Menggali Lebih Dalam tentang Leukimia pada Anak-Anak No ratings yet.

Pada Tanggal 15 Februari, diberikan sebagai hari Kanker Anak Sedunia. Kanker merupakan suatu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan di dunia. Diperkirakan, setiap tahunnya 400.000 anak dan remaja berusia 0-19 tahun menderita kanker. Data dari Global Cancer Statistic (GLOBOCAN) pada tahun 2020, diestimasikan terdapat 11.156 kasus baru kanker anak pada usia 0-19 tahun di Indonesia. Leukemia merupakan keganasan terbanyak pada anak, yakni sekitar 30% sampai dengan 40 % dari seluruh pasien kanker anak, dimana kanker ini memiliki puncak kejadian pada anak dengan usia 2- 5 tahun.

Leukemia sendiri merupakan kanker darah yang berasal dari sumsum tulang belakang, yang ditandai dengan proliferasi (proses pembentukan sel yang disebabkan oleh pembelahan sel) secara berlebihan dari sel darah yang abnormal, sehingga terjadi gangguan produksi sel darah normal. Pendeteksian dini pada kasus kanker anak serta menghindari keterlambatan dalam perawatan menjadi salah satu kunci penting dalam penanggulangan kanker pada anak .

Leukemia sendiri dibagi menjadi dua yaitu Leukemia akut ( AML dan ALL) dan leukemia kronis (CML). Gejala dan tanda awal yang dapat dikenali oleh orang tua adalah sebagai berikut : anak pucat, lemah, rewel, terjadi penurunan nafsu makan, demam berulang atau demam lebih dari 2 minggu tanpa sebab yang jelas, adanya perdarahan, nyeri tulang, pembesaran kelenjar getah bening dan bagian perut, serta nyeri tulang. Apabila orang tua menemukan tanda-tanda tersebut, makan anak dianjurkan untuk dibawa ke dokter spesialis anak, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pada pemeriksaan fisik pasien anak dapat ditemukan tanda-tanda seperti anemia, pembengkakan kelenjar getah bening, tanda perdarahan (seperti bintik-bintik perdarahan pada kulit, perdarahan gusi, mimisan, bab berdarah, maupun bak berdarah), pembesaran organ hati dan limpa, serta pembesaran testis. Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium darah, pencitraan, dan pemeriksaan sumsum tulang guna menegakkan diagnosis. Setelah terdiagnosis, makan pasien akan diberikan tatalaksana berupa kemoterapi dan penanganan suportif yang berupa pemberian transfusi komponen darah yang diperlukan, pemberian nutrisi yang baik dan memadai, pemberian antibiotik, anti jamur, dan anti virus bila diperlukan, serta pendekatan psikososial serta dukungan keluarga.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Natasha

(Dokter Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Kanker Anak Dapat Disembuhkan 5/5 (5)

Pada tanggal 15 Februari 2023 diperingati sebagai hari Kanker Anak Sedunia. Kanker bisa menyerang siapa saja dari berbagai kalangan usia maupun jenis kelamin. Batasan yang disebut anak adalah sejak lahir sampai umur 18 tahun. Kanker anak dapat terjadi sejak janin dalam kandungan sampai dengan usia 18 tahun. Orang tua memiliki peran penting dalam memperhatikan kesehatan anak, menyadari tanda dan gejala awal pada anak, serta memberikan dukungan kepada anak penderita kanker.

Dalam istilah kedokteran sendiri arti umum tumor merupakan suatu benjolan. Dimana benjolan atau tumor sendiri dibagi menjadi dua macam. Pertama, tumor jinak atau tidak ganas; dan kedua tumor ganas atau yang biasa disebut kanker. Contoh tumor jinak seperti tahi lalat di kulit dan jaringan lunak yang tumbuh dalam hidung (polip hidung). Contoh tumor ganas seperti kanker darah (leukemia).

Menurut perkiraan International Agency for Research on Cancer (IARC) Global Cancer Observatory, pada tahun 2020 sekitar 280.000 anak dan remaja di seluruh dunia terdiagnosis kanker. Dimana, jenis kanker yang paling umum adalah kanker darah atau biasa disebut leukemia, kanker pada sel saraf yang belum matang (neuroblastoma), kanker kelenjar getah bening (limfoma), kanker ginjal, dan kanker mata.

Dengan adanya kemajuan dalam ilmu pengobatan kanker kala ini, maka tingkat kesembuhan pada kanker anak pun meningkat.  WHO dan Organisasi yang peduli dengan kanker anak mencanangkan : ”Kanker anak dapat disembuhkan”. Seperti kanker darah, kanker kelenjar getah bening, kanker mata, kanker ginjal angka kesembuhan sudah mencapi lebih dari 80%, dengan kata lain delapan  dari sepuluh kanker anak tersebut dapat disembuhkan.

Dalam penanganan kanker, dibutuhkan diagnosa yang cepat dan benar, diikuti dengan terapi berbasis bukti yang efektif dan sesuai, serta perawatan suportif bagi anak. Ketika diidentifikasi lebih awal, kanker cenderung dapat memiliki memiliki angka kesembuhan yang lebih tinggi, karena belum menjalar keman-mana, respon terhadap pengobatan yang lebih efektif, kemungkinan bertahan hidup yang lebih tinggi, penderitaan yang lebih sedikit, serta perawatan yang kurang intensif.

 

Diagnosis dini diperlukan  kesadaran akan gejala oleh keluarga dan orang disekitar pasien (disini penting sekali peran pos pelayanan terpadu), pemeriksaan klinis oleh tenaga kesehatan di sekitar dan penyedia layanan primer (misalnya di Puskesmas), pemeriksaa pasien sampai dengan pemeriksaan laboratorium yang komplit di rumah sakit rujukan.

 

Tanda dan gejala awal tergantung asal mula kanker.

Seperti contohnya:

  • Kanker darah anak terlihat pucat, kelenjar getah bening membesar, sering demam, anak lemah.
  • Kanker kelenjar getah bening di awali dengan kelenjar etah bening yang membesar semakin lama semakin bertambah besar.
  • Kanker otak gejala yang dialami pusing, mata kabur, mual, muntah menyemprot, anak rewel atau terjadi perubahan perilaku.
  • Kanker mata dimulai di mata ada tanda seperti  mata kucing (terlihatnya manik putih), juling, hilangnya penglihatan, pembengkakan warna biru gelap tiba-tiba di sekitar mata
  • Kanker ginjal biasanya ditemukan benjolan sesuai letaknya pada saat orang tua memandikan anak.
  • Kanker hati ada benjolan di perut sebelah kanan waktu anak dimandikan.
  • Kanker tulang dimulai dengan benjolan di ujung tulang atau dibagian tengahnya.
  • Kanker anak yang paling sering diderita anak yang jumlahnya sekitar 30-an. Tanda dan gejala awal tergantung dari asal organ yang terkena.

Setelah menemukan gejala-gejala awal tersebut, orang tua diharapkan untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan pertama untuk dilakukan pemeriksaan segera. Dokter pada fasilitas kesehatan pertama akan segera merujuk ke fasilitas kesehatan kedua, dan kalau perlu ke fasilitas kesehatan ketiga. Setelah anak terdiagnosis kanker, maka dokter akan menentukan tatalaksana menggunakan protokol kanker sesuai dengan jenis kanker yang diderita anak. Kecepatan diagnosis dan terapi sangat membantu kecepatan kesembuhan. Untuk pemeriksaan laboratorium dan terapi peran BPJS sangat penting karena semua itu memerluan biaya mahal. Karena itu harus ikut BPJS.

Peran keluarga terutama bapak – ibu, ibu-ibu dasawisma dan posyandu, bidan desa, kalau sudah sekolah peran guru dan UKS, sangat penting. Puskesmas dan layanan kesehatan primer sangat penting dalam meningkatan angka kesembuhan dan pemahaman terhadap kanker anak. Pemahaman kanker anak harus di kerjakan oleh tiga pusat pendidikan secara bersama-sama  yaitu di keluarga, di masyarakat, dan di sekolahan.   Momentum Hari Kanker Anak Sedunia pada 15 Februari 2023 ini mengingatkan kita untuk lebih peduli kepada anak dengan kanker. Mari kita bersama-sama sebarkan semangat kepada anak penderita kanker. Kanker anak dapat disembuhkan.

 

Artikel ini ditulis oleh :

Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A(K) (Dokter Spesialis Anak – Konsultan Hematologi Anak)

&

dr Natasha Sutedja (Dokter Umum) RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Info Pelayanan :
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Rabu pk 12.00 – 14.00 WIB

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating