Mendengkur dan Stroke: Apa Hubungannya? 5/5 (13)

Mendengkur adalah kondisi umum yang bisa dialami siapa saja, tetapi tahukah Sahabat Sehat bahwa mendengkur bisa memicu stroke? Mitos atau fakta? Mari kita kenali lebih dalam.

Apa itu Mendengkur?

Mendengkur terjadi ketika saluran napas terhambat selama tidur, sehingga aliran udara yang keluar-masuk selama bernapas menyebabkan getaran dan menghasilkan suara. Hambatan saluran napas muncul karena otot di saluran pernapasan bagian atas (termasuk langit-langit mulut dan lidah) menjadi lemas selama tidur. Sumbatan tersebut akan cenderung lebih berat jika seseorang tidur dalam posisi terlentang.

Mendengkur sering dialami oleh orang obesitas, memiliki pembesaran amandel, leher pendek, dan kelainan rongga mulut. Semakin keras suara mendengkur, berarti semakin berat sumbatan saluran napas yang terjadi. Sebagian orang yang mendengkur akan mengalami periode berhenti bernapas. Kondisi ini disebut sebagai obstructive sleep apnea (OSA). Pasien yang mengalami OSA dapat mengalami beberapa keluhan seperti merasa mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan nyeri kepala.

OSA merupakan kondisi yang sering dijumpai. Akan tetapi, banyak penderitanya tidak terdiagnosis dan tidak tertangani dengan baik. Padahal kondisi ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan pembuluh darah dan jantung.

 

 

Hubungan Mendengkur dengan Stroke

OSA merupakan faktor risiko untuk penyakit pembuluh darah dan jantung, termasuk stroke. Semakin berat OSA, maka akan semakin tinggi risiko terserang stroke. Pada OSA, episode henti napas (apnea) dan/atau napas dangkal (hipopnea) memicu proses peradangan di seluruh tubuh. OSA juga memicu penurunan kadar oksigen dalam darah dan mengganggu irama tidur, sehingga pasien sering terbangun dan metabolisme tubuh terganggu. Kombinasi dari berbagai mekanisme ini akan merusak lapisan dalam pembuluh darah, memicu gangguan irama jantung, dan diabetes melitus. Pada akhirnya, OSA akan memicu stroke.

 

 

Bagaimana cara mencegah stroke akibat OSA?

Langkah pertama dan yang utama untuk mencegah stroke akibat OSA adalah dengan mendeteksi OSA terlebih dahulu. Pemeriksaan polisomnografi (PSG) adalah pemeriksaan baku emas (gold standard) untuk mendeteksi OSA. Pada pemeriksaan PSG, pasien tidur selama satu malam di rumah sakit. Beberapa alat akan dipasang di kepala, leher, dada, perut, dan kaki pasien. Dokter spesialis neurologi akan membaca hasil rekaman PSG. Dari hasil rekaman tersebut, kita dapat mengetahui secara objektif apakah pasien benar-benar mengalami OSA atau tidak. Kita juga dapat mengetahui seberapa parah OSA yang dialami pasien dan dapat mendeteksi apakah terdapat gangguan tidur lainnya.

 

 

Setelah menegakkan diagnosis OSA dengan menggunakan PSG, dokter spesialis neurologi dapat menentukan tindakan apa yang paling tepat bagi pasien. Setiap pasien OSA bisa memiliki penanganan yang berbeda-beda. Mendeteksi dan menangani OSA sedini mungkin dapat mencegah kemunculan berbagai penyakit, khususnya stroke. Penanganan OSA juga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien menjadi lebih bugar, tidak mudah lelah, tidak mudah mengantuk, dan performa kerja meningkat.

Oleh karena itu, pemeriksaan PSG penting untuk dilakukan.  Yuk, jaga kesehatan tidurmu!
Mau info lebih lanjut? Sahabat Sehat dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi di Rumah Sakit Panti Rapih.

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N

(Dokter Spesialis Neurolog RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Menyelenggarakan Misa Pemberkatan Renovasi IGD No ratings yet.

Rumah Sakit Panti Rapih menggelar acara Misa pemberkatan renovasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Selasa, 23 September 2025, bertempat di Gedung IGD yang telah selesai direnovasi.

Acara puncak ditandai dengan Misa Pemberkatan IGD yang dipimpin oleh Romo Modestus Supriyanto, Pr. mulai pukul 08.00 pagi dan berlangsung selama 90 menit. Dalam misa ini, dilakukan pemberkatan ruang IGD dengan percikan air suci serta pemberkatan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.

Setelah misa, acara berlanjut dengan rangkaian sambutan. Prof. Ir. Henricus Priyosulistyo, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Panitia Renovasi IGD menyampaikan laporan kegiatan. Sambutan berikutnya diberikan oleh dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., Direktur Utama RS Panti Rapih, dilanjutkan dengan arahan dari Ir. Ambrosius Koesmargono, MCM, Ph.D., Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih.

Sebagai momen simbolis, Ir. Ambrosius Koesmargono bersama Sr. Civila, CB melakukan pemotongan tumpeng dan menyerahkannya kepada dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Acara kemudian ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Sr. Lidia, CB.

Renovasi IGD ini diharapkan dapat memberikan wajah baru sekaligus meningkatkan mutu pelayanan darurat RS Panti Rapih, sehingga semakin optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi para tamu ilahi.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

IGD Siaga Stroke RS Panti Rapih 1/5 (1)

IGD Stroke RS Panti Rapih
Dilayani oleh dokter jaga 24 jam on site serta ditunjang oleh pelayanan Ambulans 24 jam

Tanda dan Gejala Stroke
Gejala neurologis sesuai berat ringannya gangguan pembuluh darah dan lokasinya

1. Kelumpuhan wajah atau anggota badan (biasanya hemiparese) yang timbul mendadak
2. Gangguan sensibilitas pada satu atau lebih anggota badan (gangguan emisensorik)
3. Perubahan mendadak status mental (konvusi, letargi, delirium, stupor, atau koma)
4. Afasia (bicara tidak lancar, kurangnya ucapan, atau sulit memahami ucapan)
5. Disartria (bicara pelo atau cadel)
6. Gangguan penglihatan (hemianopia atau monokuler) atau diplopia
7. Ataksia
8. Vertigo, mual dan muntah, atau nyeri kepala.

Tips Mudah Mengenali Gejala dan Tanda-Tanda Stroke

  • Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba
  • Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba
  • bicara pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/tidak mengerti kata-kata/bicara tidak nyambung
  • Kebas atau baal atau kesemutan separuh tubuh
  • Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba
  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi keseimbangan seperti terus berputar, gerakan sulit dikoordinasi

(Sumber: Kemenkes, 2017)

Rekomendasi NIH tentang “respond time” pasien yang akan dilakukan pemberian r-TPA di IGD, “golden hour” diperlukan waktu 60 menit

1. Pasien tiba di IGD dengan diagnosa stroke
2. Evaluasi dan pemeriksaan pasien oleh triage (termasuk anamnesis, permintaan laboratorium dan menilai NIHSS), waktu 10 menit
3. Diskusikan oleh tim stroke (termasuk keputusan dilakukan pemberian r-TPA), waktu 15 menit
4. Dilakukan pemeriksaan CT scan kepala, waktu 25 menit
5. Hasil pemeriksaan CT scan kepala dan laboratorium, waktu 45 menit
6. Pemberian r-TPA (bila pasien memenuhi kriteria inklusi), waktu 60 menit

AHA/ASA 2019 merekomendasikan pengobatan trombolitik intravena (IV-tPA) dan trombektomi mekanik untuk memperbaiki luaran pasien stroke iskemik akut. Dilakukan pada periode emas, yaitu kurang dari 4,5 jam sejak onset gejala untuk IV-tPA dan kurang dari 6-24 jam untuk trombektomi mekanik Selama pemberian terapi trombolitik, perlu diperhatikan kemungkinan terjadinya perdarahan dan alergi pada pasien

Terapi Trombolitik pada Golden Period
1. Pemberian alteplase pasien stroke non hemoragic dengan onset waktu kurang dari 4,5 jam
2. Onset awal stroke dapat diketahui dari pasien/keluarga/ fasilitas kesehatan kemudian pasien ditegakkan diagnosa stroke oleh dokter jaga IGD atau dokter dokter penanggung jawab pelayanan saraf
Kriteria umur lebih dari 18 tahun dan kurang dari 80 tahun

IGD Siaga Stroke : (0274) 552-118

Mohon dapat memberikan rating

Penghargaan World Stroke Organization Angels Awards 2024 Untuk Pelayanan Stroke di RS Panti Rapih 5/5 (1)

Puji syukur atas Penghargaan Internasional Platinum Status dari World Stroke Organization (WSO) atas Pelayanan Stroke RS Panti Rapih Yogyakarta.

Angels Iniative Program adalah global non komersial Health Care Program yang dimiliki oleh PT Boehringer Ingelheim.

Objektifnya:
1. Untuk menciptakan lagi lebih banyak RS yang siap dengan pasien stroke (Stroke Ready Hospital)
2. Meningkatkan dan mempertahankan kualitas Stroke Care manajemen di Stroke Ready Hospital yang sudah ada

RS Panti Rapih berkomitmen untuk dapat memberikan pelayanan dan perawatan serta membantu pemulihan pasien bagi pasien stroke.

Terimakasih kepada seluruh Sahabat Sehat RS Panti Rapih atas kepercayaannya terhadap RS Panti Rapih Yogyakarta.

Informasi Pelayanan : 
Unit Stroke RS Panti Rapih
Telepon : 0274 – 563333 ext 519

Mohon dapat memberikan rating