Layanan Rehabilitasi Medik RS Panti Rapih

Pelayanan Rehabilitasi Medik adalah pelayanan kesehatan yang mengupayakan peningkatan kemampuan fungsional pasien sesuai dengan potensi yang dimiliki untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup.

Rehabilitasi medik RS Panti Rapih memberikan pelayanan :

  1. Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
  2. Fisioterapi
  3. Terapi Okupasi
  4. Terapi Wicara
  5. Memiliki dokter spesialis rehabilitasi medik, tenaga fisioterapis, terapis okupasi dan terapis wicara

Pelayanan Fisioterapi

Adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi, komunikasi.

Jenis layanan tindakan fisioterapi yang ada di RS Panti Rapih meliputi:

  1. Diathermy ( SWD/MWD)
  2. Ultrasound Terapi
  3. Traksi Cervical/Lumbal
  4. Stimulasi Faradik/Galvanik
  5. Interferential Terapi
  6. Infra Red Radiation/Sollux
  7. Manual Therapy
  8. Nebulizer
  9. CPM (Continuous Passive Movement)
  10. Tilting table
  11. TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation)
  12. Exercise Therapy : Latihan pasif, penguluran otot, ROM, Latihan aktif, Latihan jalan (NWB, PWB, FWB)
  13. Cold Therapy
  14. Chest Therapy
  • Postural drainage
  • Breathing exercise

 

Mulai tgl 1 Desember 2017 fisioterapi RS Panti Rapih ada layanan baru berupa pemasangan kinesio tape/taping.

Apa itu kinesio tape /taping?

Kinesio taping adalah sebuah modalitas terapi yang berdasarkan pada pendekatan penyembuhan secara alami dengan bantuan pemberian plester elastis. Kinesio taping dirancang untuk memfasilitasi proses penyembuhan alami tubuh dengan menyangga dan menstabilkan otot dan sendi tanpa membatasi gerak sendi.

Mekanisme kerja kinesio taping yaitu efek mengangkat kulit sehingga membebaskan daerah subcutan dari penekanan dan dapat mengurangi pembengkakan atau inflamasi, meningkatkan sirkulasi sehingga aliran darah kaya oksigen meningkat, terjadi regenerasi area yang diterapi,perlengketan berkurang, mengurangi sakit dengan mengambil tekanan dari reseptor rasa sakit ( mengurangi iritasi nociceptor), terjadi peningkatan fleksibilitas kolagen yang secara mekanis menyebabkan gerakan menjadi lebih leluasa.

Indikasi kinesio taping adalah :

  1. Stimulasi otot yang hipotonus
  2. Inhibisi otot yang hipertonus
  3. Melindungi otot agar tidak terjadi cedera
  4. Melindungi sendi
  5. Mengurangi inflamasi
  6. Mengurangi oedema
  7. Mempengaruhi peningkatan luas gerak sendi
  8. Meningkatkan sensori propioseptif
  9. Koreksi postur

Kontraindikasi kinesio taping adalah :

Trauma akut dengan tanpa disertai diagnosa yang jelas, seperti :

  1. Demam
  2. Keluhan –keluhan dengan pola yang abnormal/tidak jelas
  3. Luka terbuka

 

Pelayanan Okupasi Terapi

Banyak dari kita belum begitu mengenal profesi yang satu ini.

Sebenarnya apa itu okupasi terapi? Apakah sama dengan fisioterapi?

Mari kita ketahui lebih lanjut apa itu okupasi terapi.

Okupasi terapi adalah bentuk pelayanan kesehatan kepada pasien/klien dengan kelainan fisik dan atau mental yang mempunyai gangguan pada kinerja okupasional, dengan menggunakan aktifitas bermakna (okupasi) untuk mengoptimalkan kemandirian individu pada area aktivitas kehidupan sehari-hari, produktifitas dan pemanfaatan waktu luang (PERMENKES no 23 th 2013).

Dalam memberikan pelayanan kepada individu, terapi okupasi memperhatikan aset (kemampuan) dan limitasi (kelemahan/keterbatasan yang dimiliki klien, dengan memberikan manajemen aktifitas yang purposeful (bertujuan) dan meaningful (bermakna). Dengan demikian klien diharapkan dapat mencapai kemandirian dlam aktifitas produktifitas (pekerjaan), kemampuan perawatan diri (self care), dan kemampuan penggunaan waktu luang (leisure) sehingga dapat berkembang secara optimal.

Siapa saja yang memerlukan Okupasi terapi?

Okupasi terapi bisa menangani

  1. Pediatri/anak-anak , antara lain :
  • Anak dengan gangguan perilaku
  • Autis
  • Down Syndrom
  • ADD/ADHD (gangguan konsentrasi/hyperaktif)
  • Asperger,s syndrom
  • Kesulitan belajar
  • Keterlambatan perkembangan (developmental delayed)
  • Cerebral palsy dan keterlambatan lainnya

2. Geriatri (orangtua) dan dewasa

  • Osteoarthritis (OA)
  • Pasca Craniotomy
  • Frozen shoulder (kaku sendi bahu)
  • Pasca stroke
  • Kelemahan fungsi tangan
  • Gangguan keseimbangan
  • Gangguan koordinasi gerak
  • Post amputasi
  • Multiple sclerosis, dll

3. Neurologi (saraf)

  • Stroke
  • Bell,s palsy
  • Parkinson
  • Unilateral neglect (hanya memperhatikan satu sisi tubuh), dll

4. Orthopedi

Gangguan-gangguan yang disebabkan pasca patah tulang pada anggota gerak tubuh

5. Psikososial

Ditujukan untuk individu yang mengalami gangguan jiwa, misalnya ketakutan berhadapan dengan banyak                    orang, depresi, dll

 

Pelayanan Terapi Wicara

Kebanyakan dari kita mengetahui terapi wicara sebatas melatih pasien yang mempunyai gangguan bicara. Padahal peran terapi wicara dalam menangani pasien bisa lebih dari sekedar melatih pasien untuk bicara.

Lalu timbul pertanyaan, sebenarnya apa itu terapi wicara?

Terapi wicara adalah suatu ilmu/kiat yang mempelajari perilaku komunikasi normal/abnormal yang dipergunakan untuk memberikan terapi pada penderita gangguan komunikasi, yaitu kelainan kemampuan bahasa, bicara, suara,irama/kelancaran, dan gangguan menelan sehingga penderita mampu berinteraksi dengan lingkungan secara wajar.

Gangguan kemampuan bahasa, bicara, suara, irama/kelancaran terjadi karena adanya penyakit, gangguan fisik, psikis ataupun sosial.

Kelainan ini dapat timbul pada masa prenatal (sebelum kelahiran), natal (pada saat proses kelahiran), maupun post natal (setelah masa kelahiran).

Selain itu penyebab bisa dari herediter (keturunan), congenital (sejak lahir), maupun acquired (perolehan).

Kasus-kasus apa saja yang bisa ditangani oleh terapi wicara?

a. Disaudia

Gangguan bicara/articulasi yang berhubungan dengan adanya kesulitan/gangguan feedback auditory, dapat terjadi karena gangguan pendengaran.

b. Dislogia

Kelainan berkomunikasi yang disertai kerusakan mental intelektual. Rendahnya kecerdasan menyebabkan kesulitan dalam mengamati serta mengolah dalam pembentukan konsep dan pengertian bahasa.

c. Disartria

Kelainan bicara akibat gangguan koordinasi otot-otot organ bicara sehubungan adanya kerusakan/gangguan sistem saraf pusat maupun perifer.

d. Disglosia

Kelainan bicara akibat adanya kelainan bentuk dan atau struktur organ bicara, khususnya organ articulator.

e. Dislalia

Gangguan Artikulasi yang disebabkan ketaknormalan di luar organ wicara dan bukan dikarenakan kerusakan sistem sistem saraf pusat maupun perifer dan psikologis tapi merupakan gangguan fungsi artikulasi.

f. Disfagia

Gangguan kemampuan menelan. Dapat terjadi pada fase oral (saat makanan baru masuk mulut langsung tersedak atau sangat sulit untuk menelan), fase faringeal (saat makanan mau ditelan langsung  tersedak),   fase esofageal (saat makanan sudah ditelan namun tiba-tiba makanan dimuntahkan kembali).

Layanan terapi wicara meliputi :

  1. Stimulasi alat elktromedis untuk kasus gangguan menelan dan gangguan oral
  2. Hitop metabol
  3. Vocastim
  4. Massage oral untuk  kasus gangguan menelan dan gangguan oral
  5. Latihan artikulasi pada kasus gangguan bicara
  6. Pengenalan konsep bahasa pada kasus gangguan bahasa

 

Ingin mengetahui informasi ini lebih lanjut dapat mengunjungi:
Instalasi Rehabilitasi Medik
Telepon : (0274) 563333 ext 1116
Pendaftaran : (0274) 514004, 514006, 521409 (24 jam)

Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta.

Posted in Artikel Kesehatan and tagged , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *