Computed Tomography Scan (CT Scan)

CT Scan merupakan alat radiologi yang penggunaannya berbasis sinar X sehingga untuk pemeriksaan dengan alat ini benar-benar dilakukan dengan pertimbangan medis yang penting, karena sinar X yang diperlukan relative lebih besar dibandingkan dengan foto polos biasa, walau masih dalam nilai aman yang dapat diterima tubuh.

Keunggulan alat ini secara teknis dapat menghasilkan gambaran secara menyeluruh dari organ tubuh manusia sehingga dapat melihat kelainan yang besar yang tidak tercakup pada USG. Selain itu, alat CT Scan yang dimiliki oleh RS Panti Rapih adalah tipe generasi baru 64 slice yang berarti alat tersebut dapat menghasilkan gambar yang sangat detail dari organ tubuh manusia bahkan menghasilkan gambar 3 Dimensi.

Keunggulan alat ini adalah bentuknya yang sangat besar sehingga memerlukan persiapan ruangan khusus dan juga tenaga listrik yang memadai. Apabila pasien menggunakan alat logam yang permanen dalam tubuh seperti tambalan gigi amalgam, alat penyambung tulang, sendi palsu maka akan mengamburkan gambar disekitar organ yang terpasang logam tersebut.

Artikel ini ditulis oleh Unit Radiologi RS Panti Rapih

 

MRI : Magnetic Resonance Imaging RS Panti Rapih

Sesuai dengan namanya, alat canggih MRI ini menggunakan magnit untuk mendeteksi organ tubuh manusia, tidak menggunakan sinar radioaktif seperti yang digunakan pada alat roentgen atau CT Scan.

Kandungan ion H+ pada masing-masing organ tubuh akan memberikan gambar yang berbeda pada hasil MRI, sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan dalam tubuh.

Alat MRI yang dipergunakan di RS Panti Rapih berkekuatan 1.5 Tesla,R sudah menyamai alat MRI di kota besar lain ataupun di Negara tetangga.

MRI banyak digunakan untuk:

  1. Deteksi kelaianan di tulang belakang dan sumsum tulang belakang(spine MRI), sebelumnya kelaianan di diskus intervertebralis (HNP) ataupun didalam canalis spinalis (tumor/lesi lain) tidak dapat divisualisasikan dengan baik.
  2. Deteksi kelainan di intra cranial : sangat sensitive untuk deteksi stroke akut/awal, awal yang pada CT Scan masih normal.

Untuk deteksi kelainan lain : tumor, infeksi cerebral dsb.

  1. Deteksi kelainan didalam rongga perut : khususnya kantong empedu dan salurannya yang disebut dengan MRCP (magnetic resonance cholangio-pancreatography). Pemeriksaan dengan CT Scan.
  2. Deteksi kelainan sendi/jaringan lunak sekitarnya : sangat membantu pada pemeriksaan rupture ligament atau meniscus sendi lutu, kelainan sekitar sendi bahu ataupun ankle.

Meskipun banyak keunggulan tetapi pemeriksaan MRI ada juga kelemahannya dibandingkan dengan CT Scan, yaitu : waktu pemeriksaan yang relative lama 3 – 5 menit untuk satu bidang potongan, untuk 1 sequence pemeriksaan sehingga 1 pasien akan membutuhkan waktu sekitar 20 – 30 menit. Pada saat pemeriksaan berlangsung, pasien tidak boleh bergerak-gerak.

Pasien yang takut masuk ketempat yang sempit seperti lorong (claustrophobia) tidak dapat diperiksa dengan MRI ini.

Kontra indikasi lain : pasien dengan pace maker, pasien dengan pace maker, pasien dengan logam yang mengandung besi (plate yang mengandung besi/klip vaskules yang ferromagnetis).

Pasien dengan plate berbahan titanium, pasien dengan stent arteri coronaria dapat dilakukan pemeriksaan MRI tanpa hambatan.

 

Ingin mengetahui informasi ini lebih lanjut dapat mengunjungi:
Instalasi Radiologi 
Telepon : (0274) 563333
Pendaftaran : (0274) 514004, 514006, 521409 (24 jam)

Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta.

Artikel ini ditulis oleh: dr Simeon Budi Mulyo, Sp.Rad

(Dokter Spesialis Radiologi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)