Cara Lanjut Usia Bahagia Bersama Keluarga

Setiap tanggal 29 Mei , diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional, hari dimana seluruh masyarakat diharapkan mempunyai semangat untuk menjadikan inspirasi orang- orang  tua di atas usia 60 tahun sebagai panutan, role model, suri tauladan bagi kita semua. Semakin menghargai orang-orang tua, menjaga agar tetap sehat, bahagia dan produktif bersama,  serta mengajar agar kita menjaga tubuh dan jiwa agar menjadi semakin tua, sehat produktif, dan bijaksana

  1. Kasih Orang tua Membawa Berkat
  • Sekiranya hari ini kita masih didampingi oleh orang tua kita, maka bahagia dan Berkat selalu menaungi kita, tanpa mereka, kita tak pernah hadir di dunia ini. Jadikanlah Berkat ini dalam aktivitas dan pekerjaan kita sehari-hari.
  • Sekiranya, sudah tidak berada di sekitar kita, jadikanlah kenangan kebahagiaan bersama sebagai energy positip karena mereka telah memberikan semua kasih sayang, kerja keras dan yang terbaik buat kita.
  • Kontaklah selalu dan jagalah, sebaiknya orang tua tetap tinggal di rumah, kecuali jika dalam keadaan sakit atau perlu kontrol ke dokter.
  • Persiapkan diri kita agar menjadi orang tua yang baik dan memberikan berkat bagi generasi berikutnya.
  1. Bakti Anak Kepada Orang Tua Membawa Kebahagiaan
  • Pantau dan berikan makan minum yang sehat dan bergizi.
  • Luangkan waktu untuk berkomunikasi, maksimal 1 minggu sekali, sekiranya masa COVID ini mengganggu, lakukan dengan telpon atau video call (WA, Zoom, Google meet dll). Berbagi kebahagiaan dari apa yang dikerjakan, suami, istri, anak atupun cucu, jika bisa diajak bergerak bersama akan lebih baik.
  • Hindari kunjungan ke rumah orang tua, jika tak sangat diperlukan. Jika harus bertemu, usahkan anda dan keluarga dalam keadaan sehat, dan tidak mempunyai riwayat panas, batuk, pilek, sesak selama 2 minggu ataupun melakukan tes screening COVID.
  • Pantau kesehatan orang tua dengan memberikan pemeriksaan berkala, screening atau deteksi dini dengan Medical Check Up pada lansia secara holistik – menyeluruh. Medical Chek Up lansia tak hanya fisik (pemeriksaan dokter, laboratorium dan radiologi), psikis (pemeriksaan kognitif, depresi, sosial,dll) dan gizi, fisoterapi serta penilaian aktivitas kesehari-harian secara mandiri.

RS Panti Rapih melayani pemeriksaan Medical Check Up  di Lantai 2 Gedung Rawat Jalan Terpadu  dan juga mempunyai Pelayanan Lansia / Geriatri Rawat  Jalan Golden Care di Poliklinik Lukas, Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Terpadu.

Klinik Pelayanan Golden Care Rumah Sakit Panti Rapih, melayani

  1. Pemeriksaan Medical Check Up bersama dokter Spesialis Geriatri dan Tim Spesialis ( Interna, Jiwa, Gizi dll)
  2. Pelayanan Day Care, pelayanan rawat jalan sehari di RS Panti Rapih bersama petugas yang trampil dan terlatih dalam pendampingan konseling, aktivitas motorik dan psikis serta assessment geriatric.

 

Artikel ini ditulis oleh: dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Medical Check Up – Home Care Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Pelayanan Geriatri RS Panti Rapih

Keberadaan lanjut usia (lansia) memegang peranan penting bagi pembangunan Indonesia. Hal ini mengingat bahwa salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup. Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup maka menyebabkan jumlah penduduk lansia semakin besar. Penduduk lansia sebagai modal pemerintah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta menuntaskan target dan sasaran Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015. Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia mengemukakan bahwa lansia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, jumlah penduduk lansia tahun 2013 sebesar 13,56% dari keseluruhan penduduk (BPS, 2013). Pemerintah mencatat Yogyakarta merupakan kota yang memiliki jumlah penduduk lanjut usia (lansia) tertinggi di Indonesia. Dari total penduduk di kota pelajar tersebut, diperkirakan, lansia mencapai 13,4 persen pada 2015, meningkat 14,7 persen (2020), dan 19,5 persen (2030).Besarnya jumlah penduduk lansia di Daerah Istimewa Yogyakarta perlu menjadi perhatian tersendiri, mengingat di satu sisi semakin meningkatnya penduduk lansia berarti kualitas hidup semakin baik seiring semakin baiknya akses untuk mendapatkan fasilitas kesehatan sehingga usia harapan hidup meningkat.

Berbagai upaya harus dipersiapkan oleh lansia sendiri maupun keluarganya agar ke depan lansia tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif. Kesiapan lansia untuk tetap peduli pada masa depan dapat dilihat dari 5 (lima) dimensi, yaitu dimensi fisik, psikologis, mental spiritual, sosial kemasyarakatan, dan pengembangan potensi. Keluarga memiliki peranan penting dalam membina kesiapan lansia untuk tetap peduli masa depan, harapannya agar terwujud kualitas keluarga yang sejahtera lahir dan batin. Rumah Sakit Panti Rapih sebagai rumah sakit yang terus berinovasi juga merasa perlu adanya pelayanan kesehatan terpadu yang secara khusus berorientasi kepada pasien-pasien lanjut usia. Menurut survey di RS 7,9% pasien Rumah Sakit Panti Rapih adalah pasien lansia.

Peningkatan populasi lansia ini juga berimbas pada pembentukan kebijakan Permenkes nomor 79 tahun 2014 untuk menyelanggarakan pelayanan geriatri terpadu di Rumah Sakit dengan pendekatan multidisiplin yang bekerja secara interdisiplin yang bertujuan :

  1. Meningkatkan kualitas hidup, kualitas pelayanan dan keselamatan pasien lanjut usia di Rumah Sakit Panti Rapih.
  2. Rumah Sakit memiliki regulasi pelayanan untuk lanjut usia secara terpadu sesuai dengan tingkat pelayanan lanjut usia tingkat sempurna
  3. Rumah Sakit Panti Rapih mampu menyediakan layanan lanjut usia terpadu dengan pendekatan multi disiplin yang bekerja sama secara interdisiplin.
  4. Rumah Sakit Panti Rapih memberikan pelayanan secara bersahabat dengan lanjut usia di rawat jalan, rawat inap dan di masyarakat.
  5. Melaksanakan system monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan kepada lanjut usia secara terpadu.

Anggota tim inti dalam pelaksanaannya akan didukung oleh anggota terkait yang terdiri atas ahli berbagai bidang terait seperti Penyakit dalam, neurologi,gigi mulut, THT, kulit, orthopedi, bedah umum, bedah vaskuler, mata, obstetri dan gynekologi, urologi.

Pelayanan rawat jalan mengedepankan layanan one stop service, sehingga pasien usia lanjut akan mendapatkan pelayanan pada satu atap yang nyaman. Pelayanan rawat jalan ini akan ditunjang dengan beberapa pelayanan penunjang seperti radiologi, farmasi, dan laboratorium.

Produk layanan unggulan di RS Panti Rapih adalah Rawat jalan/poliklinik geriatri yang meliputi klinik assesment geriatri, klinik penyakit dalam geriatri, klinik rehabilitasi medik geriatri.

Ingin mengetahui informasi ini lebih lanjut dapat mengunjungi Pelayanan Geriatri Golden Care lantai 1 Gedung Lukas RS Panti Rapih Yogyakarta.

Pelayanan Geriatrik di Rumah Sakit

Geriatri adalah ilmu yang mempelajari masalah kesehatan pada usia lanjut. Menurut UU RI no 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia menyebutkan bahwa individu usia lanjut adalah seseorang yang berumur ≥ 60 tahun. Pada usia lanjut disamping mempunyai berbagai penyakit degeneratif juga dampak proses menua semakin nyata pada tingkat organ, sistem, dan status fungsional. Pelayanan geriatrik meliputi 2 hal yaitu pelayanan kesehatan (medical services) dan pelayanan aspek sosial ( social services ). Tujuan pelayanan geriatrik meliputi memperpanjang kehidupan ( Quantity of life ) mempertahankan atau meningkatkan kualitas hidup ( Quality of life ), dan mengantar pasien pada akhir kehidupan yang bermartabat ( death in dignity ).

Karakteristik pasien geriatrik

Pasien usia lanjut tidak sama dengan pasien geriatrik. Multipatologik ( penyakit kronik multipel ) yang kadang tumpang tindih dengan kondisi akut, polifarmasi yang berakibat kondisi medik kompleks, gejala penyakit tidak spesifik, hubungan perbaikan parameter klinik dengan perbaikan status fungsional yang tidak linier, mutlak perlu rehabilitasi mental dan fisik, terkadang ada masalah etiko – legal seperti kondisi setting limit, edukasi berita buruk ( bad news ), edukasi prognosis pasien. Kesemua ciri diatas adalah karakteristik pasien geriatrik.

Paradigma pelayanan geriatrik

Ada beberapa aspek penting yang disebut sebagai paradigma pelayanan geriatrik yaitu :

  • Multidisiplin dengan pendekatan interdisiplin
  • Setting priority artinya prioritas masalah dari kondisi klinik kompleks yang mengancam jiwa ( life treatning ), mengancam status fungsional ( potential morbidity ), dan pilihan pasien.
  • Lebih memperhatikan kualitas hidup dari pada kuantitas hidup.
  • Perawatan lanjutan dan berkesinambungan.
  • Elaborasi masalah etiko – legal.

Aplikasi klinik praktis
Dalam pelayanan geriatrik di Rumah Sakit, aplikasi klinik dari aspek praktisnya adalah :

  • Perlu kerjasama dengan disiplin lain dalam mengatasi problem klinik atau geriatrician melakukan pendekatan multidimensi sehingga tujuan ( goals ) perawatan geriatrik yang rasional.
  • Perlu adanya Tim Geriatri Rumah Sakit inti yang terdiri dari konsultan geriatri, dokter umum yang berminat, perawat gerontik, Rehabilitasi Medik, pekerja sosial medik, Apoteker/ Farmasis.
  • Perlu dikembangkan jenis pelayanan lain seperti day-care , homecare, chronic care, disamping jenis pelayanan konvensional yang sudah ada seperti poli klinik, rawat – inap, intensive care.
  • Dalam beberapa kesempatan perlu adanya diskusi medika – etiko – legal untuk menyelesaikan problem yang kompleks misalnya : informasi penyakit kanker dan lain – lain, kondisi setting limit , pemahaman dan penguatan keluarga dalam perawatan di rumah.
  • Perlu perkumpulan pasien lansia yang rutin tiap bulan di Rumah Sakit dalam rangka edukasi dan mengisi waktu luang.

Problem kesehatan usia lanjut
Problem kesehatan yang terjadi pada usia lanjut meliputi :

  1. Penyakit kronik degeneratif ( DM, Penyakit paru kronik, Demensia, Osteoartritis, Menopause dan lain sebagainya )
  2. Sindroma geriatrik I14
    1. Immobility (kurang bergerak)
    2. Instability (berdiri dan berjalan tidak stabil atau mudah jatuh)
    3. Incontinence (beser buang air kecil dan atau buang air besar)
    4. Intelectual impairment (gangguan intelektual/dementia)
    5. Infection (infeksi)
    6. Irritable colon (gangguan nyeri perut, sembelit, diare)
    7. Isolation (depresi)
    8. Impairment of Vision & Hearing (gangguan pancaindera)
    9. Inanition (kurang gizi)
    10. Impectunity (tidak punya uang)
    11. Iatrogenesis (menderita penyakit akibat obat-obatan)
    12. Insomnia (gangguan tidur)
    13. Immun deficiency (daya tahan tubuh yang menurun)
    14. Impotence (impotensi)
  3. Penguatan dukungan keluarga ( support system )
Kepustakaan
1. WHO ( 1989 ) : Healthin The Elderly, Geneva
2. Depkes ( 1997 ) : Pedoman pelayanan Kesehatan Usia lanjut dan rumah sakit

Kunjungi Klinik Geriatri Golden Care Rumah Sakit Panti Rapih untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar kesehatan kesehatan lansia / geriatri. Golden Care merupakan layanan khusus kesehatan Geriatri / Lansia di RS Panti Rapih yang meliputi Medical Check Up khusus lansia dan Day Care khusus lansia. Ditangani oleh dokter yang profesional, dan perawat yang berpengalaman. Berlokasi di Lantai 1 Gedung Lukas RS Panti Rapih.

Ditulis oleh dr. I Dewa Putu Pramantara, Sp.PD-KGer
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Penyakit Geriatri Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta