Kawal Periode Emas, RS Panti Rapih Gelar Pelatihan Internal Sinergi Cegah Stunting di 1000 HPK No ratings yet.

Dalam rangka mendukung penuh Program Nasional Penurunan Angka Prevalensi Stunting dan Wasting di Indonesia, Rumah Sakit Panti Rapih sukses menyelenggarakan Pelatihan Internal bertajuk ā€œMengawal Periode Emas: Sinergi Bersama Cegah Stunting di 1000 HPKā€. Kegiatan yang dilaksanakan secara bauran (hybrid) ini berpusat di Auditorium Besar GRJT Borromeus Lantai 6 RS Panti Rapih pada Selasa, 30 Juni 2026, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Stunting dan wasting hingga saat ini masih menjadi tantangan besar bagi derajat kesehatan masyarakat Indonesia karena dampaknya yang meluas terhadap kualitas sumber daya manusia masa depan. Masalah ini tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, melainkan juga mengancam perkembangan kognitif, menurunkan produktivitas di masa produktif, serta melipatgandakan risiko penyakit tidak menular saat dewasa. Melalui kesadaran kritis tersebut, RS Panti Rapih mengambil langkah promotif dan preventif strategis demi membekali seluruh elemen tenaga medis dan karyawannya agar memiliki pemahaman yang solid mengenai intervensi gizi pada periode krusial anak.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam pidatonya, dr. Stephani menegaskan bahwa keterlibatan rumah sakit dalam menekan angka prevalensi stunting merupakan salah satu prioritas nasional yang mutlak harus didukung penuh.

“Stunting dan wasting bukan hanya persoalan tinggi badan atau berat badan anak. Di balik angka-angka tersebut terdapat masa depan bangsa yang sedang dipertaruhkan. Kunci keberhasilan pencegahan stunting terletak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini adalah golden periodĀ atau periode emas yang tidak dapat diulang kembali. Apa yang terjadi pada masa ini akan sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan masa depan seorang anak,” tegas dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes.

Lebih lanjut, dr. Stephani juga mengajak seluruh insan rumah sakit untuk membangun sinergi lintas profesi yang dinamis. Menurut beliau, pencegahan stunting bukanlah tugas satu profesi klinis saja, melainkan tanggung jawab bersama. Mulai dari dokter, bidan, perawat, ahli gizi, apoteker, hingga tenaga penunjang harus bergerak dalam satu visi pelayanan yang berkesinambungan agar setiap edukasi dan perhatian yang diberikan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pasien dan keluarganya.

Pelatihan yang dimoderatori oleh Ibu Sisila Kusuma AĀ ini menghadirkan dua narasumber ahli yang kompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A, yang mengupas tuntas mengenai ‘Kebijakan dan Strategi Pencegahan Stunting di Indonesia’Ā serta ‘Pentingnya 1000 HPK dalam Mencegah Stunting’. Pemaparan ini membuka wawasan peserta mengenai peta jalan regulasi pemerintah dan alasan biologis mengapa periode 1000 HPK menjadi penentu utama tumbuh kembang anak.

Sesi kedua dilanjutkan oleh dr. Galuh Martin Maytasari, Sp.A., M.Sc, yang membahas aspek implementasi klinis melalui topik ‘Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita’. Tidak hanya teori gizi, dr. Galuh juga memaparkan ‘Penggunaan Aplikasi SisFoGizi’, sebuah inovasi sistem informasi gizi yang menjadi instrumen digital esensial bagi rumah sakit dalam memantau, mendeteksi, dan menekan angka prevalensi stunting serta wasting secara presisi dan terintegrasi.

Antusiasme civitas hospitalia RS Panti Rapih dan Yayasan Panti Rapih terlihat sangat tinggi dalam pelatihan ini. Tercatat sebanyak 91 peserta hadir secara luring di ruang auditorium, sementara 500 peserta lainnya berpartisipasi secara daring melalui platform virtual. Sasaran utama dari pelatihan ini meliputi seluruh dokter spesialis anak (Sp.A), Tim Stunting Wasting, Ahli Gizi, serta perwakilan tenaga kesehatan maupun medis dari tiap unit kerja di RS Panti Rapih dan unit karya di bawah naungan Yayasan Panti Rapih.

Melalui penyelenggaraan pelatihan internal ini, Humas RS Panti Rapih berharap kapasitas edukasi dan kualitas pelayanan klinis karyawan dapat terus meningkat. Sesuai dengan pesan penutup dari Direktur Utama, mengawal periode emas kehidupan anak-anak hari ini adalah bentuk nyata dari upaya menyiapkan masa depan bangsa yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing di hari esok.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Wujudkan Generasi Emas 2045, RS Panti Rapih Gelar Talkshow Edukasi Gizi di Hari Gizi Nasional ke-66 No ratings yet.

YOGYAKARTA, 22 Januari 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-66 sekaligus merayakan HUT ke-4 Kafe Nutri Eatery, Instalasi Gizi RS Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk ā€œGizi Optimal Untuk Generasi Emas Yang Aktif Sehat dan Berkualitasā€. Acara yang berlangsung di Lounge Lantai 2 Gedung Borromeus ini bertujuan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan pemahaman gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Sthepani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kualitas SDM Indonesia di masa depan sangat bergantung pada status gizi anak sejak dini. “Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi soal masa depan kognitif dan produktivitas anak. Jika tidak ditangani serius sejak masa kehamilan dan masa sekolah, peluang kita mencapai Generasi Emas 2045 bisa terhambat,” ujar dr. Sthepani.

Talkshow ini menghadirkan perspektif menyeluruh dari tiga narasumber ahli untuk memberikan solusi nyata bagi para kader puskesmas binaan, unit karya, dan ibu dengan anak bawah dua tahun (baduta):

dr. Galuh Martin Maytasari, Sp.A, M.Sc: Mengupas strategi eksplorasi makanan untuk mencegah perilaku pilih-pilih makanan (picky eating) yang sering menjadi pemicu defisiensi nutrisi.

dr. Noviani, Sp.GK: Menekankan pentingnya persiapan gizi ibu bahkan sejak sebelum kehamilan sebagai fondasi utama pencegahan stunting.

Melia Mega Kurnia C, S.Gz: Memberikan panduan praktis mengenai tekstur dan variasi MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang berkualitas untuk mendukung perkembangan otak di periode emas.

Melalui rangkaian kegiatan ini, RS Panti Rapih Yogyakarta membawa harapan besar bagi berbagai pihak:

  • Bagi Peserta (Ibu & Kader): Diharapkan para ibu dan kader kesehatan memiliki kepercayaan diri dan pengetahuan praktis dalam mengelola asupan gizi keluarga, mampu mempraktikkan pembuatan MPASI yang tepat, serta lebih proaktif dalam memantau tumbuh kembang anak secara mandiri.
  • Bagi RS Panti Rapih: Kegiatan ini diharapkan memperkuat peran RS Panti Rapih sebagai mitra kesehatan masyarakat yang tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya preventif. Selain itu, diharapkan Kafe Nutri Eatery semakin dikenal sebagai pusat penyediaan nutrisi sehat yang mendukung gaya hidup berkualitas bagi pasien dan pengunjung.

Dengan sinergi antara rumah sakit, fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas), dan masyarakat, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi di kancah global.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Gizi RS Panti Rapih
WA : 08112847278

Mohon dapat memberikan rating

PANTAU TUMBUH KEMBANG BADUTA UNTUK CEGAH STUNTING No ratings yet.

Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa terpenting dalam kehidupan anak. Periode emas yang dikenal sebagai HPK (seribu hari pertama kehidupan) ini dimulai saat konsepsi atau pembuahan hingga anak berusia 2 tahun. Kekurangan asupan gizi pada periode ini menyebabkan stunting.

Stunting, menurut WHO (2015),Ā adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar, yaitu panjang/ tinggi badan menurut usia kurang dari -2 standar deviasi (SD) menurut kurva pertumbuhan WHO. Tidak semua balita (bawah lima tahun) pendek itu stunting, namun anak stuntingĀ itu pasti pendek, sehingga perlu dibedakan oleh dokter anak. StuntingĀ memiliki dampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia Indonesia, produktivitasnya, serta terhadap daya saing bangsa. Dampak stunting jangka pendek antara lain terganggunya perkembangan otak, kecerdasarn berkurang, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Dampak stunting jangka panjang antara lain menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan risiko tinggi munculnya penyakit diabetes, obesitas, dan penyakit jantung pada usia tua.

Cara mencegah stunting pada baduta antara lain: (1) memantau dan deteksi dini adanya gangguan tumbuh kembang; (2) memastikan baduta mendapat asupan nutrisi yang adekuat dan optimal; (3) mengenali tanda bahaya penyakit ā€œred flagā€ sebagai penyebab stunting.Ā Pemantauan pertumbuhan baduta dilakukan dengan: (1) menimbang berat badan setiap bulan; (2) mengukur panjang badan setiap bulan pada usia 0-12 bulan, setiap 3 bulan pada usia 1-2 tahun; (3) mengukur lingkar kepala setiap bulan pada usia 0-12 bulan, setiap 2 bulan pada usia 1-2 tahun. Pemantauan perkembangan baduta dilakukan setiap 3 bulan pada usia 0-12 bulan dan setiap 6 bulan pada usia 1-2 tahun.

Pertumbuhan dikatakan normal apabila arah garis pertumbuhan sesuai atau mengikuti arah garis baku. Deteksi dini gangguan pertumbuhan adalah dengan mengenali arah garis pertumbuhan yang menjauhi median. Apabila tren pertumbuhan menjauhi garis median, maka intervensi gizi dan mengenali ā€œred flagā€ perlu dilakukan. Perkembangan dinilai dalam 4 aspek, yaitu: personal sosial dan kemandirian, motorik kasar, motorik halus, serta bahasa. Deteksi dini penyimpangan perkembangan meliputi penilaian milestone (tahap perkembangan) dan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Pada bayi yang lahir prematur, penilaian pertumbuhan dan perkembangan dilakukan berdasarkan usia koreksi hingga 2 tahun. Berikut adalah ā€œred flagā€ perkembangan secara umum:

  • Usia 2 bulan : belum mengikuti objek di depannya
  • Usia 3 bulan : belum mengoceh
  • Usia 9-10 bulan : belum duduk sendiri tanpa bantuan
  • Usia 16 bulan : belum berdiri sendiri tanpa bantuan
  • Usia 18 bulan : belum jalan sendiri tanpa bantuan
  • Usia 18 bulan : belum ada 1 kata bermakna
  • Usia 3 tahun : belum bisa bermain peran/ role play

Pemenuhan asupan nutrisi baduta dimulai saat lahir yaitu dengan menerapkan IMD (inisiasi menyusu dini), dilanjutkan dengan pemberian ASI (air susu ibu) eksklusif hingga anak berusia 6 bulan, lalu diteruskan dengan MPASI yang sehat dan bergizi. ASI dapat diteruskan hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih. Imunisasi rutin perlu diberikan supaya anak terlindungi dari berbagai macam penyakit infeksi.

Stunting selalu diawali dengan kenaikan berat badan yang kurang (weight faltering). Kondisi weight faltering ini dapat disebabkan oleh: (1) asupan kalori yang tidak adekuat, seperti pada pemberian ASI yang kurang atau perlekatan tidak efektif, kebiasaan makan yang buruk, gangguan oromotor, dll; (2) masalah penyerapan nutrisi seperti anemia karena kekurangan zat besi, alergi susu sapi, dll; (3) metabolisme yang meningkat seperti pada infeksi tuberkulosis, infeksi saluran kencing, kelainan jantung bawaan, dll. Penyebab potensial perlambatan pertumbuhan tersebut yang harus segera diidentifikasi oleh dokter anak supaya tidak berlanjut menjadi stunting (malnutrisi kronik).

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Galuh Martin Matasari, M.Sc, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi:

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/1928/2022 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Stunting. Jakarta. 2022.

WHO. 2014. Global Nutrition Targets 2025: Stunting Policy Brief. https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/149019/WHO_NMH_NHD_14.3_eng.pdf?sequence=1Ā (diakses pada 23 Juni 2024)

 

Informasi Pelayanan :Ā 
Klinik Tumbuh Kembang Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti RapihĀ Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Seminar Awam ā€œPencegahan Stunting & Pengembangan Potensi Tumbuh Kembang Anakā€ 4.94/5 (16)

Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rentan. Salah satu kelompok tersebut adalah ibu hamil, yang perlu dipersiapkan secara optimal baik fisik maupun mental selama masa kehamilan agar dapat melahirkan bayi yang sehat.

Penurunan angka kematian ibu dan bayi menjadi salah satu program prioritas yang dijalankan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sejumlah program dilakukan Kemenkes, seperti program sebelum kehamilan, saat hamil, dan juga perawatan untuk bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Angka kematian ibu dan bayi merupakan dua indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan di suatu negara. Di Indonesia, dua hal ini menjadi perhatian pemerintah karena angka kematian ibu dan bayi di Tanah Air masuk peringkat tiga besar di ASEAN. Berdasarkan data dari Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), sistem pencatatan kematian ibu Kementerian Kesehatan, jumlah kematian ibu pada tahun 2022 mencapai 4.005 dan di tahun 2023 meningkat menjadi 4.129.

Kelas Ibu RS Panti Rapih menjadi ruang edukasi untuk ibu hamil, ibu nifas, dan ibu yang memiliki baduta dan balita, yang telah terlaksana sejak Januari 2023. Pada bulan Juni 2024, kami mempersembahkan edisi spesial dalam rangka HUT IBIĀ (Ikatan Bidan Indonesia)Ā ke-73 dengan tema SEMINAR AWAM bertajuk ā€œPENCEGAHAN STUNTING & PENGEMBANGAN POTENSI TUMBUH KEMBANG ANAKā€.

Seminar ini bertujuan memberikan edukasi bagi calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, dan ibu yang memiliki balita agar mereka dapat dipersiapkan secara optimal dalam kehamilan dan persalinan. Diharapkan ibu, bayi, dan balita dapat sehat dan berkembang dengan baik sehingga didapatkan generasi penerus bangsa yang cerdas dengan tumbuh kembang yang optimal.

Acara terselenggara pada hari Minggu, 30 Juni 2024, di AuditoriumĀ Lantai 6Ā Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta. Acara berlangsung selama 2 jamĀ dari pk 09.00 – 12.00 WIBĀ dan dibuka langsung oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes.

Sambutan Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes.

Dalam seminar ini terdiri dari 4 narasumber yang ahli dibidangnya dan selama ini bertugas juga berkarya di RS Panti Rapih Yogyakarta. Berikut nama – nama narasumber dan judul materi yang disampaikan :

  1. Sehat dan Berkualitas Saat Kehamilan untuk Mencegah Stunting

Pemateri 1 : dr. Yohanes Adhitya Prakasa Sukoco Putra, Sp.OG (Dokter Spesialis Kandungan RS Panti Rapih)

  1. Manfaat ASI Eksklusif dalam Pencegahan Stunting

Pemateri 2 : Ibu Yuliana Tri Murtini, AMd.Keb. (Bidan & Konselor Laktasi RS Panti Rapih)

  1. Gizi Seimbang Baduta

Pemateri 3 : Ibu S. Kusuma Amdani, S.TR.GZ.,RD (Ahli Gizi dan Konselor Laktasi RS Panti Rapih)

  1. Tumbuh Kembang Baduta

Pemateri 4 : dr. Galuh Martin, Sp.A (Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih)

Dengan adanya seminar ini, diharapkan para pesertaĀ dan pasanganĀ dapat memperoleh pengetahuan yang bermanfaat mengenai pencegahan stunting dapat dilakukan dari sejak awal mulai 1000 hari pertama kehidupan buah hati dan pengembangan potensi tumbuh kembang anak, serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya generasi penerus yang sehat dan cerdas.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating