Guna meningkatkan kompetensi serta kesiapsiagaan dalam penanganan kondisi darurat dan keselamatan di lingkungan pelayanan kesehatan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta bekerja sama dengan Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menggelar kegiatan pelatihan keselamatan komprehensif pada Kamis dan Jumat, 10–11 September 2026.
Pelatihan bertajuk Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Hospital Disaster, dan Penanggulangan Kebakaran ini diikuti oleh sebanyak 61 peserta. Kegiatan diselenggarakan secara kombinasi (hybrid), menggabungkan sesi pembekalan teori secara daring (online) serta simulasi dan praktik lapangan secara luring (offline).

Rangkaian acara dimulai pada Kamis, 10 September 2026, secara daring melalui Zoom Meeting. Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., serta Ketua Program Studi D3 RMIK Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Arif Nugroho Triutomo, S.KM., MPH. Memasuki sesi materi utama, peserta menerima pemaparan mendalam dari empat narasumber yang pakar di bidangnya, antara lain Bantuan Hidup Dasar (BHD) oleh dr. Petrus Gandi P, M.Sc; Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) oleh Alexander Dadi Rahmadi, S.Kep., Ns, CBIPCN; Hospital Disaster Plan oleh Veronica Elianingsih, SKM; serta Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran oleh Kristanto Sugeng Wahjudi, S.Kom.

Memasuki hari kedua, Jumat, 11 September 2026, seluruh peserta mengikuti kegiatan praktis secara luring di Auditorium Lt. 6 dan area RS Panti Rapih. Agenda diawali dengan Simulasi Penanggulangan Kebakaran di area Parkir Timur Karyawan untuk melatih respons cepat dan prosedur evakuasi saat terjadi bahaya api.
Selanjutnya, peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk mengikuti Skill Station secara bergiliran guna menguji dan mengasah keterampilan klinis, yaitu:
Stase 1 (PPI): Dipandu oleh Alexander Dadi Rahmadi, S.Kep., Ns; Enny Puspita Jatiningsih, A.Md.Kep; dan Irene Hilda, A.Md.Kep.
Stase 2 (Resusitasi Jantung Paru / RJP): Dampingi langsung oleh Tim IGD RS Panti Rapih.
Stase 3 (Balut Bidai): Dampingi oleh Tim IGD RS Panti Rapih.
Stase 4 (Transportasi Pasien): Dampingi oleh Tim IGD RS Panti Rapih.
Adapun Tim IGD RS Panti Rapih yang bertindak sebagai instruktur dalam pelatihan lapangan ini terdiri dari Samsuhadi, S.Kep., Ns; Harul Harisman, S.Kep., Ns; dan Antonius Suryanta, S.Kep., Ns.
Melalui rangkaian teori dan praktik ini, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman konseptual, tetapi juga mempraktikkan langsung respons tanggap darurat, penanganan medis awal, dan penerapan standar keselamatan guna mewujudkan lingkungan rumah sakit yang aman dan sigap bencana.
Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)


