Gangguan Sensory Integrasi (SI) pada Anak 5/5 (1)

Apakah anak anda susah untuk fokus saat diajak bicara, terlalu aktif (banyak gerak), cuek dengan lingkungan sekitar, sulit mengikuti pelajaran disekolah. Jika pernah, kemungkinan anak anda mengalami gangguan Sensory Integrasi. Apa itu gangguan Sensory Integrasi ?

Sensory Integrasi merupakan suatu proses neurologi dalam mengatur dan menterjemahkan input sensorik, untuk dapat memberikan respon yang sesuai dengan input tersebut. Dikarenakan adanya gangguan dalam fungsi otak yang menghambat kemampuan mengatur dan menterjemahkan informasi sensori motor. Mungkin menjadi penyebab dari adanya masalah seperti kesulitan bicara, kesulitan konsentrasi, kekacauan sosial emosional, gangguan perilaku, gangguan koordinasi, dan masalah lainnya. Ada beberapa gangguan Sensory Integrasi yang terlihat disekitar kita, diantaranya :

  • Gangguan vestibular (keseimbangan)
  • Gangguan tactil (raba)
  • Gangguan propioseptif (sendi)
  • Gangguan visual (penglihatan)
  • Gangguan auditory (pendengaran)
  • Gangguan olfactory (penciuman)
  • Gangguan gustatory (rasa)

Bila proses Sensory Integrasi ini berfungsi dengan baik, maka otak dapat berkembang dengan baik, sehingga pada usia sekolah anak mampu :

  1. Memberikan reaksi yang baik terhadap berbagai informasi sensorik yang biasa diterima oleh anak
  2. Menunjukkan tingkat perkembangan sensori motor , kognitif, emosi, dan sosialisasi yang sesuai dengan umurnya
  3. Menghadapi berbagai tuntutan akademis yang selalu bertambah sejalan dengan bertambahnya usia anak

Dilain pihak, anak-anak yang mengalami gangguan dalam perkembangan Sensory Integrasi, biasanya menunjukan berbagai masalah dalam belajar dan atau perilaku. Anak-anak ini mungkin memperlihatkan satu atau lebih dari gejala-gejala dibawah ini :

  • Hambatan prestasi sekolah
  • Kurang percaya diri
  • Masalah emosi sosial
  • Tampak terlalu aktif atau pendiam
  • Perhatiannnya mudah teralih
  • Kurang dapat mengontrol diri
  • Terlalu peka atau kurang peka terhadap sentuhan, gerakkan, suara, dsb
  • Gerakkannya tampak kikuk (tidak luwes) tampak serampangan
  • Hambatan pada perkembangan ketrampilan motorik, bicara, dan pengertian bahasa
  • Kadang-kadang tidak peduli dengan orang disekitarnya

Ada beberapa kondisi anak dengan gangguan Sensory Integrasi seperti :

  1. Autism Spectrum Disorder (ASD)
  2. Down Syndrome (DS)
  3. Attention Deficit / Hyperactivity Disorder (ADD / ADHD)
  4. Asperger’s Syndrome (AS)
  5. Retardasi Mental (RM)
  6. Learning Disability (LD)
  7. Speech Delay (SD)
  8. Cerebral Palsy (CP)
  9. Developmental Delay (DD) dll

Jika anak anda memperlihatkan satu atau lebih dari gejala-gejala gangguan perkembangan Sensory Integrasi diatas,  segera konsultasi ke dokter anak atau bisa langsung datang ke Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

 

Informasi Pelayanan : 
Instalasi Rehabilitasi Medik
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : 0274 – 563333 ext 1012
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 16.00 WIB
Hari Minggu dan tanggal merah tutup
WhatsApp Instalasi Rehabilitasi Medik: 0821-3333-7052

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (1)

Mohon dapat memberikan rating

Layanan Rehabilitasi Medik RS Panti Rapih 5/5 (3)

Pelayanan Rehabilitasi Medik adalah pelayanan kesehatan yang mengupayakan peningkatan kemampuan fungsional pasien sesuai dengan potensi yang dimiliki untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup.

Rehabilitasi medik RS Panti Rapih memberikan pelayanan :

  1. Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
  2. Fisioterapi
  3. Terapi Okupasi
  4. Terapi Wicara
  5. Memiliki dokter spesialis rehabilitasi medik, tenaga fisioterapis, terapis okupasi dan terapis wicara

Pelayanan Fisioterapi

Adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi, komunikasi.

Jenis layanan tindakan fisioterapi yang ada di RS Panti Rapih meliputi:

  1. Diathermy ( SWD/MWD)
  2. Ultrasound Terapi
  3. Traksi Cervical/Lumbal
  4. Stimulasi Faradik/Galvanik
  5. Interferential Terapi
  6. Infra Red Radiation/Sollux
  7. Manual Therapy
  8. Nebulizer
  9. CPM (Continuous Passive Movement)
  10. Tilting table
  11. TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation)
  12. Exercise Therapy : Latihan pasif, penguluran otot, ROM, Latihan aktif, Latihan jalan (NWB, PWB, FWB)
  13. Cold Therapy
  14. Chest Therapy
  • Postural drainage
  • Breathing exercise

 

Mulai tgl 1 Desember 2017 fisioterapi RS Panti Rapih ada layanan baru berupa pemasangan kinesio tape/taping.

Apa itu kinesio tape /taping?

Kinesio taping adalah sebuah modalitas terapi yang berdasarkan pada pendekatan penyembuhan secara alami dengan bantuan pemberian plester elastis. Kinesio taping dirancang untuk memfasilitasi proses penyembuhan alami tubuh dengan menyangga dan menstabilkan otot dan sendi tanpa membatasi gerak sendi.

Mekanisme kerja kinesio taping yaitu efek mengangkat kulit sehingga membebaskan daerah subcutan dari penekanan dan dapat mengurangi pembengkakan atau inflamasi, meningkatkan sirkulasi sehingga aliran darah kaya oksigen meningkat, terjadi regenerasi area yang diterapi,perlengketan berkurang, mengurangi sakit dengan mengambil tekanan dari reseptor rasa sakit ( mengurangi iritasi nociceptor), terjadi peningkatan fleksibilitas kolagen yang secara mekanis menyebabkan gerakan menjadi lebih leluasa.

Indikasi kinesio taping adalah :

  1. Stimulasi otot yang hipotonus
  2. Inhibisi otot yang hipertonus
  3. Melindungi otot agar tidak terjadi cedera
  4. Melindungi sendi
  5. Mengurangi inflamasi
  6. Mengurangi oedema
  7. Mempengaruhi peningkatan luas gerak sendi
  8. Meningkatkan sensori propioseptif
  9. Koreksi postur

Kontraindikasi kinesio taping adalah :

Trauma akut dengan tanpa disertai diagnosa yang jelas, seperti :

  1. Demam
  2. Keluhan –keluhan dengan pola yang abnormal/tidak jelas
  3. Luka terbuka

 

Pelayanan Okupasi Terapi

Banyak dari kita belum begitu mengenal profesi yang satu ini.

Sebenarnya apa itu okupasi terapi? Apakah sama dengan fisioterapi?

Mari kita ketahui lebih lanjut apa itu okupasi terapi.

Okupasi terapi adalah bentuk pelayanan kesehatan kepada pasien/klien dengan kelainan fisik dan atau mental yang mempunyai gangguan pada kinerja okupasional, dengan menggunakan aktifitas bermakna (okupasi) untuk mengoptimalkan kemandirian individu pada area aktivitas kehidupan sehari-hari, produktifitas dan pemanfaatan waktu luang (PERMENKES no 23 th 2013).

Dalam memberikan pelayanan kepada individu, terapi okupasi memperhatikan aset (kemampuan) dan limitasi (kelemahan/keterbatasan yang dimiliki klien, dengan memberikan manajemen aktifitas yang purposeful (bertujuan) dan meaningful (bermakna). Dengan demikian klien diharapkan dapat mencapai kemandirian dlam aktifitas produktifitas (pekerjaan), kemampuan perawatan diri (self care), dan kemampuan penggunaan waktu luang (leisure) sehingga dapat berkembang secara optimal.

Siapa saja yang memerlukan Okupasi terapi?

Okupasi terapi bisa menangani

  1. Pediatri/anak-anak , antara lain :
  • Anak dengan gangguan perilaku
  • Autis
  • Down Syndrom
  • ADD/ADHD (gangguan konsentrasi/hyperaktif)
  • Asperger’s syndrom
  • Kesulitan belajar
  • Keterlambatan perkembangan (developmental delayed)
  • Cerebral palsy dan keterlambatan lainnya

2. Geriatri (orangtua) dan dewasa

  • Osteoarthritis (OA)
  • Pasca Craniotomy
  • Frozen shoulder (kaku sendi bahu)
  • Pasca stroke
  • Kelemahan fungsi tangan
  • Gangguan keseimbangan
  • Gangguan koordinasi gerak
  • Post amputasi
  • Multiple sclerosis, dll

3. Neurologi (saraf)

  • Stroke
  • Bell’s palsy
  • Parkinson
  • Unilateral neglect (hanya memperhatikan satu sisi tubuh), dll

4. Orthopedi

Gangguan-gangguan yang disebabkan pasca patah tulang pada anggota gerak tubuh

5. Psikososial

Ditujukan untuk individu yang mengalami gangguan jiwa, misalnya ketakutan berhadapan dengan banyak orang, depresi, dll

 

Pelayanan Terapi Wicara

Kebanyakan dari kita mengetahui terapi wicara sebatas melatih pasien yang mempunyai gangguan bicara. Padahal peran terapi wicara dalam menangani pasien bisa lebih dari sekedar melatih pasien untuk bicara.

Lalu timbul pertanyaan, sebenarnya apa itu terapi wicara?

Terapi wicara adalah suatu ilmu/kiat yang mempelajari perilaku komunikasi normal/abnormal yang dipergunakan untuk memberikan terapi pada penderita gangguan komunikasi, yaitu kelainan kemampuan bahasa, bicara, suara,irama/kelancaran, dan gangguan menelan sehingga penderita mampu berinteraksi dengan lingkungan secara wajar.

Gangguan kemampuan bahasa, bicara, suara, irama/kelancaran terjadi karena adanya penyakit, gangguan fisik, psikis ataupun sosial.

Kelainan ini dapat timbul pada masa prenatal (sebelum kelahiran), natal (pada saat proses kelahiran), maupun post natal (setelah masa kelahiran).

Selain itu penyebab bisa dari herediter (keturunan), congenital (sejak lahir), maupun acquired (perolehan).

Kasus-kasus apa saja yang bisa ditangani oleh terapi wicara?

a. Disaudia

Gangguan bicara/articulasi yang berhubungan dengan adanya kesulitan/gangguan feedback auditory, dapat terjadi karena gangguan pendengaran.

b. Dislogia

Kelainan berkomunikasi yang disertai kerusakan mental intelektual. Rendahnya kecerdasan menyebabkan kesulitan dalam mengamati serta mengolah dalam pembentukan konsep dan pengertian bahasa.

c. Disartria

Kelainan bicara akibat gangguan koordinasi otot-otot organ bicara sehubungan adanya kerusakan/gangguan sistem saraf pusat maupun perifer.

d. Disglosia

Kelainan bicara akibat adanya kelainan bentuk dan atau struktur organ bicara, khususnya organ articulator.

e. Dislalia

Gangguan Artikulasi yang disebabkan ketaknormalan di luar organ wicara dan bukan dikarenakan kerusakan sistem sistem saraf pusat maupun perifer dan psikologis tapi merupakan gangguan fungsi artikulasi.

f. Disfagia

Gangguan kemampuan menelan. Dapat terjadi pada fase oral (saat makanan baru masuk mulut langsung tersedak atau sangat sulit untuk menelan), fase faringeal (saat makanan mau ditelan langsung  tersedak),  fase esofageal (saat makanan sudah ditelan namun tiba-tiba makanan dimuntahkan kembali).

Layanan terapi wicara meliputi :

  1. Stimulasi alat elektromedis untuk kasus gangguan menelan dan gangguan oral
  2. Hitop metabol
  3. Vocastim
  4. Massage oral untuk  kasus gangguan menelan dan gangguan oral
  5. Latihan artikulasi pada kasus gangguan bicara
  6. Pengenalan konsep bahasa pada kasus gangguan bahasa

Informasi Pelayanan : 
Instalasi Rehabilitasi Medik
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : 0274 – 563333 ext 1012
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 16.00 WIB
Hari Minggu dan tanggal merah tutup
WhatsApp Instalasi Rehabilitasi Medik: 0821-3333-7052

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating