Peringati Hari Orang Sakit Sedunia, RS Panti Rapih Yogyakarta Bagikan Berkat dan Harapan bagi Pasien No ratings yet.

YOGYAKARTA, 11 Februari 2026 – Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta kembali meneguhkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik, tidak hanya secara fisik tetapi juga spiritual. Bertepatan dengan peringatan Hari Orang Sakit Sedunia, RS Panti Rapih menyelenggarakan serangkaian kegiatan rohani yang ditujukan bagi pasien, keluarga, dan seluruh civitas hospitalia.

Misa Kudus: Doa Bersama untuk Kesembuhan

Rangkaian acara dimulai dengan pelaksanaan Misa Kudus yang bertempat di Kapel Panti Rapih. Misa dipimpin oleh Romo Modestus Supriyanto, Pr, selaku Pastoral Care RS Panti Rapih. Perayaan ekaristi ini diikuti dengan khidmat oleh:

  • Pasien rawat inap beserta keluarga.
  • Karyawan RS Panti Rapih.
  • Suster-suster lansia dari Kongregasi Cinta Kasih Carolus Borromeus (CB).

Dalam suasana doa yang hangat, Misa ini menjadi sarana penguatan iman bagi mereka yang sedang berjuang melawan sakit, sekaligus bentuk dukungan spiritual dari komunitas rumah sakit.

Kunjungan Kasih Direksi

 

Setelah pelaksanaan Misa, Direktur Utama RS Panti Rapih melanjutkan agenda dengan mengunjungi langsung unit-unit perawatan. Dalam kunjungan tersebut, Direksi menyapa para pasien secara personal dan membagikan benda-benda rohani sebagai simbol penyemangat. Aksi ini bertujuan untuk menyampaikan pesan mendalam bahwa kondisi sakit bukanlah penghalang untuk merasakan kehadiran Sang Pencipta.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa di dalam sakit pun, kasih Tuhan tetap melimpah. Kami ingin mendampingi setiap pasien agar tetap memiliki harapan dan keteguhan hati dalam proses pemulihan mereka,” ujar perwakilan manajemen RS Panti Rapih.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

Hari Orang Sakit Sedunia ke 31 Tahun 2023 Rumah Sakit Panti Rapih 5/5 (1)

“Rawatlah Dia” Belas Kasih sebagai Reksa Penyembuhan Sinodal

Perayaan Hari Orang Sakit Sedunia ke-31 merupakan peringatan rutin setiap tanggal 11 Februari. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk mencurahkan perhatian khusus kepada orang sakit dan mereka yang memberi pertolongan serta perawatan baik di lembaga kesehatan maupun keluarga dan komunitas. Pada Hari Orang Sakit Sedunia ke-31 dan di tengah perjalanan sinode Gereja, Bapa Paus Fransiskus mengundang kita semua untuk merenungkan kenyataan bahwa justru melalui pengalaman kerapuhan dan kondisi sakit kita dapat belajar berjalan bersama menurut gaya Allah, yakni kedekatan, belas kasih, dan kelembutan.

Tahun ini RS Panti Rapih ikut ambil bagian dalam meneruskan misi tersebut untuk memperhatikan saudara-saudari yang sakit dan berkesesakan hidup, secara khusus yang di rawat di RS Panti Rapih. Tema yang diambil dalam peringatan Hari Orang Sakit Sedunia ke 31 tahun 2023 adalah “Rawatlah Dia”Belas Kasih sebagai Reksa Penyembuhan Sinodal. Makna Rawatlah Dia ini diambil dari Injil Lukas (10:35).

Pada Hari Orang Sakit Sedunia ini, mengajak kita untuk berdoa dan lebih dekat dengan mereka yang sedang menderita. Lebih dari itu, kesempatan ini juga bertujuan untuk membangkitkan kesadaran umat Allah, lembaga kesehatan dan masyarakat sipil terkait dengan cara baru bergerak maju bersama-sama dalam memperhatikan mereka yang sakit, rapuh, tersingkir dan sendirian. Melalui perumpamaan orang Samaria yang baik hati menyadarkan kita untuk mengalami perjumpaan dengan mereka yang sakit, menderita dan terasingkan. Orang Samaria memanggil pemilik penginapan untuk “merawat dia” (Luk. 10:35). Yesus menujukan panggilan yang sama kepada masing-masing dari kita, secara khusus yang terlibat dalam reksa pastoral kesehatan di rumah sakit.

RS Panti Rapih meneruskan misi Gereja dengan mengadakan kegiatan untuk membangun suasana kasih persaudaraan antar pasien dan para pelayan kesehatan serta siapa saja yang terlibat di dalamnya. Adapun serangkaian kegiatan Hari Orang Sakit Sedunia meliputi : kegiatan doa Novena HOSS mulai tanggal 2 – 10 Februari 2023, Perayaan Ekaristi dan pembagian benda rohani untuk semua pasien sesuai agama masing-masing seperti Buku Yassin, Tasbih, Alkitab, Rosario, Buku doa rohani Budha dan Hindu.

Pembagian benda rohani ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi pasien untuk menyediakan waktu memanjatkan doa kepada Tuhan sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat kehidupan yang diterima sekaligus meneguhkan iman mereka dalam menjalani perawatan.

 

Artikel ini ditulis oleh :

Fransisca Ade Karunia Putri, S. Pd

(Kepala Sub Instalasi Pelayanan Pastoral dan Perawatan Jenazah RS Panti Rapih)

 

Informasi lebih lanjut : 
Pastoral Sosial Medik
Telepon : 0274 – 563333 ext 280 (pk 07.00 – 18.30 WIB)

Mohon dapat memberikan rating