Deteksi Dini dengan Tumor Marker

Penanda Tumor adalah senyawa yang ditemukan diatas jumlah normal di dalam darah, urin, atau cairan tubuh lainnya, apabila terdapat kanker tertentu didalam tubuh. Mayoritas sebagai penanda tumor adalah berupa protein, namun pada beberapa jenis tumor yang terbaru dapat berupa gen atau senyawa lain. Ada banyak sekali penanda tumor yang saat ini digunakan oleh para dokter untuk menunjang diagnosis dan juga dapat digunakan untuk pemantauan pasien pada penderita kanker. Sebagian penanda tumor hanya spesifik ditemukan pada satu jenis kanker tertentu, namun sebagian lain dapat ditemukan pada beberapa jenis tumor.

Manfaat pemeriksaan penanda tumor adalah :

  1. Penunjang diagnosis
  2. Pemantauan terapi atau pengobatan penderita
  3. Pemantauan kekambuhan

Ada sejumlah Penanda tumor spesifik, antara lain :

ALPHA – FETOPROTEIN (AFP)
Sangat berguna untuk mengertahui responds terapi pada kanker hati ( Karsinoma Hepatoseluler ). Kadar normal AFP biasanya kurang dari 20 ng/mL. Kadar AFP akan meningkat pada 2 dan 3 pasien dengan kanker hati. Kadar AFP meningkat bersama membesarnya tumor. Pada kebanyakan pasien dengan kanker hati, kadar AFP meningkat lebih dari 500 ng/mL. AFP meningkat pula pada hepatitis akut dan kronis, tapi jarang lebih dari 100 ng/mL. AFP juga meningkatk pada kanker testis tertentu (jenis sel embryonal dan endodermal sinus) dan digunakan untuk follow – up kanker tersebut. Peningkatan kadar AFP juga pada Kanker ovarium jenis tertentu yang jarang dan kanker testis yang disebut yolk sac tumor atau mixed germ cell cancer.

BETA-2-MICROGLOBULIN (B2M).
Kadar B2M akan meningkat pada multiple myeloma, chronic lymphocytic leukimia ( CLL ) dan beberapa limfoma. Kadar normal kurang dari 2,5 ug/mL. Pasien dengan kadar B2M tinggi menunjukan prognosis jelek.

CA 15-3
Terutama untuk monitoring kanker payudara. Peningkatan kadar Ca 15-3 darah dijumpai pada kurang dari 10 % pasien dengan stadium awal dan sekitar 70 % pasien dengan stadium lanjut. Kadar biasanya turun seiring keberhasilan terapi. Kadar normal biasanya kurang dari 25 U/mL, tapi kadar sampai 100 U/mL kadang dijumpai pada wanita sehat.

Ca 125 
Merupakan penanda tumor standar untuk memonitoring selama / setelah terapi kanker epitel ovarium. Kadar normal biasanya kurang dari 30 – 35 U/mL. Lebih 90 % dengan kanker stadium lanjut memiliki kadar Ca 125 tinggi.

Ca 72-4
Suatu penanda Tumor baru yang masih dalam penelitian untuk tumor ovarium, pankreas, dan saluran cerna.

Ca 19-9
Walaupun pada awalnya dikembangkan untuk deteksi kanker colorectal, tapi ternyata lebih sensitif terhadap kanker pankreas. Kadar normal kurang dari 37 U/mL. Kadar yang tinggi pada awal diagnosis menunjukan stadium lanjut dari kanker. Calcitonin adalah hormon yang diproduksi sel tertentu (parafollicular C Cells) pada glandula tiroid yang secara normal membantu regulasi kadar kalsium darah. Kanker pada Parafollicular C Cells yang disebut medullary thyroid carcinoma ( MTC ) menyebabkan peningkatan kadar hormon calcitonin dalam darah.

Carcinoembryonic Antigen (CEA)
Penanda tumor untuk memonitoring pasien dengan kanker colorectal selama / setelah terapi, tetapi tidak bisa dipakai untuk skreening atau diagnosis. Kadar normalnya sangat bervariasi antar laboratorium, tapi kadar lebih dari 5 ng/mL dikatakan Abnormal.

Human Chorionic Gonadotropin (HCG)
Juga dikenal sebagai Beta – HCG. Kadarnya meningkat pada pasien dengan beberapa jenis kanker testis dan ovarium (tumor germ cell) dan penyakit gestational trophoblastic, terutama Choriocarcinoma.

Neuron – Specific Enolase (NSE)
Seperti Chromogranin A, merupakan penanda untuk tumor neuroendocrine seperti small cell lung cancer, neuroblastoma, dan tumor karsinoid. Tidak digunakan untuk skreening tapi terutama sangat berguna bagi pasien dengan small cell lung cancer atau neuroblastomoa. Kadar abnormal NSE lebih dari 9 ug/mL.

Prostate-Specific Antigen (PSA)
Adalah penanda tumor untuk kanker prostat, satu-satunya marker untuk skreening kanker jenis umum. Suatu protein yang dibuat sel grandula prostat yang dibuat sel glandula prostat pada laki – laki yang berfungsi yang berfungsi membuat cairan semen. Kadar PSA meningkat pada kanker prostat. Pasien dengan benign prostate hyperplasia ( BPH ) kadang menunjukan peningkatan kadar PSA. Kadar PSA bukan kanker kurang dari 4 ng/mL, kadar lebih dari 10 ng/mL diindikasi kanker, sedang kadar antara 4 – 10 ng/mL merupakan daerah abu – abu (grey zone) dan biasanya dokter akan melakukan biopsi.

Pemeriksaan penanda tumor yang ada di Rumah Sakit Panti Rapih :

1. Pemeriksaan Serologi (Patologi Klinik)

Meliputi : CEA, AFP, CA125, CA199, CA153, PSA

2. Pemeriksaan Patologi Anatomi

Meliputi : Sitologi (pengecatan Giemsa dan Papanicolou), Histologi  (pengecatan Papanicolou)

 

Artikel ini ditulis oleh: Agatha Wahyu Widowati M.S.

Posted in Artikel Kesehatan and tagged , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *