RS Panti Rapih kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penyelenggaraan Workshop Kolaborasi Asuhan Gigi dan Mulut – Perdarahan pada Dental Emergency. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 1 Mei 2025, pukul 08.00–15.00 WIB di Ruang Auditorium lantai 6 Gedung Borromeus RS Panti Rapih.
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem kesehatan yang menyeluruh. Salah satu tantangan yang kerap dihadapi oleh para terapis gigi dan mulut dalam praktik klinis sehari-hari adalah menangani kondisi kegawatdaruratan, khususnya perdarahan. Perdarahan dapat terjadi akibat pencabutan gigi, trauma, atau gangguan koagulasi, dan apabila tidak ditangani secara tepat, dapat berisiko menimbulkan komplikasi yang serius.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, RS Panti Rapih menginisiasi workshop ini guna meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam mengenali, menangani, dan mencegah komplikasi perdarahan dalam konteks dental emergency. Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis bagi peserta agar dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dan aman kepada pasien.
Acara resmi dibuka oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Maria Stephani Nainggolan, M.Kes, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan peningkatan kapasitas tenaga medis di era pelayanan kesehatan yang semakin dinamis.
Workshop menghadirkan narasumber ahli di bidangnya:
- drg. M. Bakhrul Lutfianto, Sp.BMM. (RS Panti Rapih) menyampaikan materi tentang Mekanisme, Penyebab, dan Jenis-Jenis Perdarahan pada Dental Emergency.
- drg. Agus Sri Gunarto, Sp.BM. (RS Panti Rapih) memberikan materi mengenai Penatalaksanaan Perdarahan dan Pencegahan Komplikasinya.
- Sri Rahayu Sumarsih, S.S.T. (DPD PTGMI / RSUD Wates) menyampaikan perspektif tentang Pelayanan dan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam Kasus Perdarahan Dental Emergency.
Diskusi interaktif dipandu oleh moderator Veronika Retno, AMKG, yang turut menggali pengalaman lapangan dari para narasumber dan peserta.
Sesi Praktik Klinis
Setelah sesi pemaparan, peserta mengikuti sesi praktik langsung berupa studi kasus dan implementasi klinis penanganan perdarahan dalam dental emergency, yang dipandu oleh ketiga narasumber. Sesi ini menjadi momen penting bagi peserta untuk menerjemahkan ilmu yang didapat ke dalam keterampilan yang aplikatif di tempat kerja masing-masing.
Peserta dan Antusiasme
Workshop ini diikuti oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari:
- Terapis Gigi dan Mulut dari puskesmas, rumah sakit, klinik, dan praktik mandiri.
- Dokter Gigi dan Spesialis yang aktif dalam layanan kegawatdaruratan gigi.
- Mahasiswa dan lulusan baru dari program studi Terapis Gigi dan Mulut yang ingin memperdalam kompetensi klinis mereka.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi, keterlibatan dalam sesi praktik, serta harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala.
Dari kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap dapat terus menjadi pusat rujukan dan pelatihan tenaga kesehatan yang unggul, tidak hanya dalam pelayanan kuratif, tetapi juga dalam penguatan kapasitas profesional. Workshop ini menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat pelayanan yang mengedepankan keunggulan kompetensi dan keselamatan pasien.
Bagi para peserta, diharapkan kegiatan ini mampu:
- Meningkatkan confidence dan kesiapsiagaan dalam menangani perdarahan pada kondisi gawat darurat gigi.
- Menumbuhkan jejaring profesional antar fasilitas kesehatan dalam pengembangan asuhan gigi dan mulut.
- Mendorong terjadinya pembelajaran berkelanjutan (continuous professional development) demi mutu layanan yang semakin baik.
RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang bermakna demi pelayanan kesehatan yang humanis dan profesional.
Â
Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta
Â
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)
Â
Â
