Test Covid-19 Paket Wedding RS Panti Rapih No ratings yet.

Halo Sahabat Sehat RS Panti Rapih!

Kami melayani Swab Test untuk kebutuhan pernikahan, demi keamanan dan keselamatan pada saat momen bahagia Anda.  Didukung oleh tenaga profesional, RS Panti Rapih siap melakukan pemeriksaan di lokasi.

Pilih dan sesuaikan kebutuhan Test Covid-19 Paket Wedding sekarang juga.

Swab Antigen : Rp 60.000,-
Swab PCR : Rp 275.000,- 

 

Syarat dan Ketentuan:

  • Dilayani on-site
  • Minimal 50 orang
  • Reservasi maksimal H-3
  • Khusus area Yogyakarta
  • Harga belum termasuk biaya APD & Transportasi

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Whatsapp 0821-4704-9766. Segera reservasi dan dapatkan harga spesial di momen bahagia Anda. Lengkapi momen bahagia Anda bersama RS Panti Rapih.

RS Panti Rapih Sahabat Untuk Hidup Sehat.

Mohon dapat memberikan rating

Hari AIDS Sedunia No ratings yet.

Pada Hari AIDS Sedunia Rabu, 1 Desember 2021, WHO menyerukan para pemimpin dan warga global untuk bersatu, menghadapi ketidaksetaraan yang mendorong AIDS dan untuk menjangkau semua orang yang saat ini tidak menerima layanan HIV. Apa yang menarik?

Tema peringatan tahun 2021 adalah : Akhiri ketidaksetaraan. Akhiri AIDS. Akhiri pandemi (End inequalities. End AIDS. End Pandemics). Kita semua dihimbau untuk mengenakan kaos merah dan menyalakan lilin dalam memperingati Hari AIDS Sedunia yang sangat istimewa ini, bersama WHO dan UNAIDS.

Pada tahun 2020 yang lalu, diperkirakan terdapat 37.700.000 orang yang hidup dengan HIV, 680.000 orang meninggal karena penyebab terkait HIV, dan 1.500.000 orang terinfeksi baru. Selain itu, baru sekitar 73% orang yang hidup dengan HIV menerima terapi antiretroviral (ART) seumur hidup, sehingga HIV mungkin saja akan tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama, yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.

Meskipun dunia telah membuat kemajuan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir, tetapi target global yang penting untuk tahun 2020 ternyata tidak terpenuhi. Perpecahan, disparitas dan pengabaian hak asasi manusia adalah beberapa kegagalan yang memungkinkan HIV tetap menjadi krisis kesehatan global. Sekarang, ditambah pandemi COVID-19 semakin memperburuk ketidakadilan dan gangguan terhadap layanan, membuat kehidupan banyak orang yang hidup dengan HIV lebih menantang.

Tanpa tindakan tegas terhadap ketidaksetaraan, dunia berisiko kehilangan target untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030, serta pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, bahkan krisis sosial dan ekonomi yang semakin meningkat. Empat puluh tahun sejak kasus AIDS pertama dilaporkan,  HIV masih mengancam dunia. Saat ini, dunia berada di luar jalur untuk mewujudkan komitmen bersama untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030, bukan karena kurangnya pengetahuan atau alat untuk mengalahkan AIDS, tetapi karena ketidaksetaraan struktural yang menghalangi penerapan solusi, yang telah terbukti untuk pencegahan dan pengobatan HIV.

Ketimpangan ekonomi, sosial, budaya dan hukum harus diakhiri sebagai hal yang mendesak, jika kita ingin mengakhiri AIDS pada tahun 2030. Meskipun ada persepsi bahwa masa krisis bukanlah waktu yang tepat untuk memprioritaskan penanganan ketidakadilan sosial yang mendasarinya, jelas bahwa tanpa hal itu krisis tidak dapat diatasi.

Mengatasi ketidaksetaraan adalah janji global yang sudah berlangsung lama, yang urgensinya semakin meningkat. Pada tahun 2015, semua kepala negara telah berjanji untuk mengurangi ketidaksetaraan di dalam dan antar negara, sebagai bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Strategi AIDS Global 2021–2026: Akhiri Ketimpangan, Akhiri AIDS dan Deklarasi Politik tentang AIDS yang diadopsi pada Pertemuan Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2021 tentang AIDS, pada intinya telah sepakat untuk mengakhiri ketidaksetaraan ini.

Selain menjadi pusat bagi program untuk mengakhiri AIDS, mengatasi ketidaksetaraan akan memajukan hak asasi manusia, khususnya dari populasi kunci dan orang yang hidup dengan HIV, membuat masyarakat lebih siap untuk mengalahkan COVID-19 dan pandemi lainnya serta mendukung pemulihan dan stabilitas ekonomi. Memenuhi janji untuk mengatasi ketidaksetaraan akan menyelamatkan jutaan nyawa dan akan bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Mengakhiri ketidaksetaraan membutuhkan perubahan transformatif. Kebijakan politik, ekonomi dan sosial perlu melindungi hak setiap orang dan memperhatikan kebutuhan masyarakat yang kurang beruntung dan terpinggirkan. Kebijakan untuk mengatasi ketidaksetaraan hanya dapat diterapkan, oleh pemimpin yang berani membuat keputusan.

Setiap jenjang pemerintahan, dari daerah sampai pusat, sekarang harus bergerak dari komitmen ke arah tindakan nyata. Pemerintah harus mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi yang inklusif. Negara harus menghilangkan undang-undang, kebijakan, dan praktik yang diskriminatif untuk memastikan kesempatan yang sama bagi setiap warganya, dan mengurangi ketidaksetaraan. Sudah saatnya setiap pemerintah menepati janji, harus bertindak sekarang, dan bertanggung jawab penuh dalam mengakhiri ketidaksetaraan. Jika langkah-langkah transformatif yang diperlukan untuk AIDS tidak diambil, maka dunia juga akan tetap terjebak dalam krisis karena pandemi COVID-19, dan tidak siap menghadapi pandemi yang akan datang.

Langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi ketidaksetaraan meliputi infrastruktur kesehatan berbasis dan berpusat pada masyarakat, akses yang adil terhadap obat, vaksin, dan teknologi kesehatan. Juga penghormatan atas Hak Asasi Manusia, untuk membangun kepercayaan public dalam mengatasi pandemi, mengangkat tenaga kesehatan yang diperlukan disertai sumber daya dan alat yang mereka butuhkan. Terakhir, menyusun sistem data yang berpusat pada individu yang menyoroti ketidaksetaraan yang masih terjadi.

Momentum Hari AIDS Sedunia Rabu, 1 Desember 2021 juga mengingatkan tentang slogan kampanye global ‘Stop AIDS. Keep the Promise’. Slogan yang digunakan sepanjang tahun itu untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah atas komitmennya terkait HIV dan AIDS, khususnya untuk mengakhiri ketidaksetaraan, AIDS, dan pandemi.

Bagaimana sikap kita?

 

 

Artikel ini ditulis oleh:

DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Sumber: https://dokterwikan.com/

Info Pelayanan :
Klinik Carlo Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Onder de Bogen
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu, pk 16.00 – 19.00 WIB
Jumat, pk 15.00 – 16.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah tutup

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

Mohon dapat memberikan rating

Kehujanan Tapi Tidak Sakit? Inilah 3 Tips Yang Harus Dilakukan No ratings yet.

Musim hujan telah tiba, kadang saat pulang kerja, hujan datang, terkadang tak bisa menghindari guyuran hujan dan kita kehujanan sampai di rumah.  Sebagian orang masih percaya bahwa hujan membuat orang sakit. Sesungguhnya bukan hujan atau basah yang membuat kita sakit, tapi kedinginan yang lama (hipotermi) akibat hujan atau basah yang membuat daya tahan tubuh kita drops dan mudah jatuh  sakit. Apalagi tubuh kita tidak fit sebelumnya (punya riwayat makan tak teratur, kurang tidur /istirahat dan kurang gerak /olahraga, terlebih pikiran sedang stress).

Kedinginan dan air hujan yang bercampur dengan debu /kotoran, membuat kita mudah menderita influenza dan infeksi saluran pernafasan atas, sakit pencernaan (diare) dan sakit kulit, belum jika terjadi genangan air sampai dengan banjir, seperti demam berdarah, leptospirosis, kolera, thypoid, dll.

 

Inilah 3 Tips/cara yang harus dilakukan setelah kehujanan:

  1. Segera mandi yang bersih dengan air hangat dari rambut kepala sampai dengan ujung jari tangan dan kaki dan Keringkan tubuh
  2. Kehangatan tubuh tetap dijaga dengan cara sebagai berikut:
  • Memakai pakaian panjang yang hangat, syall leher, topi, jika perlu tambah kaos kaki dan tangan serta memakai selimut jika diperlukan
  • Makan dan minuman yang hangat serta cukup banyak seperti susu, teh, jahe, dll atau makan yang berkuah dengan soup hangat seperti soto, bakso, rawon dll
  • Usahakan streching untuk membuat otot bergerak dan sirkulasi hangat
  • Hindari kipas angin langsung, Air condition atau makan minuman yang dingin seperti es dan air e3. Kalau diperlukan berikan vaksinansi influenza  1 tahun / sekali bagi yang belum vaksin dan pemberian ekstra vitamin C dan D baik tablet atau injeksi

Memang seperti kata pepatah, lebih baik sedia payung (jas hujan) sebelum hujan, merencanakan dan mengantisipasi kejadiaan yang tak terduga agar semakin sehat dan tak mudah sakit.

Apa beda antara kehujanan dan hujan-hujan.

Anak : “Bu, tadi saya kehujanan di jalan”

Ibu    : “Nak, apakah saat mulai hujan, kamu menepi di jalan dan memakai payung atau jas hujan?”

Anak : “Tidak, Bu, tanggung di jalan, hampir sampai di rumah”

Ibu    :  “Kalau begitu itu bukan kehujanan tapi hujan-hujan”

“Cepat mandi, keringkan tubuh, makan minum yang hangat, dan minum vitamin, ya nak “

Anak  : “ Terima kasih, bu”

 

Artikel ini ditulis oleh: dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing di STIKES RS Panti Rapih)

 

Info Pelayanan :
Klinik Medical Check Up Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah tutup
WA : 08112945893

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

 

Rating untuk artikel/halaman ini : No ratings yet.

Mohon dapat memberikan rating

Kesehatan Anak Paska Pandemi COVID-19 No ratings yet.

Selama dua dekade terakhir, epidemiologi kesehatan anak global telah berubah secara signifikan, termasuk dalam kesejahteraan anak. Ketika semua negara berusaha membangun kembali saat pulih dari ganasnya pandemi COVID-19, diperlukan evolusi substansial dalam berbagai program, untuk memenuhi kebutuhan kesehatan anak yang berubah. Apa yang harus berubah?

Pola kematian dan penyakit pada masa anak berubah secara dramatis. Tren menunjukkan bahwa kematian yang dapat dicegah sekarang tertinggi pada periode bayi baru lahir. Namun demikian, sebnarnya pneumonia, diare dan malaria yang diperparah oleh malnutrisi, masih juga terus berdampak besar pada anak balita. Ini terutama terjadi di antara populasi yang paling terpinggirkan di wilayah Afrika sub-Sahara, di mana populasi anak justru diperkirakan akan tumbuh dalam beberapa dekade mendatang.

Di beberapa negara kematian pada remaja (15-19 tahun) justru meningkat karena kecelakaan lalu lintas di jalan raya, kekerasan fisik, dan melukai diri sendiri. Peningkatan jumlah anak dan remaja yang masih bertahan hidup, banyak yang dipengaruhi oleh kejadian cedera, gangguan perkembangan, penyakit tidak menular dan kesehatan mental yang buruk. Kelebihan berat badan dan obesitas di kalangan remaja dengan cepat meningkat, sehingga banyak negara menghadapi beban ganda malnutrisi, baik berupa kekurangan maupun kelebihan gizi.

Tantangan ini cenderung diperparah oleh pergeseran demografis. Peningkatan jumlah anak yang tinggal di pusat kota pada tahun-tahun mendatang, membatasi kesempatan untuk mendapatkan udara bersih dan beraktivitas fisik, sehingga menyebabkan tekanan serius pada berbagai fasilitas layanan kesehatan di daerah, apabila tanpa intervensi khusus. Kesehatan dan kesejahteraan anak dan remaja harus menjadi pusat upaya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030. Dunia perlu mengubah orientasi program untuk mencapai SDG (reframing child and adolescent health for the SDG era).

Negara hanya dapat berkembang dan makmur jika negara berinvestasi untuk anak dan remaja, dan mengoptimalkan dukungan dalam momen penting pembentukan kesehatan anak di masa depan, dengan menggunakan apa yang disebut pendekatan alur kehidupan (lifecourse approach). Dengan pemikiran ini, meningkatkan kesehatan anak tidak boleh lagi hanya dianggap semata-mata sebagai masalah sektor kesehatan. Kebijakan, layanan, dan edukasi harus ditempatkan sebagai bagian dari solusi oleh pemerintah dan masyarakat, untuk mendorong agenda kesehatan anak dan remaja global, regional dan nasional.

Hampir satu tahun setelah COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi, peningkatan luar biasa terlihat pada pembalikan risiko kelangsungan hidup anak dan remaja. Kerangka Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yang diadopsi pada tahun 2015, memang telah mencakup pendekatan holistik untuk meningkatkan kesehatan anak dan remaja, tetap masih relevan setelah pandemi COVID-19 berakhir, tetapi perlu penajaman fokus.

Kerangka kerja tersebut dahulu disusun berdasarkan tren tingkat makro, sehingga saat ini membutuhkan perubahan besar dalam paradigma tentang kesehatan anak dan remaja. Hal ini memerlukan peralihan dari fokus (shift in thinking) yang sebelumnya hanya tentang kelangsungan hidup anak di bawah 5 tahun, menjadi keterkaitan kesehatan ibu, bayi baru lahir, anak dan remaja, dengan pemahaman tentang bagaimana alur kehidupan manusia, tidak hanya pada masa dini, tetapi harus berlanjut sepanjang kehidupan anak hingga dewasa.

Perubahan demografi dan beban penyakit telah memaksa setiap negara harus memperkuat sistem kesehatannya, agar lebih responsif terhadap perubahan kebutuhan anak dan remaja. WHO dan UNICEF telah memulai upaya untuk mengarahkan kembali strategi kesehatan anak, mengalihkan perhatian ke perspektif alur kehidupan (life course perspective), dan menjauh dari fokus eksklusif sebelumnya, yaitu hanya terkait kelangsungan hidup bayi dan anak di bawah 5 tahun.

Prinsip pemrograman ulang (redesign) kesehatan anak, berupa program kesehatan anak dan remaja, serta implementasi kebijakannya yang harus mengikuti pendekatan alur kehidupan (life course perspective), yang didasarkan pada data tentang epidemiologi penyakit terbaru. Pemrograman ulang ini termasuk memastikan layanan kesehatan prakonsepsi yang baik, layanan kesehatan ibu hamil, serta intervensi medis yang berkualitas tinggi untuk anak sampai remaja, yang berusia 0 hingga 19 tahun.

Program baru harus berdasarkan hak dan adil (rights based and equitable), sehingga intervensi dan layanan medis penting harus disediakan untuk semua anak, di mana pun mereka tinggal. Selain itu, program harus mencakup layanan terpadu yang berpusat pada keluarga, anak, dan remaja, dalam bentuk mempromosikan kesehatan, pertumbuhan, dan kesejahteraan. Implementasinya meliputi pembentukan ketahanan atau imunitas, mencegah pajanan terhadap penyakit dan komplikasi selanjutnya, dan meminimalkan kerentanan atau faktor risiko sakit, dengan mempertimbangkan kebutuhan personal anak dan remaja.

Masyarakat dan keluarga harus diberdayakan untuk berpartisipasi dalam perancangan kebijakan pada anak dan remaja, untuk penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas, paska pandemi COVID-19.

Sudahkah Anda terlibat membantu?

Artikel ini ditulis oleh:

DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Sumber: https://dokterwikan.com/\

Info Pelayanan :
Klinik Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

Mohon dapat memberikan rating

3 Tips Agar Anak 6-12 Tahun Siap Vaksin COVID-19 No ratings yet.

Anak usia 6-12 tahun perlu di suntik vaksin COVID-19, di samping memberikan kekebalan terhadap diri anak juga melindungi  penularan pada orang dewasa yang rentan dan orang lanjut usia yang belum atau tidak bisa di vaksin COVID-19. Rencana pemerintah akan mengadakan vaksinasi  untuk anak di awal tahun 2022. Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dari pemberian vaksin Covid-19 pada anak. Dan juga masih ada waktu mempersiapkan diri beberapa hari atau bulan ke depan.  Maka diharapkan keluarga atau orang tua mengetahui 3 Tips ini, yaitu:

  1. Menjaga kondisi fisik dan psikis anak agar selalu sehat

Buatlah kebiasaan dan disiplin yang baik,  dengan cara;

  • Anak mendapatkan makan minum yang sehat dan bergizi seimbang
  • Mengatur pola istirahat /tidur dan aktivitas gerak /olah raga yang baik
  • Mengajak rileks dan bergembira bersama keluarga di rumah
  • Mengajar kebersihan diri (mandi, cuci tangan, memotong kuku, rambut) dan kebersihan lingkungan – menjaga tempat tetap bersih (membuang sampah pada tempatnya, menyapu dan membersihkan kamar masing-masing)
  • Memberikan pengetahuan dan pemahaman versi anak, tentang apa itu penyakit COVID-19 bagi anak dan keluarga dan teman teman sekolahnya

 

  1. Mengobati dan mengendalikan sakit, agar cepat sembuh, stabil dan tidak kambuh

Beberapa anak mungkin kurang beruntung, karena sampai hari ini masih dalam perawatan karena sakitnya, dan mungkin juga memerlukan waktu pengobatan yang lebih panjang.

Buatlah kebiasaan dan dsiplin yang baik, dengan cara;

  • Tataplah, peluklah dan sapalah, serta monitoring kesehatannya setiap hari
  • Lakukan pemeriksaan rutin (kontrol teratur) dan deteksi dini saat tidak kambuh
  • Konsultasikan keluhan yang semakin bertambah dan keluhan baru yang muncul dan mengganggu ke dokter keluarga atau dokter spesialis anak yang memberi obat rutin

 

  1. Lengkapi pemberian vaksin dasar dahulu, juga boosternya, dan berikan vaksin pendamping untuk menjaga stamina tubuh anak menjadi lebih kuat, di samping mencegah penyakit oleh vaksin tersebut  dan nanti saat akan divaksin COVID-19, anak tak dalam keadaan sakit

Catatan :

Vaksin pendamping ( vaksin influenza, pneumonia, thypoid, dengue, dll)

Beri jarak 28 hari  sebelum disuntik dengan vaksin COVID-19

 

2 November 2021, IDAI ( Ikatan Dokter Anak Indonesia) sudah mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 pada usia 6 tahun ke atas. Mari kita dukung dan sukseskan pemberian vaksin Covid-19 pada anak agar anak kita terlindungi, keluarga terlindungi, teman sekolah dan masyarakat sekolah terlindungi, masyarakat dan negara menjadi lebih sehat.

 

 

Artikel ini ditulis oleh:

dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing di STIKES RS Panti Rapih)

 

Next : CARA DAN ALUR VAKSIN COVID-19 ANAK  DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH

 

Info Pelayanan :
Klinik Medical Check Up Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah tutup
WA : 08112945893

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

 

Mohon dapat memberikan rating

Pengelolaan Pelayanan Gizi Klinik di Rumah Sakit No ratings yet.

RS Panti Rapih akan mengadakan webinar yang bertema Pengelolaan Pelayanan Gizi Klinik di Rumah Sakit pada hari Sabtu, 13 November 2021 pukul 10.00-13.00 WIB.

Pembicara:
1. Prof. dr. R. Bambang Wirjatmadi. MS., Ph.D.,Sp.GK. Judul materi: Pengelolaan Gizi Klinik di Rumah Sakit
2. B. Dwi Wahyunani, S.Tr., Gz.,RD. Judul materi: Perkembangan Pelayanan Gizi di RS Panti Rapih

Moderator: dr. Noviani, Sp.GK

📲 Bisa daftar di link berikut ini yaa https://s.id/webgizi131121

Webinar ini juga bisa mendapat SKP IDI & SKP PERSAGI. Wah menarik banget yaa

Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/83186763575?pwd=UGJTUkpYU1RHdlFCWlJ3WENvZmtOQT09

Meeting ID: 831 8676 3575
Passcode: 12345

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi
dr Venanda dan Sdri. Rita

Yuk ikuti dan ajak teman kamu sebanyak banyaknya karena webinar ini gratis tanpa dipungut biaya apapun 😁

Ditunggu partisipasinya yaa

 

 

Klik link berikut ini: https://www.instagram.com/p/CV16_b5vx-o/

Mohon dapat memberikan rating

Cara Agar Tetap Sehat di Musim Hujan, Inilah 5 Tips Menjaga Stamina Tubuh No ratings yet.

Musim hujan telah tiba, hampir selalu ada di sepanjang hari di akhir-akhir ini, bisa pagi, siang dan malam. Hujan memberikan kesejukan pada saat terik, tetapi hujan yang sering, acapkali membuat tubuh kita kehilangan stamina. Kita mudah menjadi flu karena kedinginan akibat air hujan yang membasahi tubuh kita, tubuh kita sensitif terhadap perubahan suhu.

Inilah beberapa penyakit yang sering ditimbulkan oleh air hujan

  1. Flu atau influenza (batuk, pilek disertai pusing atau panas)
  2. Gangguan pencernaan (kembung, mual, mulas, muntah dan diare)
  3. Demam berdarah (nyamuk aedes aegypti suka berkembang di genangan air hujan)
  4. Penyakit kulit (genangan air di tanah, memyebabkan infeksi kulit terutama di kaki)
  5. Leptospirosis (bercampurnya kotoran sapi, kuda terutama tikus dengan genangan air)
  6. Demam Thypoid dan Hepatitis (sanitasi dan kontaminasi dengan air hujan yang tak bersih)
  7. Asma Bronchiale  (tercetus oleh alergi dingin dan lendir batuk yang banyak)

Apalagi jika ditambah dengan keadaan banjir, air tergenang dalam waktu yang cukup lama, akan lebih banyak penyakit yang muncul.

5 tips yang perlu dicermati adalah :

  1.  Jaga tubuh agar tetap hangat dan tidak basah /dingin
  • Membawa payung atau jas hujan, juga pakaian pengganti saat perkiraan cuaca atau langit tampak mendung, saat akan keluar dari rumah
  • Buatlah tubuh tetap hangat, dengan meminum air hangat seperti, teh, susu, coklat, wedang uwuh, jahe, sekoteng, dan lain-lain, jika perlu makan makanan yang mengandung kuah /soup yang hangat
  • Gunakan pakaian rangkap /jaket, syal leher atau selimut, penutup kepala ataupun kaos kaki untuk membuat tubuh tetap hangat
  • Matikan AC atau  kipas angin jika tak diperlukan dan jendela ditutup ventilasinya
  • Oleskan dengan kream atau balsem penghangat pada dada, perut, punggung atau tubuh yang kedinginan, bisa juga dengan memberikan kompres hangat dari bantalan air atau listrik
  1.  Konsumsi makanan yang bersih, sehat, bergizi dan seimbang
  • Makanlah makanan yang kaya nutrisi seperti banyak serat dan vitamin
  • Minumlah cairan yang cukup, biasanya hawa dingin membuat malas minum
  • Mencuci bahan makanan dengan benar, terutama jika basah kena air hujan
  • Hindari jajan sembarangan di warung yang mempunyai sanitasi yang tak bersih karena bercampur dengan air hujan
  1.  Olah raga dan istirahat teratur
  • Luangkan waktu untuk tetap olah raga rutin, minimal streching agar tubuh tetap hangat, sirkulasi darah dan otot tetap terjaga. Jika hujan bisa dilakukan di dalam rumah
  • Tidur atau istirahat yang cukup akan membuat tubuh cepat recovery dari pekerjaan di awal hari sehingga esok hari tubuh menjadi lebih segar dan bugar
  1.  Jaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Segeralah mandi jika habis basah kuyup terkena air hujan. Mandilah yang bersih dengan air hangat
  • Seringlah cuci tangan dengan baik dan benar dengan sabun dan air mengalir. Lakukan sebelum menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah ke toilet dan setelah memegang alat /bahan /benda yang dipegang bersama-sama
  • Lakukan gerakan 3M rutin dengan Menguras dan Menutup bak air serta Menimbun barang bekas atau benda yang memungkinkan menampung genangan air agar tidak dipakai untuk berkembang biak nyamuk, jaga agar kaki kita tidak menginjak genangan air di rumah
  1.  Perkuat imunitas dengan penambahan suplemen vitamin serta vaksin
  • Jika diperlukan untuk menjaga dan menambah stamina, dapat dilakukan pemberian tambahan vitamin C tablet atau pemberian suntikan vitamin C berkala. Harapannya tubuh tetap fit dan sistem imun lebih meningkat sehingga tidak mudah sakit
  • Pemberian vaksin influenza perlu dipikirkan juga, jika tubuh mudah rentan terhadap influenza. Vaksin ini bisa diberikan pada anak-anak sampai orang tua

Rumah Sakit Panti Rapih melayani pemberian suntikan vitamin C dan pemberian Vaksin Influenza di Klinik Vaksinasi COVID atau di klinik Medical Check Up. Hubungi 0274 514845 ext 1125.

Artikel ini ditulis oleh:

dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing di STIKES RS Panti Rapih)

Info Pelayanan :
Klinik Medical Check Up Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah tutup
WA : 08112945893

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

Mohon dapat memberikan rating

Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi No ratings yet.

1. Apa masalah kesehatan mental terbanyak yang dikeluhkan saat pandemi?

Gangguan Cemas, Depresi dan Trauma

2. Kapan kita musti aware terhadap kesehatan mental?

Kesadaran tentang kesehatan mental sejak dari sedini mungkin. Kesehatan mental wajib dijaga oleh semua usia dari anak sampai lansia. Tiada kesehatan tanpa sehat jiwa

3. Bagaimana tips menjaga kesehatan mental dalam menghadapi pandemi?

  • Jaga kesehatan jasmani dengan kecukupan tidur, gizi seimbang, olahraga dan aktivitas fisik
  • Batasi asupan berita dan bijak memilah informasi
  • Berinteraksi dan komunikasi dengan keluarga dan sahabat
  • Melakukan relaksasi, meditasi dan berbagai kegiatan yang menyenangkan seperti hobi
  • Menghindari kebiasaan buruk seperti konsumsi rokok, alkohol atau penggunaan zat adiktif lainnya
  • Berusaha tetap berpikir positif dan bersyukur dalam menghadapi situasi saat ini.
  • Mencari bantuan pendampingan profesional kesehatan mental seperti Psikiater dan atau Psikolog

Klik link berikut: https://www.instagram.com/tv/CU1KxmVhONC/

Artikel ini ditulis oleh:

dr. Sak Liung, Sp.KJ

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiatri) Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

Info Pelayanan :
Klinik Psikiatri Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

 

Mohon dapat memberikan rating

Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan Generasi Milenial 5/5 (2)

1. Mengapa banyak pemuda/pemudi yang mengeluhkan masalah pencernaan?
Masalah pencernaan merupakan salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan oleh para pemuda dan pemudi kita saat datang untuk periksa ke rumah sakit maupun klinik ataupun yang mungkin anda rasakan saat ini. Mulai dari mual, muntah, perut terasa kembung, diare, nyeri perut sampai susah untuk BAB atau konstipasi.
Banyak hal yang dapat menyebabkan hal tersebut mulai dari gangguan pada organ pencernaan seperti lambung karena tingkat asam lambung yang tinggi (atau biasa kita bilang dengan sakit maag) yg dapat disebabkan karena makan tidak teratur, makan terlalu pedas atau asam yang jika tidak tertangani dapat menyebabkan adanya perlukaan pada lambung atau usus, gangguan yang disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun yang lainnya (yang disebabkan oleh kebersihan makanan atau higienitas yang kurang baik), adanya masalah pada organ di perut serta pencernaan lain yang perlu di evaluasi lebih lanjut (seperti nyeri perut hebat dibagian tertentu, susah BAB, BAB darah) yang dapat disebabkan karena adanya tumor atau lainnya, serta yang saat ini banyak dibahas juga adalah gangguan cemas atau anxiety yang dapat mempengaruhi sistem pencernaan dan mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaan  yang pada akhirnya akan mengganggu produktivitas kita.

 

2. Hal apa yang perlu dilakukan pemuda/pemudi agar terhindar dari masalah pencernaan?
Seperti yang sudah kita bahas diatas, untuk mencegah terjadinya masalah dalam pencernaan bisa kita lakukan dengan menjaga kebersihan dengan melakukan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) , salah satu contohnya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, dan memastikan makanan yang akan kita makan tersebut terjaga kebersihannya
Olahraga dan melakukan gaya hidup yang sehat, seperti makan tepat waktu, makan tidak terlalu banyak (tentunya jika kita makan terlalu banyak selain menyebabkan masalah pada pencernaan hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan lain dikemudian hari), menghindari makanan yang dapat menyebabkan alergi atau rasa kurang nyaman seperti terlalu pedas dan terlalu asam. Selalu berpikiran positif, dan memeriksakan dirii jika sekiranya terdapat gejala yang tidak kunjung membaik dan jika terdapat gejala seperti BAB darah, kesulitan BAB, nyeri yang tidak tertahankan pada daerah perut.

 

3. Bagaimana pemeriksaan medis yang dapat dilakukan terkait pencernaan?

Untuk menegakkan diagnosis yang tepat dan baik, diperlukan beberapa pemeriksaan terkait kondisi dan gejala yang dirasakan, maka dalam pemeriksaan inilah juga diperlukan kejujuran dari pasien untuk memberikan informasi terkait kondisi atau gejala yang dirasakan agar dokter dapat menegakkan diagnosis dan tatalaksana secara tepat. Selain dari anamnesa dan pemeriksaan fisik, untuk membantu menunjang dalam penegakan diagnosis juga dapat dilakukan pemeriksaan laboraturium yang sesuai dengan kecurigaan dasar penyakitnya, seperti cek darah (untuk mengetahui apakah ada infeksi atau suatu kelainan lain), pemeriksaan Endoskopi untuk melihat langsung dibagian saluran pencernaan, atau radiologi seperi USG dan CT scan abdomen untuk melihat apakah ada kelainan dari anatomy saluran cerna.

Setelah serangkaian pemeriksaan tersebut maka akan didapatkan diagnosis dan dilakukan tatalaksana atau pengobatan dari penyakit tersebut dan semuanya itu dapat dilakukan di RS Panti Rapih lhoo.

Seperti itu serangkaian tahapan mulai keluhan dan proses tatalaksana atau pengobatannya sampai akhirnya pasien sembuh dan dapat melakukan aktivitasnya dengan baik.
Yukkk jangan takut dan periksakan diri kamu sekarang dan ceritakan segala keluh kesah kamu ke RS Panti Rapih seperti layaknya sahabat, karena RS Panti Rapih Sahabat Untuk Hidup Sehat.

Klik link berikut ini :  di https://www.instagram.com/p/CVj-Sm-Dr5e/

 

 

Artikel ini ditulis oleh:

  I Dewa Gde Rainey Chrisananta Putra

Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Info Pelayanan :
Klinik Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Onder De Bogen
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

Mohon dapat memberikan rating

Panti Rapih Active Challenge 2021 Virtual Run and Ride for Funds No ratings yet.

Dalam rangka Hari Ulang Tahun RS Panti Rapih ke 92, RS Panti Rapih akan mengadakan penggalangan dana untuk Yayasan Realino SPM melalui kegiatan berlari dan bersepeda secara virtual. Selain menggalang dana, kami mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan membudayakan aktivitas berolahraga. Kita Sehat, Kita Aktif dan Kita berbagi Bersama. #SehatAktifBersama

Bagi Anda yang memiliki hobi berlari maupun bersepeda dan anda yang ingin berbagi untuk sesama, ayo ikuti Panti Rapih Active Challenge 2021: Virtual Run and Ride.

Catat Waktu Pelaksanaannya:

Registrasi                                  : 15 Oktober – 20 November 2021

Tanggal Lari / Sepeda             : 6 – 21 November 2021

Unggah bukti Lari / Sepeda   : 6 – 21 November 2021

Jarak Tempuh                          : 5KM untuk Berlari dan 25KM untuk Bersepeda

Lokasi Lari / Sepeda               : Bebas dimana aja, jangan lupa catat dengan aplikasi olahraga favoritmu ya (seperti Strava, GoogleFit, Nike+, Samsung Health, dan sebagainya)

Registrasi

5KM Run –  Rp 200.000 (exclusive jersey only) / Rp 250.000 (exclusive jersey & medali)

25KM Ride –  Rp 200.000 (exclusive jersey only) / Rp 250.000 (exclusive jersey & medali)

Registrasi termasuk Free Voucher “Services Experience” ACE Hartono Mall Yogyakarta (Poles Dashboard Mobil, Cek Kesehatan Kaki, Clean n Care Car Interior, Cuci Perhiasan / Kacamata dan Jam Tangan, Polish Ban Mobil), e-sertifikat, donasi dan ongkos kirim.

Daftar segera di : https://bit.ly/RegistrasiRunAndRide

Bagaimana Mengikuti Panti Rapih Active Challenge 2021: Virtual Run & Ride?

  1. Registrasi di bit.ly/RegistrasiRunAndRide, pastikan alamat email, alamat rumah dan no HP telah diinput dengan benar ya
  2. Selesaikan Pembayaran dan Kirimkan bukti bayar di https://bit.ly/TransferRunAndRide Konfirmasi pembayaran bisa ke Judith 0881-2664-142 (Lari) dan Yasinta 0813-2889-4472 (Sepeda)
  3. Berlari / Bersepeda di Waktu yang Telah Ditentukan. Seluruh aktivitas diselesaikan dalam satu waktu
  4. Kirimkan screenshoot aplikasi bukti berlari / bersepeda Anda di https://bit.ly/AktivitasRunAndRide
  5. Ikuti berbagai keseruan IG Live & kontes foto untuk berbagai hadiah menarik
  6. Tunggu paket Anda dikirim #dirumahaja

Dapatkan berbagai doorprize dan hadiah menarik bagi peserta Panti Rapih Active Challenge 2021: Virtual Run & Ride

  • 1 Jam tangan Garmin
  • 3 Sepeda (1 Sepeda MTB Polygon, 2 Sepeda Lipat)
  • 10 Voucher layanan klinik terpadu RS Panti Rapih

–  Klinik Katarina (2 voucher) senilai @ Rp 150.000,-

–  Klinik Lucia (2 voucher) senilai @ Rp 150.000,-

–  Klinik Anna (2 voucher) senilai @ Rp 150.000,-

–  Klinik Yacinta (2 voucher) senilai @ Rp 150.000,-

–  Klinik Golden Care (2 Voucher) senilai @ Rp 150.000,-

Layanan Klinik bisa dilihat di https://pantirapih.or.id/rspr/

  • 5 Voucher @ Rp. 100.000,- yang berlaku untuk seluruh pelayanan di RS Panti Rapih dan Catering Sehat RS Panti Rapih https://instagram.com/catering.rspantirapih/
  • Saldo GoPay/OVO untuk pemenang Foto Contest masing-masing Rp100.000 untuk 3  pemenang kategori sepeda dan 3 pemenang kategori lari

Ikuti Kontes Foto Berhadiah Saldo OVO / Gopay untuk Peserta Virtual Run & Ride

Buat Anda peserta Panti Rapih Active Challenge, Anda berkesempatan mengikuti kontes foto berhadiah saldo OVO/Gopay.

Ketentuan Kontes Foto:

  1. Unggah foto saat berlari / bersepeda
  2. Akun tidak dikunci / private
  3. Gaya bebas dan sopan (tidak mengandung unsur SARA dan Pornografi)
  4. Tag & mention @rspantirapihyogyakarta
  5. Jangan lupa cantumkan hastag #HUTRSPR92 #PantiRapih #SehatAktifBersama
  6. Akan ada 3 Pemenang untuk foto berlari terfavorit & 3 Pemenang foto bersepeda terfavorit (total Pemenang 6 orang) yang nantinya masing-masing akan mendapatkan saldo GoPay/OVO @ Rp100.000
  7. Ketentuan Juri tidak dapat diganggu gugat
  8. Periode Kontes 6-21 November 2021, pengumuman pemenang ada di 22 November 2021

Kontes Foto ini, hanya bisa diikuti peserta Panti Rapih Active Challenge 2021 ya.

Ayo ditunggu partisipasinya yaa. Segera daftarkan diri anda dan ajak saudara dan teman untuk bergerak bersama. Panti Rapih Active Challenge: Sehat, Aktif, Bersama. 

Tautan terkait : Yayasan Realino

Mohon dapat memberikan rating