Yogyakarta, 7 Juli 2025 — Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2025 yang mengusung tema “Mendengarkan Masa Depan”, Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta bersama DPK PPNI RS Panti Rapih menggelar serangkaian kegiatan edukatif yang berfokus pada isu perlindungan anak dari tindakan perundungan (bullying). Dua program utama, yaitu Seminar Internal Anak dan Roadshow Edukasi Anti-Bullying, menjadi langkah konkret rumah sakit dalam membentuk lingkungan yang aman dan inklusif bagi anak-anak di sekolah maupun di layanan kesehatan.
Seminar Internal Anak: Membangun Pemahaman dan Peran Tenaga Kesehatan
Kegiatan dimulai dengan Seminar Internal Anak yang diselenggarakan pada Senin, 7 Juli 2025, bertempat di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih. Seminar ini bertujuan untuk membekali tenaga keperawatan dengan pemahaman mendalam mengenai bullying, mulai dari konsep dasar perkembangan pribadi anak, jenis-jenis perundungan (fisik, verbal, sosial, hingga siber), dampak psikologisnya, hingga pendekatan edukatif dan preventif yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Dua narasumber utama hadir dalam seminar ini: dr. Vista Nurasti Pradanita, Sp.KJ(K), yang menjelaskan keterkaitan antara bullying dan gangguan kesehatan mental pada anak; dan Maria Ratih, M.Psi., Psikolog, yang memaparkan pendekatan psikologis dalam mencegah dan menangani kasus bullying melalui kolaborasi antara orang tua, guru, dan komunitas.
“Tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelindung dan penggerak perubahan, bukan hanya penyembuh. Bullying harus dicegah dari akarnya,” ujar dr. Vista Nurasti dalam presentasinya.
Roadshow Edukasi: Akan Menjangkau Enam Sekolah Mitra
Sebagai tindak lanjut dari seminar tersebut, RS Panti Rapih akan menyelenggarakan Roadshow Edukasi Anti-Bullying bertema “STOP BULLY, MARI PEDULI” pada 15–18 Juli 2025. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara tatap muka di enam sekolah mitra di wilayah Yogyakarta dan akan melibatkan lebih dari 800 siswa dari tingkat SD hingga SMP.
Sekolah-sekolah yang akan dikunjungi meliputi: SMP Kanisius Gayam, SMP Stella Duce Dagen, SD Joannes Bosco, SMP Joannes Bosco, SD Marsudirini Yogyakarta, dan SMP BOPKRI 1 Yogyakarta.
Tim edukator yang telah mendapatkan pelatihan dalam seminar akan menyampaikan materi secara interaktif. Para siswa akan diajak mengenali bentuk-bentuk bullying, memahami dampaknya terhadap psikologis dan sosial, serta belajar menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan sekolah ramah anak. Kegiatan juga akan disertai sesi pledging, yaitu komitmen simbolik siswa untuk menolak dan melawan tindakan bullying.
“Kampanye ini bukan kegiatan simbolik. Ini bagian dari upaya strategis RS Panti Rapih dalam membentuk budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berdaya,” tegas Anna Prabandari, S.Kep., Ns., penanggungjawab program Hari Anak Nasional 2025 RS Panti Rapih.
Mengapa Kampanye Ini Penting?
Menurut data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), lebih dari 25% laporan tahunan di sektor pendidikan berasal dari kasus bullying (Khairunnisa, 2023). Sayangnya, banyak kasus yang tidak dilaporkan, tetapi tetap menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan mental, prestasi akademik, dan kehidupan sosial anak.
“Kami ingin siswa tahu bahwa mereka tidak sendirian. Ada orang dewasa yang peduli, dan ada cara untuk melawan bullying secara sehat dan bermartabat,” tambah Maria Ratih, M.Psi., Psikolog.
Artikel ditulis oleh :
Maria Vita
(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)