Melayani Sepenuh Hati: Pelantikan Organ Yayasan Panti Rapih Periode 2026-2031 No ratings yet.

YOGYAKARTA, 20 Februari 2026 – Yayasan Panti Rapih (YPR) resmi memulai babak baru kepemimpinan melalui Perayaan Ekaristi Perutusan dan Pelantikan Organ Yayasan untuk masa bakti 2026-2031. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Auditorium Lantai 6, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih.

Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko (Uskup Keuskupan Agung Semarang), didampingi oleh Rm. Fransiskus Xaverius Sugiyana PR (Vikaris Jenderal KAS), dan Rm. Modestus Supriyanto PR (Pastoral Care RS Panti Rapih).


Dalam homilinya, Mgr. Rubi menekankan bahwa jabatan dalam Yayasan Panti Rapih bukanlah sekadar tugas manajerial, melainkan sebuah panggilan suci.

“Organ Yayasan yang terpilih bukan hanya untuk mengelola dan bekerja, tetapi untuk melayani sepenuh hati. Kita dipilih karena dipercaya untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Jadikan semangat Bunda Elisabeth—yakni iman, harapan, dan kasih—sebagai landasan melangkah. Jika suatu saat merasa lelah, ingatlah bahwa ini adalah sebuah panggilan,” pesan Mgr. Rubi.

Prosesi Pelantikan dan Serah Terima

Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan prosesi formal yang meliputi:

  • Pengucapan Janji Jabatan: Seluruh Pengurus dan Pengawas periode 2026-2031 mengucapkan janji di hadapan Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai pejabat pengambil janji, didampingi Rm. Modestus Supriyanto PR sebagai rohaniwan pendamping.
  • Penandatanganan Berita Acara: Penandatanganan dokumen resmi sebagai simbol komitmen hukum dan spiritual dalam menjalankan amanah lima tahun ke depan.
  • Apresiasi Masa Bakti: Yayasan memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas dedikasi luar biasa kepada para pejabat yang telah menyelesaikan masa tugasnya, yaitu: Bapak Al. Haryono Yusup,MBA, Akt,  Sr. Surani CB, Bapak KMT Tumenggung Tirtodiprojo, dan Bapak dr. RM. Silvester Maria Haripurnomo K., Dr.PH

Peristiwa penting ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dari berbagai unit karya di bawah naungan Yayasan Panti Rapih, di antaranya Direksi RS Panti Rapih, Direktur RS Panti Nugroho, Direktur RS Panti Rini, Direktur RS Santa Elisabeth Ganjuran, Direktur RS Panti Rahayu, serta jajaran struktural lainnya.

Kehadiran para pimpinan rumah sakit ini mempertegas komitmen yayasan dalam menjaga sinergi pelayanan kesehatan yang mengutamakan nilai kemanusiaan di seluruh jaringan RS Panti Rapih. Acara ditutup dengan doa perutusan oleh Rm. Fransiskus Xaverius Sugiyana PR dan sesi foto bersama sebagai simbol kesatuan visi.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

Wujudkan Persalinan Minim Trauma, RS Panti Rapih Sukses Gelar Kelas Ibu “Hypnobirthing” 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 13 Februari 2026 – Dalam upaya memberikan edukasi kesehatan bagi ibu hamil di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, Rumah Sakit Panti Rapih sukses menyelenggarakan kegiatan Kelas Ibu Edisi 038. Acara yang bertajuk “Bersalin Aman dan Nyaman dengan Hypnobirthing” ini berlangsung pada Jumat pagi di Ruang Senam Hamil, Gedung Rawat Jalan Borromeus.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta ibu hamil yang didampingi oleh 8 orang pendamping (suami/keluarga). Kehadiran pendamping ini diharapkan dapat memberikan dukungan emosional yang optimal bagi ibu saat menghadapi proses persalinan nanti.

Kelas ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya untuk memberikan pemahaman menyeluruh baik dari sisi medis maupun teknik relaksasi:

  1. dr. Lusiana Irine, Sp.OG (Dokter Spesialis Obsgin RS Panti Rapih), yang memaparkan materi mengenai indikator persalinan yang aman dan nyaman dari sudut pandang medis.
  2. Maria Nita Anggraeni, A.Md.Keb (Bidan & Praktisi Hypnobirthing RS Panti Rapih), yang memandu sesi praktik hypnobirthing untuk membantu ibu mengelola rasa sakit dan kecemasan melalui teknik relaksasi dan afirmasi positif.

 

Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, para peserta juga dimanjakan dengan berbagai fasilitas seperti:

  • Materi edukasi lengkap.
  • Konsumsi (snack dan minum).
  • Doorprize menarik bagi peserta yang aktif.
  • Voucher khusus dari Pigeon sebagai bentuk apresiasi bagi para ibu.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi tim Kebidanan dna Kandungan yang diusung oleh RS Panti Rapih melalui program RSSIB (Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi). Dengan adanya kelas ini, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus mendampingi para calon orang tua dalam mempersiapkan kelahiran buah hati dengan cara yang lebih tenang, minim trauma, dan penuh kebahagiaan.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

Peringati Hari Orang Sakit Sedunia, RS Panti Rapih Yogyakarta Bagikan Berkat dan Harapan bagi Pasien No ratings yet.

YOGYAKARTA, 11 Februari 2026 – Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta kembali meneguhkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik, tidak hanya secara fisik tetapi juga spiritual. Bertepatan dengan peringatan Hari Orang Sakit Sedunia, RS Panti Rapih menyelenggarakan serangkaian kegiatan rohani yang ditujukan bagi pasien, keluarga, dan seluruh civitas hospitalia.

Misa Kudus: Doa Bersama untuk Kesembuhan

Rangkaian acara dimulai dengan pelaksanaan Misa Kudus yang bertempat di Kapel Panti Rapih. Misa dipimpin oleh Romo Modestus Supriyanto, Pr, selaku Pastoral Care RS Panti Rapih. Perayaan ekaristi ini diikuti dengan khidmat oleh:

  • Pasien rawat inap beserta keluarga.
  • Karyawan RS Panti Rapih.
  • Suster-suster lansia dari Kongregasi Cinta Kasih Carolus Borromeus (CB).

Dalam suasana doa yang hangat, Misa ini menjadi sarana penguatan iman bagi mereka yang sedang berjuang melawan sakit, sekaligus bentuk dukungan spiritual dari komunitas rumah sakit.

Kunjungan Kasih Direksi

 

Setelah pelaksanaan Misa, Direktur Utama RS Panti Rapih melanjutkan agenda dengan mengunjungi langsung unit-unit perawatan. Dalam kunjungan tersebut, Direksi menyapa para pasien secara personal dan membagikan benda-benda rohani sebagai simbol penyemangat. Aksi ini bertujuan untuk menyampaikan pesan mendalam bahwa kondisi sakit bukanlah penghalang untuk merasakan kehadiran Sang Pencipta.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa di dalam sakit pun, kasih Tuhan tetap melimpah. Kami ingin mendampingi setiap pasien agar tetap memiliki harapan dan keteguhan hati dalam proses pemulihan mereka,” ujar perwakilan manajemen RS Panti Rapih.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

Rayakan Hari Kanker Sedunia 2026, RS Panti Rapih Usung “The Science of Pink” untuk Edukasi Personalisasi Terapi Kanker Payudara 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 6 Februari 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia 2026, Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif dan suportif bertajuk “The Science of Pink: Memahami Jenis Kanker Payudara”. Acara yang berlangsung di Lounge Lobby Lantai 2, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus ini dihadiri oleh 44 orang peserta yang terdiri dari pasien kanker payudara, keluarga, tenaga kesehatan, serta perwakilan komunitas kanker.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Medis RS Panti Rapih Yogyakarta,dr. Esdras Ardi Pramudita, M.H.P.M., M.Sc., Sp.N. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pendekatan holistik—medis, psikologis, dan sosial—dalam mendampingi setiap langkah perjalanan pasien.

Tema “The Science of Pink” diangkat untuk mengedukasi masyarakat bahwa setiap kasus kanker payudara bersifat unik dan membutuhkan penanganan yang spesifik. Sebagai simbol visual, ke-44 peserta mengawali kegiatan dengan melakukan cap ibu jari pada kanvas “Pohon Kehidupan”. Aktivitas ini melambangkan keberagaman karakteristik individu dan stadium penyakit yang tetap bersatu dalam satu ekosistem dukungan yang kuat.

Seminar edukasi ini menghadirkan para ahli untuk membedah kanker payudara dari berbagai sudut pandang teknis maupun praktis:

  1. dr. Johan Kurnianda, Sp. PD. KHOM memaparkan materi mengenai subtipe kanker payudara dan keunikan tiap tahap pengobatan. Beliau memperkenalkan konsep Targeted Therapy, yakni pengobatan yang bekerja secara spesifik pada target tertentu di sel kanker agar terapi lebih tepat sasaran.
  2. Aganetha Naura Permata, A.Md.Kes memberikan edukasi dari sisi fisioterapi, khususnya mengenai terapi pasca-mastektomi dan pencegahan lymphedema.
  3. Ibu Neni Puspitas Guningsih, S.Kep., Ners dan Ibu MM. Diyah Pujiastuti, S.Kep., Ners memandu demo praktis SADARI (Periksa Payudara Sendiri) menggunakan alat peraga guna meningkatkan kemampuan deteksi dini mandiri.

Kegiatan ditutup dengan seremoni “Ribbon of Hope”, di mana seluruh peserta menyatukan berbagai gradasi pita pink. Perbedaan warna pita tersebut melambangkan keragaman stadium dan pengalaman penyintas, namun penyatuannya melambangkan kekuatan, harapan, dan persatuan dalam melawan kanker.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus menjadi pusat layanan kesehatan yang tidak hanya unggul secara medis, tetapi juga hadir sebagai pendamping yang suportif bagi para pejuang kanker.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Mengenali Tanda Keganasan pada Anak Sejak Dini 5/5 (3)

Kanker pada anak merupakan masalah kesehatan serius yang sering kali terlambat dikenali. Meskipun jumlah kasusnya lebih kecil dibandingkan kanker pada orang dewasa, kanker termasuk salah satu penyebab kematian utama pada anak usia sekolah dan remaja. Permasalahan terbesar di Indonesia adalah sebagian besar anak dengan kanker datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi stadium lanjut, sehingga peluang kesembuhan dan kualitas hidup menjadi jauh lebih rendah. Padahal, banyak jenis kanker pada anak memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi apabila ditemukan dan ditangani sejak dini.

Berbeda dengan kanker pada orang dewasa, kanker pada anak tidak berkaitan dengan gaya hidup atau faktor perilaku. Penyebabnya sering kali tidak jelas dan gejalanya cenderung tidak khas. Anak, terutama usia kecil, juga belum mampu mengungkapkan keluhan secara baik. Oleh karena itu, peran orang tua, keluarga, guru, kader kesehatan, serta tenaga kesehatan di lini depan menjadi sangat penting dalam mengenali tanda-tanda awal keganasan pada anak.

Secara umum, keganasan pada anak dapat diawali oleh keluhan yang tampak ringan dan sering disalahartikan sebagai penyakit infeksi biasa. Anak dapat mengalami demam berulang atau berkepanjangan (> 2 minggu) tanpa sebab yang jelas, tampak pucat, lemah, mudah lelah, dan kurang aktif dibandingkan biasanya. Penurunan nafsu makan dan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, keringat malam, serta nyeri tulang atau sendi yang menetap dan semakin memberat, khususnya bila mengganggu aktivitas berjalan, juga merupakan tanda yang perlu diwaspadai. Selain itu, perdarahan spontan seperti mimisan berulang, gusi berdarah, atau munculnya bintik merah pada kulit, serta pembesaran kelenjar getah bening yang tidak nyeri dan terus membesar (tidak mengecil setelah 4-6 minggu, ukuran >2.5 cm , keras tidak nyeri, terletak di daerah supraklavikula, dapat menjadi petunjuk adanya keganasan.

Beberapa jenis kanker anak memiliki tanda khas yang relatif mudah dikenali.

  • Leukemia, sebagai kanker tersering pada anak, sering ditandai dengan pucat, demam tanpa sebab jelas, perdarahan kulit atau mukosa, nyeri tulang hebat, serta pembesaran hati, limpa, atau testis.
  • Retinoblastoma, kanker mata pada anak, memiliki tanda khas berupa leukokoria, yaitu tampakan putih pada bagian hitam mata seperti mata kucing saat terkena cahaya, yang sering disadari pertama kali oleh orang tua. Retinablastoma juga berkaitan dengan faktor genetik.
  • Kanker tulang, terutama osteosarkoma, biasanya ditandai dengan nyeri tulang yang semakin berat pada malam hari, disertai pembengkakan lokal yang terasa hangat, bahkan dapat menyebabkan patah tulang setelah trauma ringan.
  • Neuroblastoma dapat muncul sebagai benjolan di perut, mata menonjol, atau lebam di sekitar mata tanpa riwayat cedera. Limfoma maligna sering menunjukkan pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau lipat paha yang tidak nyeri, disertai demam, keringat malam, dan penurunan berat badan.
  • Karsinoma nasofaring pada anak dapat diawali dengan hidung tersumbat lama, mimisan berulang, gangguan pendengaran satu sisi, atau benjolan di leher.

Keganasan pada sistem saraf pusat dapat berupa tanda sakit kepala yang baru muncul terutama pada pagi hari atau hingga membangunkan anak dari tidur, disertai muntah, gangguan penglihatan, kelemahan anggota gerak, penurunan prestasi sekolah, dan perubahan perilaku yang progresif. Dari tanda tanda tersebut kewaspadaan terhadap gejala yang menetap, progresif, tidak sesuai usia, atau tidak respons terhadap pengobatan perlu segera dievaluasi untuk adaya keganasan oleh tenaga medis.

Deteksi dini kanker pada anak sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Data menunjukkan bahwa keterlambatan diagnosis merupakan penyebab utama tingginya angka kematian kanker anak di Indonesia. Bila kanker dikenali pada stadium dini dan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memadai, peluang hidup anak meningkat secara signifikan dan komplikasi jangka panjang dapat diminimalkan

Sebagai penutup, penting untuk ditekankan bahwa kanker pada anak bukanlah penyakit yang selalu berakhir fatal. Kewaspadaan terhadap perubahan kondisi anak, terutama bila keluhan tidak membaik dengan pengobatan biasa, merupakan langkah awal yang sederhana namun sangat menentukan. Deteksi dini, rujukan tepat waktu, dan penanganan yang sesuai dapat menyelamatkan nyawa serta masa depan anak.

 

Sumber :

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Pedoman Penemuan Dini Kanker pada Anak.2015

WHO. Childhood cancer. 2025. Diunduh dari : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer-in-children

Frias VL, Lopez MH, Garcia IC, Navas PI. How to suspect cancer in Primary Care.Pediatr Integral 2021; XXV (6): 283 – 295

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Christo Darius Junendytya, Sp. A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Perkuat Wawasan Mahasiswa di Bidang Rekam Medis Digital, Universitas Duta Bangsa Surakarta Kunjungi RS Panti Rapih Yogyakarta No ratings yet.

YOGYAKARTA, 4 FEBRUARI 2026 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan studi dari Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta pada Rabu (4/2). Sebanyak 110 peserta yang terdiri dari 90 mahasiswa dan 20 dosen pendamping hadir untuk mendalami implementasi manajemen rekam medis dan teknologi informasi kesehatan di dunia industri rumah sakit.

Acara yang berlangsung di Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6 ini dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Sthepani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi kesehatan untuk menghadapi tantangan digitalisasi layanan kesehatan.

Warsi Maryati, S.KM., MPH, selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih. “Kunjungan ini merupakan langkah krusial bagi mahasiswa kami untuk melihat langsung bagaimana teori di bangku kuliah, khususnya mengenai Rekam Medis Elektronik, diimplementasikan secara nyata di institusi kesehatan yang memiliki standar pelayanan tinggi,” ujarnya.

Setelah sesi tukar menukar kenang-kenangan dan foto bersama, agenda dilanjutkan dengan pemaparan komprehensif dari jajaran manajemen RS Panti Rapih:

  • Profil Rumah Sakit: Disampaikan oleh Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M. (Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama), yang memperkenalkan visi misi serta nilai-nilai pelayanan RS Panti Rapih.
  • Layanan Rekam Medis: Elizabet Erni Kurniawati, S.Tr.RMIK (Kepala Instalasi Rekam Medik) memaparkan alur dan tata kelola manajemen data pasien yang efektif.
  • Layanan JKN & Coding: Francisco Ximenes, A.Md. RMIK (Kepala Sub Instalasi Coding dan Verifikasi Klaim) menjelaskan teknis pengkodean medis dan proses klaim Jaminan Kesehatan Nasional.
  • Rekam Medis Elektronik (RME): Thomas Dhani Eka Kurniawan, S.Kom (Kepala Instalasi Teknologi Informasi) membedah sistem IT yang mendukung transformasi digital rumah sakit.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang dinamis, sebelum akhirnya rangkaian acara ditutup dengan hospital tour untuk melihat langsung fasilitas dan operasional layanan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, kedua belah pihak berharap dapat menjalin kemitraan yang berkelanjutan:

  • Bagi Universitas Duta Bangsa Surakarta: Diharapkan mahasiswa mendapatkan wawasan praktis dan pengalaman lapangan yang relevan, sehingga lulusan UDB memiliki kompetensi tinggi yang siap pakai di industri kesehatan, terutama dalam penguasaan Rekam Medis Elektronik.
  • Bagi RS Panti Rapih Yogyakarta: Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran RS Panti Rapih sebagai pusat pembelajaran (learning hospital) yang berkontribusi pada kemajuan pendidikan kesehatan di Indonesia, serta menjaring potensi SDM berkualitas di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Perkuat Layanan Geriatri, RS Condong Catur Lakukan Kunjungan Studi ke RS Panti Rapih No ratings yet.

YOGYAKARTA, 28 Januari 2026 – Rumah Sakit Panti Rapih menerima kunjungan resmi dari jajaran manajemen Rumah Sakit Condong Catur pada Rabu (28/1). Bertempat di Auditorium Gedung Borromeus, pertemuan ini menjadi ajang strategis bagi kedua institusi untuk saling berbagi pengetahuan, khususnya dalam pengembangan layanan kesehatan bagi pasien lanjut usia (geriatri).

Rombongan RS Condong Catur yang berjumlah 10 orang disambut langsung oleh Manajemen RS Panti Rapih. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari dr. Esdras Ardi Pramudita, DFIDN, MHPM, M.Sc, Sp.N, FAAN. selaku Direktur Medis RS Panti Rapih. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antar-fasilitas kesehatan demi meningkatkan kualitas hidup pasien di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Senada dengan hal tersebut, Bapak Ir. Noviantara Rollin, M.Th. M. BA., selaku Advisor PT KMP yang mewakili RS Condong Catur, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih dalam berbagi best practice pelayanan medis. Sebagai simbol jalinan kerja sama, acara dilanjutkan dengan serah terima cendera mata dan sesi foto bersama.

Memasuki sesi inti, Ibu Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M. (Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama) memaparkan profil RS Panti Rapih yang terus bertransformasi mengikuti kebutuhan zaman. Diskusi kemudian menjadi lebih mendalam dengan pemaparan tiga materi utama:

  1. Pendekatan Klinik Pasien Usia Lanjut: Disampaikan oleh Dr. dr. Ida I Dewa Putu Pramantara Setiabudi, Sp.PD., K.Ger, yang membedah perspektif gerontologi medik dalam menangani pasien lansia secara komprehensif.

  2. Layanan Golden Care: Ibu Natalia Padmawati Handayani, A.Md.Kep menjelaskan inovasi Klinik Golden Care dan layanan Home Care yang menjadi solusi bagi pasien yang membutuhkan perawatan berkelanjutan di rumah.

  3. Rehabilitasi Medis Geriatri: Bapak Yoga Nugraha Adi, A.Md.TW memaparkan peran penting tim rehabilitasi medis dalam menjaga kemandirian fisik pasien lansia.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan hospital tour, di mana para peserta meninjau langsung fasilitas unggulan di RS Panti Rapih guna melihat implementasi layanan yang telah dipaparkan.

Melalui kegiatan ini, kedua instansi berharap dapat membangun sinergi yang lebih erat dalam ekosistem kesehatan. Bagi RS Condong Catur, kunjungan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan layanan geriatri yang lebih terstruktur. Sementara bagi RS Panti Rapih, momen ini merupakan wujud komitmen sebagai institusi yang berperan aktif dalam edukasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan di Indonesia.

Semoga pertukaran ilmu ini mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih empati, profesional, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Mendengkur dan Stroke: Apa Hubungannya? 5/5 (13)

Mendengkur adalah kondisi umum yang bisa dialami siapa saja, tetapi tahukah Sahabat Sehat bahwa mendengkur bisa memicu stroke? Mitos atau fakta? Mari kita kenali lebih dalam.

Apa itu Mendengkur?

Mendengkur terjadi ketika saluran napas terhambat selama tidur, sehingga aliran udara yang keluar-masuk selama bernapas menyebabkan getaran dan menghasilkan suara. Hambatan saluran napas muncul karena otot di saluran pernapasan bagian atas (termasuk langit-langit mulut dan lidah) menjadi lemas selama tidur. Sumbatan tersebut akan cenderung lebih berat jika seseorang tidur dalam posisi terlentang.

Mendengkur sering dialami oleh orang obesitas, memiliki pembesaran amandel, leher pendek, dan kelainan rongga mulut. Semakin keras suara mendengkur, berarti semakin berat sumbatan saluran napas yang terjadi. Sebagian orang yang mendengkur akan mengalami periode berhenti bernapas. Kondisi ini disebut sebagai obstructive sleep apnea (OSA). Pasien yang mengalami OSA dapat mengalami beberapa keluhan seperti merasa mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan nyeri kepala.

OSA merupakan kondisi yang sering dijumpai. Akan tetapi, banyak penderitanya tidak terdiagnosis dan tidak tertangani dengan baik. Padahal kondisi ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan pembuluh darah dan jantung.

 

 

Hubungan Mendengkur dengan Stroke

OSA merupakan faktor risiko untuk penyakit pembuluh darah dan jantung, termasuk stroke. Semakin berat OSA, maka akan semakin tinggi risiko terserang stroke. Pada OSA, episode henti napas (apnea) dan/atau napas dangkal (hipopnea) memicu proses peradangan di seluruh tubuh. OSA juga memicu penurunan kadar oksigen dalam darah dan mengganggu irama tidur, sehingga pasien sering terbangun dan metabolisme tubuh terganggu. Kombinasi dari berbagai mekanisme ini akan merusak lapisan dalam pembuluh darah, memicu gangguan irama jantung, dan diabetes melitus. Pada akhirnya, OSA akan memicu stroke.

 

 

Bagaimana cara mencegah stroke akibat OSA?

Langkah pertama dan yang utama untuk mencegah stroke akibat OSA adalah dengan mendeteksi OSA terlebih dahulu. Pemeriksaan polisomnografi (PSG) adalah pemeriksaan baku emas (gold standard) untuk mendeteksi OSA. Pada pemeriksaan PSG, pasien tidur selama satu malam di rumah sakit. Beberapa alat akan dipasang di kepala, leher, dada, perut, dan kaki pasien. Dokter spesialis neurologi akan membaca hasil rekaman PSG. Dari hasil rekaman tersebut, kita dapat mengetahui secara objektif apakah pasien benar-benar mengalami OSA atau tidak. Kita juga dapat mengetahui seberapa parah OSA yang dialami pasien dan dapat mendeteksi apakah terdapat gangguan tidur lainnya.

 

 

Setelah menegakkan diagnosis OSA dengan menggunakan PSG, dokter spesialis neurologi dapat menentukan tindakan apa yang paling tepat bagi pasien. Setiap pasien OSA bisa memiliki penanganan yang berbeda-beda. Mendeteksi dan menangani OSA sedini mungkin dapat mencegah kemunculan berbagai penyakit, khususnya stroke. Penanganan OSA juga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien menjadi lebih bugar, tidak mudah lelah, tidak mudah mengantuk, dan performa kerja meningkat.

Oleh karena itu, pemeriksaan PSG penting untuk dilakukan.  Yuk, jaga kesehatan tidurmu!
Mau info lebih lanjut? Sahabat Sehat dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi di Rumah Sakit Panti Rapih.

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N

(Dokter Spesialis Neurolog RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Tingkatkan Standar Pelayanan, RS Panti Rapih Raih Sertifikasi Halal untuk 537 Produk Olahan Makanan dan Minuman 5/5 (16)

Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta kembali mempertegas komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan aman. Melalui dedikasi tinggi pada aspek kualitas konsumsi pasien, RS Panti Rapih secara resmi mengumumkan keberhasilannya meraih Sertifikasi Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI untuk seluruh lini penyediaan makanan dan minuman dengan pengolahan.

Sertifikat dengan Nomor ID34410039278780126 ini secara resmi diterbitkan di Jakarta pada tanggal 11 Januari 2026, berdasarkan ketetapan halal dari LPPOM MUI sebagai lembaga yang mengeluarkan fatwa. Pencapaian ini mencakup total 537 jenis olahan makanan dan minuman yang diproduksi oleh Instalasi Gizi RS Panti Rapih.

Lebih dari Sekadar Label: Wujud Perlindungan Konsumen

Bagi RS Panti Rapih, sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan label keagamaan, melainkan sebuah standar mutu yang mencakup aspek kebersihan (thayyib), keamanan, dan profesionalitas. Langkah strategis ini didasari oleh beberapa urgensi penting, yaitu :

  1. Kepatuhan Hukum & Kepastian Syariat:

Sesuai dengan UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, RS Panti Rapih memastikan seluruh proses operasionalnya patuh terhadap regulasi negara sekaligus memberikan jaminan bagi umat Islam dalam menjalankan perintah agama;

  1. Perlindungan & Keamanan Pasien:

Sertifikasi ini menjamin bahwa seluruh bahan, proses pengolahan, hingga penyajian bebas dari kontaminasi unsur haram dan dikelola dengan standar sanitasi dapur yang ketat;

  1. Standar Kualitas Internasional:

Proses sertifikasi halal menuntut manajemen risiko yang baik, mulai dari alur produksi hingga distribusi. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas gizi dan keamanan pangan bagi pasien.

Melangkah Lebih Sehat di Tahun 2026

RS Panti Rapih meyakini bahwa proses penyembuhan yang optimal dimulai dari apa yang dikonsumsi oleh pasien. Dengan adanya sertifikasi ini, pengunjung maupun pasien kini dapat merasa lebih tenang, nyaman, dan percaya terhadap kualitas gizi yang disajikan.

“Sertifikasi ini adalah bentuk transparansi dan tanggung jawab kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap hidangan yang keluar dari Instalasi Gizi kami tidak hanya bernutrisi, tetapi juga membawa keberkahan dan rasa aman bagi yang mengonsumsinya,” ujar Gregoria Siska Widyawati, S.Gz (Kepala Instalasi Gizi RS Panti Rapih).

Melalui pencapaian ini, RS Panti Rapih berharap dapat terus meningkatkan reputasi sebagai institusi kesehatan yang profesional, transparan, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Informasi lebih lanjut :

Instalasi Gizi RS Panti Rapih

No. WA : 0811-2847-278

 

Mohon dapat memberikan rating

Wujudkan Generasi Emas 2045, RS Panti Rapih Gelar Talkshow Edukasi Gizi di Hari Gizi Nasional ke-66 No ratings yet.

YOGYAKARTA, 22 Januari 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-66 sekaligus merayakan HUT ke-4 Kafe Nutri Eatery, Instalasi Gizi RS Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Gizi Optimal Untuk Generasi Emas Yang Aktif Sehat dan Berkualitas”. Acara yang berlangsung di Lounge Lantai 2 Gedung Borromeus ini bertujuan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan pemahaman gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Sthepani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kualitas SDM Indonesia di masa depan sangat bergantung pada status gizi anak sejak dini. “Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi soal masa depan kognitif dan produktivitas anak. Jika tidak ditangani serius sejak masa kehamilan dan masa sekolah, peluang kita mencapai Generasi Emas 2045 bisa terhambat,” ujar dr. Sthepani.

Talkshow ini menghadirkan perspektif menyeluruh dari tiga narasumber ahli untuk memberikan solusi nyata bagi para kader puskesmas binaan, unit karya, dan ibu dengan anak bawah dua tahun (baduta):

dr. Galuh Martin Maytasari, Sp.A, M.Sc: Mengupas strategi eksplorasi makanan untuk mencegah perilaku pilih-pilih makanan (picky eating) yang sering menjadi pemicu defisiensi nutrisi.

dr. Noviani, Sp.GK: Menekankan pentingnya persiapan gizi ibu bahkan sejak sebelum kehamilan sebagai fondasi utama pencegahan stunting.

Melia Mega Kurnia C, S.Gz: Memberikan panduan praktis mengenai tekstur dan variasi MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang berkualitas untuk mendukung perkembangan otak di periode emas.

Melalui rangkaian kegiatan ini, RS Panti Rapih Yogyakarta membawa harapan besar bagi berbagai pihak:

  • Bagi Peserta (Ibu & Kader): Diharapkan para ibu dan kader kesehatan memiliki kepercayaan diri dan pengetahuan praktis dalam mengelola asupan gizi keluarga, mampu mempraktikkan pembuatan MPASI yang tepat, serta lebih proaktif dalam memantau tumbuh kembang anak secara mandiri.
  • Bagi RS Panti Rapih: Kegiatan ini diharapkan memperkuat peran RS Panti Rapih sebagai mitra kesehatan masyarakat yang tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya preventif. Selain itu, diharapkan Kafe Nutri Eatery semakin dikenal sebagai pusat penyediaan nutrisi sehat yang mendukung gaya hidup berkualitas bagi pasien dan pengunjung.

Dengan sinergi antara rumah sakit, fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas), dan masyarakat, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi di kancah global.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Gizi RS Panti Rapih
WA : 08112847278

Mohon dapat memberikan rating