Wanita Wajib Tau ! Mari Jaga Organ Kewanitaan Sahabat Semua 5/5 (2)

Keputihan dan Kebersihan Area Kewanitaan

Kesehatan area intim pada wanita merupakan suatu bagian penting dari kesehatan wanita secara keseluruhan. Permasalahan pada area intim dapat mengganggu kegiatan sehari-hari, termasuk rasa percaya diri dan hubungan dengan pasangan. Artikel ini akan membahas sekilas mengenai vaginal discharge / lendir dari area vagina dan bagaimana cara menjaga kebersihan area kewanitaan.

 

Bagaimana membedakan lendir area kewanitaan yang normal dan keputihan?

Vagina merupakan organ reproduksi wanita yang merupakan ‘pintu masuk’ menuju organ-organ kewanitaan lainnya seperti servix, rahim, dan indung telur. Lendir yang dihasilkan atau keluar pada area kewanitaan bisa jadi adalah hal yang normal ataupun menunjukkan suatu penyakit dari organ-organ reproduksi. Misalnya suatu infeksi pada area kewanitaan ataupun keganasan.

Pada suatu periode waktu tertentu, secara normal dari serviks dan dinding vagina dapat dihasilkan sekresi mukus atau lendir. Pada saat ovulasi yaitu masa subur, lendir ini berfungsi sebagai pelumas untuk membantu proses pembuahan. Lendir yang muncul pada sekitar waktu ovulasi biasanya memiliki konsistensi seperti putih telur yaitu cair, licin, tidak berwarna, tidak berbau menyengat/busuk/amis. Pada saat tidak terjadi ovulasi, lendir yang dihasilkan biasanya lebih sedikit, kental, berwarna keruh agak putih maupun kuning, tidak berbau menyengat/busuk/amis dan tidak disertai rasa nyeri dan gatal.

Suatu keputihan yang menunjukkan kelainan dapat memiliki ciri berwarna kuning kehijauan atau disertai flek darah, berbau busuk/amis dan disertai rasa gatal, panas seperti terbakar, atau nyeri. Bila terdapat keputihan dengan ciri tersebut dapat disebabkan oleh suatu infeksi maupun keganasan pada organ intim wanita. Untuk mengetahui penyebab pastinya diperlukan pemeriksaan fisik dan penunjang lainnya misalnya pemeriksaan papsmear, pemeriksaan mikroskopis usapan lendir keputihan dan lainnya.

 

Bagaimana cara menjaga kesehatan area kewanitaan?

Berikut adalah beberapa rekomendasi dari American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) untuk menjaga area kewanitaan:

  • Disarankan untuk hanya menggunakan air hangat, tidak menggunakan pewangi, cairan pembersih semprot dan sabun khusus kewanitaan dan mencuci area kewanitaan hingga ke dalam (douching) karena dapat membunuh mikroba alami dan dapat menimbulkan ketidakseimbangan keasaman yang dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri patologis maupun jamur.
  • Menggunakan handuk atau tissue yang lembut untuk mengeringkan area intim. Bila area intim terlalu lembap dan basah dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri dan jamur.
  • Menghindari menggunakan celana dalam yang terlalu ketat, dan menggunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan cairan, mengganti celana dalam rutin minimal 2x sehari atau segera bila terasa lembap, dan mencucinya sebelum digunakan kembali.
  • Mengurangi penggunaan pantyliner dan pembalut yang menggunakan pewangi yang dapat menyebabkan iritasi.
  • Saat haid disarankan untuk mengganti pembalut maksimal selama 4-6 jam atau saat pembalut terasa penuh atau terasa basah dan tidak nyaman. Hal ini untuk mengurangi pertumbuhan bakteri jahat yang dapat menyebabkan infeksi.

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Albertin Anindita Lingga

(Dokter Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi: American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Kebidanan dan Kandungan
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating