Kanker pada anak merupakan masalah kesehatan serius yang sering kali terlambat dikenali. Meskipun jumlah kasusnya lebih kecil dibandingkan kanker pada orang dewasa, kanker termasuk salah satu penyebab kematian utama pada anak usia sekolah dan remaja. Permasalahan terbesar di Indonesia adalah sebagian besar anak dengan kanker datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi stadium lanjut, sehingga peluang kesembuhan dan kualitas hidup menjadi jauh lebih rendah. Padahal, banyak jenis kanker pada anak memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi apabila ditemukan dan ditangani sejak dini.
Berbeda dengan kanker pada orang dewasa, kanker pada anak tidak berkaitan dengan gaya hidup atau faktor perilaku. Penyebabnya sering kali tidak jelas dan gejalanya cenderung tidak khas. Anak, terutama usia kecil, juga belum mampu mengungkapkan keluhan secara baik. Oleh karena itu, peran orang tua, keluarga, guru, kader kesehatan, serta tenaga kesehatan di lini depan menjadi sangat penting dalam mengenali tanda-tanda awal keganasan pada anak.
Secara umum, keganasan pada anak dapat diawali oleh keluhan yang tampak ringan dan sering disalahartikan sebagai penyakit infeksi biasa. Anak dapat mengalami demam berulang atau berkepanjangan (> 2 minggu) tanpa sebab yang jelas, tampak pucat, lemah, mudah lelah, dan kurang aktif dibandingkan biasanya. Penurunan nafsu makan dan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, keringat malam, serta nyeri tulang atau sendi yang menetap dan semakin memberat, khususnya bila mengganggu aktivitas berjalan, juga merupakan tanda yang perlu diwaspadai. Selain itu, perdarahan spontan seperti mimisan berulang, gusi berdarah, atau munculnya bintik merah pada kulit, serta pembesaran kelenjar getah bening yang tidak nyeri dan terus membesar (tidak mengecil setelah 4-6 minggu, ukuran >2.5 cm , keras tidak nyeri, terletak di daerah supraklavikula, dapat menjadi petunjuk adanya keganasan.
Beberapa jenis kanker anak memiliki tanda khas yang relatif mudah dikenali.
- Leukemia, sebagai kanker tersering pada anak, sering ditandai dengan pucat, demam tanpa sebab jelas, perdarahan kulit atau mukosa, nyeri tulang hebat, serta pembesaran hati, limpa, atau testis.
- Retinoblastoma, kanker mata pada anak, memiliki tanda khas berupa leukokoria, yaitu tampakan putih pada bagian hitam mata seperti mata kucing saat terkena cahaya, yang sering disadari pertama kali oleh orang tua. Retinablastoma juga berkaitan dengan faktor genetik.
- Kanker tulang, terutama osteosarkoma, biasanya ditandai dengan nyeri tulang yang semakin berat pada malam hari, disertai pembengkakan lokal yang terasa hangat, bahkan dapat menyebabkan patah tulang setelah trauma ringan.
- Neuroblastoma dapat muncul sebagai benjolan di perut, mata menonjol, atau lebam di sekitar mata tanpa riwayat cedera. Limfoma maligna sering menunjukkan pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau lipat paha yang tidak nyeri, disertai demam, keringat malam, dan penurunan berat badan.
- Karsinoma nasofaring pada anak dapat diawali dengan hidung tersumbat lama, mimisan berulang, gangguan pendengaran satu sisi, atau benjolan di leher.
Keganasan pada sistem saraf pusat dapat berupa tanda sakit kepala yang baru muncul terutama pada pagi hari atau hingga membangunkan anak dari tidur, disertai muntah, gangguan penglihatan, kelemahan anggota gerak, penurunan prestasi sekolah, dan perubahan perilaku yang progresif. Dari tanda tanda tersebut kewaspadaan terhadap gejala yang menetap, progresif, tidak sesuai usia, atau tidak respons terhadap pengobatan perlu segera dievaluasi untuk adaya keganasan oleh tenaga medis.
Deteksi dini kanker pada anak sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Data menunjukkan bahwa keterlambatan diagnosis merupakan penyebab utama tingginya angka kematian kanker anak di Indonesia. Bila kanker dikenali pada stadium dini dan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memadai, peluang hidup anak meningkat secara signifikan dan komplikasi jangka panjang dapat diminimalkan
Sebagai penutup, penting untuk ditekankan bahwa kanker pada anak bukanlah penyakit yang selalu berakhir fatal. Kewaspadaan terhadap perubahan kondisi anak, terutama bila keluhan tidak membaik dengan pengobatan biasa, merupakan langkah awal yang sederhana namun sangat menentukan. Deteksi dini, rujukan tepat waktu, dan penanganan yang sesuai dapat menyelamatkan nyawa serta masa depan anak.
Sumber :
Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Pedoman Penemuan Dini Kanker pada Anak.2015
WHO. Childhood cancer. 2025. Diunduh dari : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer-in-children
Frias VL, Lopez MH, Garcia IC, Navas PI. How to suspect cancer in Primary Care.Pediatr Integral 2021; XXV (6): 283 – 295
Artikel ditulis oleh :
dr. Christo Darius Junendytya, Sp. A
(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)
Informasi Pelayanan :Â
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)







