5 (2)

Dalam rangka memperkuat kompetensi tenaga medis dalam penanganan pasien kritis, RS Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan praktik lapangan terkait Prosedur Pengoperasian Ventilator bersama delegasi dari Guido Valadares National Hospital (HNGV), Timor Leste. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis, 18 Desember hingga Sabtu, 20 Desember 2025.

Bertempat di Ruang Auditorium Kecil, Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6, acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur SDM & Umum RS Panti Rapih, dr. Dion Sulistyo, M.P.H,Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pertukaran ilmu pengetahuan medis demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan global.

Pihak Guido Valadares National Hospital yang diwakili oleh Bapak Clementino da Costa, AMG, Lic. Sp Direktur Direktur Administrasi Financas menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih dalam berbagi protokol klinis, khususnya mengenai teknologi bantuan pernapasan.

Sebanyak 10 peserta dari HNGV mengikuti rangkaian agenda intensif yang meliputi:

Penyampaian Company Profile: Dipaparkan oleh Robertus Yogi Saputro, A.Md.RMIK. (Kepala Seksi Kerjasama Perusahaan) untuk mengenalkan standar layanan RS Panti Rapih.

Observasi Lapangan: Peserta melakukan tinjauan langsung ke unit kritis, yaitu IGD (Instalasi Gawat Darurat) dan ICU (Intensive Care Unit).

Praktik Klinis: Pendampingan intensif oleh Tim Ventilator RS Panti Rapih yang terdiri dari tenaga ahli:

  • dr. Laurentius Sandhie Prasetya Supranggono, Sp.An, M.Sc. KIC.
  • dr.David Budi Wibowo
  • Ganes Irawati Hardjono, S.Kep., Ns.
  • Danik Rahayu Fardanti, S.Kep., Ns.
  • Suryo Kuncoro, S.Kep., Ns.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi presentasi dari para peserta untuk mengevaluasi hasil pembelajaran serta pemberian kenang-kenangan sebagai simbol persahabatan antar kedua institusi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kedua instansi dapat memetik manfaat jangka panjang:

Bagi Guido Valadares National Hospital: Meningkatkan kemandirian tenaga medis dalam mengoperasikan alat ventilator sesuai standar internasional guna menurunkan angka mortalitas pasien kritis di Timor Leste.

Bagi RS Panti Rapih: Mempererat jejaring kerjasama internasional dan mengukuhkan posisi RS Panti Rapih sebagai pusat rujukan serta edukasi medis yang terpercaya di tingkat regional.

Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan ventilator saja, namun berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan di bidang medis lainnya.

 

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Perkuat Tata Kelola Rekam Medis, Guido Valadares National Hospital Timor Leste Kunjungi RS Panti Rapih 5/5 (2)

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan digitalisasi data medis, Guido Valadares National Hospital (GVNH) dari Timor Leste melakukan kunjungan studi banding ke Rumah Sakit Panti Rapih (RSPR) Yogyakarta. Kegiatan intensif ini berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis, 9-11 Desember 2025, bertempat di Ruang Auditorium Gedung Borromeus Lantai 6.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pertukaran ilmu antar-institusi kesehatan di kancah internasional.

“Kami menyambut baik kehadiran rekan-rekan dari Timor Leste. Kolaborasi ini adalah momentum bagi kita semua untuk saling belajar, khususnya dalam pengelolaan data pasien yang akurat dan aman,” ujar dr. Stephani.

Perwakilan dari GVNH, Bapak Carlos de Araujo Andrade selaku Kepala Unit Informasi Arsip Klinis, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih dalam membagikan pengetahuan terkait sistem manajemen rumah sakit. Acara pembukaan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dan foto bersama sebagai simbol persahabatan kedua instansi.

Selama tiga hari, delegasi GVNH mendalami berbagai aspek krusial dalam manajemen rumah sakit modern:

Hari Pertama: Fokus pada Kodifikasi & Arsip

Sesi materi dimulai dengan paparan Company Profile oleh Robertus Yogi Saputro, A.Md.RMIK (Kepala Seksi Kerjasama Perusahaan). Selanjutnya, Ella Kristiantini Susan memberikan pendalaman materi mengenai:

  • Klasifikasi dan Pengkodean Penyakit.
  • Kode Tindakan medis sesuai standar ICD.

Sesi ditutup oleh Elizabet Erni Kurniawati (Kepala Instalasi Rekam Medis) yang memaparkan strategi Pengelolaan Arsip Rekam Medis yang efisien.

Hari Kedua: Digitalisasi & Statistik Kesehatan

Fokus beralih pada pemanfaatan teknologi informasi. Anastasia Arnin Permata Siwi menjelaskan pentingnya Kualitas Data Kesehatan dan Statistik Rumah Sakit sebagai dasar pengambilan keputusan manajemen.

Dilanjutkan oleh Thomas Dhani Eka Kurniawan (Kepala Instalasi TI) yang mendemonstrasikan:

  • Sistem Informasi Manajemen Rekam Medis (SIRM) untuk tenaga medis.
  • Implementasi SIMRS untuk efisiensi pendaftaran dan manajemen pasien.

Hari Ketiga: Implementasi Nyata

Pada hari terakhir, para peserta melakukan praktik magang langsung di Instalasi Rekam Medis RS Panti Rapih untuk melihat alur kerja nyata. Kegiatan ditutup dengan hospital tour untuk meninjau fasilitas unggulan di RSPR.

Melalui kunjungan ini, diharapkan Guido Valadares National Hospital dapat mengadaptasi sistem manajemen rekam medis dan teknologi informasi yang telah diterapkan di RS Panti Rapih untuk diimplementasikan di Timor Leste.

Bagi RS Panti Rapih, kerja sama ini memperkuat posisi rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang tidak hanya unggul dalam pelayanan pasien, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan rujukan manajemen bagi mitra internasional. Semoga sinergi ini terus berlanjut demi kemajuan dunia kesehatan di Asia Tenggara.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Terima Kunjungan Akademik FKKMK UGM Kelas Internasional 5/5 (5)

Yogyakarta, 10 Desember 2025 — Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan akademik dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) yang melibatkan 32 mahasiswa kelas internasional. Agenda berlangsung di Auditorium Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, Lantai 6.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Nainggolan, M.Kes, disusul sambutan dari FKKMK UGM oleh dr. Anastasia Evi Handayaningsih, Ph.D., Sp.PD. Acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dan sesi foto bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M., Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama, memaparkan Company Profile RS Panti Rapih, termasuk layanan unggulan dan komitmen rumah sakit terhadap mutu dan keselamatan pasien.

Sesi akademik menghadirkan dua narasumber dari RS Panti Rapih:

  1. dr. Tan Liana Santosa, Kepala Bidang Penunjang Medik dan Diagnostik, yang menyampaikan materi terkait layanan penunjang medik dan alur pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
  2. dr. Maria Silvia Merry, M.Sc, SpMK, Ketua Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit, yang membahas kode etik rumah sakit serta penerapannya dalam pelayanan kesehatan.

Kunjungan diakhiri dengan hospital tour, memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk mengenal instalasi pelayanan dan sistem kerja di RS Panti Rapih.

RS Panti Rapih berharap kunjungan ini memperkuat kolaborasi pendidikan dan membuka peluang kerja sama lebih luas dengan FKKMK UGM. Sementara itu, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan praktis mengenai standar pelayanan kesehatan, etika rumah sakit, serta inovasi layanan yang diterapkan.

 

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Menginspirasi Generasi Muda Kesehatan: SMK Bumantara Muntilan Laksanakan Kunjungan Industri ke RS Panti Rapih 5/5 (2)

Yogyakarta, 9 Desember 2025 – Sebanyak 195 siswa dan siswi Kelas XII Kompetensi Keahlian Asisten Keperawatan dan Farmasi Klinis dan Komunitas dari SMK Bumantara Muntilan melaksanakan Kunjungan Industri Kerja ke Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, pada hari Selasa, 9 Desember 2025. Kunjungan ini didampingi oleh 12 orang guru pendamping.

Kegiatan kunjungan industri kerja ini bertujuan utama untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa di lingkungan rumah sakit secara langsung. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memotivasi dan membangkitkan semangat belajar yang tinggi serta membuka cakrawala berpikir siswa dalam bidang kesehatan.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik antusiasme para siswa dan berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran nyata dunia kerja di sektor kesehatan.

 

Sambutan dari pihak sekolah disampaikan oleh Kepala Sekolah SMK Bumantara Muntilan, Fatma Rahmawati, S.Pd.I., M.Pd. Beliau menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk belajar langsung di salah satu rumah sakit terkemuka.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi dan wawasan industri oleh sejumlah narasumber profesional dari RS Panti Rapih:

Robertus Yogi Saputro, A.Md.RMIK., Kepala Seksi Kerjasama Perusahaan, menyampaikan company profile RS Panti Rapih, memperkenalkan sejarah, layanan, dan budaya kerja rumah sakit. Materi spesifik untuk siswa Farmasi disampaikan oleh Apt. Christina Ika Sindudisastra, S.Farm., Kepala Instalasi Farmasi, yang membahas peran dan tanggung jawab tenaga kefarmasian di lingkungan klinis. Materi untuk siswa Asisten Keperawatan dibawakan oleh Valentina Rina Hernani, S.Kep., Ns., Kepala Bidang Perencanaan & Pengembangan SDM Keperawatan, yang memberikan wawasan mendalam mengenai peran asisten keperawatan dan pentingnya pelayanan prima.

Selain itu, terdapat presentasi singkat mengenai jalur pendidikan lanjutan di bidang kesehatan dari STIKes Panti Rapih. Acara ditutup dengan sesi penyerahan kenang-kenangan, foto bersama, dan hospital tour (kunjungan rumah sakit) yang memungkinkan para siswa melihat langsung fasilitas dan aktivitas di beberapa unit pelayanan RS Panti Rapih.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan vokasi di Indonesia dengan menjadi mitra industri yang aktif dalam menyiapkan generasi muda yang siap berkontribusi di dunia kerja.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Diabetes Gestasional: Waspadai Kenaikan Gula Darah Selama Kehamilan 5/5 (3)

Apa Itu Diabetes Gestasional?

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang muncul selama kehamilan dan biasanya menghilang setelah melahirkan. Kondisi ini terjadi ketika tubuh ibu hamil tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan selama masa kehamilan, sehingga kadar gula darah meningkat.

Perubahan hormon yang terjadi saat hamil dapat membuat tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin, dan pada sebagian wanita, hal ini menyebabkan gula darah naik hingga menimbulkan gejala atau komplikasi.

Siapa yang Berisiko?

Setiap ibu hamil berpotensi mengalami diabetes gestasional, namun risikonya lebih tinggi pada mereka yang memiliki faktor-faktor berikut:

  • – Usia di atas 25 tahun
  • – Berat badan berlebih atau obesitas sebelum hamil
  • – Riwayat keluarga dengan diabetes
  • – Pernah mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya
  • – Melahirkan bayi dengan berat lahir lebih dari 4 kg
  • – Riwayat keguguran berulang atau bayi lahir mati
  • – Menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Gejala dan Waktu Terjadi

Sebagian besar ibu hamil tidak merasakan gejala khas, sehingga pemeriksaan rutin sangat penting. Namun, pada beberapa kasus dapat timbul keluhan seperti:

  • – Sering haus dan sering buang air kecil
  • – Cepat lelah
  • – Penglihatan kabur
  • – Berat badan bayi meningkat berlebihan pada pemeriksaan USG

Diabetes gestasional biasanya terdeteksi pada trimester kedua atau ketiga, saat tubuh mengalami perubahan metabolik yang lebih besar.

Bagaimana Diagnosisnya?

Pemeriksaan skrining awal dapat dilakukan dengan pemeriksaan kadar gula darah pada usia kehamilan 24-28 minggu. Apabila didapatkan hasil yang tidak normal, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan tes toleransi glukosa oral (TTGO). Pemeriksaan ini dilakukan di laboratorium, di mana pasien diminta meminum larutan gula, kemudian kadar glukosa darah diperiksa pada waktu tertentu. Kriteria diagnosis mengikuti panduan dari WHO atau Kementerian Kesehatan RI. Bila kadar glukosa melebihi batas normal, maka ibu hamil dinyatakan mengalami diabetes gestasional.

Dampak bagi Ibu dan Janin

  • – Bayi besar (makrosomia), sehingga berisiko saat persalinan
  • – Kelahiran prematur
  • – Hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah) pada bayi setelah lahir
  • – Risiko bayi mengalami obesitas dan diabetes di kemudian hari
  • – Tekanan darah tinggi dan preeklampsia pada ibu
  • – Peningkatan resiko diabetes tipe 2 setelah melahirkan

Bagaimana Penanganannya?

Sebagian kasus dapat dikendalikan tanpa obat, dengan cara:

  • – Mengatur pola makan: makan lebih sering dengan porsi kecil, hindari makanan tinggi gula sederhana
  • – Aktivitas fisik ringan: seperti jalan kaki atau senam hamil sesuai anjuran dokter
  • – Pemantauan kadar gula darah secara teratur

Bila kadar gula darah tetap tinggi, dokter dapat memberikan insulin untuk menjaga agar kadar gula darah tetap aman. Obat oral biasanya tidak direkomendasikan selama kehamilan.

Bagaimana Mencegahnya?

  • – Menjaga berat badan ideal
  • – Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang
  • – Rutin berolahraga
  • – Melakukan pemeriksaan kadar gula darah bila memiliki faktor risiko
  • – Kontrol antenatal secara teratur

Kesimpulan

Diabetes gestasional adalah kondisi serius namun dapat dikendalikan dengan baik bila terdeteksi dini. Pemeriksaan kehamilan rutin, pola makan sehat, dan gaya hidup aktif sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi. Setelah melahirkan, pemeriksaan gula darah tetap perlu dilakukan, karena sebagian wanita berisiko mengalami diabetes tipe 2 di masa depan.

Disclaimer

Artikel ini bertujuan memberikan informasi kesehatan umum. Untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional.

Artikel ditulis oleh :

dr. Levina Prima Rosalia, Sp.PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih Yogyakarta)

Referensi

  1. American Diabetes Association. Standards of Medical Care in Diabetes – 2025. Diabetes Care.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Gestasional. 2021.
  3. World Health Organization. Diagnostic criteria and classification of hyperglycaemia first detected in pregnancy. 2013.

 

Info Selanjutnya :

Klinik Penyakit Dalam

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Mendengkur Saat Tidur, Wajar atau Tidak? 5/5 (13)

Sahabat Sehat pasti pernah mendengar orang yang mendengkur saat tidur. Atau justru Sahabat Sehat sendiri yang mengalaminya? Mendengkur atau mengorok adalah suara kasar yang terdengar saat seseorang sedang tidur. Banyak orang yang menganggap mendengkur adalah hal yang wajar dan tidak berbahaya. Benarkah demikian?

Mengapa Seseorang Bisa Mendengkur?

Mendengkur terjadi karena saluran pernapasan bagian atas bergetar saat seseorang bernapas. Ketika tidur, otot di rongga mulut, lidah, dan tenggorokan akan menjadi rileks. Udara yang berhembus saat bernapas akan menggetarkan otot-otot di daerah tersebut dan suara mendengkur akan terdengar.

Tidak semua orang bisa mendengkur. Biasanya, seseorang dengan kelainan bentuk rongga mulut, leher yang pendek, dan obesitas akan lebih mudah mendengkur. Mendengkur juga lebih sering dijumpai ketika seseorang sedang tidur pulas/tidur dalam.

 

Apakah Mendengkur Berbahaya?

Pernahkah Sahabat Sehat melihat orang yang tampak berhenti bernapas setelah mendengkur? Beberapa saat kemudian, orang tersebut akan kembali bernapas atau bahkan sampai terbangun. Mendengkur bukan hal yang wajar meskipun sedang lelah dan dapat menjadi suatu kondisi yang berbahaya, karena sering terkait dengan suatu penyakit yang disebut sebagai Obstructive Sleep Apnea (OSA). Penderita OSA akan mendengkur saat tidur dan disertai dengan berhentinya napas sementara. OSA dapat terjadi secara berulang dalam satu malam. Semakin sering dan semakin lama durasi henti napas, maka semakin berat derajat keparahan penyakit OSA.

OSA sering tidak terdiagnosis. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kondisi ini membuat penderita OSA tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Padahal, kejadian OSA berhubungan dengan berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan stroke. Selain itu, OSA juga dapat meningkatkan risiko gangguan mental dan diabetes melitus.

Penderita OSA cenderung mengantuk di pagi dan siang hari meskipun sudah tidur semalaman. Sehingga, kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dan performa kerja akan menurun. Penderita OSA yang berat dapat berisiko mengalami kecelakaan atau cedera karena mengalami microsleep. Microsleep adalah kondisi dimana seseorang mendadak tertidur sesaat di tengah kegiatan mereka.

Bagaimana Cara Mendeteksi Obstructive Sleep Apnea Secara Objektif?

Polisomnografi (PSG) merupakan pemeriksaan yang harus dilakukan pada penderita OSA.  Pada pemeriksaan PSG, beberapa alat akan dipasang di tubuh pasien. Alat tersebut berguna untuk mendeteksi gelombang otak, kontraksi otot, gerakan mata, detak jantung, hembusan napas, gerakan dada, gerakan perut, dan kadar oksigen dalam darah selama pasien tidur. Pasien harus tidur selama satu malam di rumah sakit sambil dilakukan monitoring oleh petugas yang telah terlatih.

Dengan melakukan pemeriksaan ini, kita dapat mengetahui tingkat keparahan OSA secara objektif. Kita juga dapat mengetahui posisi tubuh yang sering memicu OSA dan mendeteksi gangguan tidur lain yang menyertai OSA.

 

 

Bagaimana Penanganan Obstructive Sleep Apnea?

Penanganan OSA tergantung dari derajat keparahan OSA. Setiap derajat keparahan OSA memiliki penanganan yang berbeda. OSA derajat berat bahkan memerlukan alat khusus untuk membantu pernapasan selama tidur. Pemicu OSA juga harus dideteksi. Pasien OSA dengan obesitas, kelainan rongga hidung, kelainan rongga mulut, atau kelainan bentuk rahang memiliki penanganannya tersendiri.

Apabila Sahabat Sehat merasa memiliki kondisi di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter spesialis neurologi. Rumah Sakit Panti Rapih siap melayani Sahabat Sehat demi tidur yang lebih berkualitas.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N

(Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit Panti Rapih)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Saraf

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating