Cedera olahraga bukan lagi monopoli atlet profesional. Masyarakat umum yang aktif berolahraga, terutama di masa tren gaya hidup sehat pascapandemi, juga rentan mengalami cedera yang mengganggu mobilitas. Menjawab kebutuhan edukasi publik dan profesional akan penanganan cedera olahraga, Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan Webinar Ngabuburit Series Keempat bertajuk “Penatalaksanaan Cedera Olahraga” pada Jumat, 21 Maret 2025 melalui platform Zoom Meeting.
Webinar ini diikuti oleh 57 peserta dari berbagai kota di Indonesia seperti Kudus, Bandung, Yogyakarta, Cilacap, Depok, Jakarta, Tegal, hingga Tasikmalaya. Peserta berasal dari kalangan fisioterapis, tenaga kesehatan, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada dunia fisioterapi dan penanganan cedera olahraga.
Cedera olahraga, khususnya shin splints, sering dianggap sepele padahal bisa menjadi kronis jika tidak ditangani dengan tepat. Webinar ini hadir sebagai wadah berbagi ilmu praktis dan ilmiah dalam menangani cedera semacam ini — dari aspek diagnosis hingga strategi gerakan korektif (corrective movement). “Webinar ini bukan hanya edukatif tapi juga solutif, karena menyajikan pengetahuan berbasis kasus nyata yang bisa langsung diterapkan di lapangan,” ujar Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., dalam sambutannya membuka acara.
Dipandu oleh moderator Bapak Nugroho Nanang Wijayanto, A.Md. Ft., webinar ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang fisioterapi olahraga:
Bapak Oktavia Abrianto, S.Tr.Ft, Ftr, AIFO. menyampaikan materi pertama berjudul “Peran Fisioterapis dalam Penatalaksanaan Cedera Olahraga dan Assessment and Pathophysiology of Shin Splints Case.” Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya identifikasi dini dan peran strategis fisioterapis dalam proses pemulihan pasien cedera olahraga.
Bapak Jeremi Damara Argadiya, A.Md. Kes. melanjutkan dengan materi kedua bertajuk “Treatment and Corrective Movement of Shin Splints Case.” Ia mengulas tuntas langkah-langkah terapi yang terbukti efektif, termasuk latihan korektif yang bisa membantu pemulihan secara fungsional dan mencegah kekambuhan.
Para peserta tidak hanya menyimak, tapi juga aktif berdiskusi dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Pertanyaan seputar metode diagnosis, jenis latihan, serta peran preventif dari fisioterapis menjadi topik hangat dalam forum tersebut.
“Setelah mengikuti webinar ini, saya jadi lebih paham bagaimana menangani klien dengan shin splints secara komprehensif, mulai dari assessment sampai movement correction,” ungkap salah satu peserta dari Bandung.
Webinar ini tidak hanya menjadi momen edukatif di bulan Ramadan, tetapi juga memperkuat komitmen RS Panti Rapih dalam memajukan pelayanan fisioterapi dan literasi kesehatan masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran dan pemahaman tentang cedera olahraga, diharapkan masyarakat bisa lebih proaktif dalam pencegahan dan pemulihan serta meningkatkan kualitas hidup melalui perawatan yang tepat.
Ke depan, RS Panti Rapih akan terus menghadirkan Webinar Ngabuburit Series lainnya dengan topik-topik kesehatan relevan yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan tenaga profesional.
Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

