Yuk Bergerak dan Menjauh dari Stroke

Stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia, Orang yang menderita stroke terkadang tidak mampu kembali beraktivitas seperti sedia kala dan membuat dirinya sangat tergantung dengan orang lain, pada pasien usia produktif dapat berdampak pada ekonomi dan psikologis pasien dan keluarganya.

Stroke memang terjadi secara tiba-tiba, tetapi bukan karena tanpa sebab. Stroke memilik factor risko yang bertanggung jawab pada proses terjadinya stroke, faktor risiko tersebut dibagi menjadi 2 yaitu yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, ras dan yang masih dapat diubah atau dilakukan pengendalian seperti tekanan darah yang tinggi, penyakit gula, kolesterol tinggi, penyakit jantung, merokok, kurang olah raga, dan obesitas.

Era digital saat ini semua kegiatan dapat dikerjakan dengan teknologi komputer dan juga smartphone, hal ini membuat banyak orang menjadi kurang melakukan aktivitas fisik dan cenderung duduk diam didepan komputer atau perangkat elektronik lain. Budaya di Indonesia dimana lebih banyak mengendarai kendaraan untuk bepergian walaupun jaraknya dekat membuat banyak orang Indonesia yang kutrang melakukan aktivitas fisik.

Kekurangan aktivitas fisik ini dapat menyebabkan terjadinya obesitas dan gangguan metabolic lainnya, World Stroke Day 2020 pada tanggal 29 Oktober mengangkat tema Join The Movement, tema ini mengajak semua orang untuk lebih aktif bergerak untuk mencegah stroke. Tema tahun ini merupakan kelanjutan tema 2019 yang mengedukasi kita semua Don’t be The One sehingga kita bukan menjadi salah satu penderita stroke.

Aktif bergerak merupakan kegiatan sederhana yang sangat bermanfaat untuk mencegah stroke, mulai dengan hal-hal sederhana seperti olah raga ringan, parkir mobil lebih jauh sehingga kita bisa berjalan lebih jauh, hindari lift dan gunakan tangga, berjalan kaki atau bersepeda bila ingin pergi ke tempat yang tidak jauh dari rumah, menggunakan gym ball untuk duduk di ruang kerja, membuat jadwal olahraga yang teratur, melakukan senam rutin bersama komunitas dan hal-hal kecil bermakna lainnya.

Selain aktif bergerak tetap harus mengontrol faktor risiko lain seperti hipertensi, diabetes, dyslipidemia dan penyakit jantung dengan berkonsultasi ke dokter, faktor risiko yang terkontrol baik akan mencegah terjadinya serangan stroke pada diri kita.

Mari aktif bergerak, lakukan hal-hal kecil untuk menjauhkan diri dari stroke. #jointhemovement #dontbetheone #Worldstrokeday2020

Kunjungi Klinik Saraf Rumah Sakit Panti Rapih untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar Demensia.

Ditulis oleh dr. Esdras Ardi Pramudita, Sp.S., M.Sc (Dokter Spesialis Saraf & Kepala Bidang Pelayanan Medik Rumah Sakit Panti Rapih)

Posted in Artikel Kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *