Webinar Membangun Budaya Etis, Edukatif dan Empatik di Rumah Sakit melalui Pemenuhan Standar HPK dan KE No ratings yet.

Webinar bertajuk “Membangun Budaya Etis, Edukatif dan Empatik di Rumah Sakit dengan Pemenuhan Standar Hak Pasien dan Keluarga (HPK) serta Komunikasi dan Edukasi (KE)” diselenggarakan secara daring pada Jumat, 7 November 2025, melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat komitmen rumah sakit dalam membangun pelayanan yang lebih humanis, aman, serta berorientasi pada pasien dan keluarganya. Pemenuhan standar HPK dan KE kini menjadi pilar utama dalam peningkatan kualitas layanan, karena keduanya menekankan pentingnya keterlibatan pasien, komunikasi efektif, edukasi berkelanjutan, serta penghormatan terhadap hak dan martabat pasien sebagai bagian dari keselamatan dan pengalaman pasien (patient experience). Webinar ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Chatarina Endah Tri Yuliani, S.Kep., Ns., seorang praktisi keperawatan yang berpengalaman dalam implementasi standar akreditasi rumah sakit, serta Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H., akademisi dan dokter yang fokus pada etika kedokteran, kesehatan masyarakat, dan pengembangan sistem komunikasi edukatif di fasilitas pelayanan kesehatan. Keduanya memberikan perspektif mendalam mengenai bagaimana budaya etis, edukatif, dan empatik dapat diwujudkan secara nyata di lingkungan rumah sakit melalui penerapan standar HPK dan KE yang konsisten dan terukur. Webinar ini dipandu oleh moderator Maria Dhita Suryani Lumban Gaol, S.Kep., Ns., yang memastikan jalannya diskusi berlangsung interaktif, terarah, dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta.

Sepanjang acara, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif tentang pentingnya melindungi hak pasien dan keluarga, mulai dari privasi dan kerahasiaan informasi medis, persetujuan tindakan atau informed consent, hingga penyampaian informasi yang jelas dan mudah dipahami terkait diagnosis, prosedur, dan rencana perawatan. Para narasumber menekankan bahwa pemenuhan hak pasien bukan hanya tuntutan akreditasi, tetapi bagian dari etika profesional dan tanggung jawab moral tenaga kesehatan. Dalam aspek komunikasi dan edukasi, peserta diperkenalkan pada berbagai strategi komunikasi efektif yang dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pasien, seperti penggunaan bahasa yang sederhana, pendekatan empatik, serta edukasi yang diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan pasien dan keluarga. Komunikasi yang baik terbukti meningkatkan kepatuhan pasien, mengurangi kesalahan medis, dan memperbaiki kualitas interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien.

Melalui webinar ini, rumah sakit diharapkan mampu memperkuat budaya etis dengan menjadikan integritas dan tanggung jawab profesional sebagai nilai dasar. Budaya edukatif ditegakkan melalui pengembangan sistem edukasi pasien yang terencana, terstruktur, dan mudah diakses. Sementara itu, budaya empatik diwujudkan melalui kemampuan tenaga kesehatan memahami kebutuhan emosional, psikologis, dan sosial pasien. Ketiga budaya tersebut saling melengkapi dan menjadi fondasi penting bagi pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi. Kegiatan ini juga mempertegas bahwa penguatan HPK dan KE berkontribusi langsung terhadap pencapaian standar akreditasi nasional maupun internasional, sekaligus mendorong rumah sakit untuk terus berbenah menuju sistem pelayanan yang lebih aman, inklusif, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Dengan terselenggaranya webinar ini, diharapkan seluruh peserta dari berbagai profesi kesehatan dapat menerapkan konsep-konsep yang dipelajari di tempat kerja masing-masing, sehingga berdampak nyata pada peningkatan kualitas layanan rumah sakit. Upaya membangun budaya etis, edukatif, dan empatik bukan hanya menjadi agenda manajemen, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur rumah sakit. Pemenuhan standar HPK dan KE akhirnya dapat menjadi instrumen strategis untuk menciptakan pelayanan yang lebih transparan, komunikatif, bermartabat, dan menempatkan pasien sebagai pusat dari setiap proses pelayanan. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi rumah sakit di seluruh Indonesia untuk terus bertransformasi demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih manusiawi, dan lebih berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan pasien.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Webinar Ngabuburit Inspiratif RS Panti Rapih: 199 Peserta dari Seluruh Indonesia Antusias Bahas Pelayanan Prima dan Strategi Komunikasi Rumah Sakit 5/5 (3)

Bagaimana rumah sakit dapat menjaga kepercayaan pasien  dan harapan pelayanan yang kian tinggi? Inilah pertanyaan besar yang menjadi pengantar dalam Webinar Ngabuburit Series Kelima bertajuk “Optimalisasi Pelayanan Prima Rumah Sakit dengan Komunikasi Efektif dan Strategi Penanganan Keluhan”, yang sukses digelar oleh Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih Yogyakarta pada Rabu, 26 Maret 2025 melalui platform Zoom Meeting.

Webinar ini menjadi salah satu momen reflektif di bulan Ramadan, menghadirkan diskusi hangat dan sarat ilmu praktis terkait upaya mewujudkan excellent service di rumah sakit. Webinar yang berlangsung sejak sore hari itu diikuti oleh 199 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Semarang, Bandung, Yogyakarta, Banyuwangi, Purwodadi, Jakarta, Bekasi, Wonogiri, Lampung, Banjar, Jember, Probolinggo, Depok, dan kota-kota lainnya.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, Direktur RS Panti Rapih Yogyakarta, yang menekankan pentingnya membangun budaya komunikasi positif dan responsif dalam menghadapi kebutuhan pasien yang semakin kompleks.

Webinar dipandu oleh Bapak Matheus Arief Yudanto, S.E. selaku moderator, dan menghadirkan dua narasumber kompeten:

  1. Maria Silvia Merry, Sp.MK., M.Sc., yang memaparkan tentang “Konsep Pelayanan Prima di Rumah Sakit dan Peran Komunikasi Efektif bagi Tenaga Kesehatan dan Staf Rumah Sakit”.
  2. Venanda Rian Chrismanto, yang mengupas tuntas “Strategi Dalam Menangani Komplain Pasien dengan Pendekatan Profesional dan Solutif.”

Kedua narasumber menyuguhkan materi berbobot namun aplikatif, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif, memperlihatkan antusiasme peserta dalam menyampaikan problematika dan solusi nyata di tempat kerja masing-masing.

Mengapa Webinar Ini Penting?

Topik komunikasi efektif dan penanganan keluhan bukan hanya pelengkap, tapi menjadi jantung dari sistem pelayanan kesehatan modern. Dalam situasi krisis, misalnya saat pasien merasa tidak puas atau mengalami miskomunikasi, keterampilan tenaga medis dalam menyampaikan empati, klarifikasi, dan solusi menjadi kunci keberhasilan pelayanan rumah sakit.

Dengan mengikuti webinar ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tapi juga dibekali strategi konkret dan relevan untuk diterapkan langsung di unit kerja mereka. Hal ini menjadi krusial dalam menciptakan rumah sakit yang humanis, profesional, dan berorientasi pada mutu pelayanan.

Dikemas dengan durasi yang efisien dan penuh makna, rangkaian webinar dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan sesi penyampaian materi, diskusi, serta ditutup dengan kesimpulan yang menekankan pentingnya kolaborasi antar lini rumah sakit dalam membangun komunikasi yang sehat.

RS Panti Rapih Yogyakarta berkomitmen untuk terus menyelenggarakan Ngabuburit Series sebagai ruang berbagi praktik terbaik (best practice) antar rumah sakit di seluruh Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana penguatan kapasitas SDM kesehatan dan peneguhan nilai-nilai pelayanan berbasis kasih, profesionalisme, dan inovasi.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating