WORKSHOP TATALAKSANA KEGAWATAN MATERNAL-NEONATAL DI FASILITAS LAYANAN KESEHATAN 5/5 (3)

Yogyakarta, 14 November 2024 – Dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Tatalaksana Kegawatan Maternal-Neonatal bagi tenaga kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dokter umum, bidan, dan perawat dalam menangani kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta memastikan deteksi dini dan penanganan yang tepat pada pasien risiko tinggi.

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa angka kematian ibu pada tahun 2020 mencapai 4.627 kasus, meningkat dari 4.221 kasus pada 2019. Penyebab utama meliputi perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, dan gangguan sistem peredaran darah. Di Yogyakarta, angka kematian ibu tahun 2021 mengalami kenaikan, terutama akibat komplikasi Covid-19 pada ibu hamil selama puncak pandemi.

Kegawatdaruratan maternal dan neonatal sering kali disebabkan oleh keterlambatan rujukan, kurangnya sarana dan prasarana, serta minimnya pemahaman mengenai kehamilan risiko tinggi. PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif) yang berkualitas menjadi kunci keberhasilan upaya penurunan AKI dan AKB.

Acara yang dibuka oleh Direktur Medis, dr. Djati Prasodjo, Sp.Rad(K)RI, M.Sc, dan berlangsung di Auditroium Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus diikuti sebanyak 74 peserta.
Workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam terkait sistem rujukan, tatalaksana kasus kegawatdaruratan, stabilisasi pasien, hingga praktik simulasi. Peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami sistem rujukan kegawatdaruratan maternal-neonatal.
  2. Melakukan penatalaksanaan kegawatdaruratan maternal-neonatal.
  3. Menerapkan langkah stabilisasi kegawatdaruratan maternal dan perinatal.
  4. Mempraktekkan simulasi penanganan kasus emergency maternal-neonatal.

Rangkaian Materi dan Narasumber

  1. Kebijakan Sistem Rujukan Maternal dan Neonatal
    • Narasumber: dr. David Budi Wibowo
  2. Tatalaksana Kasus Kegawatdaruratan Maternal
    • Narasumber: dr. Lusiana Irene, Sp.OG
  3. Tatalaksana Kegawatdaruratan Neonatal
    • Narasumber: dr. Maria Rulina, Sp.A
  4. Kasus Kegawatdaruratan Neonatal Tersering
    • Narasumber: dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A
  5. Workshop Resusitasi Neonatus
    • Narasumber: dr. Galuh Martin, Sp.A
    • Fasilitator: Diyah Budi Noviyanti, S.Kep., Ns
  6. Workshop Penanganan Perdarahan Pasca Persalinan
    • Narasumber: dr. Yohanes Aditya, Sp.OG
    • Fasilitator: Theresia Heni Lestari, S.Tr. Keb

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) terkait penurunan AKI dan AKB, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi di fasilitas kesehatan.

 

 

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
DIKLAT RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Ā 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Seminar Awam ā€œPencegahan Stunting & Pengembangan Potensi Tumbuh Kembang Anakā€ 4.94/5 (16)

Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rentan. Salah satu kelompok tersebut adalah ibu hamil, yang perlu dipersiapkan secara optimal baik fisik maupun mental selama masa kehamilan agar dapat melahirkan bayi yang sehat.

Penurunan angka kematian ibu dan bayi menjadi salah satu program prioritas yang dijalankan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sejumlah program dilakukan Kemenkes, seperti program sebelum kehamilan, saat hamil, dan juga perawatan untuk bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Angka kematian ibu dan bayi merupakan dua indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan di suatu negara. Di Indonesia, dua hal ini menjadi perhatian pemerintah karena angka kematian ibu dan bayi di Tanah Air masuk peringkat tiga besar di ASEAN. Berdasarkan data dari Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), sistem pencatatan kematian ibu Kementerian Kesehatan, jumlah kematian ibu pada tahun 2022 mencapai 4.005 dan di tahun 2023 meningkat menjadi 4.129.

Kelas Ibu RS Panti Rapih menjadi ruang edukasi untuk ibu hamil, ibu nifas, dan ibu yang memiliki baduta dan balita, yang telah terlaksana sejak Januari 2023. Pada bulan Juni 2024, kami mempersembahkan edisi spesial dalam rangka HUT IBIĀ (Ikatan Bidan Indonesia)Ā ke-73 dengan tema SEMINAR AWAM bertajuk ā€œPENCEGAHAN STUNTING & PENGEMBANGAN POTENSI TUMBUH KEMBANG ANAKā€.

Seminar ini bertujuan memberikan edukasi bagi calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, dan ibu yang memiliki balita agar mereka dapat dipersiapkan secara optimal dalam kehamilan dan persalinan. Diharapkan ibu, bayi, dan balita dapat sehat dan berkembang dengan baik sehingga didapatkan generasi penerus bangsa yang cerdas dengan tumbuh kembang yang optimal.

Acara terselenggara pada hari Minggu, 30 Juni 2024, di AuditoriumĀ Lantai 6Ā Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta. Acara berlangsung selama 2 jamĀ dari pk 09.00 – 12.00 WIBĀ dan dibuka langsung oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes.

Sambutan Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes.

Dalam seminar ini terdiri dari 4 narasumber yang ahli dibidangnya dan selama ini bertugas juga berkarya di RS Panti Rapih Yogyakarta. Berikut nama – nama narasumber dan judul materi yang disampaikan :

  1. Sehat dan Berkualitas Saat Kehamilan untuk Mencegah Stunting

Pemateri 1 : dr. Yohanes Adhitya Prakasa Sukoco Putra, Sp.OG (Dokter Spesialis Kandungan RS Panti Rapih)

  1. Manfaat ASI Eksklusif dalam Pencegahan Stunting

Pemateri 2 : Ibu Yuliana Tri Murtini, AMd.Keb. (Bidan & Konselor Laktasi RS Panti Rapih)

  1. Gizi Seimbang Baduta

Pemateri 3 : Ibu S. Kusuma Amdani, S.TR.GZ.,RD (Ahli Gizi dan Konselor Laktasi RS Panti Rapih)

  1. Tumbuh Kembang Baduta

Pemateri 4 : dr. Galuh Martin, Sp.A (Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih)

Dengan adanya seminar ini, diharapkan para pesertaĀ dan pasanganĀ dapat memperoleh pengetahuan yang bermanfaat mengenai pencegahan stunting dapat dilakukan dari sejak awal mulai 1000 hari pertama kehidupan buah hati dan pengembangan potensi tumbuh kembang anak, serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya generasi penerus yang sehat dan cerdas.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating