Atasi Stunting No ratings yet.

Stunting atau kerdil pada anak disebabkan oleh kekurangan asupan nutrisi secara kronis. Hal ini karena akses terhadap makanan bergizi seimbang belum merata, terutama pada ibu hamil. Padahal faktor utama terjadinya stunting adalah kurangnya asupan gizi anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak janin sampai anak usia 2 tahun. Apa yang perlu dilakukan?

Wilayah dengan stunting tertinggi berada di kawasan tengah dan timur Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua. Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota pada 153.228 balita, angka stunting secara nasional mengalami penurunan sebesar 1,6 persen per tahun dari 27,7 persen tahun 2019 menjadi 24,4 persen tahun 2021. Hanya 5 provinsi yang menunjukkan kenaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa implementasi dari kebijakan pemerintah mendorong percepatan penurunan stunting di Indonesia telah memberi hasil yang cukup baik. Saat ini, prevalensi stunting di Indonesia lebih baik dibandingkan Myanmar (35%), tetapi masih lebih tinggi dari Vietnam (23%), Malaysia (17%), Thailand (16%) dan Singapura (4%).

Secara individual, terdapat 6 langkah pencegahan stunting oleh seorang ibu hamil dan bayinya, yaitu pemeriksaan kehamilan secara rutin, penuhi asupan nutrisi, penambahan konsumsi zat besi, asam folat dan yodium, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, pemberian ASI dan MP-ASI sesuai usia bayi, dan kontrol tumbuh kembang bayi secara teratur. Setiap ibu perlu mendapatkan perhatian khusus melalui strategi intervensi nutrisi. Sejak seorang anak perempuan memasuki masa remaja sampai saat terjadi kehamilan, diperlukan peningkatan penggunaan makanan menu lokal seperti telur dan ikan air tawar, harus lebih ditingkatkan guna mencegah ibu terkena malnutrisi.

Kemudian setelah bayi dilahirkan, perlu adanya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam satu jam kelahiran, termasuk memberikan kolostrum (makanan pertama untuk bayi baru lahir yang keluar dari payudara ibu sebelum ASI). Pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk memastikan bahwa bayi selama enam bulan pertama kehidupannya terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Kontrol teratur tumbuh kembang bayi, adalah hal penting untuk mengenali dan mengatasi stunting sejak awal. Sebaiknya setiap bulan pada bayi 0 sampai 12 bulan, setiap 3 bulan ketika anak berusia 1 sampai 3 tahun, dan setiap 6 bulan ketika anak berusia 3 sampai 6 tahun. Selain pemantauan tumbuh kembang itu, juga dengan pemberian imunisasi dasar sesuai  jadwal dan kemudian pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) sesuai usia bayi, keduanya adalah hal penting lainnya untuk mencegah dan mengatasi stunting.

Gejala stunting yang perlu dicermati meliputi berat badan anak tidak naik, cenderung turun, atau lebih rendah dibanding anak seusianya. Tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya. Pertumbuhan tulang tertunda, perkembangan tumbuh terhambat dan anak lebih mudah terkena infeksi. Anak stunting berisiko tidak mampu mencapai potensi idealnya, termasuk dalam aspek akademik, lebih mungkin mengalami kemunduran intelektual, dan kelak akan mengidap penyakit degeneratif, seperti kanker dan diabetes. Hal ini disebabkan karena kebutuhan zat gizi mikro dan makro dalam tubuh anak tidak terpenuhi secara maksimal, sehingga pembentukan fungsi sel tubuh dan lainnya tidak sempurna.

Secara komunal non individual, untuk masyarakat luas diperlukan formula program percepatan dalam penurunan stunting, dengan intervensi berbasis keluarga berisiko stunting. Fokusnya adalah penyiapan kehidupan berkeluarga, pemenuhan asupan gizi, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, juga peningkatan akses air minum dan sanitasi.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita. Saat ini di beberapa daerah capaian prevalensi sudah dibawah 20% namun masih belum memenuhi target dari RPJMN tahun 2024 sebesar 14%. Bahkan seandainyapun sudah tercapai 14% bukan berarti Indonesia sudah bebas stunting tetapi target selanjutnya adalah menurunkan angka stunting sampai kategori rendah atau dibawah 2,5 persen. Prevalensi stunting ini telah mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, Presiden RI Joko Widodo menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024. Untuk mencapai target 14 persen, maka setiap tahunnya perlu terjadi penurunan sekitar 3 persen. Diperlukan upaya inovasi, agar terjadi penurunan sekitar 3 sampai 3,5 persen per tahun. Sehingga tercapai target 14 persen tahun 2024 sesuai dengan target Presiden berdasarkan RPJMN bisa tercapai.

Pemerintah akan memperkuat percepatan penurunan stunting melalui langkah-langkah intervensi kesehatan masyarakat melalui Puskesmas dan Posyandu, pada ibu sejak sebelum hamil sampai sesudah melahirkan. Untuk sebelum kelahiran akan dilakukan program pendistribusian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri, program tambahan asupan gizi untuk bu hamil kurang gizi kronik, melengkapi puskesmas dengan alat USG untuk mempertajam identifikasi ibu hamil. Kemudian untuk pasca kelahiran juga dilakukan program untuk mendukung pemenuhan konsumsi protein hewani balita, merevitalisasi proses rujukan balita weight faltering dan stunting ke puskesmas dari rumah sakit, serta merevitalisasi, melengkapi, mendegitalisasi alat ukur di seluruh Posyandu di Indonesia yang jumlahnya sekitar 240 ribu. Selain itu juga dilakukan revitalisasi proses rujukan balita weight faltering dan stunting ke Puskesmas dari rumah sakit, penambahan dana bantuan operasional kesehatan (BOK) Puskesmas untuk terapi gizi, perubahan aturan BPJS mengenai stunting di RS agar dapat diberikan penjaminan biaya layanan, serta peningkatan imunisasi dasar dari 12 menjadi 14 jenis imunisasi.

Sumber: https://dokterwikan.com/
Baca juga link terkait: https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-anak-terpadu/
https://pantirapih.or.id/rspr/layanan-klinik-ibu-dan-anak-rs-panti-rapih/

Artikel ini ditulis oleh:
DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A
(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Klinik Tumbuh Kembang
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Kiat Memantau Tumbuh Kembang Buah Hati No ratings yet.

Betapa bahagianya bila kita menjadi orang tua, yang memiliki buah hati yang sehat, ceria dan berprestasi. Tentulah tidak mudah menjaganya dan membuat buah hati kita seperti itu. Setiap orang tua ditemani oleh dokter anak selalu mengusahakan agar anak-anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi genetiknya. Potensi genetik seorang anak masih bisa dikembangkan. Jika potensi genetik tersebut sudah sesuai dengan usia tumbuh-kembangnya, hal itu sudah sangat bagus. Usaha kita untuk memberikan stimulasi pada anak supaya tetap tumbuh dan berkembang juga memiliki peran yang penting. Namun kita juga tidak boleh berharap secara berlebihan pada buah hati kita, supaya anak tersebut tetap bisa menikmati masa kecilnya.

Apakah yang disebut pertumbuhan?
Pertumbuhan terjadi karena bertambahnya jumlah dan ukuran sel, sehingga terjadi penambahan tinggi dan berat anak. Semua ada ukuran normalnya. Bisa dilihat pada kurva BB (berat badan) dan kurva TB (tinggi badan) untuk mengetahui normal dan tidaknya ukuran BB dan TB anak. Contoh sederhana kurva ini banyak dicantumkan di KMS. Kurva lingkar kepala penting untuk mengetahui apakah kepala bayi itu macrocefal / lebih besar daripada ukuran normal, mesocefal / normal ataupun microcefali/lebih kecil daripada ukuran normal, yang semua itu punya nilai klinis.

Apakah itu perkembangan?
Perkembangan adalah suatu keadaan yang tidak ada ukurannya seperti BB atau TB, tapi bisa dinilai dengan milestone yaitu, “kepandaian tertentu di usia tertentu”. Dalam perkembangannya, bayi akan mencapai kepandaian tertentu. Meskipun tidak sama pada semua bayi, umumnya pada suatu rentang usia, bayi-bayi akan mencapai milestone tertentu. Sebagai orang tua, sebagai dokter anak harus selalu berorientasi tumbuh kembang yang optimal dalam mengelola, merawat, mendidik anak-anak. Menjadi tugas para orang tua untuk mengusahakannya. Maka para orang tua harus selalu mengikuti tiap perkembangan dan pertumbuhan buah hatinya, disela-sela kesibukannya.

Tips mudah untuk ibu dalam mendampingi buah hati supaya tumbuh kembang optimal:
1. Menimbang BB anak tiap bulan
2. Bawa KMS selalu
3. Tanyakan mengenai laju pertumbuhannya pada dokter yang menangani
4. Mintalah penilaian pada umur-umur kunci milestone pada dokter yang menangani
5. Berikan imunisasi sesuai dengan rekomendasi IDAI
6. Berobat di saat sakit, jangan lupa tanyakan mengenai kegawatan apa yang dapat terjadi pada penyakit seperti yang diderita anak saat ini. Bagaimana mewaspadai terjadinya hal tersebut, sekaligus cara mengatasi atau mencegahnya

Di Rumah Sakit Panti Rapih terdapat layanan untuk anak yaitu, Klinik Anak Sehat dan Klinik Anak Sakit dalam mendampingi para orang tua mengoptimalkan buah hati.

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A.
(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Klinik Tumbuh Kembang
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Mengatasi Anak Susah Makan No ratings yet.

Salah satu masalah yang kerap dialami orangtua adalah anak susah makan. Hal ini akan memunculkan rasa khawatir berlebihan karena asupan nutrisi seimbang sangat dibutuhkan pada masa perkembangan si kecil. Banyak sekali masalah yang sering terjadi misalnya anak menolak makan, gerakan tutup mulut, hanya ingin mengkonsumsi makanan tertentu atau picky eater.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

1. Berikan makanan keluarga dengan tekstur lunak
2. Kenalkan aneka ragam bahan makanan sesuai umur. Variasikan jenis bahan makanan yang diberikan
3. Porsi disesuaikan dengan kebutuhan anak, porsi kecil tapi sering dan makanan bervariasi supaya anak tidak cepat bosan
4. Jadwal makan harus teratur, tapi luwes
5. Berikan makanan pada saat anak tidak lelah
6. Bila mencoba makanan yang baru, tunggu hingga anak lapar dan berikan bersama dengan makanan kesukaannya
7. Berikan susu secukupnya tidak berlebihan. Jangan memberikan susu sebelum jam makan, agar anak tidak kenyang oleh susu
8. Makanan selingan tidak berlebihan, tidak terlalu manis dan asin. Ganti dengan makanan lain atau buah yang bergizi lengkap

 

Bagaimana caranya meningkatkan nafsu makan pada anak?

1. Suasana menyenangkan, penuh kasih sayang dan jangan ada paksaan
2. Tambahkan hal-hal yang disukai anak seperi mainan, musik, TV atau dongeng
3. Ada teman seumuran yang menemani makan
4. Makan bersama di meja makan
5. Biarkan anak belajar makan sendiri dan tetap lakukan pengawasan
6. Jika ada penyakit tertentu segera konsultasi ke dokter
7.  Berikan pujian atau reward jika anak menghabiskan makanan
8. Tempatkan makanan di wadah menarik, kombinasikan warna dan bentuk anak supaya anak tertarik

Selalu perhatikan gizi anak anda terpenuhi ya moms supaya anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Info Pelayanan :
Klinik Tumbuh Kembang  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating