RS Panti Rapih Yogyakarta Adakan Seminar untuk Tingkatkan Pengetahuan tentang Penyakit Kardiovaskuler 5/5 (1)

Pada Sabtu, 30 November 2024, RS Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan seminar bertajuk “Beyond the Beat: Understand More on Cardiac Diseases” yang bertempat di Auditorium Lantai 6, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di bidang diagnosis dan penanganan penyakit kardiovaskuler, khususnya melalui pengenalan parameter imunologi terkini.

Seminar ini dihadiri oleh 40 peserta secara luring dan 277 peserta secara daring. Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephanie Maria Nainggolan, M.Kes, yang menekankan pentingnya kolaborasi antarprofesi tenaga kesehatan dalam meningkatkan layanan kesehatan, terutama dalam penanganan penyakit jantung sebagai salah satu penyebab utama kematian di Indonesia.

 

Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan tantangan besar dalam dunia kesehatan. Data WHO mencatat lebih dari 17 juta kematian di dunia disebabkan oleh penyakit ini setiap tahunnya. Di Indonesia, jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskuler mencapai 651.481 orang per tahun. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi penyakit jantung meningkat signifikan dari 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018.

Seminar ini mengangkat peran laboratorium dalam mendeteksi dini penyakit kardiovaskuler melalui pemeriksaan parameter seperti Troponin I dan CK-MB, yang kini diperbarui dengan sensitivitas tinggi melalui penggunaan hs-Troponin I. Parameter ini telah menjadi biomarker utama untuk diagnosis awal serangan jantung, memungkinkan intervensi yang lebih cepat dan tepat.


Seminar ini menghadirkan empat narasumber yang ahli di bidangnya, dengan materi sebagai berikut:

  1. “Acute Coronary Syndrome (ACS) in Daily Clinical Practice: Let’s Ask the Expert”
    oleh Prof. Dr. dr. Lucia Kris Dinarti, Sp.PD, Sp.JP(K).
  2. “Innovations in ACS Diagnosis: Moving Beyond the Troponin Test”
    oleh Prof. dr. Budi Mulyono, SpPK(K), MM.
  3. “Update Specific Cardiac Marker: A Multi Centre Study Result”
    oleh Ida Faridah, AMAK, SKM.
  4. “Biomarkers of Critical Cardiovascular Disease and Technological Solutions in IVD”
    oleh Dr. Tina Liu.

Seminar ini diselenggarakan untuk berbagai profesi tenaga kesehatan, termasuk Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM), Teknisi Transfusi Darah, Dokter Umum, dan berbagai spesialis medis seperti Kardiovaskular, Penyakit Dalam, dan Patologi Klinik. Peserta diharapkan dapat memahami inovasi terbaru dalam diagnosis penyakit kardiovaskuler dan peran biomarker dalam mendukung keputusan klinis.

Melalui seminar ini, RS Panti Rapih berharap dapat mendorong profesionalisme dan kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani penyakit jantung. Rumah sakit berkomitmen untuk terus mendukung kolaborasi dan pengembangan pengetahuan di bidang medis, khususnya dalam inovasi teknologi diagnosis kardiovaskuler.

RS Panti Rapih mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasinya. Semoga wawasan yang didapatkan dari seminar ini dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Usia Muda No ratings yet.

Jantung merupakan organ yang sangat penting dalam tubuh kita dengan tugas utama memompa darah untuk mengirimkan oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh. Kondisi di mana terjadi gangguan pada komponen-komponen jantung yang memengaruhi fungsi normalnya disebut sebagai penyakit jantung. Jenis-jenis penyakit jantung dapat meliputi penyakit jantung koroner, gagal jantung, aritmia, dan kelainan jantung bawaan. Adanya penyakit jantung dapat menyebabkan gangguan kemampuan jantung dalam memompa darah secara efisien dan berpotensi menjadi ancaman serius bagi kesehatan individu.

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dan jumlah kasusnya menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Semakin banyak kasus penyakit jantung juga muncul sejak usia muda. Selaras dengan tema Hari Jantung Sedunia tahun 2023 ini yaitu “Use Heart, Know Heart”, penting bagi kita untuk memahami berbagai faktor risiko yang dapat membahayakan kesehatan jantung antara lain tekanan darah tinggi, kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan gula darah puasa tinggi, kelebihan berat badan atau obesitas, rendahnya aktivitas fisik, merokok, dan polusi udara. Berita baiknya, banyak dari faktor risiko penyakit jantung dapat dikendalikan atau dicegah dengan langkah-langkah yang tepat. Gaya hidup sehat, terutama jika dimulai sejak usia muda, dapat berperan penting dalam mencegah penyakit jantung.

  1. Menjaga Berat Badan Ideal

Salah satu faktor risiko utama penyakit jantung adalah berat badan berlebih. Kondisi kelebihan berat badan (overweight) atau obesitas ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi dari kondisi normal, yaitu >25–27,0 kg/m2 untuk kelebihan berat badan atau gemuk dan >27,0 kg/m2 untuk obesitas. Untuk mencapai berat badan yang dianggap normal, penting untuk menjaga IMT dalam kisaran 18,5 hingga 25 kg/m2. IMT dapat diukur dengan rumus berikut:

Selain IMT, lingkar perut juga dapat menandakan adanya obesitas yang dapat memicu berbagai masalah untuk jantung. Untuk laki-laki, batas aman lingkar perut adalah 90 cm. Sedangkan batas aman lingkar perut untuk perempuan adalah 80 cm. Berat badan yang sehat dan ideal dapat dicapai dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur.

  1. Pola Makan Sehat

Makanan adalah salah satu faktor kunci dalam menjaga kesehatan jantung. Makan makanan dengan gizi seimbang yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan sumber protein yang rendah lemak dapat membantu mengontrol berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Hindarilah makanan olahan yang tinggi garam, gula, dan lemak jenuh hingga makanan cepat saji yang tidak sehat.

Penting juga untuk memahami berapa banyak asupan kalori yang seharusnya Anda konsumsi untuk menjaga berat badan Anda. Biasanya, informasi tentang gizi dan kalori pada label makanan didasarkan pada kebutuhan energi harian sekitar 2.150 kalori. Namun, kebutuhan kalori Anda dapat berbeda, tergantung pada berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik Anda.

  1. Aktivitas Fisik Teratur

Aktivitas fisik adalah kunci lainnya dalam menjaga kesehatan jantung. Untuk mencapai manfaat aktivitas fisik yang optimal, penting untuk menerapkan prinsip BBTT yaitu Baik, Benar, Terukur, dan Teratur. Ini mencakup pemilihan aktivitas fisik aerobik dengan intensitas sedang-berat yang dilakukan dengan durasi minimal 150–300menit/minggu atau idealnya minimal 30 menit/hari dalam 5 hari/minggu. Jenis aktivitas fisik aerobik seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau latihan kardiovaskular lainnya dapat dilakukan. Aktivitas fisik yang dilakukan secara benar dan rutin dapat membantu menjaga berat badan yang sehat, meningkatkan sirkulasi darah, mengontrol tekanan darah, memperkuat jantung, dan mengurangi risiko penyakit jantung.

  1. Hindari Merokok dan Minuman Beralkohol Berlebihan

Merokok adalah salah satu kebiasaan yang paling berbahaya bagi kesehatan jantung Anda. Rokok—baik rokok konvensional, vape, maupun produk tembakau atau nikotin lainnya—mengandung berbagai zat kimia beracun yang dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan risiko pembentukan plak aterosklerosis yang dapat menyumbat arteri jantung. Merokok juga mengurangi kemampuan jantung untuk memompa darah dengan efisien dan menurunkan kadar oksigen dalam darah. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat memperbesar risiko terkena penyakit jantung. Oleh karena itu, langkah terbaik yang dapat Anda ambil untuk menjaga kesehatan jantung Anda adalah dengan menghindari merokok sepenuhnya atau berhenti merokok jika Anda seorang perokok serta untuk mengonsumsi alkohol secara bijak.

  1. Kelola Stres dengan Baik

Stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan tekanan darah, meningkatkan peradangan dalam tubuh, dan memicu perilaku yang tidak sehat seperti merokok atau konsumsi makanan tidak sehat sehingga berdampak negatif pada kesehatan jantung Anda. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik melalui teknik-teknik seperti meditasi, yoga, olahraga, atau bahkan hanya menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga dan teman-teman. Stres yang terkontrol akan membantu menjaga tekanan darah Anda tetap stabil, menjaga kesehatan jantung, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

  1. Periksakan Kesehatan Secara Rutin

Terakhir, penting untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin oleh tenaga medis profesional. Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi faktor risiko jantung seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tidak seimbang, atau diabetes secara dini. Dengan pemantauan yang tepat, Anda dapat mengidentifikasi masalah kesehatan jantung lebih awal dan mengambil tindakan preventif yang diperlukan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan jantung dan penilaian risiko kardiovaskular Anda, serta untuk mendiskusikan gaya hidup dan kebiasaan makan sehat yang sesuai.

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Vita Yanti, M.SC., PH.D., Sp.PD.,Sp.JP

(Dokter Spesialis Jantung RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Jantung
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Kateterisasi Jantung 5/5 (1)

Penyakit jantung merupakan penyakit peringkat pertama penyebab kematian di dunia. Satu dari lima kematian yang terjadi disebabkan oleh penyakit jantung, Jantung Koroner.

Penyebab Jantung Koroner
Pada awalnya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner) dan hal ini lama-kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jaringan ikat, pengapuran, pembekuan darah dan lain sebagainya yang semuanya itu akan menyumbat pembuluh darah. Akibatnya otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari Angina Pectoris (nyeri dada) sampai Infark Jantung (serangan jantung) yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Faktor Risiko yang dapat menimbulkan penyakit jantung koroner sebagai berikut:
– Kadar Kolesterol Total dan LDL tinggi
– Kadar Kolesterol HDL rendah
– Kebiasaan merokok
– Diabetes Mellitus
– Obesitas (Kegemukan)
– Riwayat keturunan penyakit jantung dalam keluarga
– Kurang olah raga
– Stress

Bila Anda menyandang salah satu faktor diatas, dianjurkan untuk melakukan screening dan pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala kepada Dokter Spesialis Jantung. Deteksi Penyakit Jantung Koroner Penyakit Jantung Koroner dapat diketahui melalui pemeriksaan dan konsultasi oleh dokter spesialis jantung. Dan dengan bantuan pemeriksaan Calcium Scoring Jantung (CAT Scanning) yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan ECG, Treadmill Test dan Arteriografi Koroner (Kateterisasi). Hasil dari Calcium Scoring Jantung akan diikuti dengan pemeriksaan lebih lanjut apabila didapatkan hasil yang positif.

Apa itu Kateterisasi Jantung?
Merupakan prosedur diagnose untuk memeriksa fungsi jantung dan pembuluh darah, khususnya pembuluh darah koroner. Pemeriksaan untuk mengetahui kondisi pembuluh darah koroner yang disebut sebagai Angiografi koroner, berguna untuk mendeteksi adanya lokasi penyumbatan dan seberapa berat sumbatan yang terjadi di pembuluh darah koroner. Pemeriksaan kateterisasi jantung bersifat invasif. Sebuah selang yang panjang, tipis dan fleksibel, disebut juga kateter, dimasukkan ke dalam tubuh melalui pembuluh darah besar pada pangkal paha / selangkangan, lengan atau pergelangan tangan. Secara perlahan kateter dimasukkan sampai aorta (pembuluh darah utama yang keluar dari jantung) tempat muara pembuluh darah koroner.

Bagaimana dengan hasil Kateterisasi Jantung?
Dokter akan menjelaskan hasil film yang direkam selama tindakan dan kemungkinan pengobatan selanjutnya. Bila hasil dari film tersebut diketahui adanya penyempitan pembuluh koroner, maka dokter akan memberitahukan tindakan pengobatan selanjutnya, apakah cukup dengan obat atau dengan tindakan pelebaran bagian pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat dengan metode ditiup / balonisasi. Atau harus dilakukan Operasi Jantung Terbuka (Open Heart Surgery) untuk memasang pembuluh darah baru menggantikan pembuluh darah jantung yang tersumbat disebut Coronary Artery Bypass Surgery (CABG).

Efek Kateterisasi Jantung
Pada umumnya tindakan kateterisasi jantung memiliki risiko sangat kecil. Biasanya pemeriksaan kateterisasi berlangsung tanpa masalah. Dan data statistic menunjukkan angka keberhasilan sangat tinggi. Akan tetapi, kemungkinan timbulnya komplikasi juga tidak boleh diabaikan.
Komplikasi yang timbul seperti :
â—Ź Pendarahan, infeksi dan rasa sakit di daerah tempat kateter
dimasukkan
â—Ź Reaksi alergi
â—Ź Aritmia jantung
â—Ź Infark myocardial
â—Ź Turunnya tekanan darah
â—Ź Gangguan fungsi ginjal
Risiko tinggi terjadinya komplikasi pada penderita diabetes dan gangguan ginjal

Apa yang dimaksud dengan tindakan PTCA – PCI (peniupan) itu?
Tindakan peniupan atau balonisasi atau angioplasty bertujuan untuk melebarkan penyempitan pembuluh koroner dengan menggunakan kateter khusus yang ujungnya mempunyai balon. Balon dimasukkan dan dikembangkan tepat di tempat penyempitan pembuluh darah jantung. Dengan demikian penyempitan tersebut menjadi terbuka. Untuk mempertahankan pembuluh darah yang telah dilebarkan, akan dilakukan pemasangan ring (stent). Cara ini sangat aman dan tingkat keberhasilannya cukup tinggi.

Rumah Sakit Panti Rapih telah memiliki fasilitas serta teknologi medis khusus untuk melakukan tindakan kateterisasi jantung (Cathlab). Dan dokter spesialis jantung yang sangat berpengalaman serta tenaga medis yang handal semakin menjamin ketepatan diagnosa dan terapi. Anda tidak perlu berobat ke luar negeri, karena sarana yang serupa dengan yang terdapat di luar negeri / negara tetangga sekarang sudah ada di Yogyakarta tepatnya di RS Panti Rapih.

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Jantung
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating