Mini Simposium Manajemen Obesitas: Dari Tantangan Menuju Transformasi Berkelanjutan No ratings yet.

Dalam upaya meningkatkan wawasan dan pengetahuan tenaga medis serta tenaga kesehatan terkait manajemen obesitas dan pencegahan komplikasinya, Rumah Sakit Panti Rapih bekerja sama dengan PT Novo Nordisk menyelenggarakan Mini Simposium bertajuk “From Struggle to Strength: A Journey Towards Sustainable Weight Transformation.” Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 08.30–10.30 WIB, bertempat di Ruang Auditorium Lantai 6 Besar RS Panti Rapih.

Mini simposium ini dirancang sebagai forum ilmiah yang komprehensif untuk membahas pendekatan mutakhir dalam penanganan obesitas, tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan semata, tetapi juga pada dampak sistemik obesitas serta strategi pencegahan komplikasi makrovaskular yang berkelanjutan. Acara ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan lintas disiplin.

Kegiatan akan dibuka secara resmi oleh dr. Stephani Maria Nainggolan, selaku Direktur Utama RS Panti Rapih. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari PT Novo Nordisk sebagai mitra strategis dalam pengembangan edukasi dan inovasi layanan kesehatan terkait obesitas. Sesi pembukaan juga akan diakhiri dengan foto bersama seluruh narasumber dan peserta.

Pada sesi ilmiah, peserta akan mendapatkan dua materi utama. Materi pertama, “Beyond the Weight: Rethinking Obesity,” akan disampaikan oleh dr. Vina Yanti Susanti, yang mengulas obesitas sebagai penyakit kronis multifaktorial yang memerlukan pendekatan holistik dan berbasis bukti. Materi kedua, “Elevating Obesity Care to Prevent Macro Complications,” akan dipaparkan oleh dr. Vita Yanti Anggraeni, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan obesitas guna menekan risiko komplikasi makrovaskular jangka panjang. Diskusi ilmiah ini akan dimoderatori oleh dr. Fransisca Romana Herin Anggreni, yang akan memandu jalannya diskusi interaktif dan tanya jawab.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan yang aktif mengembangkan kompetensi tenaga kesehatan melalui edukasi berkelanjutan, sekaligus meningkatkan mutu layanan berbasis evidence-based medicine bagi pasien dengan obesitas. Sementara itu, PT Novo Nordisk berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman klinis tentang obesitas sebagai penyakit kronis, serta mendorong implementasi praktik penatalaksanaan obesitas yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari sinergi jangka panjang antara dunia layanan kesehatan dan industri farmasi dalam menghadirkan solusi inovatif, beretika, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien.

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Pulih dengan Cinta: Lustrum I Klinik Katarina RS Panti Rapih, Rayakan Kesehatan Holistik Fisik dan Mental 5/5 (1)

Yogyakarta, 27 September 2025 — Klinik Katarina RS Panti Rapih merayakan usia ke-5 atau Lustrum I dengan mengangkat tema yang mendalam dan menginspirasi: Pulih dengan Cinta: “Bukan Soal Kurus Tapi Soal Pulih dan Bahagia.” Perayaan ini menegaskan komitmen RS Panti Rapih dalam penanganan obesitas yang tidak hanya berfokus pada berat badan, tetapi juga pada kesehatan mental dan kebahagiaan pasien secara keseluruhan.

Acara puncak Lustrum I diselenggarakan pada hari Sabtu, 27 September 2025, mulai pukul 06.30 hingga 13.30 WIB di Wisdom Park UGM dan Lounge Lantai 2 RS Panti Rapih. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan. Sebagai simbol rasa syukur, dilakukan pula prosesi potong tumpeng oleh Direktur Utama RS Panti Rapih yang diserahkan kepada Kepala Instalasi Rawat Jalan, dr. Radijanti Anggraheni Sp.DVE, didampingi oleh dr. Fransisca Romana Herin Anggreni P, M.Biomed (AAM).

Mengapa Fokus pada “Pulih dan Bahagia”?

Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang kian mengkhawatirkan. Data Riskesdas menunjukkan peningkatan prevalensi obesitas dewasa di Indonesia dari 14,8% (2013) menjadi 21,8% (2018). Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko penyakit fisik serius seperti jantung, diabetes tipe 2, dan hipertensi, tetapi juga berdampak signifikan pada kesehatan mental.

Penelitian membuktikan bahwa obesitas dapat merusak kepercayaan diri dan harga diri, bahkan memicu gangguan psikologis seperti depresi dan kecemasan. Sebaliknya, masalah mental juga dapat memperburuk pola makan dan motivasi gaya hidup sehat, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus. Klinik Katarina, yang didirikan pada 29 September 2019, hadir sebagai klinik holistik untuk penurunan berat badan yang memahami pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan psikologis.

Lustrum I ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih jauh pendekatan holistik Klinik Katarina kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi wadah edukasi dan motivasi untuk menerapkan gaya hidup sehat—mulai dari edukasi olahraga, pengelolaan pola makan seimbang, hingga pentingnya kesehatan mental.

Acara Lustrum I Klinik Katarina dikemas menarik dan ditujukan untuk masyarakat umum, khususnya pasien overweight dan obesitas, pasien Klinik Katarina, serta seluruh petugas. Rangkaian kegiatannya meliputi:

  • Stretching dan Jalan Sehat: Mendorong aktivitas fisik yang menyenangkan.
  • Meditasi: Melatih ketenangan pikiran dan pengelolaan stres.
  • Cooking Class: Memberikan edukasi praktis tentang pola makan sehat.
  • Talkshow Kesehatan “Happy Lifestyle”
    Narasumber pertama : dr. Luh Putuh Swastiyani Purnami, Sp. PD, AIFO-K dengan topik Happy Healthy Lifestyle.
    Narasumber kedua : Saudari Bukhi Prima Putri dengan topik Mindful Eating.

Melalui perayaan Lustrum I ini, ada harapan besar yang diusung oleh RS Panti Rapih:

Untuk Para Peserta: Diharapkan setiap individu yang hadir dapat membawa pulang inspirasi dan motivasi untuk memulai atau melanjutkan perjalanan kesehatan mereka. Semoga mereka menyadari bahwa nilai diri dan kebahagiaan jauh lebih penting daripada angka timbangan, dan bahwa pemulihan adalah proses yang harus dijalani dengan cinta dan dukungan. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju gaya hidup yang seimbang, bahagia, dan berkelanjutan.

Untuk RS Panti Rapih dan Klinik Katarina: RS Panti Rapih berharap Klinik Katarina dapat terus bertumbuh dan menjadi pusat rujukan unggulan dalam penanganan obesitas di Indonesia, dengan pendekatan yang holistik, penuh kasih, dan fokus pada kebahagiaan pasien. Diharapkan terjadi peningkatan kolaborasi dan sinergi yang lebih kuat antara seluruh petugas (dokter umum, ahli gizi, admin, terapis) dan pasien, menciptakan sebuah komunitas suportif yang mendorong setiap pasien untuk mencapai versi terbaik dari diri mereka, yaitu pulih dan bahagia.

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Info lebih lanjut :
Klinik Katarina Pusat Anti Obesitas & Kesehatan Holistik
WA : 08112847276

Mohon dapat memberikan rating

Slimwell Duo No ratings yet.

Temukan kesehatan holistikmu di Klinik Katarina! 🌿✨

Dengan paket Slimwell Duo, Sahabat Sehat mendapatkan pemeriksaan dokter, konsultasi ahli gizi, dan sesi psikoterapi CBT Obesitas.
Harga:  Rp 283.000,-*
*) – Harga sudah termasuk biaya administrasi
– Tarif berlaku tahun 2023

Tunggu apa lagi?
Yuk Sahabat Sehat segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan mulai perjalanan menuju hidup sehat Anda!

Informasi Pelayanan :
Klinik Anti Obesitas Katarina
Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih
Telepon: (0274) 563333 ext 1512
Waktu Layanan : Senin – Sabtu, pk 07.00 – 20.00 WIB (hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Obesitas No ratings yet.

Obesitas atau kegemukan merupakan keadaan bertambahnya lemak tubuh yang ditandai oleh kenaikan berat badan dan peningkatan penumpukan lemak pada bagian tertentu khususnya di daerah perut. Obesitas atau kegemukan terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang keluar, sehingga terjadi peningkatan rasio lemak dan lean body tissue yang terlokalisir atau merata di seluruh tubuh.

Bagaimana Cara Menentukan Obesitas?

  1. Menghitung Indeks Massa Tubuh

Perhitungan umum yang sering digunakan tanpa mempetimbangkan berat otot adalah IMT  (Indeks Massa Tubuh) atau  BMI ( Body Mass Index ).

Rumus IMT = Berat badan (kg) / Tinggi badan x tinggi badan (m)

Bila berat badan seseorang adalah  68 kg dengan tinggi badan 155 cm, maka IMT -nya adalah  28, 3 kg/m2, artinya berdasarkan IMT termasuk obesitas.

2. Menghitung Rasio Lingkar Pinggang dan Panggul (RLPP)

Rasio lingkar pinggang dan panggul merupakan salah satu cara pengukuran antropometri yang dapat menilai obesitas sentral dan juga menilai risiko terkena penyakit kardiovaskuler. Cara mengukur lingkar pinggang yang paling mudah adalah dengan meletakkan satu jari di atas pusar Anda, setelah itu lingkari meteran pada daerah tersebut. Untuk mengukur lingkar panggul dapat dilakukan dengan cara menentukan daerah panggul yang paling menonjol dan gunakan metlin untuk mengukur.

Rumus RLPP = lingkar pinggang (cm) / lingkar panggul (cm)

Contoh: bila seorang laki-laki mempunyai lingkar pinggang 100 cm dengan lingkar pinggul 90 cm, maka RLPP-nya adalah 100 : 90 = 1,1. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa laki-laki ini mengalami obesitas sentral dan berisiko untuk menderita penyakit kardiovaskuler, sesuai dengan hasil penelitian prospektif yang menunjukkan bahwa rasio lingkar pinggang dan panggul berhubungan erat dengan penyakit kardiovaskuler (Supariasa, 2002).

Tipe-tipe Obesitas

  1. Tipe Android (Tipe buah Apel)

Tipe android menunjukkan distribusi dan akumulasi dominan jaringan lemak yang terdapat pada bagian visceral dan bagian atas tubuh, seperti yang terlihat pada buah apel. Tipe ini banyak terjadi pada pria dan wanita yang telah mengalami menopause karena hormon estrogen tidak lagi diproduksi.

Jenis timbunan lemak pada bagian atas tubuh adalah asam  lemak jenuh. Seseorang dengan timbunan lemak jenuh tinggi dalam tubuh beresiko terkena penyakit yang berhubungan dengan metabolisme glukosa dan lemak seperti penyakit diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, stroke dan tekanan darah tinggi. Orang dengan tipe kegemukan seperti ini mempunyai kemungkinan terkena kanker payudara enam kali lebih besar dibandingkan orang yang memiliki berat tubuh normal. Lemak jenuh  merupakan lemak yang lebih  mudah dibakar. Bila seseorang memiliki timbunan lemak lebih banyak pada bagian atas ( lengan atas, belakang bra, pinggang dan perut) dianjurkan untuk segera melakukan diet dan olahraga secara teratur.

  1. Tipe Ginoid (Tipe buah Pir)

Tipe ginoid menunjukkan distribusi dan akumulasi dominan jaringan lemak pada bagian bawah tubuh yaitu, di daerah panggul dan paha. Tipe ini banyak terdapat pada wanita.

Jenis lemak yang tertimbun pada daerah panggul dan paha jenisnya adalah lemak tidak jenuh yang lebih sulit untuk dibakar. Kegemukan tipe ini lebih aman terhadap risiko penyakit kardiovaskuler. Pada kegemukan tipe ini, perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah lemak tubuh bagian atas sudah normal atau belum. Jika normal, untuk penurunan berat badan tidak dianjurkan untuk diet ketat karena akan semakin menghabiskan lemak bagian atas tubuh, yang kemungkinan akan menyebabkan antara lain pipi menjadi kempot dan payudara mengecil. Yang penting untuk dilakukan adalah, melatih otot-otot di sekitar panggul dan paha. Jika massa otot lebih besar dari lemak, penampilan panggul dan paha akan terkesan lebih langsing.

  1. Tipe Hiperplastik

Tipe ini biasanya terjadi pada anak-anak. Tipe hiperplastik menunjukkan sel lemak berlebih, tetapi ukurannya sesuai dengan ukuran sel lemak normal. Jumlah sel lemak yang banyak pada anak-anak akan sulit untuk diturunkan ketika masa pertumbuhan telah berakhir. Anak-anak yang gemuk harus ditingkatkan aktifitas fisiknya secara teratur untuk menyeimbangkan dengan sel lemak yang banyak tadi dengan pertambahan tinggi badan.

  1. Tipe Hipertropik

Obesitas tipe ini biasanya terjadi pada orang dewasa, terutama pada wanita setelah hamil dan melahirkan atau pada pria yang mulai mapan dengan makan tidak terkontrol. Tipe hipertropik menunjukkan ukuran sel lemak tidak normal (berukuran besar), tetapi dengan jumlah sel lemak normal.

Ukuran sel lemak yang membesar dapat dikecilkan dengan meningkatkan penggunaan sel lemak sebagai energi, yaitu dengan mengurangi asupan energi total dan meningkatkan aktifitas fisik dan latihan fisik secara teratur.

Pengaturan Makan pada Obesitas

Pengaturan makan  dengan tujuan penurunan berat  badan, sebaiknya dapat menurunkan berat badan secara bertahap tanpa mengganggu keseimbangan metabolisme atau sampai menyiksa diri sendiri. Bahkan, diharapkan pengaturan  makan ini bisa menjadi suatu gaya hidup yang baik. Pengaturan makan yang bisa diterapkan untuk penurunan berat badan  adalah dengan diet rendah energi, seimbang dan teratur (REST). Diet REST ini dikembangkan oleh Rita Ramayulis DCN.,M.Kes.

Pada prinsipnya diet ini adalah menurunkan asupan energi total dengan tetap mengenyangkan. Seseorang dengan kegemukan, tetap dapat mengonsumsi makanan dengan volume yang sesuai, mengandung zat gizi lengkap dan seimbang, serta frekuensi makan minimal 3 kali sehari. Diet ini mengutamakan pemilihan bahan makanan dengan densitas energi rendah (DER). Densitas energi rendah adalah jumlah energi pada suatu hidangan makanan dalam berat atau volume tertentu. Suatu hidangan makanan dengan densitas energi rendah akan menyediakan energi relatif lebih rendah dibandingkan dengan yang berdensitas energi lebih tinggi dalam berat yang sama. Konsumsi makanan dengan DER, telah dimasukkan dalam Dietary Guidelines for Americans 2005, sebagai strategi untuk mengurangi konsumsi energi. Konsumsi makanan denagn DER dapat menurunkan berat badan secara bermakna. Penelitian dari Dewi, dkk (2013), menjelaskan bahwa kelompok yang mengonsumsi lebih  banyak makanan berdensitas energi rendah memiliki kualitas bahan makanan yang lebih baik dan indeks massa tubuh yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi makanan berdensitas energi tinggi.

Pengelompokkan bahan makanan berdasarkan nilai densitas energi adalah sebagai berikut:

  1. Bahan makanan dengan densitas energi sangat rendah. (0-60 kkal/100 gr)

Contoh: sari kedelai, telur ayam bagian putih, lobak, oyong, pare, terong, tomat, semangka, pepaya

  1. Bahan makanan dengan densitas energi rendah ( > 60 -150 kkal/100 gr)

Contoh: kentang, tahu, tempe, ikan bawal, ikan kakap, daun pepaya, pisang ambon, sirsak

  1. Bahan makanan dengan densitas energi sedang ( > 150 – 400 kcal/100 gr)

Contoh: havermut,jagung, belut, daging sapi, ikan pindang, keju, selai, kopi, madu

  1. Bahan makanan dengan densitas energi tinggi ( > 400 – 900 kcal/100 gr)

Contoh: kacang tanah,ayam dengan kulit, kuning telur ayam, mentega, margarin, minyak kelapa

Sumber: Ramayulis R, 2014 Analisis Densitas Energi berdasarkan DKBM, Kemenkes 1996

 

Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam menurunkan berat badan adalah sebagai berikut:

  1. Gizi Seimbang

Dalam diet gizi seimbang tidak ada larangan untuk mengonsumsi makanan tertentu. Dianjurkan  untuk mengonsumsi aneka ragam makanan sesuai kebutuhan dan bervariasi baik untuk kelompok makanan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur dan buah.

  1. Cukup Minum

Dalam sehari kebutuhan air putih untuk tubuh minimal 2 liter (8 gelas), tetapi saat menjalankan diet penurunan berat badan, kebutuhan air meningkat 50 cc untuk setiap kilogram berat badan.

  1. Aktifitas Fisik dan Lakukan Olahraga secara Teratur

Pada tahun 2002, WHO mencanangkan gerakan Move for Health, yang berisi rekomendasi utama untuk melakukan minimal 30 menit aktifitas fisik secara reguler dalam 5 hari seminggu. Jika seseorang melatih otot, setiap saat otot juga akan mempunyai kemampuan lebih untuk membakar lemak.

  1. Kelola Emotional Eating

Emotional Eating  yaitu. suatu kebiasaan makan berlebihan dalamjumlah  besar hanya karena nafsu dan perasaan yang disebabkan oleh emosi, bukan karena lapar. Seseorang yang mengalami emotional eating cenderung untuk makan dalam jumlah berlebihan dan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula, garam dan minyak.

 

Referensi

Ramayulis  R. 2014.   Slim is Easy.  Jakarta : Penebar Plus +

Sudargo, Toto, dkk. 2014.  Pola Makan dan Obesitas. Yogyakarta : Gajah Mada University Press

Kementerian Kesehatan RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta

Wahyuningsih, Retno. 2013. Penatalaksanaan Diet pada Pasien. Yogyakarta : Graha Ilmu

 

Artikel ini ditulis oleh:

Bernadeth Dwi Wahyunani, AMG, RD

(Kepala Instalasi Gizi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 Instalasi Gizi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Jumat, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu & tanggal merah tutup
Telepon : 0274 – 563333 ext 238

Mohon dapat memberikan rating