Webinar Membangun Budaya Etis, Edukatif dan Empatik di Rumah Sakit melalui Pemenuhan Standar HPK dan KE No ratings yet.

Webinar bertajuk “Membangun Budaya Etis, Edukatif dan Empatik di Rumah Sakit dengan Pemenuhan Standar Hak Pasien dan Keluarga (HPK) serta Komunikasi dan Edukasi (KE)” diselenggarakan secara daring pada Jumat, 7 November 2025, melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat komitmen rumah sakit dalam membangun pelayanan yang lebih humanis, aman, serta berorientasi pada pasien dan keluarganya. Pemenuhan standar HPK dan KE kini menjadi pilar utama dalam peningkatan kualitas layanan, karena keduanya menekankan pentingnya keterlibatan pasien, komunikasi efektif, edukasi berkelanjutan, serta penghormatan terhadap hak dan martabat pasien sebagai bagian dari keselamatan dan pengalaman pasien (patient experience). Webinar ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Chatarina Endah Tri Yuliani, S.Kep., Ns., seorang praktisi keperawatan yang berpengalaman dalam implementasi standar akreditasi rumah sakit, serta Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H., akademisi dan dokter yang fokus pada etika kedokteran, kesehatan masyarakat, dan pengembangan sistem komunikasi edukatif di fasilitas pelayanan kesehatan. Keduanya memberikan perspektif mendalam mengenai bagaimana budaya etis, edukatif, dan empatik dapat diwujudkan secara nyata di lingkungan rumah sakit melalui penerapan standar HPK dan KE yang konsisten dan terukur. Webinar ini dipandu oleh moderator Maria Dhita Suryani Lumban Gaol, S.Kep., Ns., yang memastikan jalannya diskusi berlangsung interaktif, terarah, dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta.

Sepanjang acara, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif tentang pentingnya melindungi hak pasien dan keluarga, mulai dari privasi dan kerahasiaan informasi medis, persetujuan tindakan atau informed consent, hingga penyampaian informasi yang jelas dan mudah dipahami terkait diagnosis, prosedur, dan rencana perawatan. Para narasumber menekankan bahwa pemenuhan hak pasien bukan hanya tuntutan akreditasi, tetapi bagian dari etika profesional dan tanggung jawab moral tenaga kesehatan. Dalam aspek komunikasi dan edukasi, peserta diperkenalkan pada berbagai strategi komunikasi efektif yang dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pasien, seperti penggunaan bahasa yang sederhana, pendekatan empatik, serta edukasi yang diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan pasien dan keluarga. Komunikasi yang baik terbukti meningkatkan kepatuhan pasien, mengurangi kesalahan medis, dan memperbaiki kualitas interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien.

Melalui webinar ini, rumah sakit diharapkan mampu memperkuat budaya etis dengan menjadikan integritas dan tanggung jawab profesional sebagai nilai dasar. Budaya edukatif ditegakkan melalui pengembangan sistem edukasi pasien yang terencana, terstruktur, dan mudah diakses. Sementara itu, budaya empatik diwujudkan melalui kemampuan tenaga kesehatan memahami kebutuhan emosional, psikologis, dan sosial pasien. Ketiga budaya tersebut saling melengkapi dan menjadi fondasi penting bagi pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi. Kegiatan ini juga mempertegas bahwa penguatan HPK dan KE berkontribusi langsung terhadap pencapaian standar akreditasi nasional maupun internasional, sekaligus mendorong rumah sakit untuk terus berbenah menuju sistem pelayanan yang lebih aman, inklusif, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Dengan terselenggaranya webinar ini, diharapkan seluruh peserta dari berbagai profesi kesehatan dapat menerapkan konsep-konsep yang dipelajari di tempat kerja masing-masing, sehingga berdampak nyata pada peningkatan kualitas layanan rumah sakit. Upaya membangun budaya etis, edukatif, dan empatik bukan hanya menjadi agenda manajemen, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur rumah sakit. Pemenuhan standar HPK dan KE akhirnya dapat menjadi instrumen strategis untuk menciptakan pelayanan yang lebih transparan, komunikatif, bermartabat, dan menempatkan pasien sebagai pusat dari setiap proses pelayanan. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi rumah sakit di seluruh Indonesia untuk terus bertransformasi demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih manusiawi, dan lebih berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan pasien.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Gelar Webinar Implementasi KPS dan PPK dalam Akreditasi Rumah Sakit 5/5 (12)

RS Panti Rapih menyelenggarakan Webinar Implementasi Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS) dan Pendidikan dalam Pelayanan Kesehatan (PPK) pada Jumat, 26 September 2025 pukul 13.00–17.00 WIB melalui platform Zoom Meeting.

Kegiatan ini merupakan bagian dari seri pembahasan Bab Standar Akreditasi Rumah Sakit terbaru, sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Mutu pelayanan kesehatan merupakan kewajiban setiap rumah sakit dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Evaluasi mutu dilakukan baik secara internal melalui Komite Mutu maupun secara eksternal melalui mekanisme akreditasi rumah sakit.

Seiring dengan terbitnya Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/1596/2024 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit, keputusan sebelumnya (HK.01.07/Menkes/1128/2022) dinyatakan tidak berlaku. Untuk mendukung implementasi standar terbaru ini, Kementerian Kesehatan juga menetapkan instrumen survei akreditasi melalui Keputusan Dirjen Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/D/47104/2024. Instrumen tersebut kini menjadi acuan resmi bagi surveior dalam melakukan penilaian, sekaligus pedoman bagi rumah sakit dalam menyiapkan persyaratan akreditasi secara objektif dan terukur.

Dalam standar akreditasi terbaru, aspek Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS) serta Pendidikan dalam Pelayanan Kesehatan (PPK) masuk dalam kelompok manajemen rumah sakit.

  1. Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS):
    Rumah sakit dituntut memastikan tenaga medis dan nonmedis memiliki keterampilan, kompetensi, dan kredensial sesuai standar. Proses rekrutmen, orientasi, serta evaluasi staf dilakukan secara sistematis demi menjamin kualitas dan keselamatan pasien.
  2. Pendidikan dalam Pelayanan Kesehatan (PPK):
    Peserta didik yang terlibat dalam pelayanan kesehatan dapat menjadi bagian dari peningkatan mutu layanan, namun juga membawa risiko terhadap keselamatan pasien. Karena itu, rumah sakit wajib memilikimekanisme yang jelas dalam mengatur peran peserta didik di lingkungan layanan.

Dalam webinar ini menghadirkan dua narasumber dari RS Panti Rapih, yaitu ;

  1. Wahyu Widjajanti Rahaju, S.K.M.
  2. apt. Eliza Konda Landowero, S.Si., M.P.H.

serta moderator oleh Ibu Agnes Nurlita Esti Rahayu, S.Tr.TLM.

Melalui webinar ini, peserta diharapkan:

  • Memahami regulasi terbaru terkait standar akreditasi rumah sakit.
  • Mampu mengimplementasikan Bab KPS dan Bab PPK secara efektif di unit kerja masing-masing.
  • Mendukung peningkatan mutu layanan yang berorientasi pada keselamatan pasien.

Webinar juga akan membahas strategi manajemen SDM, tata kelola peserta didik, serta praktik terbaik untuk menunjang mutu pelayanan. Kegiatan ini ditujukan bagi seluruh staf rumah sakit, baik tenaga medis (dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya) maupun nonmedis.

RS Panti Rapih berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi sekaligus inspirasi bagi rumah sakit lain dalam menerapkan standar akreditasi terbaru. Dengan sinergi seluruh pihak, mutu pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan secara berkesinambungan sehingga berdampak positif bagi keselamatan pasien dan kepuasan masyarakat.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Webinar Ngabuburit RS Panti Rapih: Kupas Tuntas Manajemen Triase IGD 5/5 (1)

Apa jadinya jika pasien kritis terlambat ditangani karena salah sistem? Di tengah hiruk pikuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), satu keputusan cepat bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati. Inilah urgensi yang diangkat dalam Webinar Ngabuburit Series ke-6 bertajuk “Manajemen Triase IGD”, diselenggarakan oleh Instalasai Pendidikaan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih Yogyakarta secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 9 April 2025.

Acara dibuka oleh Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., dan dipandu oleh Anidya Ismi Yudistya Fajri, S.Kep.,Ns. sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang membuka ruang refleksi atas tantangan lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya, koordinasi tim IGD, hingga integrasi triase bencana saat terjadi insiden massal.

Webinar edukatif ini menghadirkan dua narasumber berkompeten yang membedah tuntas seluk-beluk sistem triase:

  1. Bapak Antonius Suryanta Nugraha, S.Kep., Ns., membawakan materi tentang konsep, prinsip, dan regulasi sistem triase IGD serta penerapan triase bencana di situasi darurat massal.
  2. dr. David Budi Wibowo menjelaskan strategi implementasi triase yang efisien dan peningkatan kualitas layanan kegawatdaruratan.

Sebanyak 124 peserta dari berbagai wilayah Indonesia – mulai dari Magelang, Yogyakarta, Jayapura, Cilacap, Surabaya, Semarang, Bali, hingga Palangkaraya – ikut ambil bagian dalam sesi yang berlangsung penuh antusiasme. Peserta terdiri dari tenaga kesehatan, manajer rumah sakit, hingga mahasiswa keperawatan dan kedokteran.

Triase adalah penyaring awal keselamatan pasien di IGD. Sesuai Permenkes No. 47 Tahun 2018 dan Permenkes No. 4 Tahun 2018, triase wajib dilakukan secara sistematis, terstandarisasi, dan adaptif terhadap kondisi bencana. Webinar ini memperkuat pemahaman bahwa sistem triase yang tepat bukan hanya urusan prosedur, melainkan soal kesigapan menyelamatkan nyawa.

Webinar ini bukan sekadar forum edukatif, tetapi menjadi tonggak penting peningkatan kapasitas SDM kesehatan Indonesia dalam menghadapi kondisi darurat. Pemahaman dan keterampilan dalam manajemen triase tidak hanya menyelamatkan satu nyawa—tetapi mengatur prioritas keselamatan ratusan orang dalam kondisi krisis.

RS Panti Rapih menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan, sekaligus menggugah rumah sakit di seluruh Indonesia untuk mengevaluasi dan memperkuat sistem triase mereka.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Webinar Ngabuburit RS Panti Rapih Series Ke Tiga Kupas Tuntas Kaitan Antara Puasa Ramadhan dan Obesitas 5/5 (6)

Yogyakarta, 19 Maret 2025 – Apakah puasa Ramadhan bisa menjadi pintu masuk menuju gaya hidup sehat bagi penderita obesitas? Pertanyaan ini menjadi pembuka yang menggugah dalam Webinar Ngabuburit Series Ketiga bertajuk “Puasa Ramadhan dan Obesitas” yang diselenggarakan oleh Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih Yogyakarta pada Rabu, 19 Maret 2025, secara daring melalui Zoom Meeting.

Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian edukasi masyarakat yang dikemas dalam semangat ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa. Dengan pendekatan ilmiah namun tetap komunikatif, webinar ini membahas bagaimana puasa Ramadhan dapat dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk mengelola obesitas, terutama melalui pengaturan pola makan dan pilihan menu yang tepat.

Webinar diikuti oleh 142 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Tanjungkarang, Bandung, Kupang, Cilacap, Medan, Bali, Bengkulu, Palangkaraya, Surabaya, Madiun, Baturaja, Karawang, Demak, dan kota-kota lainnya.

Acara diawali dengan sambutan oleh dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, Direktur RS Panti Rapih Yogyakarta, yang menekankan bahwa puasa bukan hanya ritual ibadah, melainkan juga peluang untuk membentuk kebiasaan hidup sehat, terutama bagi masyarakat dengan risiko kelebihan berat badan dan obesitas.

Webinar dipandu oleh Ibu Sari Puspitasari Adianingsih Permata, S.Gz., seorang ahli gizi yang juga aktif dalam program edukasi publik RS Panti Rapih.

Dua narasumber utama membawakan materi yang saling melengkapi:

Ibu Dessy Natalia Cendanawangi, S.Gz., memaparkan topik “Manfaat Kesehatan Puasa Ramadhan Khususnya pada Individu dengan Obesitas”, menyoroti bukti ilmiah mengenai perubahan metabolisme selama berpuasa yang berpotensi menurunkan kadar lemak tubuh, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mendukung keseimbangan hormon.

Ibu Maria Dina Perwitasari, S.Gz., Dietisien, membahas “Strategi Makan Sehat Saat Puasa untuk Mengelola Obesitas dan Pemilihan Menu yang Tepat Saat Berpuasa”, lengkap dengan contoh menu sahur dan berbuka yang mudah diterapkan di rumah.

 

Mengapa Webinar Ini Penting?

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Obesitas tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Di sisi lain, puasa Ramadhan—jika dilakukan dengan cara yang benar—dapat menjadi intervensi gaya hidup murah, alami, dan terstruktur untuk mengatasi masalah ini.

Webinar ini membuka wawasan bahwa puasa bukan alasan untuk makan sembarangan saat sahur dan berbuka, tetapi sebaliknya, menjadi waktu emas untuk memperbaiki pola konsumsi dan memperkuat kontrol diri. Peserta dibekali dengan pemahaman ilmiah dan panduan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam keseharian selama bulan suci Ramadhan.

Dengan suasana interaktif, webinar berlangsung selama lebih dari satu jam. Selain penyampaian materi, peserta juga aktif mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi terbuka. Pertanyaan yang muncul mencerminkan keprihatinan dan ketertarikan masyarakat terhadap isu obesitas yang kerap kali disalahpahami selama Ramadhan.

Contohnya, beberapa peserta menanyakan tentang “bolehkah langsung tidur setelah sahur?” atau “menu buka puasa apa yang bisa membuat kenyang tanpa menyebabkan lonjakan berat badan?”—dan semuanya dijawab dengan data dan pendekatan ilmiah oleh narasumber.

Melalui edukasi daring ini, RS Panti Rapih Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mempromosikan kesehatan masyarakat berbasis nilai spiritual dan ilmiah secara bersamaan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam membangun literasi gizi di tengah masyarakat, dengan pendekatan yang kontekstual dan relevan.

Webinar “Puasa Ramadhan dan Obesitas” menjadi bukti bahwa Ramadan bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk meningkatkan spiritualitas, tetapi juga untuk mengubah pola hidup menuju lebih sehat dan berkesadaran.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Gelar Webinar Ngabuburit Series: Bahas Strategi Pengkodean Penyakit dan Tindakan untuk Kendali Mutu dan Biaya 5/5 (7)

Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap efisiensi dan akuntabilitas layanan kesehatan, Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih Yogyakarta menghadirkan solusi nyata melalui Webinar Ngabuburit Series Pertama yang bertajuk:
“Pengkodean Penyakit dan Tindakan untuk Kendali Mutu dan Kendali Biaya di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya.”

Webinar tema pertama ini diselenggarakan secara daring pada Rabu, 12 Maret 2025 dan berhasil menjaring 417 peserta dari berbagai kota di Indonesia dan luar negeri seperti Turki. Antusiasme peserta dari wilayah seperti Bandung, Jakarta, Bali, Deli Serdang, Sulawesi Selatan, hingga Kupang menunjukkan tingginya perhatian terhadap efisiensi layanan kesehatan berbasis data dan regulasi.

Kegiatan dibuka oleh Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM dalam pengelolaan data medis yang akurat dan sesuai standar nasional. Moderator acara, Bapak Suryo Nugroho, M.P.H., memandu jalannya diskusi dengan interaktif dan mendalam.

Sesi pertama menghadirkan narasumber Agung Dwi Saputro, S.K.M., MARS dengan topik “Pengkodean Penyakit dalam Meningkatkan Kendali Mutu Pelayanan Kesehatan dan Peran PMIK dalam Pengendalian Biaya”. Ia menggarisbawahi pentingnya peran Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang presisi.

Dilanjutkan sesi kedua oleh Ella Kristiantini Susan, A.Md.Perkes., S.Tr.RMIK, yang membawakan materi “Strategi Pengkodean Tindakan untuk Optimalisasi Kendali Biaya di Rumah Sakit”. Beliau menyoroti kebutuhan integrasi lintas profesi antara klinisi dan tim rekam medis dalam menyusun kode tindakan yang valid dan berdampak pada efisiensi anggaran.

Acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memperlihatkan semangat peserta dalam mencari solusi terbaik untuk praktik pengkodean yang sesuai dengan regulasi, efisien, dan bermutu.

Mengapa ini penting?
Dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan sistem pembiayaan kesehatan yang semakin kompleks, pengkodean penyakit dan tindakan yang tepat bukan sekadar prosedural, melainkan strategis. Webinar ini menjadi langkah konkret RS Panti Rapih dalam mendukung upaya rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya agar tetap kompetitif dan berkelanjutan, tanpa mengorbankan mutu layanan.

Webinar ini merupakan bentuk nyata dari komitmen RS Panti Rapih untuk berbagi ilmu, memperkuat jejaring profesional, dan menjawab kebutuhan zaman: mutu layanan tinggi dengan biaya yang efisien.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Ikuti Webinar Gratis  “Continuing Medical Education: Emerging Treatment of Advanced Breast Cancer” No ratings yet.

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan medis adalah hal penting dalam penanganan kanker payudara stadium lanjut, terutama dengan perkembangan teknologi dan terapi yang terus berkembang. Kami mengundang para tenaga medis yang berdedikasi untuk bergabung dalam program Continuing Medical Education bertajuk “Emerging Treatment of Advanced Breast Cancer.” Dalam acara ini, peserta akan mempelajari pendekatan multidisiplin serta inovasi terbaru dalam penanganan kanker payudara metastatik. Acara ini terselenggara kerjasama RS Panti Rapih dengan Kemenkes.

Detail Acara:

  • Hari, Tanggal: Sabtu, 16 November 2024
  • Waktu: 08:00 – 11:30 WIB
  • Metode: Online melalui Zoom Meeting
  • SKP: Serifikat 2 SKP Kemenkes

Sasaran Peserta:

  • Dokter Umum, Dokter Penyakit Dalam, Dokter Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik, Dokter Spesialis Bedah yang tertarik onkologi, dan Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi.
  • Para tenaga medis yang telah memiliki akun di platform LMS Plataran Sehat.

Materi dan Pembicara:

Optimalisasi Tatalaksana Kanker Payudara Metastatik dengan Pendekatan Multidisiplin
Pembicara: dr. Dian Pratiwi, M.Sc., Sp.PD-KHOM – Dokter Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik

Inovasi Manajemen Kanker Payudara dengan Memanfaatkan Keunggulan Targeted Therapy: CDK4/6 Inhibitor
Pembicara: dr. Johan Kurnianda, Sp.PD-KHOM – Dokter Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik

Moderator: dr. Suwardjo, Sp.B (K)Onk

Biaya Pendaftaran: Gratis

Jangan lewatkan kesempatan untuk memperbarui pengetahuan Anda tentang penanganan kanker payudara metastatik dan berdiskusi dengan para pakar.

Daftar sekarang di: s.id/breastcancer2024

CP : Saudari Dhenny Diklat RS Panti Rapih Yk – 081226512619

Mari bersama tingkatkan kualitas layanan kesehatan dengan mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia onkologi.

 

Mohon dapat memberikan rating