Pulih dengan Cinta: Lustrum I Klinik Katarina RS Panti Rapih, Rayakan Kesehatan Holistik Fisik dan Mental 5/5 (1)

Yogyakarta, 27 September 2025 — Klinik Katarina RS Panti Rapih merayakan usia ke-5 atau Lustrum I dengan mengangkat tema yang mendalam dan menginspirasi: Pulih dengan Cinta: “Bukan Soal Kurus Tapi Soal Pulih dan Bahagia.” Perayaan ini menegaskan komitmen RS Panti Rapih dalam penanganan obesitas yang tidak hanya berfokus pada berat badan, tetapi juga pada kesehatan mental dan kebahagiaan pasien secara keseluruhan.

Acara puncak Lustrum I diselenggarakan pada hari Sabtu, 27 September 2025, mulai pukul 06.30 hingga 13.30 WIB di Wisdom Park UGM dan Lounge Lantai 2 RS Panti Rapih. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan. Sebagai simbol rasa syukur, dilakukan pula prosesi potong tumpeng oleh Direktur Utama RS Panti Rapih yang diserahkan kepada Kepala Instalasi Rawat Jalan, dr. Radijanti Anggraheni Sp.DVE, didampingi oleh dr. Fransisca Romana Herin Anggreni P, M.Biomed (AAM).

Mengapa Fokus pada “Pulih dan Bahagia”?

Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang kian mengkhawatirkan. Data Riskesdas menunjukkan peningkatan prevalensi obesitas dewasa di Indonesia dari 14,8% (2013) menjadi 21,8% (2018). Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko penyakit fisik serius seperti jantung, diabetes tipe 2, dan hipertensi, tetapi juga berdampak signifikan pada kesehatan mental.

Penelitian membuktikan bahwa obesitas dapat merusak kepercayaan diri dan harga diri, bahkan memicu gangguan psikologis seperti depresi dan kecemasan. Sebaliknya, masalah mental juga dapat memperburuk pola makan dan motivasi gaya hidup sehat, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus. Klinik Katarina, yang didirikan pada 29 September 2019, hadir sebagai klinik holistik untuk penurunan berat badan yang memahami pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan psikologis.

Lustrum I ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih jauh pendekatan holistik Klinik Katarina kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi wadah edukasi dan motivasi untuk menerapkan gaya hidup sehat—mulai dari edukasi olahraga, pengelolaan pola makan seimbang, hingga pentingnya kesehatan mental.

Acara Lustrum I Klinik Katarina dikemas menarik dan ditujukan untuk masyarakat umum, khususnya pasien overweight dan obesitas, pasien Klinik Katarina, serta seluruh petugas. Rangkaian kegiatannya meliputi:

  • Stretching dan Jalan Sehat: Mendorong aktivitas fisik yang menyenangkan.
  • Meditasi: Melatih ketenangan pikiran dan pengelolaan stres.
  • Cooking Class: Memberikan edukasi praktis tentang pola makan sehat.
  • Talkshow Kesehatan “Happy Lifestyle”
    Narasumber pertama : dr. Luh Putuh Swastiyani Purnami, Sp. PD, AIFO-K dengan topik Happy Healthy Lifestyle.
    Narasumber kedua : Saudari Bukhi Prima Putri dengan topik Mindful Eating.

Melalui perayaan Lustrum I ini, ada harapan besar yang diusung oleh RS Panti Rapih:

Untuk Para Peserta: Diharapkan setiap individu yang hadir dapat membawa pulang inspirasi dan motivasi untuk memulai atau melanjutkan perjalanan kesehatan mereka. Semoga mereka menyadari bahwa nilai diri dan kebahagiaan jauh lebih penting daripada angka timbangan, dan bahwa pemulihan adalah proses yang harus dijalani dengan cinta dan dukungan. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju gaya hidup yang seimbang, bahagia, dan berkelanjutan.

Untuk RS Panti Rapih dan Klinik Katarina: RS Panti Rapih berharap Klinik Katarina dapat terus bertumbuh dan menjadi pusat rujukan unggulan dalam penanganan obesitas di Indonesia, dengan pendekatan yang holistik, penuh kasih, dan fokus pada kebahagiaan pasien. Diharapkan terjadi peningkatan kolaborasi dan sinergi yang lebih kuat antara seluruh petugas (dokter umum, ahli gizi, admin, terapis) dan pasien, menciptakan sebuah komunitas suportif yang mendorong setiap pasien untuk mencapai versi terbaik dari diri mereka, yaitu pulih dan bahagia.

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Info lebih lanjut :
Klinik Katarina Pusat Anti Obesitas & Kesehatan Holistik
WA : 08112847276

Mohon dapat memberikan rating

Exercise Untuk Meningkatkan Kebugaran Pada Obesitas No ratings yet.

Obesitas adalah suatu kejadian di mana adanya penumpukan lemak secara berlebihan yang lebih dari batas normal, penumpukan lemak yang secara berlebihan pada seseorang akan menyebabkan terjadinya penyakit. (WHO)

Obesitas kelas I : Indeks Massa Tubuh (IMT)  25 – 29,9

Obesitas kelas II :  Indeks Massa Tubuh (IMT) > 30 (kelas II)

(Skala Asia – Pacific)

Untuk mencapai penurunan berat badan dan memperoleh kebugaran fisik yang optimal, maka individu dengan obesitas wajib melakukan :

  • Pembatasan jumlah serta pengaturan jenis dan pola makan
  • Menambah pengeluaran kalori dengan melakukan aktivitas fisik dan exercise
  • Manajemen stress yang baik
  • Cukup istirahat

Aktivitas Fisik & Exercise

Exercise (olahraga) : suatu bentuk aktivitas fisik yang terdiri dari gerakan tubuh yang terencana, terstruktur dan berulang yang dilakukan untuk meningkatkan dan atau memelihara kebugaran fisik

METs (Metabolic Equivalent) perkiraan kebutuhan energi yang diperlukan dalam melakukan aktivitas fisik dan exercise,

Semakin tinggi METs semakin banyak energi yang diperlukan sehingga memerlukan kebugaran fisik yang semakin tinggi pula.

Individu dengan obesitas seringkali memiliki kebugaran fisik yang rendah, sehingga diperlukan penilaian awal untuk menentukan exercise yang aman dan efektif.

Six Minute Walking Test

Uji latih enam menit (six minute walking test/6MWT) digunakan untuk menilai kapasitas fungsional dan kardiovaskular seseorang dengan cara mengukur jarak tempuh dalam waktu enam menit. Uji latih ini mudah dilakukan tanpa peralatan khusus dan dapat memberikan informasi mengenai status kesehatan dan kemampuan sehari-hari seseorang.

Uji latih ini dilakukan di dalam ruangan dengan permukaan lantai datar dan keras, serta membutuhkan lintasan sepanjang 30 meter (atau 15 meter dengan modifikasi) yang lurus dan bebas hambatan.

Sebelum dan setelah tes dilakukan dilakukan pengukuran tekanan darah, denyut nadi, saturasi oksigen dan keluhan yang dirasakan partisipan. Dan selama tes akan dilakukan pemantauan kondisi dan keluhan partisipan.

Hasil akhir tes ini berupa angka VO2 max dan METS yang dapat digunakan sebagai perkiraan intensitas exercise yang aman.

 

Exercise pada Obesitas

Sebaiknya exercise dipandu oleh trainer akan menentukan jumlah (volume Latihan) berdasarkan hasil uji latih dan kemampuan masing – masing individu.

 

Prinsip dalam Exercise :

(American College of Sports Medicine – ACSM)

 

Frekuensi :

  • Latihan aerobicintensitas sedang : 5 hari per minggu, intensitas berat : 3 hari per minggu
  • Latihan beban / resistensi : 2-3 kali per minggu
  • Latihan fleksibilitas : 2-3 kali per minggu
  • Latihan keseimbangan / neuromotor : 2-3 kali per minggu

 

Intensitas :

  • Intensitas Ringan :denyut jantung < 60 % dari denyut jantung maksimal sesuai usia
  • Intensitas Sedang : denyut jantung mencapai 60 – 80 % dari denyut jantung maksimal sesuai usia
  • Intensitas Berat : denyut jantung mencapai 80-90 % dari denyut jantung maksimal sesuai usia
  • Intensitas Sangat Berat :denyut jantung mencapai 90-100% dari denyut jantung maksimal sesuai usia

Intensitas exercise harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

Hasil uji latih, misal nya six minute walking test atau treadmill dapat dijadikan patokan untuk menentukan intensitas exercise yang aman namun tetap efektif dalam penurunan berat badan.

Exercise work zones (Fox and Haskell formula between 20 and 70-year-old):

red zone (VO2Max), anaerobic, aerobic, weight control and warming up.

 

Durasi / waktu :

  • Latihan aerobic

intensitas sedang : 30-60 menit per hari  ( ≥ 150 menit/minggu),

intensitas berat : 20-60 menit (≥ 75 menit/minggu)

  • Latihan beban / resistensi : sesuai dengan repetisi dan set yang ditentukan
  • Latihan fleksibilitas : 10-20 menit
  • Latihan keseimbangan/neuromotor : 10-20 menit

Jenis exercise :

  • Latihan aerobic / cardio: jalan cepat, lari, sepeda statis, berenang
  • Latihan beban / kekuatan otot/ resistensi : calisthenics exercise, angkat beban, resistance band
  • Latihan flexibilitas : stretching, yoga, Pilates
  • Latihan neuromotor : keseimbangan, koordinasi, agility, prorioseptif

Kombinasi jenis exercise yang dilakukan akan lebih efektif dalam mencapai kebugaran fisik yang optimal.

 

Contoh Peresepan Exercise untuk Individu dengan Obesitas, usia 30 tahun, dengan Hasil Six Minutes Walking Test 6 METs

HariJenis Latihan
SeninSepeda statis / lari / berenang dengan intensitas sedang (60-80% denyut jantung maksimal yaitu 114 s.d 152 detak per menit) selama 30-60 menit
Calisthenic exercise
SelasaSepeda statis dengan intensitas sedang selama 30-60 menit
Pilates / yoga
RabuLatihan dengan barbell dan gym equipment
Latihan flexibilitas dan neuromotor
KamisLari dengan treadmill dengan intensitas sedang (kecepatan 7 s.d 10 km /jam meningkat bertahap, tanpa inklinasi) selama 30-60 menit
JumatBerenang dengan intensitas sedang selama 30-60 menit
Latihan dengan dumbbell dan resistance band
SabtuSepeda statis / lari / berenang dengan intensitas sedang selama 30-60 menit
Pilates / yoga
MingguIstirahat

 

Yang harus diperhatikan dalam melakukan exercise :

  • Peralatan olahraga yang sesuai
  • Awali dengan pemanasan (warming up)& akhiri dengan pendinginan (cooling down)
  • Pemantauan kondisi dan keluhan selama exercise
  • Kebutuhan cairan tubuh

 

Faktor kunci untuk mencapai keberhasilan exercise dalam penurunan berat badan :

(The U.S. Office of Disease Prevention and Health Promotion)

  • Enjoyment
  • Self-efficacy
  • Social Support
  • Accountability
  • Integration into Daily Life

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Amelia Kartika, Sp.KFR

(Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Katarina
WhatsApp: 0811-2847-276
Telepon: (0274) 563333 ext. 1512
Lokasi: Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih

Pendaftaran 24 jam :

Telepon 0274 – 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Playstore atau App store)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Talkshow Holistic Healthy Lifestyle 5/5 (1)

Pandemi membuat kita jadi semakin males gerak alias mager. Ini berpengaruh ke kondisi fisik dan mental juga. Jarang olah raga, sering pesan daring makanan yang tidak sehat, pekerjaan yang tidak ada batasan waktu juga.
Setelah sekian lama, sudah saatnya kita mulai lagi semangat untuk kembali menjaga kesehatan kita secara holistik.

Bagaimana memulainya?
Yuk gabung dalam Health & Financial Talk bersama BNI Life dan Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta:

🗓 Rabu, 6 Juli 2022
⏰ 10.00 – selesai
🏠 Auditorium RS Panti Rapih lt 6 Jl. Cik Di Tiro No.30, Yogyakarta
🎙️ dr. Fransisca Romana Herin Anggreni P, M.Biomed (AAM) – dari Klinik Anti Obesitas & Kesehatan Holistik, RS Panti Rapih
🎙️ Indah Pajarwany Regional Business Head Wilayah Jogja

Pendaftaran dapat diakses melalui link : di bit.ly/talkshowbnilife_rspantirapih

Tempat terbatas ya! Ditunggu ya partisipasinyaa

Mohon dapat memberikan rating

Tips Diet Sehat dengan Terapi Functional Food No ratings yet.

Apa itu Functional Food?

Bahan makanan yang telah diolah menjadi bahan makanan tertentu sehingga memberikan kandungan gizi

Kelebihan Terapi Functional Food:

  1. Memiliki kandungan gizi yang ada alami dari bahan makanan
  2. Kandungan gizinya telah terbukti secara ilmiah mampu mencegah atau mengobati suatu penyakit
  3. Functional food bisa diperoleh dari semua bahan makanan

Kunjungi Klinik Katarina Pusat Anti Obesitas dan Kesehatan Holistik untuk mengetahui kondisi kebugaran yang didukung oleh Tim Medis yang profesional.

Artikel terkait: https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-anti-obesitas/

 

Info Pelayanan :
Klinik Katarina Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274 – 563333 ext 1512
WA : 08112847276
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah libur

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating