Pentingnya Papsmear Bagi Kesehatan Wanita 5/5 (5)

Bagi para wanita, mendengar tentang kanker serviks merupakan hal yang sangat menakutkan, bahkan berbagai organisasi kesehatan serta pemerintah pun membuat program dalam rangka memerangi kanker serviks dengan menggalakkan deteksi dini, yaitu dengan pemeriksaan pap smear.

Apa itu Pemeriksaan Pap Smear?

Pap Smear adalah suatu jenis pemeriksaan yang digunakan untuk melakukan deteksi dini pada kanker serviks dengan cara melihat ada tidaknya perubahan sel jaringan pada leher Rahim dari usapan jaringan yang sudah dilakukan, yang selanjutnya dilihat dibawah mikroskop, dan pada akhirnya akan ada kesimpulan apakah terjadi suatu perubahan sel sehat menjadi sel kanker atau pra-kanker pada leher Rahim tersebut. Pemeriksaan ini dilakukan kepada wanita yang sudah aktif melakukan hubungan seksual.

Lalu, seberapa pentingnya pemeriksaan Pap Smear ini untuk kesehatan wanita?

Tentunya, pemeriksaan pap smear ini merupakan sebuah pemeriksaan sederhana dengan hasil yang luar biasa demi kesehatan para wanita kedepannya, baik itu bagi wanita yang belum ada keluhan, ada suatu keluhan atau pun yang sedang hamil pun juga bisa dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan ini wajib dilakukan karena mempunyai segudang manfaat, diantaranya adalah:

  • Untuk deteksi dini Kanker Serviks
  • Untuk dilakukan pengobatan sejak dini pada pasien dengan hasil ada perubahan jaringan pra kanker, dengan harapan hasil pengobatan menjadi maksimal
  • Untuk mengetahui apakah ada suatu penyakit atau gangguan lain pada leher Rahim
  • Deteksi dini tersebut bisa meningkatkan peluang kesembuhan

Apa saja syarat dilakukannya Pap Smear?

Syarat-syarat untuk dilakukannya prosedur pap smear adalah

  • Wanita yang sudah aktif berhubungan seksual
  • Tidak sedang haid
  • Pastikan tidak menggunakan obat-obatan intra-vagina atau pembersih pada vagina
  • Tidak melakukan hubungan seksual minimal 24-48 jam sebelum dilakukan tindakan pap smear

Dan pada pemeriksaan Pap Smear ini tidak menimbulkan rasa sakit jadi Sahabat Sehat Panti Rapih tidak perlu takut untuk dilakukannya pemeriksaan ini.

Artikel ini ditulis oleh: 
dr. I Dewa Gde Rainey Chrisananta Putra
(Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Umum 24 Jam
Lantai 1 Gedung Onder de Bogen Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Artikel ini mendapatkan rating 5/5 (5)

Mohon dapat memberikan rating

Melahirkan Tanpa Rasa Sakit dengan Metode Hypnobirthing No ratings yet.

Persalinan merupakan suatu proses berakhirnya kehamilan yang sangat di nanti-nantikan setiap wanita dengan penuh harap dan suka cita. Namun nyeri yang menyertainya dapat merupakan siksaan tersendiri. Nyeri persalinan merupakan pengalaman subyektif tentang sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, diltsi dan penipisan serviks, serta penurunan janin selama persalinan. Respon fisiologis terhadap, nyeri meliputi peningkatan tekanan darah, denyut nadi, pernafasan, keringat, diameter pupil dan ketegangan otot.

Berbagai upaya dilakukaan untuk menurunkan nyeri pada persalinanan, baik secara farmakologi maupun non farmakologi namun metode farmakologi lebih mahal dan berpotensi mempunyai efek yang kurang baik. Sedangkan metode non farmakologi bersifat nonintrusive, noinvasif, murah, simple, efektif dan tanpa efek yang merugikan. Metode non farmakologi juga dapat meningkatkan kepuasan selama persalinan karena ibu dapat mengontrol perasaannya dan kekuatannya.

Hypnobirthing merupakan salah satu metode pendekatan kejiwaan yang bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri dan tekanan emosi selama proses Persalinan dengan member kesempatan pada ibu yang akan melahirkan untuk berkonsentrasi, berfokus dan rileks. Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta adalah salah satu Rumah Sakit yang peduli dalam memberikan asuhan kehamilan dan persiapan persalinan dengan menerapkan Hypnobirthing RS Panti Rapih mempunyai komitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan memfasilitasi kesehatan sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat, terlebih dalam masa kehamilan dan persalinan agar menjadi pengalaman yang indah dan menyenangkan untuk ibu, bayi yang di lahirkan dan untuk keluarganya.

Manfaat Hypnobirthing
1. Meminimalkan, dan bahkan menghilangkan keinginan untuk menggunakan obat bius dan obat penghilang rasa sakit saat bersalin.
2. Teknik untuk menghasilkan tenaga kerja sehingga terasa lebih pendek dan lebih nyaman, atau mempersingkat fase awal proses persalinan, yaitu pembukaan yang biasanya memakan waktu 10 sampai 24 jam (terutama untuk kelahiran anak pertama).
3. Menghilangkan keletihan yang amat sangat sehingga setelah proses kelahiran bayi, sang ibu tetap bertenaga.
4. Mengurangi kemungkinan terjadinya hiperventilasi (pernapasan yang cepat dan pendek karena menahan sakit) saat persalinan berlangsung.
5. Memungkinkan otot-otot syaraf dan badan di tubuh ibu bekerja secara selaras dan alamiah selama proses kelahiran terjadi.
6. Membuat proses kelahiran alami menjadi sesuatu yang indah dan tidak traumatis.
7. Proses menyusui dapat dengan cepat dilakukan karena bayi umumnya lebih tenang dan waspada saat lahir.
8. Mendapatkan pengalaman melahirkan yang positif (menyenangkan) karena terjadinya ikatan batin yang baik antara ibu terhadap bayi dan sang suami (pasangan hidup).
9. Memberikan peran penting bagi pendamping (aktif) selama proses kelahiran.
10. Membantu ibu untuk melahirkan bayinya dengan caranya sendiri.
11. Mempercepat masa pemulihan pasca persalinan.

Konsultasikan kandungan Anda ke Klinik Kandungan bersama Dokter Spesialis Obgin Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

Artikel ini ditulis oleh:
MG. Endah SW, Amk

Klinik Kebidanan & Penyakit Kandungan
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

4 Upaya Mencegah Kanker Serviks Pada Perempuan No ratings yet.

HABIS VAKSINASI TERBITLAH PEREMPUAN SEHAT DAN TANGGUH

Memperingati Hari Kartini setiap tanggal 21 April, perjuangan untuk semua perempuan mempunyai bagian yang sama dalam membangun bumi tercinta.

Setiap perempuan adalah unik, berbeda  dengan seorang laki-laki, terutama dalam organ reproduksinya, bagaimana seorang perempuan mempunyai organ rahim untuk mengandung seorang bayi selama kurang lebih 9 bulan dan melahirkannya. Seorang perempuan dengan tangguh menjaga agar rahimnya tetap sehat supaya bisa memberikan kebahagiaan selalu dalam keluarga, suami dan calon bayi generasi penerus yang akan datang.

Setiap perempuan dari berbagai usia punya resiko untuk terkena kanker rahim (terutama kanker servik – Ca cerviks) terlebih jika sudah mulai dewasa dan menikah atau melakukan hubungan suami-istri. Oleh karena itu, perlu upaya pencegahan agar rahim selalu sehat.

Upaya yang perlu dilakukan adalah:

1. Medical Check Up pada semua perempuan secara reguler.
2. Screening dini atau pemeriksaan dini jika tak ada keluhan dengan pemeriksaan Pap Smear rutin, metode tes LBC – Liquid Base Cytologi atau metode tes IVA – Inspeksi Visual Asam asetat pada perempuan yang telah menikah atau sudah mempunyai anak.
3. Deteksi dini atau pemeriksaan dini jika ada keluhan yang berkaitan dengan organ reproduksi seperti gatal, lecet, luka, keluar cairan yang tak seperti biasanya; nanah atau darah atau timbul bau yang tidak nyaman serta ada timbul benjolan, dapat dengan dokter umum atau dokter spesialis.
4. Vaksinasi dengan vaksin HPV – Human Papilloma Virus. Virus HPV ini menginfeksi pada membran mukosa dan sel epithel kulit sehingga bisa memicu terjadinya kanker. Pada area kulit kelamin dapat timbul kutil kelamin atau kanker di area rahim, vagina, anus dan penis (pada laki-laki).

IDAI 2020 merekomendasikan vaksinasi HPV pada,

  • Anak perempuan umur 9 – 14 tahun, sebanyak 2 kali dengan rentang jadwal 6 hingga 15 bulan, atau pada saat program BIAS Bulan Imunisasi Anak Sekolah saat kelas 5 dan 6 SD
  • Anak umur 15 tahun ke atas, sebanyak 3 kali dengan rentang jadwal 0, 1, 6 bulan (vaksin bivalent) atau  0, 2, 6 bulan (vaksin quadrivalent)


PAPDI
merekomendasikan vaksinasi HPV pada,

  • Perempuan dewasa, sebanyak 3 kali dengan rentang jadwal 0, 1 atau 2, 6 bulan (vaksin bivalent / vaksin quadrivalent)

Kanker serviks merupakan momok bagi seorang perempuan, tetapi kanker serviks ini dapat dicegah dan disembuhkan selama terdeteksi dini dan dilakukan terapi pengobatan dini yang efektif.

Strategi global WHO untuk tahun 2030 tentang eliminasi kanker serviks adalah agar di setiap negara termasuk Indonesia: semua anak perempuan di bawah 15 tahun sudah tercakup vaksinansi HPV sebesar 90%, 70% perempuan usia dewasa telah dilakukan screening dan 90% perempuan terdiagnosa dilakukan perawatan yang dini dan efektif.

Jika ini terjadi maka akan banyak perempuan Indonesia yang sehat dan tangguh, semakin bermartabat dalam keluarga dan semakin hebat dalam mengisi dan menyempurnakan pembangunan negara tercinta, jauh dari kesakitan dan kematian karena kanker rahim.

Selamat Hari Kartini Bagi Perempuan Indonesia.

Baca juga link terkait:
https://pantirapih.or.id/rspr/medical-check-up/
https://pantirapih.or.id/rspr/?s=hpv

Artikel ini ditulis oleh:

dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Manajemen Bencana STIKes Panti Rapih)

Medical Check Up RS Panti Rapih Yogyakarta
Senin – Sabtu pukul 07.00-14.00. Hari Minggu & Tgl Merah Tutup
Lantai 2 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274-563333 ext 1125
WA : 08112945893

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Yuk, Tahu 3 Hal Penting dengan Vaksin HPV (Human Papilloma Virus) No ratings yet.

KENCAN = Kenali & Pencegahan

Perempuan sehat, perempuan tangguh, inspirasi, energi dan kebanggaan keluarga

( Memperingati Hari Perempuan Sedunia setiap tanggal 8 Maret )

Perempuan adalah makhluk Tuhan yang mulia, dihormati dan sebagai penyangga, memiliki organ reproduksi untuk bisa menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui. Biasanya sebutan umum untuk orang dewasa – wanita atau ibu, untuk anak – anak perempuan, cewek atau gadis.

 

3 hal penting yang harus diketahui :

  1. KENALI Human Papilloma Virus

Human Papiloma Virus / HPV adalah  virus yang dapat menyebabkan infeksi kutil kelamin, kanker leher rahim  / Ca cerviks,  kanker vagina dan anus pada perempuan, pada laki-laki selain kutil kelamin juga kanker anus dan penis

Data, WHO 2018 ada sekitar 43 juta infeksi HPV, banyak di antaranya usia belasan atau awal 20 tahunan. Pada awal infeksi virus HPV tidak menimbulkan gejala, tetapi jika HPV tidak hilang dapat menimbulkan kelainan kulit berupa kutil di permukaaan kulit bisa tumbuh di wajah, bahu lengan, jari tangan dan kaki serta kelamin (seperti gambaran bunga kol), pada perempuan akan menyebabkan risiko kanker leher rahim / Ca cerviks. Penyebarannya dapat melalui kontak kulit langsung yang terluka, hubungan seksual, dan melalui persalinan ibu pada bayi

  1. Deteksi dini dengan Medical Check Up

Human Papilloma Virus bisa beresiko menyebabkan kanker. Semua perempuan memerlukan pemeriksaan deteksi dini seawal mungkin, baik dengan pemeriksaan berkala ke Dokter Umum atau Dokter Spesialis Kandungan (Obgin) saat sehat / Medical Check Up dan pada saat sakit, ditemukan gejala awal yang timbul  terutama anak-anak dan usia lanjut

Perempuan dewasa yang sudah menikah, dianjurkan perlu melakukan medical check up rutin berkala setiap 1-2 tahun sekali dengan melakukan:

  1. Test IVA
  2. Test Pap smear
  3. Test HPV DNA

Dokter pemeriksaan akan mememastikan kondisi anda sehat, bugar atau fit sehingga anda, perempuan  menjadi tangguh, semangat dan menjadi inspirasi dalam pendidikan / karier, pekerjaan dan keluarga di rumah, sehingga mampu menghilangkan sekat-sekat gender

 

  1. PENCEGAHAN dengan melakukan Vaksin HPV

Vaksin HPV di  Indonesia bisa diberikan kepada perempuan usia 9 – 55 tahun, dan pada laki-laki diberikan pada usia 19-26 tahun. Meski tidak dapat mengobati infeksi virus HPV,  Vaksinasi HPV sangat bermanfaat untuk mencegah dan menurunkan risiko kasus kanker genital dan kanker leher rahim / Ca cerviks

Rekomendasi WHO (World Health Organization), PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia) dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) memasukkan sebagai bagian dari program imunisasi dasar lengkap

Jadwal vaksin HPV, Rekomendasi IDAI 2020

Anak perempuan umur 9-14 tahun, dosis 2x, dengan jarak 6-15 bulan

Anak perempuan umur 15 tahun lebih, dosis 3 kali dengan jadwal 0,1,6 bulan (vaksin bivalen) atau 0,2,6 bulan (vaksin quadrivalent)

Jadwal vaksin HPV, Rekomendasi PAPDI  2021

Perempuan umur 19 – 55 tahun, dosis 3 x, dengan jadwal 0, 1 atau 2, 6 bulan (bivalent/quadrivalent)

Laki-laki  umur 19 – 26 tahun, dosis 3 x, dengan jadwal 0,2, 6 bulan (quadrivalent)

 

Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dengan senang hati akan membantu dan mempersiapkan semua perempuan dan sahabat sehat untuk menjadi lebih sehat , tangguh dan menjadi inspirasi bagi semua orang. Lakukan Medical Check Up Rutin dan lakukan Vaksinasi sesuai jadwal, kami siap membantu.

Link terkait:

https://pantirapih.or.id/rspr/waspadai-dan-cegah-kanker-serviks/

https://pantirapih.or.id/rspr/medical-check-up/

https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-anna-layanan-obgin-terpadu-layanan-baru-rs-panti-rapih/

Artikel ini ditulis oleh:

dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Manajemen Bencana STIKes Panti Rapih)

 

Medical Check Up RS Panti Rapih Yogyakarta
Senin – Sabtu pukul 07.00-14.00. Hari Minggu & Tgl Merah Tutup
Lantai 2 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274-563333 ext 1125
WA : 08112945893

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Waspadai dan Cegah Kanker Serviks 5/5 (2)

Salah satu penyakit yang menjadi perhatian bagi kaum wanita adalah kanker serviks. Di Indonesia, diperkirakan lebih dari satu wanita meninggal dunia karena kanker serviks setiap jamnya. Kanker serviks adalah pertumbuhan sel-sel kanker di leher rahim bagian bawah yang menghubungkan ke vagina. Kanker serviks bermula saat sel yang sehat yang berada di mulut rahim mengalami perubahan dan bermutasi menjadi sel-sel abnormal dan selanjutnya menjadi Atumor dan dapat menyebar ke organ atau jaringan lain.

Human Papillomavirus (HPV) merupakan salah satu penyebab utama dari kanker serviks. HPV merupakan virus umum yang bisa ada pada setiap orang dan mudah menular. Umumnya, orang tidak menyadari jika memiliki HPV sebelum terjadi masalah kesehatan serius. HPV juga dapat menyebabkan penyakit lain, salah satunya adalah kutil kelamin baik pada wanita maupun pria.

Masa inkubasi virus ini adalah 10-20 tahun. Pada seseorang dengan daya tahan tubuh rendah, misalnya pada pasien HIV dan tuberkulosis masa inkubasi bisa menjadi lebih singkat. Ada sekitar 130 tipe HPV dan empat diantaranya paling sering menginfeksi manusia, yaitu tipe 6, 11, 16, dan tipe 18. Kanker serviks atau leher rahim, adalah jenis kanker yang disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Sekitar 70% atau tujuh dari 10 pria dan wanita terpapar HPV, jadi tanpa disadari HPV ada di sekitar kita semua, pasangan, bahkan keluarga kita.

Pencegahan kanker serviks bisa dilakukan dengan pemberian vaksin HPV dan deteksi dini. Deteksi dini kanker bisa membuat penderitanya berpotensi untuk mendapatkan keberhasilan terapi dan tingkat kesembuhan lebih tinggi serta memiliki usia lebih panjang. Dokter akan menyarankan Deteksi dini pada usia 21 tahun atau sudah pernah berhubungan seksual. Beberapa pemeriksaan yang dianjurkan adalah pap smear, tes IVA dan tes HPV DNA.

Pencegahan kanker serviks juga dapat dilakukan dengan pemberian vaksin HPV. Pemberian vaksin HPV bagi wanita dianjurkan sebanyak dua atau tiga dosis tergantung usia. Vaksin HPV saat ini direkomendasikan diberikan pada anak-anak mulai usia sembilan tahun. Jenis vaksin HPV ada tiga, yang pertama adalah bivalent yang digunakan untuk mencegah kanker serviks dan infeksi HPV-16 juga HPV-18, vaksin ini dikhususkan bagi wanita.

Selanjutnya ada Quadrivalent yang digunakan untuk mencegah kanker dan pra kanker serviks, vulva, vagina, dan anus. Yang terakhir adalah Vaksin HPV yang dapat melindungi dari sembilan strain virus yang memiliki cakupan pencegahan virus HPV lebih luas serta dapat digunakan oleh pria.

Untuk mendeteksi kesehatan Anda atau pasangan Anda sejak dini, dapat melakukan pemeriksaan dan konsultasi di Medical Check Up RS Panti Rapih.

 

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Bambang Triono Cahyadi, Sp.OG, M.Kes
(
Dokter Spesialis Obgin Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Informasi Pelayanan : 
Klinik Kebidanan & Penyakit Kandungan
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Kenali Toksoplasmosis pada Kehamilan Sejak Dini No ratings yet.

Toksoplasmosis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa Toxoplasma gondii. Kita sering mengira kucing sebagai penyebab toxoplasmosis, padahal kucing hanya sebagai hospes definitif tempat perkembangbiakan protozoa secara seksual yang menghasilkan ookista.

Perkembangan parasit dalam usus kucing menghasilkan ookista yang dikeluarkan bersama tinja lalu mencemari tanah dan tumbuh-tumbuhan.

Ookista menjadi matang dan infektif dalam waktu tiga sampai lima hari di tanah. Ookista yang matang dapat hidup setahun dalam tanah yang lembab dan panas, yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Ookista yang matang bila tertelan tikus, burung, babi, kambing, sapi atau manusia yang merupakan hospes perantara, dapat hidup pada tubuh dalam bentuk kista.

Lalat atau kecoa dapat memindahkan ookista dari tinja kucing ke tempat lain. Seperti contoh jika Anda makan daging sapi setengah matang maka Anda akan terinfeksi toksoplasma. Jadi bukan kucing yang menyebabkan toksoplasmosis.

Semakin tua umur kehamilan semakin mudah untuk terkena toksoplasmosis namun berbanding terbalik dengan beratnya derajat kelainan klinis, dimana semakin muda janin yang terkena infeksi semakin berat manifestasi klinisnya.

Tanda dan gejala pada ibu hamil tidak spesifik, bisa menyerupai flu, demam, sakit kepala, kelelahan, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening leher unilateral. Sedangkan janin yang terinfeksi dapat tanpa gejala sama sekali atau dijumpai tanda-tanda hidrosefalus dan pertumbuhan janin terhambat.

Infeksi kongenital toksoplasmosis dapat menyebabkan gejala sisa yang serius seperti kebutaan, keterbelakangan mental, defisit neurologis dan tuli.

Diagnosis toksoplasmosis akut pada ibu hamil apabila titer IgG meninggi pada pemeriksaan kedua kali dengan jangka waktu tiga pekan atau lebih atau bila ada konversi dari negatif ke positif.  Diagnosis juga dapat dipastikan bila ditemukan titer IgM positif. Diagnosis prenatal umumnya dilakukan pada usia kehamilan ≥ 18 pekan melalui pemeriksaan amniosentesis (mengambil sampel cairan ketuban).

Pemeriksaan USG terutama difokuskan pada otak. Kelainan yang terbanyak ditemukan adalah hidrosefalus (74%), klasifikasi intrakranial (18%), atrofi otak, dan hidranensefali.

Pengobatan pada wanita hamil harus diberikan segera setelah diagnosis ditegakkan terutama pada awal kehamilan. Obat yang digunakan adalah spiramisin, bertujuan untuk mengurangi transmisi toksoplasma melalui plasenta (sebesar 70%) sehingga dapat mencegah cacat kongenital. Obat ini diberikan pada usia kehamilan <18 pekan dan dikonsumsi terus-menerus sampai persalinan. Kombinasi obat pirimetamin, sulfadiazin dan asam folat diberikan pada usia kehamilan ≥ 18 pekan atau usia kehamilan ≤ 18 pekan dengan tanda janin positif terinfeksi. Obat ini juga tetap dikonsumsi sampai persalinan.

Pencegahan toksoplasmosis meliputi screening pemeriksaan darah sebelum merencanakan kehamilan, pemeriksaan kehamilan secara rutin, edukasi pencegahan penularan serta pengobatan segera pada ibu hamil yang terinfeksi.

Vaksin untuk mencegah infeksi toksoplasmosis pada manusia belum tersedia sampai saat ini. Pencegahan penularan di antaranya menggunakan sarung tangan saat berkebun atau memegang tanah, menghindari konsumsi daging mentah atau setengah matang, mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang makanan, mencuci tangan dan semua peralatan dapur dengan sabun sampai bersih setelah mengolah daging mentah, menutup rapat makanan matang supaya tidak dihinggapi lalat atau kecoa. Selain itu selalu cuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi, menghindari meminum susu kambing non-pasterurisasi atau produk-produk olahannya.

Ingin mengetahui informasi seputar kandungan, kunjungi Klinik Obsygn Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta.

 

ditulis oleh:
dr. Lia Fankania
(Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Informasi Pelayanan : 
Klinik Kandungan & Kebidanan
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Sadari 5/5 (1)

World Breast Cancer Day, merupakan suatu peringatan yang dilaksanakan oleh seluruh masyarakat dunia untuk mendukung pasien dan survivor kanker payudara. Peringatan ini jatuh pada Oktober.

Masyarakat begitu memberikan perhatian pada World Breast Cancer Day lantaran kanker payudara merupakan kanker paling umum terjadi baik di negara berkembang maupun negara maju.

Survei WHO pada 2013 menyatakan sekitar 8%-9% wanita mengalami kanker payudara. Bahkan, di Eropa tercatat setiap tahunnya ada lebih dari 250.000 kasus atau 28 kasus baru ditemukan setiap jam dan di Amerika tercatat 175.000 kasus atau 19 kasus ditemukan setiap jam. Bagaimana dengan Indonesia? Menurut catatan Kementerian Kesehatan Indonesia pada 2010, diperkirakan terdapat 100 penderita baru setiap 100.000 penduduk. Begitu pedulinya masyarakat menggalakkan visi Indonesia Bebas Kanker Payudara Stadium Lanjut pada 2030.

Guna mengantisipasi hal ini, masyarakat dapat mulai memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila menemukan tanda dan gejala kelainan pada payudara, baik itu bersifat lokal maupun yang sudah sistemik. Banyak cara untuk melakukan deteksi dini agar masyarakat dapat mencegah dan memberikan perhatian lebih pada kasus ini, salah satunya adalah pemeriksaan payudara  sendiri atau lebih dikenal dengan Sadari.

Sadari merupakan salah satu pemeriksaan yang lahir sebagai bentuk kepedulian kaum wanita terhadap payudara sendiri. Pemeriksaan ini tergolong sangat murah dan tidak memerlukan biaya yang mahal dan dapat dilakukan sendiri. Sadari dilakukan antara waktu tujuh hingga 10 hari pertama setelah hari pertama selesai menstruasi. Perlu diingat jika Sadari tidak menggantikan peran medis terlatih untuk pemeriksaan fisik secara klinis. Pada pemeriksaan ini, beberapa hal yang harus dicermati antara lain perubahan  bentuk dan ukuran payudara; nyeri; penebalan kulit; benjolan yang teraba; cekungan kulit seperti lesung pipit; pengerutan kulit payudara; cairan yang keluar dari puting susu; penarikan puting susu ke dalam hingga muncul luka pada payudara yang tidak kunjung sembuh.

Pemeriksaan Sadari ini dapat dilakukan pada saat mandi, pada saat berdiri di hadapan cermin maupun saat berbaring dengan langkah-langkah. Caranya, pada saat beridir di depan cermin besar, Anda dapat membuka pakaian dari pinggang ke atas kemudian lakukan inspeksi atau melihat payudara. Perhatikanlah, apakah bentuk payudara simetris? Apakah payudara membesar atau mengeras? Apakah arah puting berubah arah, tertarik ke dalam atau ada luka? Apakah ada perubahan warna kulit payudara? Apakah nampak kulit payudara menebal dengan pori-pori melebar menyerupai kulit jeruk? Adakah kerutan atau cekungan yang tidak normal?

Setelah Anda menginspeksi, ulangi pengamatan tersebut dengan kedua tangan lurus ke atas, kemudian kedua tangan memegang pinggang dengan dada dibusungkan dan siku ditarik ke belakang. Setelah itu Anda dapat menjilat payudara anda dari tepi menuju arah puting.  Pada tahap ini perhatikanlah! Apakah ada cairan atau darah yang keluar dari puting susu? Kemudian berlanjut ke tahap akhir yakni meraba payudara satu persatu dengan posisi berbaring. Saat berbaring, anda dapat melakukan langkah-langkah seperti meletakkan bantal atau handuk yang dilipat dibawah salah satu bahu, lengan dari sisi payudara yang akan diperiksa, direntangkan di samping kepala atau diletakkan di bawah kepala.

Kemudian rabalah dengan gerakan memutar, naik dan turun dari tepi payudara hingga puting susu, dan pada perabaan ini dilakukan dengan tiga tingkatan tekanan, yakni ringan untuk meraba adanya benjolan di tengah jaringan payudara dan tekanan kuat/dalam untuk meraba benjolan di dasar payudara.

Apabila ditemukan sesuatu pada saat pemeriksaan tersebut, sebaiknya dikonsultasikan dengan memeriksakan diri anda ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini merupakan langkah awal kepedulian kaum wanita terhadap kesehatan payudara, sehingga ada baiknya dilakukan paling tidak setiap satu bulan sekali untuk menjaga kesehatan payudara anda. Mari cegah kanker dengan Sadari.

 

disusun oleh:
dr. Stefanus Venanda Rian Chrismasto
(Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih)

Mohon dapat memberikan rating