Mengenal Tumor Otak No ratings yet.

ApaĀ ituĀ tumorĀ otak

Tumor otak adalah pertumbuhan sel yang abnormalĀ diĀ dalamĀ otak.Ā TumorĀ bisaĀ jinakĀ (bukan kanker) maupun ganas (kanker).

Insiden pada laki–laki sebesar 38,6% dan pada wanitaĀ sebesarĀ 61,4Ā %.Ā InsidensiĀ tumorĀ otakĀ jinak adalah sebesar 71% dan tumor otak jinak ini berkembang dua kali lebih sering pada wanita dibandingkan pada laki-laki.

 

JenisĀ tumorĀ otak

Tumor otak umumnya terdiri dari tumor otak primer dan sekunder.

  1. Tumor otak dengan kelompok primer yaitu penyakit tumor yang pertama kali tumbuh dan berkembang pada otak.
  2. Tumor otak dengan kelompok sekunder/metastasis yaitu penyakit dari tumor yang bermula tumbuh pada bagian dari tubuh selain otak. Kemudian meluas melalui aliran darah menuju otak. Kanker yang kemungkinan menyebar ke otak yaitu kanker : melanoma, paru-paru, payudara, ginjal, dan usus.

GejalaĀ tumorĀ otak

GejalaĀ yangĀ timbulĀ bergantungĀ dariĀ lokasiĀ dan pertumbuhan tumor, antara lain :

  1. Peningkatan tekanan intrakranial (sakit kepala hebat disertai muntah proyektil),
  2. Kejang,
  3. Penurunan fungsi kognitif,
  4. Defisit neurologis (gangguan penciuman, gangguan penglihatan, pandangan ganda, baal-baal atau nyeri di wajah, kelemahan otot wajah, gangguan pendengaran, menelan, dan lain-lain) yang bersifat progresif dan bergantung lokasi tumor,
  5. Penurunan kognitif,
  6. Gangguan keseimbangan
  7. Gangguan kepribadian

PenyebabĀ tumorĀ otak

PenyebabĀ utamaĀ tumorĀ otakĀ tidakĀ diketahui.Ā Dari berbagai penelitian, ditemukan bahwa orang yang paling berisiko terkena tumor otak antara lain:

  1. Memiliki kankerdiĀ bagianĀ tubuhĀ lain,
  2. Paparan berkepanjangan terhadap pestisida, pelarut industri, dan radiasi ionisasi lainnya,
  3. Penyakit turunan seperti neuro fibromatosis,
  4. Faktor lingkungan

DiagnosaĀ tumorĀ otak

  1. Pemeriksaan fisik
  2. Pemeriksaan fungsi luhur
  3. Pemeriksaan radiologis (CT scan/MRI)
  4. Pemeriksaan analisa cairan otak (cairan serebrospinal)

 

Pengobatan tumorĀ otak

Pilihan pengobatan bervariasi tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tumor.Ā Selain itu juga harus melihat apakah tumor telah menyebar, usia pasien dan kondisi kesehatan medis orang tersebut. Pilihan pengobatan dapat bersifat menyembuhkan atau fokus pada meredakan gejala. Beberapa jenis pengobatan tumor otak antara lain:

  1. Pemberianobat-obatan
    • Kortikosteroid berfungsi menurunkan Tekanan Intra kranial
    • Furosemide/Manitol berfungsi untuk mengkontrol edema/bengkak otak
    • Antikonvulsant/antikejang berfungsi untuk mencegah kejang
    • Antinyeri
  2. Pembedahan tumor otak

Pembedahan merupakan pilihan untuk terapi tumor otak. Pembedahan bertujuan untuk menghilangkan sebagian/total tumor di otak, mengurangi tekanan didalam otak

  1. Radioterapi

Radiasi bekerja dengan merusak DNA sel kanker sehingga menyebabkan sel tidak mampu bereproduksi. Manfaat terapi radiasi tidak muncul segera tetapi berdampakĀ denganĀ berjalannyaĀ waktu.Ā Jenis tumor yang agresif biasannya berespon lebih cepat dengan radioterapi.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi bekerja dengan merusak sel tumor, tidak hanya mempengaruhi sel tumor tetapi sel normal juga, sehingga menyebabkan efek samping (rambutĀ rontok, mual,dsb). Obat- obat kemoterapi apat berupa pil atau cairan intravena.

 

Artikel ditulis oleh :
dr. Yoka Mahendra Prana, Sp. BS
(Dokter Spesialis Bedah Saraf RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi : Greenberg, Mark S. (2023). Greenberg’s Handbook of Neurosurgery. Tenth Edition.New York: Thieme.

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Deteksi Dini dengan Tumor Marker 5/5 (13)

Penanda Tumor adalah senyawa yang ditemukan diatas jumlah normal di dalam darah, urin, atau cairan tubuh lainnya, apabila terdapat kanker tertentu didalam tubuh. Mayoritas sebagai penanda tumor adalah berupa protein, namun pada beberapa jenis tumor yang terbaru dapat berupa gen atau senyawa lain. Ada banyak sekali penanda tumor yang saat ini digunakan oleh para dokter untuk menunjang diagnosis dan juga dapat digunakan untuk pemantauan pasien pada penderita kanker. Sebagian penanda tumor hanya spesifik ditemukan pada satu jenis kanker tertentu, namun sebagian lain dapat ditemukan pada beberapa jenis tumor.

Manfaat pemeriksaan penanda tumor adalah :

  1. Penunjang diagnosis
  2. Pemantauan terapi atau pengobatan penderita
  3. Pemantauan kekambuhan

Ada sejumlah Penanda tumor spesifik, antara lain :

ALPHA – FETOPROTEIN (AFP)
Sangat berguna untuk mengertahui responds terapi pada kanker hati ( Karsinoma Hepatoseluler ). Kadar normal AFP biasanya kurang dari 20 ng/mL. Kadar AFP akan meningkat pada 2 dan 3 pasien dengan kanker hati. Kadar AFP meningkat bersama membesarnya tumor. Pada kebanyakan pasien dengan kanker hati, kadar AFP meningkat lebih dari 500 ng/mL. AFP meningkat pula pada hepatitis akut dan kronis, tapi jarang lebih dari 100 ng/mL. AFP juga meningkatk pada kanker testis tertentu (jenis sel embryonal dan endodermal sinus) dan digunakan untuk follow – up kanker tersebut. Peningkatan kadar AFP juga pada Kanker ovarium jenis tertentu yang jarang dan kanker testis yang disebut yolk sac tumor atau mixed germ cell cancer.

BETA-2-MICROGLOBULIN (B2M).
Kadar B2M akan meningkat pada multiple myeloma, chronic lymphocytic leukimia ( CLL ) dan beberapa limfoma. Kadar normal kurang dari 2,5 ug/mL. Pasien dengan kadar B2M tinggi menunjukan prognosis jelek.

CA 15-3
Terutama untuk monitoring kanker payudara. Peningkatan kadar Ca 15-3 darah dijumpai pada kurang dari 10 % pasien dengan stadium awal dan sekitar 70 % pasien dengan stadium lanjut. Kadar biasanya turun seiring keberhasilan terapi. Kadar normal biasanya kurang dari 25 U/mL, tapi kadar sampai 100 U/mL kadang dijumpai pada wanita sehat.

Ca 125Ā 
Merupakan penanda tumor standar untuk memonitoring selama / setelah terapi kanker epitel ovarium. Kadar normal biasanya kurang dari 30 – 35 U/mL. Lebih 90 % dengan kanker stadium lanjut memiliki kadar Ca 125 tinggi.

Ca 72-4
Suatu penanda Tumor baru yang masih dalam penelitian untuk tumor ovarium, pankreas, dan saluran cerna.

Ca 19-9
Walaupun pada awalnya dikembangkan untuk deteksi kanker colorectal, tapi ternyata lebih sensitif terhadap kanker pankreas. Kadar normal kurang dari 37 U/mL. Kadar yang tinggi pada awal diagnosis menunjukan stadium lanjut dari kanker. Calcitonin adalah hormon yang diproduksi sel tertentu (parafollicular C Cells) pada glandula tiroid yang secara normal membantu regulasi kadar kalsium darah. Kanker pada Parafollicular C Cells yang disebut medullary thyroid carcinoma ( MTC ) menyebabkan peningkatan kadar hormon calcitonin dalam darah.

Carcinoembryonic Antigen (CEA)
Penanda tumor untuk memonitoring pasien dengan kanker colorectal selama / setelah terapi, tetapi tidak bisa dipakai untuk skreening atau diagnosis. Kadar normalnya sangat bervariasi antar laboratorium, tapi kadar lebih dari 5 ng/mL dikatakan Abnormal.

Human Chorionic Gonadotropin (HCG)
Juga dikenal sebagai Beta – HCG. Kadarnya meningkat pada pasien dengan beberapa jenis kanker testis dan ovarium (tumor germ cell) dan penyakit gestational trophoblastic, terutama Choriocarcinoma.

Neuron – Specific Enolase (NSE)
Seperti Chromogranin A, merupakan penanda untuk tumor neuroendocrine seperti small cell lung cancer, neuroblastoma, dan tumor karsinoid. Tidak digunakan untuk skreening tapi terutama sangat berguna bagi pasien dengan small cell lung cancer atau neuroblastomoa. Kadar abnormal NSE lebih dari 9 ug/mL.

Prostate-Specific Antigen (PSA)
Adalah penanda tumor untuk kanker prostat, satu-satunya marker untuk skreening kanker jenis umum. Suatu protein yang dibuat sel grandula prostat yang dibuat sel glandula prostat pada laki – laki yang berfungsi yang berfungsi membuat cairan semen. Kadar PSA meningkat pada kanker prostat. Pasien dengan benign prostate hyperplasia ( BPH ) kadang menunjukan peningkatan kadar PSA. Kadar PSA bukan kanker kurang dari 4 ng/mL, kadar lebih dari 10 ng/mL diindikasi kanker, sedang kadar antara 4 – 10 ng/mL merupakan daerah abu – abu (grey zone) dan biasanya dokter akan melakukan biopsi.

Pemeriksaan penanda tumor yang ada di Rumah Sakit Panti Rapih :

1. Pemeriksaan Serologi (Patologi Klinik)

Meliputi : CEA, AFP, CA125, CA199, CA153, PSA

2. Pemeriksaan Patologi Anatomi

Meliputi : Sitologi (pengecatan Giemsa dan Papanicolou), HistologiĀ  (pengecatan Papanicolou)

 

Artikel ini ditulis oleh:
Agatha Wahyu Widowati M.S.

 

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (13)

Mohon dapat memberikan rating