Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Panti Rapih Yogyakarta kembali mengadakan kegiatan Field Trip Program Matrikulasi bagi calon mahasiswa baru asal Kabupaten Mappi yang tengah mengikuti program matrikulasi. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian integral dari proses pembelajaran di luar kelas untuk memberikan pengalaman nyata mengenai profesi kesehatan serta memperkuat nilai spiritual, sosial, dan budaya dalam diri calon tenaga kesehatan.
Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 20 Agustus 2025 di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih Yogyakarta. Peserta terdiri dari 53 calon mahasiswa (17 laki-laki dan 36 perempuan) serta didampingi oleh 12 pendamping.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam menyiapkan calon tenaga kesehatan yang unggul, profesional, dan berlandaskan nilai kemanusiaan. Dilanjutkan dengan pemaparan company profile RS Pantiti Rapih oleh dr Dion Sulistyo, M.P.H (Direktur Sdm dan Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)
Field trip merupakan bagian penting dari pembelajaran matrikulasi, di mana peserta didorong untuk mengamati, merasakan, serta memahami langsung dunia profesi yang akan mereka jalani. Melalui kunjungan ke berbagai lokasi, calon mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan akademik, tetapi juga pengalaman kontekstual yang akan membentuk dasar karakter mereka sebagai perawat dan ahli gizi yang kompeten dan berintegritas.
Program field trip ini memiliki empat tujuan utama:
- Mengenalkan profesi kesehatan secara nyata melalui kunjungan ke Laboratorium Mini Hospital dan Rumah Sakit Panti Rapih, agar peserta memahami sistem pelayanan kesehatan, peran, dan tanggung jawab profesi perawat serta ahli gizi.
- Menanamkan spiritualitas dalam profesi dengan mengunjungi tempat ibadah dan ruang doa, sehingga peserta memiliki landasan nilai spiritual yang kuat dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
- Mengenal budaya lokal dengan kunjungan ke objek budaya di Yogyakarta, menumbuhkan rasa adaptasi, penghargaan, dan penghormatan terhadap lingkungan sosial.
- Menjaga keseimbangan jiwa dan raga melalui kunjungan ke tempat wisata atau rekreasi, guna memperkuat kesehatan mental sekaligus mempererat kebersamaan antar peserta.
Melalui rangkaian kegiatan ini, calon mahasiswa diharapkan dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, meningkatkan motivasi belajar, serta memiliki pemahaman holistik tentang profesi kesehatan yang meliputi aspek teknis, spiritual, sosial, dan budaya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara STIKes Panti Rapih Yogyakarta dan RS Panti Rapih Yogyakarta dalam upaya membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang komprehensif. Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam menapaki perjalanan studi dan profesi. Bagi kedua institusi, kegiatan ini merupakan langkah sinergis untuk melahirkan tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki spiritualitas, kepekaan sosial, serta penghargaan terhadap budaya dan nilai kemanusiaan.
Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)












Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi para peserta HOMSEA yang berasal dari berbagai negara dan latar belakang akademik. Melalui narasi yang dibawakan oleh Dr. Jodi Visnu dan tim, peserta tidak hanya menyaksikan artefak sejarah, tetapi juga merasakan semangat pelayanan yang hidup dalam keseharian rumah sakit. Warisan spiritual dan sosial yang terkandung dalam setiap sudut RS Panti Rapih menjadi refleksi konkret bagaimana kesehatan dan sejarah saling terkait secara mendalam.





















