Mengapa Saya Mudah Mengantuk? 5/5 (8)

Sudah tidur semalaman, tetapi merasa tidak bugar di pagi hari. Sudah minum kopi, tetapi masih mengantuk terus sepanjang hari. Tidak banyak kegiatan, tetapi merasa letih dan lesu. Pernahkah Sahabat Sehat mengalami hal tersebut? Apa sih yang salah?

Β 

Mengenal Excessive Daytime Sleepiness

Excessive daytime sleepinessΒ (EDS) adalah rasa mengantuk yang disertai dorongan untuk tidur di waktu yang seharusnya tetap terjaga. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, performa kerja, dan kualitas hidup secara signifikan. EDS itu sendiri bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala dari kondisi atau penyakit lain.

EDS dapat disebut sebagai gejala yang normal apabila muncul pada seseorang yang terlalu lelah dan tidak memiliki tidur yang cukup. EDS tersebut akan menghilang jika mereka sudah beristirahat atau mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas. Apabila menetap, berarti EDS tersebut merupakan gejala dari penyakit lain seperti gangguan pernapasan saat tidur (sleep-related breathing disorder), gangguan gerak saat tidur (sleep related movement disorder), gangguan irama tidur (irama sirkadian), dan gangguan hipersomnia. Selain itu, EDS juga bisa menjadi gejala dari gangguan mental/psikiatri seperti depresi. EDS juga dapat muncul pada berbagai penyakit lain seperti demensia, pasca stroke, dan penyakit jantung kongestif.

 

 

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Mengalami EDS?

Penyebab munculnya EDS sangat bervariasi. Oleh karena itu, pasien yang mengalami EDS perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui kebiasaan tidur, mendeteksi gangguan fisik, atau gangguan psikiatri. Apabila dokter mencurigai pasien mengalami EDS akibat gangguan psikiatri, maka pasien perlu berkonsultasi dan berobat ke dokter spesialis kejiwaan. Apabila dokter mencurigai pasien mengalami EDS akibat gangguan tidur lainnya, maka pasien perlu menjalani pemeriksaan polisomnografi (PSG).

Pemeriksaan Polisomnografi pada Penderita EDS

Pemeriksaan PSG merupakan pemeriksaan baku emas (gold standard) untuk mendeteksi berbagai gangguan tidur yang memicu EDS, seperti gangguan pernapasan saat tidur (obstructive sleep apneaΒ dan central sleep apnea), gangguan gerak saat tidur (restless legs syndromeΒ dan periodic limb movement), serta hipersomnolen (misalnya narkolepsi). Beberapa alat akan dipasang di tubuh pasien. Alat tersebut berguna untuk mendeteksi gelombang otak, kontraksi otot, gerakan mata, detak jantung, hembusan napas, gerakan dada, gerakan perut, dan kadar oksigen dalam darah selama pasien tidur. Pasien harus tidur selama satu malam di rumah sakit sambil dilakukan monitoring oleh petugas yang telah terlatih.

 

 

Dokter spesialis neurologi akan menilai hasil pemeriksaan PSG tersebut. Dokter akan menganalisis jenis gangguan tidur yang dialami oleh pasien dan tindakan apa yang harus dilakukan. Setiap gangguan tidur akan memiliki penanganan yang berbeda.

Pasien dengan gangguan tidur yang disertai dengan EDS tidak boleh minum obat sembarangan. Oleh karena itu, Sahabat Sehat jangan ragu untuk berkonsultasi jika mengalami keluhan di atas. Rumah Sakit Panti Rapih siap melayani Sahabat Sehat untuk menangani berbagai gangguan tidur.

 

Β 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N

(Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit Panti Rapih)

Β 

Mohon dapat memberikan rating