Program Slimwell Olahraga No ratings yet.

Ingin menurunkan berat badan dengan cara sehat, aman, dan terarah?
Program Slimwell Olahraga RS Panti Rapih Yogyakarta hadir untuk membantu Anda berolahraga dengan pendampingan fisioterapis profesional. Tidak sekadar olahraga biasa, setiap sesi dievaluasi sesuai perkembangan dan kebutuhan personal Anda.

âś… Keunggulan Program Slimwell Olahraga:

  • Olahraga dipandu langsung oleh fisioterapis berpengalaman 🏋️
  • Program disesuaikan dengan kondisi tubuh & kebutuhan personal

  • Evaluasi progress setiap latihan

  • Cocok untuk pemula hingga yang ingin meningkatkan kebugaran

đź’° Pilihan Program Slimwell:

🔹 3x Kunjungan – Rp 332.000,-*
(3 sesi latihan, selesai dalam 2 minggu)

🔹 5x Kunjungan – Rp 521.000,-*
(5 sesi latihan, selesai dalam 1 bulan)

*Harga dapat berubah mengikuti tarif terbaru yang berlaku

📍 Lokasi: Klinik Katarina, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih Yogyakarta

📞 Informasi & Pendaftaran:

  • WA Only: 0811-2847-276

  • Telp: (0274) 563333 ext 1512

  • Pendaftaran 24 Jam: (0274) 514004 / 514006

👉 Daftar sekarang dan mulai perjalanan menuju tubuh sehat & ideal bersama Slimwell Olahraga RS Panti Rapih Yogyakarta.

Mohon dapat memberikan rating

Pelatihan Penanganan Pasien Tenggelam di Hidroterapi RS Panti Rapih: Sinergi Rehabilitasi Medik dan Basarnas untuk Keselamatan Pasien 4.5/5 (2)

Yogyakarta, 27 Juli 2025 — Dalam rangka meningkatkan keselamatan dan mutu layanan, Instalasi Rehabilitasi Medik RS Panti Rapih menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Pasien Tenggelam di Unit Hidroterapi, bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Tim Code Blue RS Panti Rapih.

Hidroterapi merupakan layanan terapi yang menggunakan media air sebagai alat bantu pemulihan, khususnya bagi pasien dengan gangguan neurologis dan muskuloskeletal. Namun, metode ini juga memiliki potensi risiko kegawatdaruratan seperti tergelincir, tersedak air, hingga insiden tenggelam, terutama pada pasien lanjut usia atau berkebutuhan khusus.

Pelatihan ini diselenggarakan dengan maksud untuk:

  • Meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan terhadap faktor risiko dan pencegahan kecelakaan di kolam hidroterapi.
  • Meningkatkan keterampilan pertolongan pertama pada pasien tenggelam.
  • Melatih prosedur evakuasi yang aman dan efektif dari kolam hidroterapi.
  • Meningkatkan koordinasi antar tim dalam penanganan kondisi gawat darurat.

 

Sebanyak  ± 36 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari:

  1. Fisioterapis
  2. Terapis Okupasi
  3. Terapis Wicara
  4. Staf Administrasi Instalasi Rehabilitasi Medik
  5. Tim Code Blue
  6. Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

 

Seluruh peserta adalah bagian dari tim yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam pelayanan hidroterapi di RS Panti Rapih.

Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh dr. Amelia Kartika, Sp.KFR, selaku Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik RS Panti Rapih.

Materi pelatihan meliputi:

Materi I: Risiko dan Pencegahan Kecelakaan di Unit Hidroterapi oleh dr Amelia Kartika, Sp.KFR.

Materi II: Penyelamatan dan Penanganan Gawat Darurat Pasien Tenggelam oleh Bapak Rendra Lerry dari Basarnas.

Simulasi: Penanganan Langsung Korban Tenggelam di Kolam Hidroterapi

Evaluasi & Refleksi: Penilaian efektivitas pelatihan dan peningkatan berkelanjutan

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi darurat, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan hidroterapi RS Panti Rapih. Dengan adanya pelatihan ini, RS Panti Rapih terus menunjukkan komitmen terhadap keselamatan pasien, profesionalisme pelayanan, dan kolaborasi lintas institusi.

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Gelar Webinar Ngabuburit Tentang Cedera Olahraga : Edukasi Praktis Tangani Kasus Shin Splints untuk Tenaga Kesehatan dan Masyarakat 5/5 (3)

Cedera olahraga bukan lagi monopoli atlet profesional. Masyarakat umum yang aktif berolahraga, terutama di masa tren gaya hidup sehat pascapandemi, juga rentan mengalami cedera yang mengganggu mobilitas. Menjawab kebutuhan edukasi publik dan profesional akan penanganan cedera olahraga, Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan Webinar Ngabuburit Series Keempat bertajuk “Penatalaksanaan Cedera Olahraga” pada Jumat, 21 Maret 2025 melalui platform Zoom Meeting.

Webinar ini diikuti oleh 57 peserta dari berbagai kota di Indonesia seperti Kudus, Bandung, Yogyakarta, Cilacap, Depok, Jakarta, Tegal, hingga Tasikmalaya. Peserta berasal dari kalangan fisioterapis, tenaga kesehatan, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada dunia fisioterapi dan penanganan cedera olahraga.

Cedera olahraga, khususnya shin splints, sering dianggap sepele padahal bisa menjadi kronis jika tidak ditangani dengan tepat. Webinar ini hadir sebagai wadah berbagi ilmu praktis dan ilmiah dalam menangani cedera semacam ini — dari aspek diagnosis hingga strategi gerakan korektif (corrective movement). “Webinar ini bukan hanya edukatif tapi juga solutif, karena menyajikan pengetahuan berbasis kasus nyata yang bisa langsung diterapkan di lapangan,” ujar Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., dalam sambutannya membuka acara.

Dipandu oleh moderator Bapak Nugroho Nanang Wijayanto, A.Md. Ft., webinar ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang fisioterapi olahraga:

Bapak Oktavia Abrianto, S.Tr.Ft, Ftr, AIFO. menyampaikan materi pertama berjudul “Peran Fisioterapis dalam Penatalaksanaan Cedera Olahraga dan Assessment and Pathophysiology of Shin Splints Case.” Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya identifikasi dini dan peran strategis fisioterapis dalam proses pemulihan pasien cedera olahraga.

Bapak Jeremi Damara Argadiya, A.Md. Kes. melanjutkan dengan materi kedua bertajuk “Treatment and Corrective Movement of Shin Splints Case.” Ia mengulas tuntas langkah-langkah terapi yang terbukti efektif, termasuk latihan korektif yang bisa membantu pemulihan secara fungsional dan mencegah kekambuhan.

Para peserta tidak hanya menyimak, tapi juga aktif berdiskusi dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Pertanyaan seputar metode diagnosis, jenis latihan, serta peran preventif dari fisioterapis menjadi topik hangat dalam forum tersebut.

“Setelah mengikuti webinar ini, saya jadi lebih paham bagaimana menangani klien dengan shin splints secara komprehensif, mulai dari assessment sampai movement correction,” ungkap salah satu peserta dari Bandung.

Webinar ini tidak hanya menjadi momen edukatif di bulan Ramadan, tetapi juga memperkuat komitmen RS Panti Rapih dalam memajukan pelayanan fisioterapi dan literasi kesehatan masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran dan pemahaman tentang cedera olahraga, diharapkan masyarakat bisa lebih proaktif dalam pencegahan dan pemulihan serta meningkatkan kualitas hidup melalui perawatan yang tepat.

Ke depan, RS Panti Rapih akan terus menghadirkan Webinar Ngabuburit Series lainnya dengan topik-topik kesehatan relevan yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan tenaga profesional.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Kelas Ibu RS Panti Rapih Edisi 024: Atasi & Cegah Speech Delay Berjalan Sukses 5/5 (1)

Pada hari Jumat, 13 Desember 2024, telah terlaksana Kelas Ibu Edisi 024: Atasi & Cegah Speech Delay, bertempat di Ruang Senam Hamil, Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu RS Panti Rapih. Kegiatan ini dihadiri oleh 18 peserta beserta 4 pendamping, dengan semangat belajar yang tinggi untuk mendukung tumbuh kembang anak mereka secara optimal.

Kelas Ibu edisi kali ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten:


dr. Anastasi Ratnaningsih, Sp. A (Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih) membawakan topik “Pengelolaan Speech Delay Berbasis Keluarga”, yang memberikan pemahaman mendalam tentang cara mengenali, mencegah, dan menangani keterlambatan bicara pada anak melalui pendekatan yang melibatkan seluruh anggota keluarga.

 


Yasinta Yose Rizaldy, A.Md.Kes (Terapis Wicara RS Panti Rapih) membahas topik “Tips Terapi Wicara di Rumah”, dengan panduan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh orang tua untuk membantu anak mereka mengembangkan kemampuan berbicara.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya peran mereka dalam mendukung perkembangan komunikasi anak.

Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan para peserta dapat:

  • Mengenali tanda-tanda awal speech delay secara lebih dini.
  • Memahami pentingnya keterlibatan keluarga dalam mendukung perkembangan anak.
  • Mempraktikkan terapi wicara sederhana di rumah sesuai panduan yang diberikan oleh narasumber.
  • Mempererat hubungan antara keluarga dan tenaga kesehatan untuk bersama-sama mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif seperti ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan dan tumbuh kembang anak.

 

Artikel ditulis oleh :
Anjar Pintosasi
(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Promosi Kesehatan RS Panti Rapih
WA : 08112846125 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Low Back Pain No ratings yet.

Fisioterapi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari, mengembangkan dan menerapkan teknologi terkini untuk perkembangan, perbaikan, serta pemulihan kesehatan sehingga tercapai kondisi prima dan optimal untuk melakukan berbagai aktivitas yang mandiri. Dalam pelayanan kesehatan fisioterapi ditujukan kepada individu atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, serta memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan. Pelayanan dilakukan baik secara manual untuk peningkatan gerak, maupun dengan peralatan yang bersifat fisik, pelatihan fungsi dan komunikasi.

Di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, layanan fisioterapi diberikan dengan kualitas global dan berorientasi pada problematika pasien. Layanan di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta  menggunakan konsep fisioterapi terkini, didukung oleh alat-alat fisioterapi modern dan tenaga fisioterapis yang profesional.

Low Back Pain adalah suatu sindrome dengan manifestasi klinis berupa nyeri di daerah pinggang bawah bersifat local dengan atau tanpa gejala yang berasal dari organ dalam daerah lain.

Gambaran klinis berupa nyeri pinggang bawah disebabkan oleh:
– Cidera angkat barang / cidera olahraga dengan posisi yang tidak tepat (Muscle Back Strain)
– 
HNP lumbal
– Spondylolisthesis lumbal
– Spondylosis / spondyloarthrosis
– Syndrome myofascial
– Canalis stenosis medulla spinalis
– Compresi fraktur vertebra lumbal
– TBC tulang belakang
– Osteoporosis vertebra lumbal
– Tumor / varices spinalis

PEMERIKSAAN
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan khusus
3. Pemeriksaan penunjang

PENATALAKSANAAN
Fase Akut (kurang dari 48 jam setelah terjadi gangguan)
1. Bed rest total
2. Cold teraphy / Terapi dingin
3. Tens / Interferential terapi
4. Positioning
5. Stabilisasi lumbal

Fase Pemulihan:
1. Terapi hangat
2. Terapi stimulasi (Tens / Interferential terapi)
3. Terapi stabilisasi pasif (pasang korset)
4. Terapi stabilasi aktif (senam untuk meningkatkan kekuatan otot lumbal dan perut)
5. Lumbal traksi elektris jika memungkinkan sesuai dengan hasil MRI
6. Manual terapi lumbal

Fase Rehabilitasi:
1. Lifting teknik yang benar: cara mengangkat / dorong beban dll
2. Ergonomic saat beraktivitas (tidur, duduk, berdiri, jalan, posisi meja dan kursi saat bekerja dll)
3. Berenang

Baca juga artikel:
https://pantirapih.or.id/rspr/layanan-rehabilitasi-medik-rs-panti-rapih/
https://pantirapih.or.id/rspr/dilema-anak-telat-bicara/
https://pantirapih.or.id/rspr/paket-fisioterapi-rs-panti-rapih/

Informasi Pelayanan : 
Instalasi Rehabilitasi Medik
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 16.00 WIB
Hari Minggu dan tanggal merah tutup

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Layanan Rehabilitasi Medik RS Panti Rapih 5/5 (3)

Pelayanan Rehabilitasi Medik adalah pelayanan kesehatan yang mengupayakan peningkatan kemampuan fungsional pasien sesuai dengan potensi yang dimiliki untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup.

Rehabilitasi medik RS Panti Rapih memberikan pelayanan :

  1. Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
  2. Fisioterapi
  3. Terapi Okupasi
  4. Terapi Wicara
  5. Memiliki dokter spesialis rehabilitasi medik, tenaga fisioterapis, terapis okupasi dan terapis wicara

Pelayanan Fisioterapi

Adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi, komunikasi.

Jenis layanan tindakan fisioterapi yang ada di RS Panti Rapih meliputi:

  1. Diathermy ( SWD/MWD)
  2. Ultrasound Terapi
  3. Traksi Cervical/Lumbal
  4. Stimulasi Faradik/Galvanik
  5. Interferential Terapi
  6. Infra Red Radiation/Sollux
  7. Manual Therapy
  8. Nebulizer
  9. CPM (Continuous Passive Movement)
  10. Tilting table
  11. TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation)
  12. Exercise Therapy : Latihan pasif, penguluran otot, ROM, Latihan aktif, Latihan jalan (NWB, PWB, FWB)
  13. Cold Therapy
  14. Chest Therapy
  • Postural drainage
  • Breathing exercise

 

Mulai tgl 1 Desember 2017 fisioterapi RS Panti Rapih ada layanan baru berupa pemasangan kinesio tape/taping.

Apa itu kinesio tape /taping?

Kinesio taping adalah sebuah modalitas terapi yang berdasarkan pada pendekatan penyembuhan secara alami dengan bantuan pemberian plester elastis. Kinesio taping dirancang untuk memfasilitasi proses penyembuhan alami tubuh dengan menyangga dan menstabilkan otot dan sendi tanpa membatasi gerak sendi.

Mekanisme kerja kinesio taping yaitu efek mengangkat kulit sehingga membebaskan daerah subcutan dari penekanan dan dapat mengurangi pembengkakan atau inflamasi, meningkatkan sirkulasi sehingga aliran darah kaya oksigen meningkat, terjadi regenerasi area yang diterapi,perlengketan berkurang, mengurangi sakit dengan mengambil tekanan dari reseptor rasa sakit ( mengurangi iritasi nociceptor), terjadi peningkatan fleksibilitas kolagen yang secara mekanis menyebabkan gerakan menjadi lebih leluasa.

Indikasi kinesio taping adalah :

  1. Stimulasi otot yang hipotonus
  2. Inhibisi otot yang hipertonus
  3. Melindungi otot agar tidak terjadi cedera
  4. Melindungi sendi
  5. Mengurangi inflamasi
  6. Mengurangi oedema
  7. Mempengaruhi peningkatan luas gerak sendi
  8. Meningkatkan sensori propioseptif
  9. Koreksi postur

Kontraindikasi kinesio taping adalah :

Trauma akut dengan tanpa disertai diagnosa yang jelas, seperti :

  1. Demam
  2. Keluhan –keluhan dengan pola yang abnormal/tidak jelas
  3. Luka terbuka

 

Pelayanan Okupasi Terapi

Banyak dari kita belum begitu mengenal profesi yang satu ini.

Sebenarnya apa itu okupasi terapi? Apakah sama dengan fisioterapi?

Mari kita ketahui lebih lanjut apa itu okupasi terapi.

Okupasi terapi adalah bentuk pelayanan kesehatan kepada pasien/klien dengan kelainan fisik dan atau mental yang mempunyai gangguan pada kinerja okupasional, dengan menggunakan aktifitas bermakna (okupasi) untuk mengoptimalkan kemandirian individu pada area aktivitas kehidupan sehari-hari, produktifitas dan pemanfaatan waktu luang (PERMENKES no 23 th 2013).

Dalam memberikan pelayanan kepada individu, terapi okupasi memperhatikan aset (kemampuan) dan limitasi (kelemahan/keterbatasan yang dimiliki klien, dengan memberikan manajemen aktifitas yang purposeful (bertujuan) dan meaningful (bermakna). Dengan demikian klien diharapkan dapat mencapai kemandirian dlam aktifitas produktifitas (pekerjaan), kemampuan perawatan diri (self care), dan kemampuan penggunaan waktu luang (leisure) sehingga dapat berkembang secara optimal.

Siapa saja yang memerlukan Okupasi terapi?

Okupasi terapi bisa menangani

  1. Pediatri/anak-anak , antara lain :
  • Anak dengan gangguan perilaku
  • Autis
  • Down Syndrom
  • ADD/ADHD (gangguan konsentrasi/hyperaktif)
  • Asperger’s syndrom
  • Kesulitan belajar
  • Keterlambatan perkembangan (developmental delayed)
  • Cerebral palsy dan keterlambatan lainnya

2. Geriatri (orangtua) dan dewasa

  • Osteoarthritis (OA)
  • Pasca Craniotomy
  • Frozen shoulder (kaku sendi bahu)
  • Pasca stroke
  • Kelemahan fungsi tangan
  • Gangguan keseimbangan
  • Gangguan koordinasi gerak
  • Post amputasi
  • Multiple sclerosis, dll

3. Neurologi (saraf)

  • Stroke
  • Bell’s palsy
  • Parkinson
  • Unilateral neglect (hanya memperhatikan satu sisi tubuh), dll

4. Orthopedi

Gangguan-gangguan yang disebabkan pasca patah tulang pada anggota gerak tubuh

5. Psikososial

Ditujukan untuk individu yang mengalami gangguan jiwa, misalnya ketakutan berhadapan dengan banyak orang, depresi, dll

 

Pelayanan Terapi Wicara

Kebanyakan dari kita mengetahui terapi wicara sebatas melatih pasien yang mempunyai gangguan bicara. Padahal peran terapi wicara dalam menangani pasien bisa lebih dari sekedar melatih pasien untuk bicara.

Lalu timbul pertanyaan, sebenarnya apa itu terapi wicara?

Terapi wicara adalah suatu ilmu/kiat yang mempelajari perilaku komunikasi normal/abnormal yang dipergunakan untuk memberikan terapi pada penderita gangguan komunikasi, yaitu kelainan kemampuan bahasa, bicara, suara,irama/kelancaran, dan gangguan menelan sehingga penderita mampu berinteraksi dengan lingkungan secara wajar.

Gangguan kemampuan bahasa, bicara, suara, irama/kelancaran terjadi karena adanya penyakit, gangguan fisik, psikis ataupun sosial.

Kelainan ini dapat timbul pada masa prenatal (sebelum kelahiran), natal (pada saat proses kelahiran), maupun post natal (setelah masa kelahiran).

Selain itu penyebab bisa dari herediter (keturunan), congenital (sejak lahir), maupun acquired (perolehan).

Kasus-kasus apa saja yang bisa ditangani oleh terapi wicara?

a. Disaudia

Gangguan bicara/articulasi yang berhubungan dengan adanya kesulitan/gangguan feedback auditory, dapat terjadi karena gangguan pendengaran.

b. Dislogia

Kelainan berkomunikasi yang disertai kerusakan mental intelektual. Rendahnya kecerdasan menyebabkan kesulitan dalam mengamati serta mengolah dalam pembentukan konsep dan pengertian bahasa.

c. Disartria

Kelainan bicara akibat gangguan koordinasi otot-otot organ bicara sehubungan adanya kerusakan/gangguan sistem saraf pusat maupun perifer.

d. Disglosia

Kelainan bicara akibat adanya kelainan bentuk dan atau struktur organ bicara, khususnya organ articulator.

e. Dislalia

Gangguan Artikulasi yang disebabkan ketaknormalan di luar organ wicara dan bukan dikarenakan kerusakan sistem sistem saraf pusat maupun perifer dan psikologis tapi merupakan gangguan fungsi artikulasi.

f. Disfagia

Gangguan kemampuan menelan. Dapat terjadi pada fase oral (saat makanan baru masuk mulut langsung tersedak atau sangat sulit untuk menelan), fase faringeal (saat makanan mau ditelan langsung  tersedak),  fase esofageal (saat makanan sudah ditelan namun tiba-tiba makanan dimuntahkan kembali).

Layanan terapi wicara meliputi :

  1. Stimulasi alat elektromedis untuk kasus gangguan menelan dan gangguan oral
  2. Hitop metabol
  3. Vocastim
  4. Massage oral untuk  kasus gangguan menelan dan gangguan oral
  5. Latihan artikulasi pada kasus gangguan bicara
  6. Pengenalan konsep bahasa pada kasus gangguan bahasa

Informasi Pelayanan : 
Instalasi Rehabilitasi Medik
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : 0274 – 563333 ext 1012
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 16.00 WIB
Hari Minggu dan tanggal merah tutup
WhatsApp Instalasi Rehabilitasi Medik: 0821-3333-7052

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Frozen Shoulder 5/5 (5)

Apakah itu?

Frozen shoulder disebut juga adhesive capsulitis adalah gangguan berupa rasa nyeri dan kaku di area bahu kadang menjalar sampai ke lengan; lengan sangat berat saat diangkat. Kondisi ini menyebabkan terbatasnya pergerakan bahu hingga terkadang tidak dapat digerakkan sama sekali. Nyeri bisa timbul secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas dan dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. Bahkan hanya untuk menggaruk punggung atau merogoh kantong belakang, menyisir rambut, mengaitkan tali bra, menggosok badan saat mandi penderita akan sangat kesulitan. Pada beberapa orang, gejala akan cenderung memburuk, terutama di malam hari.

Frozen shoulder umumnya muncul dan memburuk secara bertahap, serta dapat berlangsung selama 1-3 tahun. Frozen shoulder juga diketahui merupakan kondisi dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Kondisi ini ditandai dengan proses bertahap terjadinya keterbatasan pergerakan bahu secara aktif maupun pasif. Padahal, disisi lain, tidak ditemukan adanya gangguan pada pemeriksaan radiologi.

Frozen shoulder dapat berkembang ketika kita berhenti menggunakan sendi karena sakit, cedera atau kondisi kesehatan kronis. Setiap masalah bahu dapat menyebabkan frozen shoulder jika tidak melatih lingkup gerak sendi.

Gejala frozen shoulder umumnya berkembang perlahan dalam tiga tahapan, yang setiap tahapannya bisa berlangsung selama beberapa bulan, yaitu

  1. Tahap pertama atau freezing stage yaitu bahu mulai terasa nyeri tiap digerakkan dan pergerakan bahu mulai terbatas. Periode ini bisa berlangsung 2-9 bulan.
  2. Tahap kedua atau frozen stage yaitu nyeri mulai berkurang, namun bahu menjadi semakin kaku atau tegang sehingga sulit digerakkan. Periode ini bisa berlangsung selama 4 bulan hingga 1 tahun.
  3. Tahap ketiga atau stawing stage yaitu gerakan bahu mulai membaik. Tahap ini umumnya terjadi dalam 1 hingga 3 tahun.

 

Apa penyebab frozen shoulder?

Bahu memiliki kapsul pelindung berupa jaringan yang saling berhubungan. Kapsul ini melindungi tulang, ligamen dan tendon pada bahu. Frozen shoulder terjadi karena jaringan parut membuat kapsul pelindung menebal dan menempel di sekitar sendi bahu, sehingga membatasi pergerakan bahu. Namun demikian, belum diketahui apa yang menyebabkan jaringan parut tersebut terbentuk. Penyebabnya kemungkinan karena tidak bergerak untuk waktu yang lama, seperti cedera, setelah operasi, atau patah lengan. Frozen shoulder juga lebih mungkin terjadi pada orang yang mengidap diabetes.

Beberapa kondisi yang bisa meningkatkan faktor resiko frozen shoulder:

  1. Usia: orang berusia 40 th atau lebih tua, terutama wanita lebih rentan terhadap frozen shoulder.
  2. Bahu tidak digerakkan/immobilisasi: terlalu lama istirahat di tempat tidur karena cedera bahu, berkurangnya mobilitas sendi bahu karena cedera, patah lengan, stroke, pasca operasi.
  3. Punya penyakit lain seperti diabetes, masalah kelenjar thyroid, TBC, parkinson atau stroke
  4. Trauma, misalnya karena pembedahan pada bahu, robekan tendon atau patah tulang lengan atas.

Bagaimana pengobatan frozen shoulder?

Penderita frozen shoulder umumnya diobati dengan fisioterapi, yang bertujuan untuk meregangkan otot bahu dan mengembalikan jangkauan gerakan lengan. Selama sesi fisioterapi dapat dilakukan TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation).  Apa itu TENS? TENS adalah terapi yang dilakukan dengan mengantarkan arus listrik kecil melalui elektroda yang ditempelkan pada kulit. Arus listrik tersebut akan merangsang pelepasan molekul penghambat nyeri (endorfin) sehingga menghalangi timbulnya nyeri. Fisioterapis biasanya juga akan memberikan latihan-latihan yang akan membantu untuk mengurangi nyeri dan menambah luas jangkauan gerak sendi bahu. Prinsip latihan untuk nyeri bahu adalah dengan selalu berusaha menggerakkan lengan meski sedang dalam proses pemulihan. Selalu gerakkan lengan meskipun gerakan terbatas tetapi jangan dengan beban. Hindari cedera dan menghindari aktifitas yang membebani sendi bahu secara berlebihan agar tidak memperberat keluhan. Latihan mandiri juga dapat dilakukan di rumah. Untuk meredakan nyeri bisa juga dilakukan kompres dingin saat di rumah. Pasien dapat meletakkan kompres dingin pada bahu selama 10 menit, beberapa kali dalam sehari. Selain fisioterapi, dokter biasanya akan memberikan obat pereda nyeri yang berguna untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan. Bila diperlukan, dokter akan memberi suntikan kortikosteroid langsung pada bahu.

Kunci untuk pemulihan frozen shoulder adalah mempertahankan gerakan bahu. Fisioterapi dan latihan di rumah dapat membantu mengurangi rasa sakit dan mempertahankan gerakan lengan.

 

Ditulis oleh:
Arie Widuri, AMF
(Fisioterapis  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Rehabilitasi Medik
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating