Sahabat Sehat pasti pernah mendengar orang yang mendengkur saat tidur. Atau justru Sahabat Sehat sendiri yang mengalaminya? Mendengkur atau mengorok adalah suara kasar yang terdengar saat seseorang sedang tidur. Banyak orang yang menganggap mendengkur adalah hal yang wajar dan tidak berbahaya. Benarkah demikian?
Mengapa Seseorang Bisa Mendengkur?
Mendengkur terjadi karena saluran pernapasan bagian atas bergetar saat seseorang bernapas. Ketika tidur, otot di rongga mulut, lidah, dan tenggorokan akan menjadi rileks. Udara yang berhembus saat bernapas akan menggetarkan otot-otot di daerah tersebut dan suara mendengkur akan terdengar.
Tidak semua orang bisa mendengkur. Biasanya, seseorang dengan kelainan bentuk rongga mulut, leher yang pendek, dan obesitas akan lebih mudah mendengkur. Mendengkur juga lebih sering dijumpai ketika seseorang sedang tidur pulas/tidur dalam.

Apakah Mendengkur Berbahaya?
Pernahkah Sahabat Sehat melihat orang yang tampak berhenti bernapas setelah mendengkur? Beberapa saat kemudian, orang tersebut akan kembali bernapas atau bahkan sampai terbangun. Mendengkur bukan hal yang wajar meskipun sedang lelah dan dapat menjadi suatu kondisi yang berbahaya, karena sering terkait dengan suatu penyakit yang disebut sebagai Obstructive Sleep Apnea (OSA). Penderita OSA akan mendengkur saat tidur dan disertai dengan berhentinya napas sementara. OSA dapat terjadi secara berulang dalam satu malam. Semakin sering dan semakin lama durasi henti napas, maka semakin berat derajat keparahan penyakit OSA.
OSA sering tidak terdiagnosis. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kondisi ini membuat penderita OSA tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Padahal, kejadian OSA berhubungan dengan berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan stroke. Selain itu, OSA juga dapat meningkatkan risiko gangguan mental dan diabetes melitus.
Penderita OSA cenderung mengantuk di pagi dan siang hari meskipun sudah tidur semalaman. Sehingga, kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dan performa kerja akan menurun. Penderita OSA yang berat dapat berisiko mengalami kecelakaan atau cedera karena mengalami microsleep. Microsleep adalah kondisi dimana seseorang mendadak tertidur sesaat di tengah kegiatan mereka.

Bagaimana Cara Mendeteksi Obstructive Sleep Apnea Secara Objektif?
Polisomnografi (PSG) merupakan pemeriksaan yang harus dilakukan pada penderita OSA. Â Pada pemeriksaan PSG, beberapa alat akan dipasang di tubuh pasien. Alat tersebut berguna untuk mendeteksi gelombang otak, kontraksi otot, gerakan mata, detak jantung, hembusan napas, gerakan dada, gerakan perut, dan kadar oksigen dalam darah selama pasien tidur. Pasien harus tidur selama satu malam di rumah sakit sambil dilakukan monitoring oleh petugas yang telah terlatih.
Dengan melakukan pemeriksaan ini, kita dapat mengetahui tingkat keparahan OSA secara objektif. Kita juga dapat mengetahui posisi tubuh yang sering memicu OSA dan mendeteksi gangguan tidur lain yang menyertai OSA.

Bagaimana Penanganan Obstructive Sleep Apnea?
Penanganan OSA tergantung dari derajat keparahan OSA. Setiap derajat keparahan OSA memiliki penanganan yang berbeda. OSA derajat berat bahkan memerlukan alat khusus untuk membantu pernapasan selama tidur. Pemicu OSA juga harus dideteksi. Pasien OSA dengan obesitas, kelainan rongga hidung, kelainan rongga mulut, atau kelainan bentuk rahang memiliki penanganannya tersendiri.
Apabila Sahabat Sehat merasa memiliki kondisi di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter spesialis neurologi. Rumah Sakit Panti Rapih siap melayani Sahabat Sehat demi tidur yang lebih berkualitas.
Artikel ditulis oleh :
dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N
(Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit Panti Rapih)
Informasi lebih lanjut :
Klinik Saraf
Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih
Pendaftaran :
Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006
Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)
![]() |
![]() |



Related dengan kondisi suami.
Selamat pagi Ibu Novi,
Terkait hal ini apabila pasangan Ibu ada keluhan tersbut dapat konsultasi dengan dokter kami.
Untuk pendaftaran dokter dapat melalui telpeon 24 jam 0274 – 514004/514006 atau dowload aplikasi PantiRapihKu.
Salam sehat,
Humas RS Panti Rapih Yk