Berdamai dengan Depresi 4.29/5 (7)

“You are not alone”

Ingat depresi dapat dialami oleh siapapun.

Menurut WHO (2021), depresi merupakan gangguan psikologis yang diperkirakan terjadi pada 5% penduduk dewasa di dunia. Depresi ditandai dengan adanya perasaan sedih, suasana hati kosong, disertai dengan perubahan somatik dan kognitif yang secara signifikan mempengaruhi kapasitas individu untuk berfungsi dengan baik (American Psychiatric Association, 2013).

Dari pengalaman penulis selama berpraktek sebagai Psikolog Klinis di Rumah Sakit Panti Rapih, pasien dengan depresi mengeluhkan rasa tidak nyaman, pada aspek pikiran, perasaan, perilaku dan muncul pertanyaan berulang mengganggu, seperti:

  1. kondisi tersebut akan berlangsung sampai kapan?
  2. jangan-jangan kondisi ini adalah permanen (selamanya)?
  3. “Rasa gelap” dan tidak pasti tentang kehidupan
  4. Rasa hidupku tidak normal, kapan hidupku akan kembali normal?
  5. Hilangnya arah dan kebermaknaan hidup
  6. Terbebani pola pikir black and white thinking(pola pikir hitam atau putih)– berpikir ekstrim, baik atau buruk, sukses atau gagal. Contoh: Kalau aku tidak diterima Universitas A maka hidupku gagal/ hancur.
  7. Gangguan tidur dan Gangguan Makan
  8. Ide atau dorongan mengakhiri hidup (suicidal ideation)

Perbedaan depresi dengan rasa sedih yang wajar

Perasaan sedih wajar terjadi ketika seseorang baru saja mengalami suatu peristiwa negatif atau sulit dalam masa hidupnya. Hal ini baru dikatakan menjadi tidak wajar dan mengarah pada gangguan depresi jika memenuhi kriteria diagnostik, diantaranya jika keluhan terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu dua minggu atau lebih dan sampai mengganggu fungsi seseorang, misalnya dalam tugasnya menjalankan pendidikan, pekerjaan maupun hubungan sosial.

Contoh kasus: seorang mahasiswa sedang skripsi dengan diagnosa depresi mengalami hambatan untuk bangun dan berangkat ke kampus berkonsultasi dengan dosen pembimbingnya, bahkan untuk sekedar membuka laptopnya, kamarnya berantakan, rawat diri menurun, mematikan HP-nya dan mengisolasi diri dari keluarga dan teman-temannya.

Gangguan depresi juga berhubungan dengan ketidakseimbangkan kimiawi dalam otak. Efek depresi bisa bertahan lama atau berulang, tergantung kasusnya.

Hal yang patut diperhatikan adalah tidak berarti semua perasaan sedih, berduka, kehilangan adalah depresi. Rasa sedih adalah respon yang normal dalam kondisi tertentu dan justru diperlukan untuk memproses keadaan dan meregulasi emosi/ perasaan.

Apakah tingkat depresi dapat diukur?

Ya. Depresi bervariasi gejalanya dari tingkat ringan, sedang hingga berat. Tersedia treatment yang efektif untuk setiap tingkatan depresi tersebut (WHO, 2021).

Salah satu alat tes psikometri yang populer digunakan adalah Beck Depression Inventory (BDI). BDI diterbitkan pertama kali tahun 1961 oleh Psikiater Amerika Serikat bernama Aaron T. Beck, bersama koleganya. Menurut Beck dan Alford (2009), depresi merupakan suatu gangguan psikologis yang ditandai adanya penyimpangan pikiran, perasaan dan perilaku. Individu yang mengalami gangguan depresi merasakan kesedihan, kesendirian, menurunnya konsep diri dan menunjukkan perilaku menarik diri dari lingkungan.

Stay hopeful – Depresi dapat dicegah dan diobati

Depresi adalah kondisi yang umum, namun cukup serius dan mengganggu fungsi atau peran seseorang jika dibiarkan tanpa bantuan dukungan sosial dari lingkungan (orangtua, keluarga, teman, guru, dosen, dsb) dan tanpa penanganan profesional, oleh Psikolog Klinis dan Psikiater.

 

Jika Anda sedang mengalami masa sulit atau depresi, pahami dengan pikiran tenang dan jernih bahwa kondisi Anda saat ini tidaklah permanen, meskipun peristiwa hidup yang anda alami adalah peristiwa merubah hidup yang permanen atau bersifat jangka panjang, misalnya seseorang yang anda cintai meninggal, kondisi penyakit kronis, ataupun kasus lainnya.

Walaupun peristiwa itu adalah hal yang tidak bisa diubah atau permanen, namun Anda sebagai manusia akan selalu bertumbuh dan berubah, tidak selamanya mind set Anda akan dalam kondisi sama dengan saat anda mengalami peristiwa negatif tersebut. Anda akan beradaptasi, berkembang dan mempunyai mindset dan kekuatan mental yang baru dan ter-update.

Kabar baiknya adalah manusia mempunyai kekuatan beradaptasi, hanya saja setiap manusia mempunyai kecepatan yang berbeda-beda dalam beradaptasi. Maklumi dan bersabarlah dengan diri Anda sendiri di masa tersebut. Perlakukan diri dengan penuh kesabaran, sebagaimana Anda mengharapkan orang tua dan sahabat anda memperlakukan diri anda dengan penuh rasa kasih dan empati di masa sulit.

Luangkan waktu untuk rutin journaling dengan menuliskan isi pikiran dan perasaan anda dalam buku yang bersifat private. Ini akan menjadi panduan bagi anda dalam memetakan masalah hidup, menemukan negative believe (keyakinan negatif) dan nantinya dikoreksi menjadi pola pikir yang lebih netral ataupun lebih konstruktif (bermanfaat).

Apa yang dapat Anda Lakukan jika keluarga atau teman Anda mengalami depresi?

Pahami depresi bukanlah disebabkan karena kurangnya bersyukur dan tidak juga berkaitan dengan kurang dekatnya seseorang pada Tuhan.

Depresi juga bukan dikarenakan yang bersangkutan enggan berpikir positif, lemah, mencari perhatian ataupun malas. Ini adalah beberapa miskonsepsi tentang depresi yang umum beredar.

Nasehat orangtua, keluarga, teman, dan lingkungan lainnya yang berotasi pada topik-topik tersebut justru akan membuat penderita depresi menutup diri dan berhenti untuk menceritakan kondisinya karena merasa tidak dimengerti dan merasa dihakimi.

Hindari pemberian nasehat semacam ini karena justru akan berefek negatif, bahkan merusak relasi Anda dengan anggota keluarga atau teman anda yang sedang mengalami depresi.

Lalu apa yang mesti Anda lakukan sebagai pendamping?

  • Edukasi diri Anda tentang depresi, ini akan menjadikan Anda lebih mampu mendampingi
  • Komunikasi empati dan jadilah pendengar yang baik, hadir baginya untuk memberikan dukungan.
  • Hindari menilai ringan atau beratnya peristiwa hidup yang memicu kondisi yang bersangkutan, ingat setiap orang mempunyai kapasitas yang berbeda.
  • Tawarkan bantuan untuk pekerjaan rumah tangga sederhana, seperti merapikan kamarnya, membantunya dengan laundry, urusan kampus dan hal lainnya atas ijin yang bersangkutan yang dapat meringankan beban/ tanggung jawabnya.
  • Ajak dan temani yang bersangkutan untuk mendapatkan pertolongan profesional dari Psikolog Klinis dan Psikiater untuk mendapatkan konseling dan pengobatan.

 

Akhir kata, penulis ingin menyampaikan salah satu quotes inspiratif bagi Anda yang sedang depresi atau melalui masa sulit “Don’t curse the darkness, light a candle” – Janganlah mengutuk kegelapan, melainkan nyalakanlah lilin” oleh Eleanor Roosevelt.

 

Daftar Pustaka

American Psychiatric Association. 2013. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder Fifth Edition (DSM-V). Washington: American Psychiatric Publishing.

Beck, A.T. & Alford, B.A. 2009. Depression: Cause and Treatment (2nd ed). Philadelphia: University of Pennsylvania Press.

World Health Organization. 2021. Depression. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/depression. Diakses 27 Januari 2023.

 

Artikel ini ditulis oleh :

Veenu, S.Psi., M.Psi., Psikolog

(Clinical Psychologist RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Info Pelayanan :
Klinik Psikologi
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Senin, Rabu, Kamis, Jumat pk 14.00 – 15.00 WIB
Selasa pk 18.00 – 19.00 WIB
Sabtu pk 16.00 – 17.00 WIB

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating