RS Panti Rapih Dukung Peningkatan Mutu Layanan PONED di Papua Barat No ratings yet.

RS Panti Rapih Yogyakarta Lakukan Pendampingan Kinerja Puskesmas PONED di Fakfak dan Teluk Bintuni

Papua Barat, 27 Juni 2025 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta bersama BP Tangguh Public Health telah sukses melaksanakan kegiatan Supervisi Fasilitatif (Sufas) lanjutan bagi Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Pendampingan ini berlangsung selama dua pekan, mulai 15 hingga 27 Juni 2025, dan merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 30 November – 13 Desember 2024.

Rangkaian kegiatan pendampingan dimulai sejak awal Juni 2025 dengan sejumlah persiapan berbasis daring. Pada 10 Juni 2025, tim Supervisi Fasilitatif (Sufas) dari RS Panti Rapih dan BP Tangguh Public Health mengadakan konsolidasi internal melalui Zoom untuk menyelaraskan agenda dan strategi pelaksanaan di lapangan. Dilanjutkan pada 12 Juni 2025, tim melakukan pertemuan pra-pendampingan secara virtual dengan Puskesmas Bomberay dan Kokas dari Kabupaten Fakfak, di mana masing-masing fasilitas memaparkan hasil self-assessment dan tindak lanjut dari rekomendasi sebelumnya. Keesokan harinya, 13 Juni 2025, agenda serupa digelar dengan Puskesmas Babo dan Aranday dari Kabupaten Teluk Bintuni.

Kegiatan lapangan dimulai pada 15 hingga 16 Juni 2025, saat tim pendamping melakukan perjalanan menuju Fakfak, Papua Barat. Di sana, pada 17 Juni, dilangsungkan initial meeting bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak untuk menyelaraskan visi, rencana kunjungan, serta menegaskan komitmen kolaboratif. Pendampingan teknis dimulai keesokan harinya, 18 Juni 2025, di Puskesmas Bomberay, dilanjutkan pada 19 Juni di Puskesmas Kokas, yang juga mencakup kegiatan audit kasus kematian maternal sebagai upaya reflektif peningkatan mutu. Kemudian pada 20 Juni, tim melakukan kunjungan ke RSUD Fakfak serta mengadakan forum evaluasi dan perumusan langkah lanjutan di Kantor Wakil Bupati Fakfak bersama para pemangku kepentingan daerah.

Kegiatan bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Fak-Fak

 

Pendampingan Sufas puskesmas PONED di Puskesmas Bomberay

Pendampingan Sufas Puskesmas PONED di Puskesmas Kokas

 

Setelah menyelesaikan agenda di Fakfak, tim melanjutkan perjalanan menuju Teluk Bintuni pada 21 hingga 22 Juni 2025. Kegiatan di wilayah ini diawali dengan initial meeting dan kunjungan ke RSUD Teluk Bintuni pada 23 Juni untuk meninjau kesiapan sistem layanan darurat maternal-neonatal.

 

Pendampingan teknis berlanjut di Puskesmas Babo pada 24 Juni dan di Puskesmas Aranday pada 25 Juni, termasuk simulasi (emergency drill) serta diskusi interaktif mengenai hasil self-assessment dan capaian APKK.

 

Kegiatan ditutup pada 26 Juni 2025 melalui pertemuan evaluasi dan penyusunan rekomendasi strategis di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni. Seluruh rangkaian ditutup dengan perjalanan kembali ke Yogyakarta pada 27 Juni 2025.

 

Penyampaian Hasil Pendampingan dan Perumusan Sufas
di aula pertemuan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni

Dalam seluruh kegiatan tersebut, tim pendamping melakukan verifikasi hasil tindak lanjut pendampingan sebelumnya, audit kasus, simulasi (emergency drill), serta mengukur capaian peningkatan mutu dengan instrumen APKK/R (Alat Pantau Kinerja Klinis/Rujukan).

Hasilnya, sejumlah indikator menunjukkan peningkatan signifikan. Misalnya, Puskesmas Kokas mengalami lonjakan capaian standar penanganan kegawatdaruratan bayi baru lahir dari hanya 14% di Desember 2024 menjadi 86% di Juni 2025. Di Puskesmas Aranday, skor proses penanganan kegawatdaruratan neonatal juga meningkat tajam dari 7% menjadi 64%.

“Pendampingan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi strategi sistemik untuk membangun budaya mutu layanan kesehatan ibu dan bayi di wilayah 3T,” tegas Agnes Nurlita Esti Rahayu, S.Tr.TLM, Ketua Tim Supervisi Fasilitatif RS Panti Rapih.

Dukungan dari Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah pun turut menguatkan dampak kegiatan. Dalam pertemuan evaluasi, disepakati pembentukan Tim Supervisi Fasilitatif Daerah melalui SK resmi serta penganggaran tahunan untuk pelaksanaan supervisi rutin, minimal dua kali dalam setahun.

Dengan hasil ini, RS Panti Rapih berharap kegiatan serupa dapat menjadi praktik baik (best practice) yang direplikasi di wilayah lain dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara nasional.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877
Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB,
Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Orang Tua wajib Tahu : Pemicu Asma pada Anak 5/5 (1)

Asma merupakan penyakit saluran pernapasan kronis yang sering  dijumpai pada anak. Jika tidak ditangani dengan baik asma dapat menurunkan kualitas hidup anak, membatasi aktivitas sehari hari , mengganggu tidur, meningkatkan absensi sekolah dan menyebabkan prestasi akademik di sekolah menurun.

Penyakit asma adalah penyakit saluran respiratori (saluran pernapasan ) yang menyebabkan inflamasi / peradangan kronis yang mengakibatkan  terjadinya obstruksi/penyumbatan dan hiperreaktivitas saluran respiratori dengan derajat yang bervariasi ( bisa ringan, sedang dan sampai dengan berat ).

Gejala klinis asma dapat berupa batuk, wheezing / mengi, sesak napas, dada tertekan yang timbul secara kronis (gejala menetap dalam jangka waktu yang lama ) atau berulang, dapat membaik dengan sendirinya atau segera membaik dengan obat pereda, dan cenderung memberat pada malam atau dini hari, yang biasanya timbul jika ada pencetus.

Karakteristik  yang mengarah ke asma dapat diingat dengan mudah yaitu ENTAR (Episodik, Nokturnal, Triger, Atopi, Reversibel)

  • Gejala timbul secara Episodikatau berulang  ( seperti batuk berulang/ hilang timbul)
  • Variabilitas yaitu intensitas gejala bervariasi dari waktu ke waktu, bahkan dapat terjadi perubahan gejala dalam 24 jam. Biasanya gejala lebih berat dan paling mengganggu pada malam hari ( Nokturnal)
  • Timbul bila ada faktor pencetus (Triger)
  • Faktor Iritan : asap rokok, asap bakaran sampah, asap obat nyamuk,suhu dingin, udara kering, makanan minuman dingin, penyedap rasa, pengawet makanan, pewarna makanan.
  • Alegen : debu, tungau debu rumah, rontokan bulu hewan, serbuk sari bunga.
  • Infeksi saluran pernapasan akut karena virus, salesma, common cold, flu,  rhinofaringitis akut
  • Aktivitas fisik : berlarian, berteriak, menangis, atau tertawa berlebihan.
  • Adanya Riwayat alergi pada pasien atau keluarganya  (Riwayat Atopi)
  • Reversibel yaitu gejala dapat membaik secara spontan atau dengan pemberian  obat pereda asma

 

Langkah Langkah yang perlu diperhatikan untuk mencegah serangan asma

  • Perhatikan dan amati pemicu serangan asma pada anak
  • Alergen :

kenali dan hindari alergen seperti debu, tunga debu dengan tidak menggunakan atau menyimpan barang berbulu di kamar anak, seperti boneka, karpet, selimut berbulu, serta mencuci sprei, selimut secara rutin dan membersihkan ruangan dari debu sercara rutin.

Hindari bulu hewan dengan tidak memelihara hewan berbulu di dalam rumah

Hindari makanan yang menyebabkan alergi makanan pada anak

  • Iritan

Hindari paparan dari polusi udara seperti asap rokok, baik secara langsung  maupun tidak langsung, asap bakaran sampah atau bahan kimia lain, dan  biasakan anak untuk menggunakan masker saat ada paparan.

  • Udara dingin

Saat udara dingin, lindungi hidung dan mulut anak dengan masker atau kain, dan berikan baju hangat, saat tidur malam jaga kehangatan suhu kamar.

  • Vaksinasi :

Lakukan vaksinasi influenza dan pneumonia sesuai rekomedasi untuk mengurangi risiko terjadi infeksi pernapasan yang dapat memicu asma pada anak.

 

  • Mengelola Gejala :
  • Gunakan obat asma sesuai dengan petunjuk dokter untuk mengontrol gejala dan mencegah serangan asma
  • Gunakan inhaler/ nebulizer untuk memberikan obat pada anak sesuai anjuran dokter, pada saat serangan atau sebagai pengendali serangan asma pada anak, serta konsultasikan ke dokter secara rutin supaya asma dapat terkendali dengan baik

 

Dengan mengenali gejala,  melakukan  beberapa langkah pencegahan dan mengelola gejala dengan benar, diharapkan gejala klinis asma dapat berkurang dan mencegah timbulnya episode gejala di masa mendatang.

Salam hidup sehat.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Maria Rulina, Sp. A, M.Sc

(Dokters Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi : Pedoman Nasional ASMA ANAK edisi ke 3 2022. UKK Respirologi IDAI

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Kenali Pentingnya Vaksin MMR untuk Mencegah Gondongan No ratings yet.

Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) merupakan salah satu vaksin yang sangat penting untuk melindungi tubuh dari tiga penyakit menular serius: campak, rubella, dan gondongan. Gondongan, yang dikenal juga dengan istilah mumps, adalah infeksi virus yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar ludah. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti radang testis (orchitis), gangguan pendengaran, hingga masalah kesuburan.

Dengan vaksin MMR, tidak hanya diri sendiri yang terlindungi, tetapi juga orang-orang di sekitar Anda, terutama mereka yang rentan seperti bayi, anak-anak, dan orang dewasa dengan risiko tinggi.

 

Manfaat Vaksin MMR untuk Gondongan

Untuk Anak-anak

  1. Mencegah pembengkakan kelenjar ludah
    Gejala gondongan yang mengganggu, seperti pembengkakan pada wajah, dapat dicegah sehingga anak tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
  2. Mengurangi risiko komplikasi serius
    Gondongan dapat menyebabkan komplikasi seperti radang testis (orchitis) pada anak laki-laki, yang dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang.
  3. Melindungi sejak dini
    Anak yang divaksinasi memiliki perlindungan optimal dari penyakit menular ini.

Untuk Dewasa

  1. Mencegah komplikasi kesuburan
    Gondongan pada pria dewasa dapat menyebabkan radang testis, yang berpotensi memengaruhi kesuburan.
  2. Mengurangi risiko gangguan pendengaran
    Infeksi gondongan yang parah dapat memengaruhi fungsi pendengaran.
  3. Mencegah penyebaran penyakit
    Orang dewasa yang tervaksinasi membantu melindungi lingkungan, terutama anak-anak dan orang dengan imunitas rendah.

Jadwal Vaksinasi MMR

Anak-anak

  • Dosis pertama: Usia 15–18 bulan
  • Dosis kedua: Usia 5–7 tahun
    (Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia – IDAI)

Dewasa

  • Vaksinasi MMR dianjurkan untuk orang dewasa yang belum mendapatkan dua dosis vaksin lengkap atau belum pernah menderita gondongan sebelumnya.

Siapa yang Tidak Boleh Mendapatkan Vaksin MMR?

  1. Orang dengan reaksi alergi serius terhadap salah satu komponen vaksin.
  2. Wanita hamil (vaksinasi dapat dilakukan setelah melahirkan).

Lindungi kesehatan Anda dan keluarga dengan vaksinasi MMR. Cegah gondongan dan komplikasi serius lainnya sejak dini.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih)

 

Informasi Pendaftaran dan Klinik Vaksinasi

Klinik Vaksin Dewasa Non-Covid

Lantai 2, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus

  • WhatsApp: +62 811-2945-893
  • Telepon: (0274) 514004, 514006, 521409 ext 1125

Klinik Tumbuh Kembang

Lantai 3, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

  • WhatsApp: +62 811-2848-446
  • Telepon: (0274) 563333 ext 1205

Pendaftaran 24 Jam

  • Telepon: (0274) 514004 / 514006
  • Aplikasi: PantiRapihKU (tersedia di Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal Demam Berdarah Dengue (DBD): Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya No ratings yet.

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue, yang terdiri dari empat serotipe: Virus Dengue tipe 1, 2, 3, dan 4. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang biak di genangan air jernih (clear) bukan air bersih (clean) seperti yang terdapat di sekitar lingkungan rumah. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara pencegahan agar dapat menghindari penyebaran penyakit ini.

Penyebaran Virus Dengue dan Peran Nyamuk Aedes Aegypti

Nyamuk Aedes Aegypti cenderung bertelur di tempat-tempat yang memiliki genangan air jernih dan tidak terkelola dengan baik. Musim penghujan menjadi periode yang ideal bagi nyamuk ini untuk berkembang biak, karena hujan membawa suhu yang hangat dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pertumbuhan larva nyamuk.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari adanya genangan air yang tidak terjaga di sekitar rumah. Pastikan tidak ada wadah-wadah yang dapat menampung air hujan yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) perlu digalakkan untuk mengurangi tempat-tempat berkembang biak nyamuk.

Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Manusia

Setelah terinfeksi virus Dengue melalui gigitan nyamuk, seseorang dapat mengalami berbagai gejala yang bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat terjadi:

  1. Tidak sakit
  2. Demam ringanyang berlangsung sekitar 5 hari.
  3. Demam Dengue yaitupenurunan jumlah trombosit darah.
  4. Demam Berdarah Dengue (DBD)yaitu penurunan trombosit dan peningkatan kekentalan darah.
  5. Dengue Shock Syndrome (DSS)yaitu kondisi DBD yang menyebabkan syok dan dapat berisiko fatal.

Tanda Peringatan DBD:

Penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan DBD agar segera mendapatkan perawatan medis. Beberapa gejala peringatan yang harus diwaspadai antara lain:

  • Nyeri pada ulu hati.
  • Mual dan muntah yang hebat dan berulang-ulang.
  • Kesulitan untuk minum atau makan.

Jika seseorang menunjukkan tanda-tanda peringatan tersebut, segera bawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan pengawasan klinis dan laboratorium yang diperlukan.

Pencegahan dan Pengendalian DBD

Morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) akibat penyakit Demam Berdarah Dengue masih cukup tinggi, sehingga pencegahan menjadi langkah yang sangat penting. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penyebaran virus Dengue:

  • Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN): Rutin membersihkan dan menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk seperti ember, bak mandi, dan botol bekas yang dapat menampung air.
  • Vaksinasi: Saat ini sudah tersedia vaksinasi untuk pencegahan DBD yang dapat membantu melindungi individu dari infeksi virus Dengue. Vaksin ini merupakan bagian dari upaya pencegahan yang lebih luas yang perlu didukung dengan PSN secara rutin.

Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga

Selain menjaga kebersihan lingkungan, penting untuk melakukan vaksinasi sebagai bagian dari langkah pencegahan. Vaksinasi DBD dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap risiko infeksi virus Dengue. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan keluarga, serta mendukung program vaksinasi untuk melindungi diri dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Dengan memahami cara penyebaran dan pencegahan Demam Berdarah Dengue, kita dapat mengambil langkah yang lebih bijak untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit ini.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih)

 

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating