Dermatitis atopik adalah suatu peradangan kulit kronik kambuhan, ditandai dengan rasa gatal, ruam merah dan kulit kering bersisik, seringkali muncul pada kulit lipatan tubuh. Kondisi ini berhubungan dengan kondisi atopik lainnya, seperti asma dan rhinitis alergi (bersin-bersin/pilek di pagi hari), baik pada diri sendiri maupun riwayat keluarga.
Penyebabnya adalah interaksi kompleks antara terganggunya sawar kulit yang disebabkan oleh kelainan genetis, gangguan pada sistem imun bawaan dan respon imunologik yang meningkat terhadap alergen. Hal ini menyebabkan gatal hebat, garukan, dan peradangan, dan dikenal sebagai siklus gatal-garuk. Bentuk paling ringan yang sering terjadi pada anak-anak adalah pityriasis alba (buras), yang ditandai dengan bercak putih, berbatas tidak jelas dengan sisik halus.


Foto : Atlas Dermatology, Fitzpatrick.
Dermatitis atopik memiliki banyak variasi penampilan dan sering terjadi di area permukaan lipatan tubuh, leher bagian depan dan samping, kelopak mata, dahi, wajah, pergelangan tangan, punggung kaki, dan tangan
Komplikasi yang dapat terjadi pada dermatitis atopik, adalah :
- Infeksi kulit (bakteri & virus) sekunder
- Neurodermatitis (kulit tebal bersisik) dan perubahan warna kulit
- Dermatitis kontak alergi/iritasi
- Gangguan tidur
- Kecemasan dan depresi
Perawatan kulit sehari-hari pada Dermatitis Atopik :
- Mandi 1-2X/hari dengan air hangat suam-suam kuku selama 5-10 mnt.
- Gunakan sabun bersifat hipoalergenik, non-iritan, mengandung pelembab, pH 5,5-6, jenis non-soap cleanser(syndet), serta tidak mengandung pewangi dan pewarna.
- Tidak disarankan menggunakan produk yang mengandung antiseptik saat mandi.
- Gunakan pelembab khusus kulit kering dan sensitif, 3 menit sehabis mandi.
- Gunakan tabir surya yang mengandung pelembab.
- Pakaian yang ringan, lembut, halus, tidak berbulu, menyerap keringat dan tidak ketat. Disarankan pakaian berbahan katun.
- Mencuci baju dengan deterjen cair, dibilas lebih lama dan hindari penambahan pelembut dan pewangi
Mengenali dan menghindari faktor pencetus, seperti :
- Mengenali dan menghindari bahan-bahanbersifat iritan dan alergen.
- Mengurangi pajanan terhadap tungau debu rumah, dengan rutin mengganti sprei dan membersihkan perabot rumah.
- Hindari mainan berbulu dan bulu hewan peliharaan.
- Hindari penggunaan desinfektan berlebihan.
- Mengelola dan mengantisipasi dengan baik bila sedang berkeringat banyak atau menghadapi perubahan suhu yang ekstrim (panas & dingin) dan perubahan musim/iklim.
- Polusi udara, berbagai alergen hirup dan asap rokok.
- Stres psikologik, gangguan tidur dan kebiasaan gatal-garuk.
Cara Memperbaiki dan Mempertahankan Sawar Kulit / Skin Barrier :
Penggunaan pelembap yang teratur untuk mengurangi peradangan, dan pemeliharaan saat kondisi baik sehingga mengurangi kekambuhan.
- Pelembab konvensional memiliki sifat oklusif, humektan, dan emolien.
- Oklusif membentuk lapisan hidrofobik yang bisa mempertahankan kelembaban.
- Humektan meningkatkan jumlah air yang dipertahankan membuat kulit lebih kenyal.
- Emolien bersifat melubrikasi dan melembutkan kulit.
- Pelembab generasi baru memiliki bahan aktif tambahan untuk meringankan gejala Dermatitis Atopikringan dan sedang. Formula generasi baru ini, selain meningkatkan hidrasi juga memperbaiki dan menjaga fungsi sawar kulit serta mempunyai efek antiinflamasi dan antioksidan.
- Menghilangkan peradangan pada kulit dengan pemberian obat-obatan oleh dokter (topikal, fototerapi &/ sistemik).
- Mengendalikan dan meniadakan siklus gatal-garuk dengan obat antihistamin
Artikel ditulis oleh :
dr. Radijanti Anggraheni, Sp.DVE, FINSDV
(Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, Estetika RS Panti Rapih Yogyakarta)
Informasi Pelayanan :
Klinik Penyakit Kulit & Kelamin
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 563333 ext 1409
Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)
![]() |
![]() |






