Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue, yang terdiri dari empat serotipe: Virus Dengue tipe 1, 2, 3, dan 4. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang biak di genangan air jernih (clear) bukan air bersih (clean) seperti yang terdapat di sekitar lingkungan rumah. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara pencegahan agar dapat menghindari penyebaran penyakit ini.
Penyebaran Virus Dengue dan Peran Nyamuk Aedes Aegypti
Nyamuk Aedes Aegypti cenderung bertelur di tempat-tempat yang memiliki genangan air jernih dan tidak terkelola dengan baik. Musim penghujan menjadi periode yang ideal bagi nyamuk ini untuk berkembang biak, karena hujan membawa suhu yang hangat dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pertumbuhan larva nyamuk.
Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari adanya genangan air yang tidak terjaga di sekitar rumah. Pastikan tidak ada wadah-wadah yang dapat menampung air hujan yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)Â perlu digalakkan untuk mengurangi tempat-tempat berkembang biak nyamuk.
Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Manusia
Setelah terinfeksi virus Dengue melalui gigitan nyamuk, seseorang dapat mengalami berbagai gejala yang bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat terjadi:
- Tidak sakit
- Demam ringanyang berlangsung sekitar 5 hari.
- Demam Dengue yaitupenurunan jumlah trombosit darah.
- Demam Berdarah Dengue (DBD)yaitu penurunan trombosit dan peningkatan kekentalan darah.
- Dengue Shock Syndrome (DSS)yaitu kondisi DBD yang menyebabkan syok dan dapat berisiko fatal.
Tanda Peringatan DBD:
Penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan DBD agar segera mendapatkan perawatan medis. Beberapa gejala peringatan yang harus diwaspadai antara lain:
- Nyeri pada ulu hati.
- Mual dan muntah yang hebat dan berulang-ulang.
- Kesulitan untuk minum atau makan.
Jika seseorang menunjukkan tanda-tanda peringatan tersebut, segera bawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan pengawasan klinis dan laboratorium yang diperlukan.
Pencegahan dan Pengendalian DBD
Morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) akibat penyakit Demam Berdarah Dengue masih cukup tinggi, sehingga pencegahan menjadi langkah yang sangat penting. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penyebaran virus Dengue:
- Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN): Rutin membersihkan dan menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk seperti ember, bak mandi, dan botol bekas yang dapat menampung air.
- Vaksinasi: Saat ini sudah tersedia vaksinasi untuk pencegahan DBD yang dapat membantu melindungi individu dari infeksi virus Dengue. Vaksin ini merupakan bagian dari upaya pencegahan yang lebih luas yang perlu didukung dengan PSN secara rutin.
Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga
Selain menjaga kebersihan lingkungan, penting untuk melakukan vaksinasi sebagai bagian dari langkah pencegahan. Vaksinasi DBD dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap risiko infeksi virus Dengue. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan keluarga, serta mendukung program vaksinasi untuk melindungi diri dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Dengan memahami cara penyebaran dan pencegahan Demam Berdarah Dengue, kita dapat mengambil langkah yang lebih bijak untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit ini.
Artikel ditulis oleh :
dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A
(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih)
Informasi Pelayanan :Â
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)
![]() |
![]() |







