RS Panti Rapih Dorong Inklusivitas Melalui Penempatan Tenaga Kerja Disabilitas 5/5 (1)

Yogyakarta, 16 September 2025 – RS Panti Rapih kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung inklusivitas di dunia kerja. Melalui kegiatan Diseminasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, RS Panti Rapih dipercaya menjadi narasumber untuk berbagi pengalaman dalam penempatan tenaga kerja disabilitas.

Acara yang berlangsung di Ruang Pakubuana, Hotel Harper Malioboro Yogyakarta ini dihadiri langsung oleh dr. Dion Sulistyo, M.P.H., Direktur SDM dan Umum RS Panti Rapih, yang menyampaikan materi berjudul Strategi Penempatan Pencari Kerja Disabilitas di Perusahaan. Dalam paparannya, dr. Dion menekankan pentingnya peran perusahaan dalam membuka kesempatan kerja yang setara, sekaligus mendorong implementasi regulasi pemerintah terkait kuota tenaga kerja disabilitas—yaitu 2% untuk BUMN dan 1% untuk perusahaan swasta dari total karyawan.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga menghadirkan testimoni dari Rian, salah satu tenaga kerja disabilitas yang saat ini bekerja di RS Panti Rapih. Rian membagikan pengalamannya bekerja di lingkungan rumah sakit yang mendukung dan inklusif, serta bagaimana kesempatan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Bapak Wawan Harmawan, S.E., M.M., serta perwakilan DPRD Kota Yogyakarta. Dalam sambutannya, Wakil Walikota menyampaikan bahwa inklusivitas adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah akan terus mendorong sinergi dengan perusahaan-perusahaan di Kota Yogyakarta agar lebih banyak penyandang disabilitas yang memperoleh akses kerja sesuai kompetensi mereka.

RS Panti Rapih ditunjuk sebagai narasumber bukan tanpa alasan. Rumah sakit ini telah lebih dahulu melakukan langkah nyata dengan membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Praktik ini menjadi bukti komitmen RS Panti Rapih dalam menghadirkan lingkungan kerja yang adil, setara, dan manusiawi.

Dengan adanya kegiatan diseminasi ini, diharapkan semakin banyak perusahaan di Yogyakarta dan sekitarnya yang terdorong untuk ikut serta dalam mewujudkan dunia kerja yang inklusif, sesuai visi kota sebagai kota ramah disabilitas.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Workshop Strategi Pendekatan Holistik dalam Pendampingan Paliatif Care 4.5/5 (2)

Yogyakarta, 4 September 2025 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berfokus pada pasien dengan menyelenggarakan Workshop Strategi Pendekatan Holistik dalam Pendampingan Paliatif Care. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan paliatif yang komprehensif, multidisiplin, dan berpusat pada kualitas hidup pasien. Kegiatan ini bertempat di Auditorium lantai 6, RS Panti Rapih Yogyakarta dari pk 08.00 – 15.00 WIB.

Pelayanan paliatif merupakan bentuk pelayanan terpadu yang diberikan kepada pasien dengan penyakit yang mengancam jiwa, baik pada orang dewasa, anak, maupun geriatri. Penyakit seperti kanker, penyakit degeneratif, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit paru obstruktif kronis, stroke, hingga infeksi kronis seperti HIV/AIDS dan Covid-19 kerap membutuhkan perawatan paliatif untuk mengurangi penderitaan dan menjaga kualitas hidup pasien.

Pemerintah telah menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/2180/2023 tentang Pedoman Penyelenggaraan Paliatif. Aturan ini menjadi acuan dalam penyelenggaraan pelayanan paliatif agar pasien mendapatkan kesempatan hidup dengan bermartabat hingga akhir hayat.

Di Indonesia, kebutuhan layanan paliatif semakin mendesak. Banyak kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut dengan gejala berat yang belum tertangani optimal, sehingga berdampak pada kualitas hidup pasien dan keluarganya. Di sisi lain, tindakan medis yang seharusnya tidak lagi perlu dilakukan justru masih diberikan, sehingga menambah beban biaya perawatan.

Melalui workshop ini, RS Panti Rapih ingin:

  • Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan asuhan paliatif dengan pendekatan multidisiplin dan interdisiplin.
  • Mendorong pelayanan berfokus pada pasien, dengan menekankan kenyamanan, menghindari tindakan invasif yang tidak perlu, serta menjaga agar pasien dapat meninggal dengan tenang, damai, dan bermartabat.
  • Memberdayakan peran tim multidisiplin yang terdiri dari dokter, perawat, rohaniawan, sosial worker, dan relawan dalam mendampingi pasien dan keluarganya secara holistik.

 

Kriteria Peserta

  • Peserta workshop meliputi:
  • Perawat vokasi dan ners
  • Dokter umum dan dokter spesialis
  • Relawan
  • Sosial worker

Jumlah peserta mencapai 100 orang yang berasal dari tenaga kesehatan Kemenkes maupun non-Kemenkes.

Acara dibuka dengan sambutan Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dilanjutkan  foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam mengembangkan pelayanan paliatif yang lebih baik.

Selanjutnya peserta mengikuti rangkaian materi dari para narasumber berkompeten:

  1. Konsep Dasar Pelayanan Paliatif Onkologi
    oleh dr. Dian Pratiwi, M.Sc., SpPD, KHOM
  2. Konsep Dasar Pelayanan Paliatif Non-Onkologi Geriatri
    oleh Dr. dr. I. Dewa Putu Pramana, Sp.PD, K-Ger
  3. Manajemen Asuhan Paliatif
    oleh Ibu Valentina Rina Hernani, S.Kep., Ns
  4. Komunikasi Terapeutik dan Dukungan Psikososial-Spiritual
    oleh Dr. dr. Jodi Visnu, MPH – mencakup penatalaksanaan akhir kehidupan, dukungan masa dukacita, hingga praktik pendampingan pasien dan keluarga.

Melalui workshop ini, RS Panti Rapih Yogyakarta berharap para peserta dapat mengembangkan wawasan dan keterampilan dalam mendampingi pasien paliatif secara holistik, baik dari aspek medis, psikososial, maupun spiritual.

Bagi RS Panti Rapih, kegiatan ini menjadi bagian dari Transformasi Kesehatan dan Penguatan Kompetensi Keprofesian. Diharapkan hasil workshop dapat memperkuat layanan paliatif di rumah sakit, sehingga pasien memperoleh kualitas hidup terbaik hingga akhir hayat, sementara keluarga mendapatkan pendampingan yang penuh empati dan dukungan.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Workshop Etika Profesi dan Komunikasi Efektif Bagi Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit 5/5 (10)

Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Etika Profesi dan Komunikasi Efektif bagi Tenaga Kesehatan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman tenaga kesehatan mengenai kode etik, disiplin profesi, serta keterampilan komunikasi efektif sebagai fondasi utama dalam pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., membuka acara sekaligus menegaskan pentingnya etika profesi dan komunikasi efektif dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan modern. Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen seluruh peserta.

Workshop dilaksanakan secara offline/luring bertempat di Auditorium Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus dalam 3 batch:

  • Batch 1: Selasa, 5 Agustus 2025
  • Batch 2: Rabu, 13 Agustus 2025
  • Batch 3: Selasa, 19 Agustus 2025

Tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan. Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 Pasal 274 (a) menegaskan kewajiban tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan sesuai standar profesi, standar prosedur operasional, serta etika profesi.

Namun, pelanggaran etik dan disiplin profesi masih menjadi tantangan. Kasus-kasus yang muncul kerap dipicu oleh kurangnya pemahaman kode etik serta komunikasi yang tidak efektif. Padahal, komunikasi yang baik tidak hanya meningkatkan kepatuhan pasien, tetapi juga memperkuat kolaborasi antar tenaga kesehatan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

Melalui workshop ini, RS Panti Rapih berkomitmen membekali tenaga kesehatan dengan wawasan dan keterampilan praktis untuk menjawab tantangan tersebut.

Tujuan Workshop

Meningkatkan pemahaman dan kompetensi tenaga kesehatan dalam aspek etik, disiplin profesi, dan komunikasi guna mendukung pelayanan yang profesional, aman, dan berkualitas.

Narasumber

Workshop ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya:

  1. Romo Dr. CB Kusmaryanto, SCJ – Prinsip Dasar Etik Profesi dalam Pelayanan Kesehatan
  2. Ibu Bernadeth Dwi Wahyunani, S.Tr.Gz., RD – Etika Profesi Tenaga Kesehatan
  3. Bapak B. Agung Sulistyo, SH, M.H.Kes – Regulasi dan Disiplin Profesi Tenaga Kesehatan
  4. dr. Maria Silvia Merry, MSc, Sp.MK– Komunikasi Efektif dengan Pasien dan Keluarga

Acara juga dilengkapi dengan praktik komunikasi efektif melalui simulasi per kelompok.

Jumlah peserta mencapai 245 orang tenaga kesehatan dari berbagai profesi, antara lain: psikolog klinis, apoteker, nutrisionis, dietisien, fisioterapis, terapis wicara, radiografer, tenaga laboratorium medis, perekam medis, hingga teknisi pelayanan darah.

Melalui workshop ini, RS Panti Rapih berharap seluruh peserta dapat:

  • Meningkatkan profesionalisme dalam praktik sehari-hari dengan menjunjung tinggi kode etik dan disiplin profesi.
  • Mengimplementasikan komunikasi yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan pasien dan kualitas layanan.
  • Menjadi agen perubahan dalam menciptakan budaya kerja yang berfokus pada keselamatan pasien.

Bagi RS Panti Rapih, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen dalam membangun pelayanan kesehatan yang unggul, berlandaskan etika, serta menghadirkan pengalaman terbaik bagi pasien dan keluarga.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Kunjungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya ke RS Panti Rapih: Belajar Langsung Sistem Rekam Medis Elektronik dan Teknologi Informasi Rumah Sakit 5/5 (3)

Yogyakarta, 16 Mei 2025 – RS Panti Rapih Yogyakarta kembali menerima kunjungan institusi pendidikan dalam rangka memperkuat sinergi antara dunia akademik dan layanan kesehatan. Sebanyak 86 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya, khususnya dari Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, melakukan kunjungan pembelajaran di Ruang Auditorium Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu lantai 6.

Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQUA, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam menjadikan RS Panti Rapih sebagai tempat pembelajaran nyata mengenai implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) dan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS).

Sambutan balasan disampaikan oleh Ketua Jurusan Rekam Medis Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Bapak Andi Suhenda, SKM., MPH, yang menekankan pentingnya kunjungan ini sebagai bagian dari bridging antara teori di bangku kuliah dan praktik profesional di rumah sakit.

Sebagai bentuk penghargaan, RS Panti Rapih memberikan kenang-kenangan simbolis kepada perwakilan peserta kunjungan. Momen tersebut dilanjutkan dengan foto bersama untuk mengabadikan kebersamaan yang penuh makna.

Peserta kemudian mendapatkan pemaparan Company Profile RS Panti Rapih yang disampaikan oleh Dr. dr. Jodi Christian Indra Visnu, M.P.H.. Materi ini membuka wawasan mahasiswa tentang sejarah, visi-misi, serta pencapaian rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang unggul dan humanis.

Selanjutnya, sesi materi utama dimulai:

Materi 1: Rekam Medis Elektronik
Disampaikan oleh Bapak Robertus Yogi Saputro, Ahli Madya Rekam Medis dan Informasi Kesehatan sekaligus Kepala Instalasi Rekam Medik RS Panti Rapih. Materi ini membahas transformasi pencatatan medis berbasis digital dan tantangan implementasinya di rumah sakit.

 

Materi 2: Sistem Informasi Rumah Sakit
Dipaparkan oleh Bapak Thomas Dhani Eka Kurniawan, S.Kom., Kepala Instalasi Teknologi Informasi. Beliau menjelaskan infrastruktur digital rumah sakit, integrasi antar unit, serta peran teknologi dalam efisiensi pelayanan.

Sesi ini diakhiri dengan diskusi interaktif dan tanya jawab, di mana mahasiswa antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar aplikasi sistem informasi dan pengelolaan data rekam medis.

Setelah sesi materi, peserta diajak untuk melakukan hospital tour ke beberapa unit pelayanan untuk melihat secara langsung bagaimana sistem rekam medis elektronik diterapkan dan bagaimana informasi pasien dikelola secara digital dari hulu ke hilir.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara RS Panti Rapih dan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang rekam medis dan teknologi informasi kesehatan.

RS Panti Rapih berharap agar mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh hari ini dalam studi maupun karier profesionalnya di masa depan. Sementara itu, pihak kampus berharap rumah sakit terus membuka ruang kolaborasi dan menjadi rumah belajar yang inspiratif bagi generasi tenaga kesehatan masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating