Kunjungan Gereja Katolik St Pius X Karanganyar Tuntang ke RS Panti Rapih Yogyakarta 5/5 (4)

Pada hari Kamis, 24 Oktober 2024, Rumah Sakit Panti Rapih menerima kunjungan dari Gereja Katolik St Pius X Karanganyar Tuntang. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung Borromeus Rawat Jalan Terpadu, Lantai 6 ini dihadiri oleh 50 peserta dari Gereja Katolik, dipimpin oleh Bapak Clemens Heris Turhantara, SE, selaku Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan Dewan Pastoral Paroki Harian (DPPH).

 

 

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Nainggolan, M. Kes, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini sebagai langkah mempererat hubungan antara institusi pelayanan kesehatan dan komunitas keagamaan. Selanjutnya, sesi Company Profile RS Panti Rapih dipresentasikan oleh Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H., selaku perwakilan rumah sakit, yang memberikan gambaran tentang visi, misi, serta layanan unggulan RS Panti Rapih.

Dari pihak Gereja Katolik St Pius X Karanganyar Tuntang, sambutan disampaikan oleh Bapak Clemens Heris Turhantara, SE. Beliau menyatakan rasa syukur atas kesempatan berharga ini dan mengungkapkan harapan agar kunjungan ini menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan demi melayani masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyerahan kenang-kenangan sebagai simbol persahabatan antara kedua institusi, diikuti dengan momen foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan.

Bagian utama acara diisi dengan pemaparan materi tentang pelayanan pastoral dan diskusi yang dipimpin oleh Ibu CH. Tri Yekti Susanti, A.Md.Kep, selaku Kepala Sub Instalasi Pelayanan Pastoral dan Perawatan Jenazah. Sesi ini membuka ruang untuk dialog konstruktif mengenai peran penting pelayanan pastoral dalam mendukung kesejahteraan pasien dan keluarga mereka.

 

 

Kunjungan ini diharapkan dapat:

  1. Membangun Jembatan Kolaborasi
    Menguatkan hubungan antara Gereja Katolik St Pius X Karanganyar Tuntang dan RS Panti Rapih untuk bekerja sama dalam pelayanan kesehatan dan spiritual bagi masyarakat.
  2. Meningkatkan Kesadaran Pelayanan Holistik
    Mendorong kedua institusi untuk semakin memperhatikan kebutuhan fisik, psikologis, dan spiritual masyarakat melalui program-program yang terintegrasi.
  3. Memperluas Jaringan Komunitas
    Menciptakan sinergi antara komunitas keagamaan dan lembaga kesehatan, sehingga dapat memberikan dampak positif yang lebih luas.

Dengan kunjungan ini, RS Panti Rapih dan Gereja Katolik St Pius X Karanganyar Tuntang berharap dapat terus bersinergi dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
DIKLAT RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Menerima Magang dari BLUD RSUD Teluk Bintuni 5/5 (4)

Pada hari Senin, 21 Oktober 2024, RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan dan magang dari BLUD RSUD Teluk Bintuni. Kunjungan dan magang ini bertujuan untuk mempererat kerja sama serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam manajemen pelayanan kesehatan. Rombongan disambut hangat oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephanie Maria Nainggolan, M.Kes., serta Direktur SDM & Umum, dr. Dion Sulistyo, M.P.H. Kunjungan ini juga dihadiri oleh Pit. Kepala Seksi Kelola Lingkungan BLUD RSUD Teluk Bintuni, Ibu Suharti Furier, S.K.M., yang memberikan sambutan atas nama rombongan.

Setelah acara serah terima kenang-kenangan dan foto bersama, acara dilanjutkan dengan pemaparan profil RS Panti Rapih oleh Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H. (Hospital Representative). Presentasi ini memberikan gambaran umum mengenai visi, misi, serta standar pelayanan kesehatan yang dijalankan di RS Panti Rapih.

Acara inti dari kunjungan dan magang ini adalah diskusi materi terkait alur pelayanan serta manajemen pengelolaan di berbagai bidang, yang dibagi menjadi beberapa sesi:

Materi 1: Manajemen Pengelolaan Logistik, Pengadaan, dan Oksigen (Oβ‚‚)

Disampaikan oleh Apoteker Andriana Isti Handayani, S.Farm., Kepala Bidang Logistik RS Panti Rapih Yogyakarta. Materi ini mencakup strategi dan alur pengelolaan logistik yang efektif untuk menunjang pelayanan rumah sakit.

 

Materi 2: Manajemen Pengelolaan Kesehatan Lingkungan, Laundry, dan Ambulans

Ibu Y. Wara Andriyanti, A.Md., Kepala Seksi Pemeliharaan Lingkungan dan Laundry, menyampaikan alur pengelolaan lingkungan, yang meliputi pengelolaan limbah, sanitasi, dan sistem laundry di RS Panti Rapih.

Bapak Martinus Harry Sulistianto, Kepala Seksi Keamanan dan Transportasi, menjelaskan pengelolaan layanan transportasi dan ambulans, termasuk prosedur penanganan situasi darurat di rumah sakit.

 

Materi 3: Manajemen Pengelolaan Sarana, Prasarana, dan Fasilitas

Bapak Albertus Gunawan Setiyono, S.T., Kepala Sub Instalasi Bangunan dan Sipil, serta Bapak Agustinus Bambang Susetyo, Kepala Sub Instalasi Kelistrikan dan Mesin, membahas mengenai pengelolaan bangunan, genset, dan penyediaan oksigen.

Setelah pemaparan materi, rombongan dari BLUD RSUD Teluk Bintuni diajak untuk melakukan hospital tour di beberapa area rumah sakit guna melihat langsung implementasi dari alur pelayanan yang telah disampaikan. Selama periode tanggal 21 – 25 Oktober 2024, rombongan akan melakukan kegiatan magang di unit-unit terkait untuk memahami lebih mendalam sistem dan prosedur yang dijalankan RS Panti Rapih.

Puncak dari kegiatan ini akan diadakan pada 25 Oktober 2024, di mana peserta magang dari BLUD RSUD Teluk Bintuni akan mempresentasikan hasil dari kegiatan mereka selama lima hari.

Pada 26 Oktober 2024, kegiatan ditutup dengan acara Capacity BuildingΒ berupa kegiatan outboundΒ di Melcosh Kaliurang yang diharapkan dapat mempererat kerja sama dan menambah keakraban.

RS Panti Rapih Yogyakarta mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari BLUD RSUD Teluk Bintuni. Semoga kunjungan ini menjadi momen silaturahmi yang bermanfaat dan semakin memperkokoh hubungan kedua rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Mengatasi Trauma dan Stres Tersembunyi dengan Hipnoterapi: Kembali ke Kehidupan yang Sehat No ratings yet.

Kejadian traumatis seperti bencana alam, kecelakaan lalu lintas, serta kekerasan fisik, emosional, dan seksual dapat dialami oleh siapa saja, tetapi tidak semua orang mengalami trauma. Pemaknaan terhadap suatu kejadian sangat dipengaruhi oleh pengalaman hidup individu dan ada lima syarat terjadinya trauma:

  1. Emosi intens yang dihasilkan oleh kejadian
  2. Makna yang dirasakan individu
  3. Kondisi kimiawi otak yang mendukung
  4. Rasa terperangkap
  5. Perasaan tidak berdaya.

Semakin tinggi intensitas emosinya, semakin besar potensi trauma yang dialami.

Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap cedera emosional dan fisik akibat kekerasan karena mereka belum mampu membela diri dengan baik. Ironisnya, kekerasan seringkali dilakukan oleh orang dewasa atau teman dekat. Trauma yang tidak disembuhkan pada masa kanak-kanak dapat menghambat kehidupan seseorang di masa dewasa, mengakibatkan kehilangan hidup di momen saat ini, gangguan kemampuan kontrol seseorang terhadap tubuh dan pikirannya, sampai gangguan untuk berelasi sehat dengan orang lain. Trauma, intinya, memiliki dampak psikologis dan fisiologis yang dapat melumpuhkan kehidupan seseorang.

Trauma yang tidak diatasi dapat menyebabkan hidden stress, di mana pikiran bawah sadar menyimpan memori traumatis untuk melindungi individu. Namun, emosi negatif yang terjebak dalam tubuh dapat memicu sinyal aktif yang menyebabkan sakit fisik yang tidak terlihat, namun sangat mengganggu. Stres berkepanjangan akibat trauma dapat berkontribusi pada masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker. Secara psikologis, dampak trauma bisa meliputi perilaku kecanduan, kekerasan, bunuh diri, kepribadian ganda, depresi, bipolar, PTSD, dan keluhan psikosomatis, sampai risiko menjadi seorang pelaku kekerasan.

Penyembuhan trauma sangat penting untuk mengembalikan keseimbangan tubuh dan mendukung proses penyembuhan serta regenerasi sel, sehingga individu menjadi lebih sehat dan terhindar dari penyakit kronis. Rekonsiliasi trauma berarti mengembalikan kepemilikan seseorang atas tubuh dan pikirannya, meningkatkan daya tahan terhadap stres, dan membuka potensi di masa depan.

Mengatasi trauma dan hidden stress memerlukan pendekatan holistik dan hati-hati, mengingat efeknya yang mendalam. Hipnoterapi menawarkan cara efektif untuk menyelesaikan trauma dengan aman, membantu pasien mengendalikan kehidupan mereka dan menemukan kembali kesejahteraan.

Apa itu Hipnoterapi?

Hipnoterapi terdiri dari dua kata: hipnosis dan terapi. Menurut Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology, hipnosis adalah kondisi kesadaran yang ditandai oleh relaksasi pikiran sadar, penurunan fungsi kritis analitis, serta peningkatan fokus, membuat individu sangat responsif terhadap sugesti yang diberikan kepada pikiran bawah sadar.

Bagaimana Hipnoterapi Bekerja?

  1. Relaksasi Mendalam: Terapis membawa pasien ke kondisi relaksasi mendalam, di mana pikiran sadar menjadi kurang aktif dan pikiran bawah sadar lebih terbuka untuk sugesti.
  2. Mengakses Memori Bawah Sadar: Hipnoterapi memungkinkan pasien mengakses memori bawah sadar yang mungkin menyimpan trauma tersembunyi, membantu mereka memahami dan mengurangi stres terkait.
  3. Rekonstruksi Kognitif: Dengan bantuan terapis, pasien dapat mengubah cara pandang dan reaksi terhadap pengalaman traumatis, mengganti respons negatif dengan yang lebih positif.
  4. Meningkatkan Ketenangan dan Pengendalian Diri: Hipnoterapi juga membantu mengembangkan kemampuan pengendalian diri yang lebih baik dalam menghadapi stres di masa depan melalui sugesti positif.

 

Artikel ditulis oleh :

dr FR Herin Anggreni, M. BIOMED (AAM)

(Dokter Hipnoterapi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Katarina

Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus

RS Panti Rapih

Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223

Telp : (0274) 514014, 514845, 563333 ext 1512

Whatsapp: +62 811-2847-276

 

Pendaftaran 24 jam :

Telepon 0274 – 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Playstore atau App store)

 

 

 

 

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Visitasi Akreditasi Lembaga Pelatihan Bidang Kesehatan di RS Panti Rapih: Upaya Menjamin Kualitas Pendidikan Kesehatan yang Unggul 5/5 (10)

Yogyakarta, 2 Agustus 2024 – RS Panti Rapih mengadakan acara visitasi akreditasi Lembaga Pelatihan Bidang Kesehatan yang sangat dinantikan, dihadiri oleh tiga asesor terkemuka dari Direktorat Mutu Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Asesor yang hadir adalah Yulia Fitriani, SKM, MKM; Ns Dian Pancaningrum, S.Kep., M.Kep; dan Rismannidar, S.Kom. Acara ini merupakan bagian dari upaya RS Panti Rapih untuk menstandarkan dan menjamin mutu lembaga pelatihan kesehatannya melalui Instalasi Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian yang dimiliki. Tim Asesor diterima langsung oleh Direktur SDM dan Umum RS Panti Rapih, dr. Dion Sulistyo, MPH.

Sambutan Direktur SDM & Umum dr. Dion Sulistyo, MPH

Akreditasi lembaga pelatihan kesehatan memiliki peran krusial dalam memastikan bahwa institusi penyelenggara pelatihan di bidang kesehatan memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Proses akreditasi ini melibatkan penilaian mendalam terhadap berbagai aspek yang menjadi tolok ukur kualitas dan efektivitas penyelenggaraan pelatihan. Tiga komponen utama yang menjadi fokus dalam akreditasi ini meliputi:

  1. Komponen Administrasi dan Manajemen: Komponen ini menilai efektivitas manajemen lembaga pelatihan, termasuk bagaimana lembaga dikelola dan diorganisir. Evaluasi mencakup analisis terhadap struktur organisasi, kebijakan internal, prosedur operasional standar (SOP), dan strategi pengelolaan sumber daya yang diterapkan. Penilaian yang baik pada komponen ini menunjukkan bahwa lembaga memiliki tata kelola yang baik dan mampu mendukung operasional pelatihan secara optimal.
  2. Komponen Pelayanan Pelatihan: Aspek ini mengevaluasi kualitas pelayanan pelatihan yang disediakan oleh lembaga. Penilaian meliputi kurikulum yang digunakan, metode pengajaran, kualifikasi dan kompetensi instruktur, serta evaluasi dan penilaian terhadap peserta pelatihan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa program pelatihan yang diselenggarakan dapat menghasilkan tenaga kesehatan yang terampil dan siap bekerja di lapangan.
  3. Komponen Pelayanan Penunjang Pelatihan: Penilaian terhadap komponen ini mencakup fasilitas dan infrastruktur yang mendukung kegiatan pelatihan, seperti laboratorium, perpustakaan, peralatan teknologi informasi, dan fasilitas penunjang lainnya. Infrastruktur yang memadai dan berkualitas tinggi menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif.

β€œProses akreditasi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan kesehatan di RS Panti Rapih,” ungkap Markus Suryo Nugroho, MPH (Kepala Instalasi Diklit RS Panti Rapih). β€œKami percaya bahwa melalui akreditasi ini, kami dapat memastikan bahwa standar dan mutu pelatihan yang kami selenggarakan sejalan dengan tujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di Indonesia.”

 

Selain menjadi sarana evaluasi, visitasi akreditasi ini juga menjadi kesempatan berharga bagi RS Panti Rapih untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pendidikan kesehatan. Diharapkan, hasil dari akreditasi ini akan memotivasi lembaga untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mencetak tenaga kesehatan yang berkualitas dan profesional.

 

RS Panti Rapih berkomitmen untuk menjadikan akreditasi ini sebagai langkah awal untuk perbaikan dan pengembangan berkelanjutan. Dengan dukungan dari Direktorat Mutu Tenaga Kesehatan, RS Panti Rapih akan terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan kesehatan terbaik bagi seluruh peserta.

 

Artikel ditulis oleh :

Maria Vita

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating