Kunjungan RS Elisabeth Ganjuran ke RS Panti Rapih Yogyakarta 5/5 (3)

Pada hari Sabtu, 3 Mei 2025, RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan kehormatan dari RS Elisabeth Ganjuran yang diwakili oleh 7 orang peserta. Acara yang berlangsung di Ruang Antonius Lantai 2 ini turut dihadiri oleh tamu istimewa, Marsekal Pertama TNI dr. Djunadi MS., Sp.KP, selaku Direktur PT. Sinar Roda Utama Jakarta.


Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Nainggolan, M.Kes., yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini sebagai bentuk sinergi antarlembaga pelayanan kesehatan Katolik dalam semangat persaudaraan dan peningkatan mutu layanan.

Selanjutnya, dr. Tandean Arif Wibowo, M.P.H., selaku Direktur Utama RS Elisabeth Ganjuran, memberikan sambutan balasan yang menyatakan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari RS Panti Rapih, serta harapan besar untuk menjalin kerja sama jangka panjang yang produktif.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama sebagai tanda kenangan dan penghormatan atas pertemuan ini.

Kemudian, dr. Tandean memaparkan rencana pembangunan Gedung Hemodialisa RS Elisabeth Ganjuran, yang ditujukan untuk meningkatkan layanan terapi ginjal bagi masyarakat di wilayah Bantul dan sekitarnya. Paparan ini menjadi awal diskusi yang sangat konstruktif mengenai tantangan, peluang, dan standar mutu layanan Hemodialisa.

 

Paparan dilanjutkan oleh Bapak  Agustinus Dalmasius, S.Kep., Ns., selaku Penanggung Jawab Fasilitas dan Mutu Instalasi Hemodialisa RS Panti Rapih. Dalam presentasinya, beliau menjelaskan proses operasional, sistem mutu, serta pendekatan humanis dalam pelayanan pasien HD yang selama ini menjadi ciri khas RS Panti Rapih.

Acara kemudian memasuki sesi tanya jawab dan diskusi interaktif, di mana kedua belah pihak saling bertukar wawasan dan pengalaman untuk saling memperkaya pengelolaan layanan Hemodialisa.

Sebagai penutup, rombongan diajak untuk melakukan kunjungan langsung ke Instalasi Hemodialisa RS Panti Rapih, guna melihat lebih dekat sistem kerja, tata ruang, serta interaksi layanan yang diberikan kepada pasien.

Harapan dari Kegiatan Ini:

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kemitraan strategis antara RS Elisabeth Ganjuran dan RS Panti Rapih, khususnya dalam bidang pengembangan layanan Hemodialisa. Kedua institusi sepakat bahwa kolaborasi antar rumah sakit  sangat penting untuk memperkuat jaringan pelayanan kesehatan yang unggul, inklusif, dan berorientasi pada mutu serta kasih dalam pelayanan.

Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar, tidak hanya bagi kedua rumah sakit, tetapi juga bagi masyarakat luas yang dilayani.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Kunjungan SMC RS Tlogorejo Semarang ke RS Panti Rapih Yogyakarta: Pertukaran Pengetahuan dalam Bidang Hemodialisis 4.92/5 (13)

Pada hari Sabtu, 10 Agustus 2024, RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan dari SMC RS Tlogorejo Semarang. Kunjungan ini menjadi momen penting dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar kedua rumah sakit, khususnya dalam bidang pelayanan hemodialisis.

Sambutan Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephanie Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, dr. Stephanie menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan SMC RS Tlogorejo yang telah memilih RS Panti Rapih sebagai tujuan kunjungan. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Selain dr. Stephanie, kunjungan ini juga dihadiri oleh beberapa pimpinan dan staf medis dari RS Panti Rapih, antara lain:

  • dr Djati Prasodjo, Sp. Rad(K)RI, M.Sc, Direktur Medis RS Panti Rapih

  • dr Triharnoto, MBA, M.Sc, Sp.PD-KGH, Kepala Instalasi Hemodialisa
  • dr Putri Risqi Septy Amelia, dokter pelaksana pelayanan hemodialisa

  • Bapak Dalmatius Agustinus, SKep.Ns, Penanggungjawab Fasilitas dan Mutu Hemodialisa
  • Ibu Christiana Andriyani, A.Md Kep, Perawat Hemodialisa
  • Dr. dr Jodi Visnu, M.P.H, Hospital Representative

Dalam kesempatan ini, Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H memaparkan company profile RS Panti Rapih Yogyakarta. Presentasi ini mencakup berbagai aspek layanan rumah sakit, dengan fokus khusus pada instalasi hemodialisis.

Kepala Unit Dialisis SMC RS Tlogorejo, NS. Amalia Noviyanti, S. Kep, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh RS Panti Rapih. NS. Amalia menekankan pentingnya kunjungan ini dalam upaya meningkatkan layanan hemodialisis di SMC RS Tlogorejo melalui pembelajaran dari pengalaman dan praktik terbaik yang diterapkan di RS Panti Rapih.

Tim dari RS Panti Rapih kemudian memaparkan profil lengkap layanan hemodialisis, yang meliputi:

  • Sumber Daya Manusia (SDM): Kompetensi dan pengalaman tim medis serta staf pendukung yang terlibat dalam pelayanan hemodialisis.
  • Fasilitas dan Barang Habis Pakai: Peralatan dan bahan-bahan yang digunakan dalam prosedur hemodialisis, serta standar kebersihan dan keselamatan yang diterapkan.
  • Layanan: Proses alur pasien dari pendaftaran hingga pelaksanaan hemodialisis, jenis-jenis tindakan dan layanan yang diberikan, serta sistem administrasi pasien yang efisien.

Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih erat antara RS Panti Rapih dan SMC RS Tlogorejo. Diharapkan, pertukaran pengetahuan dan pengalaman ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan hemodialisis di kedua rumah sakit. Penutup kunjungan ini yaitu Hospital Tour, dan Inslatasi Hemodialisa menjadi salah satu tujuan dari Hospital Tour untuk melihat langsung pelayanan hemodialisis.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Gizi Pada Ginjal Kronik dengan Hemodialisis (Cuci Darah) 4.94/5 (36)

Penyakit Gagal Ginjal Kronik / Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan suatu keadaan saat ginjal mengalami percepatan kehilangan fungsi ekskresi, hormonal, dan metabolik yang sifatnya tidak bisa dikembalikan. Fungsi ekskesi ginjal adalah melakukan pengeluaran produk akhir metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh, seperti urea. Fungsi endokrin ginjal adalah memproduksi enzim dan hormon, seperti renin untuk pengaturan tekanan darah, eritopoitein untuk sintesis eritrosit, dan mengatur metabolisme kalsium (Ramayulis, 2016). Penurunan fungsi ginjal pada CKD berlangsung perlahan, mulai dari CKD tahap 1 sampai dengan tahap 5.

Menurut Almatsier (2008), pada CKD tahap 5, pasien dianjurkan untuk menerima terapi dialisis. Dialisis dilakukan dimana ginjal tidak mampu lahi mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme, mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, serta memproduksi hormon-hormon. Dialisis dilakukan apabila hasil Glomerular Filtration Rate (GFR) < 15ml/menit. Dialisis yang paling banyak dilakukan adalah hemodialisis.

Apa itu Hemodialisis?

Hemodialisa didefiniskan sebagai pergerakan larutan dan air dari darah pasien melewati membran semipermiabel (dializer) ke dalam dialisat (Nuari dan Dhina, 2017). Pada proses hemodialisis, aliran darah ke ginjal dialihkan melalui membran semipermiabel dari mesin cuci ginjal sehingga produk-produk sisa metabolisme dapat dikeluarkan dari tubuh. Menurut Sitasari, dkk (2017), hemodialisis menggantikan fungsi ekskresi dari ginjal. Fungsi metabolik dan hormonal dapat digantikan dengan terapi farmakologik dan terapi gizi.

Pada saat hemodialisis, terjadi kehilangan darah, vitamin larut air. Kehilangan 4-9 gram asam amino, dan 2-3 gram peptida terbuang setiap satu sesi hemodialisis yaitu sekitar 4-5 jam. Hemodialisis dapat menyebabkan terjadinya suatu peradangan, menyebabkan pemecahan protein tubuh, sehingga hal tersebut dapat mengakibatkan penurunan berat badan dan status gizi.

Pengaturan Makan / Diet pada Pasien Hemodialisis

Pada pasien dengan hemodialisis, diharpakan mengkonsumsi makanan yang cukup energi dan mengkonsumsi makanan tinggi protein untuk menggantikan kehilangan asam amino dan zat gizi lain yang hilang selama proses hemodialisis. Anjuran diet didasarkan pada frekuensi dialisis, sisa fungsi ginjal, dan ukuran tubuh.

Tujuan diet yang diberikan untuk pasien dengan hemodialisis menurut Cornelia (2013), yaitu:

  1. Mengurangi penumpukan sampah uremi
  2. Mengurangi penumpukan cairan dan elektrolit di luar waktu dialisis
  3. Memperbaiki status gizi
  4. Mencegah defisiensi protein, asam amino, dan vitamin

Secara umum, pedoman diet untuk pasien CKD dengan hemodialisis adalah sebagai berikut (Cornelia, 2013):

  1. Energi diberikan cukup yaitu 35 kkal/kg BBI/hari untuk usia < 60 th, dan 30 kkal/kg BBI/hari untuk usia ≥ 60 th.
  2. Protein diberikan tinggi, untuk mengganti protein yang telah hilang selama proses hemodialisis dan mempertahankan keseimbangan nitrogen yaitu sebesar 1,0-1,2 gr/kg BB ideal/ hari. Sebaiknya konsumsi protein terdiri dari 50% protein hewani dan 50% protein nabati.
  3. Lemak diberikan 15 -30% dari kebutuhan energi total. 10% lemak jenuh dan kolestrol < 300 mg.
  4. Karbohidrat cukup, yaitu sebesar 55-75 % dari energi total.
  5. Kalium,pada pasien CKD dengan dialisis berisiko mengalami hiperkalemia (tingginya kadar kalium dalam darah). Kebutuhan kalium yang dianjurkan adalah 2000-3000 mg/hari. Untuk itu diharapkan pasien CKD dengan dialisis menghindari makanan yang mengandung tinggi kalium.
  6. Natrium (garam) diberikan sesuai dengan jumlah urin 24 jam, yaitu 1 gram ditambah penyesuaian menurut jumlah urin sehari, yaitu 1 gram untuk tiap ½ liter urin.
  7. Kalsium tinggi yaitu, 1000 mg/hari.
  8. Fosfor dibatasi yaitu, < 17 mg/kg BB ideal/hari.
  9. Cairan dibatasi yaitu, sebanyak jumlah urin sehari ditambah ± Kelebihan cairan akan menyebabkan bengkak, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru.

Makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk pasien CKD dengan dialisis:

Makanan yang dianjurkan:

  1. Makanan sumber energi, seperti: nasi, roti, mie, makaroni, spageti, lontong, bihun, madu, permen. Makanan sumber energi berguna menjaga atau memperbaiki status gizi pasien.
  2. Makanan sumber protein, seperti: telur, ayam, daging, ikan, kacang-kacangan termasuk tahu dan tempe dalam jumlah yang terbatas disesuaikan dengan perhitungan kebutuhan gizi. Pada pasien dengan hemodialisis, protein berfungsi untuk mejaga kekuatan otot dan daya tahan tubuh pasien.

Makanan yang harus diperhatikan:

  1. Makanan Sumber Natrium

Kelebihan konsumsi garam akan meyebbakan pasien mudah merasa haus sehingga banyak minumdan dapat mengakibatkan pembengkakan, sesak nafas, tekanan darah meningkat, dan penyakit jantung.

Bahan makanan tinggi natrium yaitu makanan instan, keju, margarin, dan mentega. Bumbu yang mengandung tinggi natrium juga harus diperhatikan, seperti garam, terasi, kecap, MSG, saos.

  1. Makanan Tinggi Kalium

Asupan kalium dalam jumlah cukup dibutuhkan untuk menjaga agar jantung berdetak dengan kecepatan normal.  Namun apabila konsumsi kalium terlalu berlebihan dapat berbahaya untuk jantung.

  • Bahan makanan yang diperbolehkan (kadar kalium < 100mg): misoa, beras, roti putih, semangka, manggis, rambutan, blewah, sari apel, keju, es krim, kopi, margarin, jam.
  • Bahan makanan yang diperbolehkan (kadar kalium 100-200mg) : bihun, beras merah, terigu, makaroni, biskuit, roti bakar, telur ayam, tahu, ketimun, anggur, apel hijau, jambu biji, jeruk, sawo, blimbing, melon, yoghurt.
  • Bahan makanan diperbolehkan maksimal 100gr/hari 9kadar kalium 200-300mg : ubi putih, jagung, beras ketan, ikan, buncis, kol, wortel, tomat, selada, apel merah, alpukat, duku, pepaya , salak, sirsak, klengkeng, madu.
  • Bahan makanan dibatasi maksimal 50gr/hari (kadar kalium 300-400 mg) : kentang, havermout, singkong, ubi kuning, tepung tapioka, kapri, ikan mas, udang, ayam, kembang kol, bit, seledri, nangka, santan.
  • Bahan makanan yang TIDAK dianjurkan (kadar kalium (> 400 mg) : sarden, tongkol, kacang-kacangan kering (kacang hiaju, kacang kedelai, kacang merah, kacang tanah, dll), pisang, durian, bayam, daun pepaya, coklat, teh, kelapa, saos tomat.
  1. Makanan Tinggi Fosfor

Pada pasien dengan hemodialisis biasanya akan mengalami hiperfosfatemia (tingginya kadar fosfor dalam darah), maka dari itu makanan yang mengandung tinggi fosfor sebaiknya dihindari seperti: produk susu, kacang-kacangan, cereal berbahan gandum, dan minuman kemasan.

  1. Makanan Sumber Kalsium

Pada pasien dengan hemodialisis, kebutuhan kalsium yang disarankan harus tinggi karena apabila kalsium dan vit D rendah di dalam darah maka akan dilepas dari tulang yang mengakibatkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Pasien dianjurkan untuk mengkonsumsi susu rendah fosfor setiap hari.

  1. Makanan yang Mengandung Serat

Pasien dengan hemodialisis dianjurkan untuk mengkonsumsi serat dalam jumlah yang cukup agar feses menjadi lembek dan tidak susah buang air besar. Makanan yang dianjurkan yaitu,  sayur, buah, kacang-kacangan, sereal, dan hasil olahannya yang mengandung rendah fosfor.

Bagaimana mengatur cairan bagi pasien hemodialis?

  1. Hindari makan dengan rasa pedas dan asin, batasi penggunaan garam
  2. Makanlah es batu agar dapat memberikan sensasi sejuk di mulut
  3. Menjaga kebersihan gigi dan mulut
  4. Gunakan gelas kecil pada saat minum
  5. Makannlah permen rasa asam untuk merangsang pengeluaran air liur
  6. Cara memasak makanan sebaiknya ditumis, dikukus, dipanggang, dan digoreng
  7. Contoh sayur dan buah yang kandungan airnya dapat diabaikan: kol, brokoli, cherry, blueberry, terong, selada, seledri

Bagaimana cara mengurangi kalium dari bahan makanan?

  1. Mencuci sayuran, buah, dan bahan makanan lain yang telah dikupas dan dipotong-potong
  2. Rendam bahan makanan dalam air hangat yang banyak selama 2 jam. Dengan perbandingan air sekitar 1:10
  3. Setelah 2 jam, kemudian air dibuang dan bahan makanan dicuci dalam air mengalir selama beberapa menit
  4. Setelah itu, bahan makanan, sayur, dan buah siap dimasak. Sebaiknya air yang digunakan untuk memasak 5x lebih banyak dari bahan makanan

DAFTAR PUSTAKA:

Almatsier, Sunita. 2008. Penuntun Diet. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Cornelia, dkk. 2013. Konseling Gizi. Jakarta : Penebar swadaya Grup

www.gizi.depkes.go.id

Kresnawan, dkk. 2017. Diet untuk Pasien Dialisis. Jakarta : Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI)

Nuari, Nian Afrian dan Dhina Widayati. 2017. Gangguan Pada Sistem Perkemihan dan Penatalaksanaan keperawatan. Yogyakarta : Deepublish

Ramayulis, Rita. 20016. DIET Untuk Penyakit Komplikasi. Jakarta: Penebar Swadaya Grup

Artikel ini ditulis oleh:
Yashinta Arum Perwita, S. Gz
(Ahli Gizi RS Panti Rapih Yogyakarta)

Informasi Pelayanan : 
Klinik Gizi
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Rating untuk artikel/halaman ini : 4.94/5 (36)

Mohon dapat memberikan rating

Kenali Gejala Sakit Ginjal 5/5 (2)

Ginjal adalah organ utama dalam tubuh kita untuk menyaring dan membersihkan racun-racun dalam tubuh. Maka perlu kita ketahui gejala-gejala ketika ginjal mulai mengalami masalah.

Gejala awal dari penyakit ginjal memang tidak nampak tanda-tanda yang spesifik. Namun, jika sudah menunjukkan gejala yang khas, seseorang bisa sampai harus cuci darah. Gejala awal ditandai dengan rasa nyeri, bisa salah satu ginjal maupun keduanya.

Kerusakan ginjal total dan tak dapat disembuhkan disebut dengan End Stage Renal Disease (ESRD) atau Gagal Ginjal Tahap Akhir (GGTA). Pasien dengan GGTA menderita kondisi permanen jika fungsi ginjalnya hilang maka tidak dapat disembuhkan.

Saat ginjal berhenti berfungsi, tubuh akan mengalami kondisi keracunan karena terisi oleh kelebihan air dan limbah produk. Kondisi ini disebut uremia, ditandai dengan pembengkakan dibagian tangan dan kaki serta pasien akan merasa letih dan lemas. Dalam kasus yang kronis, uremia dapat mengakibatkan kejang-kejang atau koma, dan berakhir dengan kematian. Dalam hal ini, pasien harus menjalani perawatan dialisis atau transplantasi ginjal, karena strategi manajemen konservatif tidak cukup untuk menyelamatkan nyawa.

Gejala-Gejala Sakit Ginjal

  • Nyeri
    Pada awal mula biasanya penderita mengalami nyeri. Lalu kalau sudah terdapat batu biasanya nyeri saat buang air kecil
  • Kaki Bengkak
    Dalam kasus yang lebih berat, kaki akan bengkak. Kondisi ini akan menetap meski sudah berbaring
  • Kesadaran Menurun
    Seseorang yang mengalami gagal ginjal kesadarannya menurun, gampang lemas, dan wajahnya pucat
  • Sesak Napas
    Gejala tahap selanjutnya adalah mengalami sesak napas, karena cairan di dalam tubuh tak bisa keluar bahkan menumpuk didalam paru-paru
  • Meracau
    Cairan seperti urine harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Cairan tersebut banyak mengandung racun yang harus disaring oleh ginjal. Jika ginjal rusak berarti tidak dapat menyaring racun dan tetap ada di dalam darah. Akibatnya racun tersebut bisa masuk ke pembuluh darah yang di otak. Pada tahap ini seseorang bisa meracau atau bicara serta bertindak tak beraturan. Kondisi ini sudah parah dan harus ditangani dengan cuci darah

Mari kita jaga ginjal kita dengan pola hidup sehat, dapat dilakukan dengan banyak minum air putih, aktif bergerak, mengatur pola makan yang sehat, jauhi alkohol dan hindari merokok, menghindari stress, rutin berolahraga dan jaga berat badan ideal. Konsultasi ke dokter jika mengalami gejala awal sakit ginjal.

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Bedah Urologi
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating