Paket Isolasi Mandiri COVID-19 RS Panti Rapih No ratings yet.

RS Panti Rapih memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk Anda selama melakukan Isolasi Mandiri dengan Paket Isolasi Mandiri COVID-19 di RS Panti Rapih.

Untuk Paket Isoman Gejala Ringan Tanpa Komorbid

Apa saja sih fasilitasnya?
1. Kamar perawatan sendiri
2. Ruangan bertekanan negatif
3. Makan 3x sehari dan snack 2x sehari
4. Pemantauan harian oleh perawat
5. Pembersihan ruangan oleh cleaning service
6. Laundry

Paket 1
Isolasi Mandiri 5 hari, Pemeriksaan oleh Dokter Umum IGD, Foto Thorax, Suplemen
Jika hari ke 5, PCR + maka bisa lanjut ke Paket 2
Jika hari ke 5, PCR – maka isoman dinyatakan selesai*

Paket 2
Isolasi Mandiri 5 hari, Lanjutan Paket 1, Suplemen
Jika hari ke 10 maka isoman dinyatakan selesai*

Paket 1A
Isolasi Mandiri 5 hari, Pemeriksaan oleh Dokter Umum IGD, Foto Thorax, Paket Obat (Antivirus, Simptomatik & Suplemen)
Jika hari ke 5, PCR + maka bisa lanjut ke Paket 2
Jika hari ke 5, PCR – maka isoman dinyatakan selesai*

Paket 2A
Isolasi Mandiri 5 hari, Lanjutan Paket 1A, Suplemen, Melanjutkan Obat Paket 1A
Jika hari ke 10 maka isoman dinyatakan selesai*

*) S&K:  – Mendapat surat keterangan selesai isoman
– Bila hari ke 5 PCR masih + dan pasien menghendaki pulang maka surat keterangan selesai isoman tidak diterbitkan


Informasi Pelayanan :
Pendaftaran Pasien Rawat Inap RS Panti Rapih
Lantai 2 Gedung Borromeus RS Panti Rapih
Telepon: (0274) 514014, 514845, 563333 ext 1155/1148 (pk 07.00 – 20.00 WIB)

Mohon dapat memberikan rating

ASI dan COVID-19 No ratings yet.

Menyusui (breastfeeding) adalah salah satu cara paling efektif untuk memastikan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Namun, hampir 2 dari 3 bayi tidak disusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama yang direkomendasikan WHO dan UNICEF, cakupan yang belum membaik dalam 2 dekade terakhir, apalagi saat ini ada pandemi COVID-19.

ASI adalah makanan yang ideal untuk bayi. Aman, bersih dan mengandung antibodi yang membantu melindungi dari banyak penyakit infeksi yang umum pada anak. ASI menyediakan semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk bulan-bulan pertama kehidupannya, dan ASI terus menyediakan hingga setengah atau lebih kebutuhan nutrisi anak selama paruh kedua tahun pertama, dan hingga sepertiga selama tahun kedua kehidupan.

Anak yang disusui secara eksklusif memiliki hasil lebih baik dalam tes kecerdasan, lebih kecil kemungkinannya untuk kelebihan berat badan atau obesitas, dan kurang rentan terhadap diabetes di kemudian hari. Ibu yang menyusui secara eksklusif juga memiliki penurunan risiko kanker payudara dan ovarium. Menyusui juga meningkatkan kesehatan ibu, meskipun ibu dan bayi tinggal di komunitas dengan zona merah laju penularan COVID-19.

Setelah melahirkan, bayi sebaiknya tetap harus langsung ditaruh di dada ibu, agar terjadi kontak ‘skin-to-skin’ dan disusui secara dini, meskipun ibunya dipastikan atau diduga mengidap COVID-19. Perlekatan kulit-ke-kulit bayi dengan ibu segera setelah lahir dan berkelanjutan, termasuk perawatan metode kanguru, meningkatkan pengendalian suhu tubuh bayi baru lahir. Hal ini juga dikaitkan dengan peningkatan kelangsungan hidup pada bayi baru lahir, juga mampu mengurangi angka kematian bayi. Lebih banyak manfaat yang diperoleh dari proses kontak kulit-ke-kulit ibu dan bayi baru lahir, dibandingkan risiko buruknya. Selain itu, proses menyusui juga lebih besar manfaatnya daripada potensi risiko penularan COVID-19.

Ibu yang telah terkonfirmasi atau terduga COVID-19 seharusnya tetap dapat menyusui, jika ingin melakukannya. Ibu harus menerapkan protokol kesehatan ketat. Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol, terutama sebelum menyentuh bayi. Juga mengenakan masker medis selama kontak dengan bayi, termasuk saat menyusui. Menerapkan etika bersin atau batuk ke arah tisu, kemudian tisu segera dibuang dengan benar dan cuci tangan kembali. Bersihkan dan disinfeksi permukaan benda yang telah disentuh ibu secara rutin. Penting untuk mengganti masker medis segera setelah menjadi lembab dan segera membuangnya. Masker tidak boleh digunakan kembali atau disentuh di bagian depan.

Jika seorang ibu yang dikonfirmasi atau diduga mengidap COVID-19 tidak memiliki masker medis, ibu tetap harus menyusui. Ibu dengan gejala terinfeksi COVID-19 memang disarankan untuk memakai masker medis, tetapi meskipun tidak memungkinkan, menyusui tetap harus dilanjutkan. Ibu harus mengikuti tindakan pencegahan infeksi lainnya, seperti mencuci tangan, membersihkan permukaan benda yang disentuh, dan etika bersin atau batuk ke tisu. Masker non-medis, misalnya masker buatan sendiri atau masker kain, memang belum diteliti aspek keamanannya. Namun demikian, saat ini tidak mungkin untuk membuat rekomendasi untuk atau menentang penggunaannya.

Jika seorang ibu tidak sehat untuk menyusui bayinya karena terinfeksi COVID-19 atau komplikasi lain, ibu tetap harus didukung untuk memberikan ASI dengan aman kepada bayinya dengan cara yang memungkinkan, tersedia, dan dapat diterima oleh ibu. Dukungan ini dapat mencakup pemberian ASI perah (ASIP) dan donor ASI. Jika pemberian ASIP atau ASI donor tidak memungkinkan, maka pertimbangkan ditetekkan atau ‘wet nursing’, yaitu bayi ditetekkan pada ibu lain yang sedang menyusui bayinya. Kalau tidak memungkinkan juga, pilihan terakhir adalah pemberian susu formula bayi, dengan prosedur awal memastikan bahwa hal itu layak, disiapkan dengan benar, aman dan berkelanjutan.

Setelah terpapar COVID-19, seorang ibu dapat mulai menyusui ketika ibu sudah merasa cukup sehat untuk melakukannya. Tidak ada interval waktu yang pasti, untuk menunggu setelah dikonfirmasi atau diduga COVID-19. Tidak ada bukti bahwa menyusui mengubah perjalanan klinis COVID-19 pada seorang ibu. Petugas kesehatan atau konselor menyusui harus mendukung ibu untuk menjalani program relaktasi, atau kembali memberikan ASI eksklusif.

Pada ibu yang terkonfirmasi atau dicurigai COVID-19, tetap lebih aman untuk meneteki dibandingkan memberikan susu formula pada bayinya. Selalu ada risiko yang terkait dengan pemberian susu formula kepada bayi baru lahir dan bayi di semua situasi. Risiko medis yang terkait dengan pemberian susu formula bayi, meningkat setiap kali kondisi di rumah dan masyarakat terganggu, seperti berkurangnya akses ke layanan medis jika bayi menjadi tidak sehat, berkurangnya akses ke air bersih dan atau akses ke pasokan susu formula tidak terjamin, terjangkau dan berkelanjutan.

Ibu yang sedang menyusui bayi dapat menerima vaksin COVID-19 saat tersedia. Tidak satu pun dari vaksin yang saat ini disetujui menggunakan virus hidup, jadi tidak ada risiko menularkan virus ke bayi melalui ASI. Justru ada beberapa bukti bahwa, setelah vaksinasi antibodi ibu ditemukan dalam ASI, yang dapat membantu melindungi bayi dari COVID-19.

 

Sumber: https://dokterwikan.com/

 

 

Artikel ini ditulis oleh:

DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Klinik Tumbuh Kembang
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

3 Cara Persiapan Menghadapi OMICRON di Awal Tahun No ratings yet.

Apa yang kita ketahui tentang COVID-19 varian OMICRON ?

OMICRON adalah varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 yang dilaporkan pertama kali ke WHO, 24 November 2021 dari Afrika Selatan. WHO tanggal 26 November 2021 menetapkan sebagai varian of concern berdasarkan mutasi dari seberapa mudah penyebaran dan tingkat keparahan varian ini.

Varian OMICRON terdeteksi pertama di Indonesia tanggal 16 Desember, dan diperkirakan sudah mulai ada di wilayah tertentu di Indonesia.

Adapun gejala OMICRON adalah seperti gejala flu pada umumnya, yaitu:

  1. Tenggorokan gatal atau sakit, diikuti menjadi batuk
  2. Bersin, hidung tersumbat /pilek
  3. Kelelahan yang cepat terjadi disertai nyeri otot
  4. Demam ringan dan berkeringat terutama pada malam hari
  5. Sesak nafas ringan sampai berat
  6. Diare
  7. Jarang ditemukan kehilangan rasa pembau dan perasa lidah

Gejala penyakit COVID-19 varian OMICRON lebih ringan daripada varian Delta, hanya lebih cepat menular dan mudah menginfeksi kembali pada pasien yang pernah sakit COVID-19. Tidak benar dan belum ada bukti, jika varian OMICRON menyebabkan serangan ke jantung dari peradangan, aritmia atau gagal jantung, gangguan stroke atau gangguan pembekuan darah berat. Dilaporkan gejala yang timbul lebih ringan jika pasien sebelumnya sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 sebelumnya.

Sampai hari ini kasus varian OMICRON di Indonesia belum ada yang dilaporkan membutuhkan perawatan yang serius.

 

Bagaimana cara /langkah pencegahannya ?

Cara 1. Patuhi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan:

Wajib memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan terutama ventilasi yang kurang baik, segera Mencuci tangan dengan air sabun atau handsanitizer, jika tak terlalu penting tetap di rumah saja.

Cara 2. Jika ditemukan kecurigaan ada gejala di atas, sebaiknya periksa ke dokter untuk memastikan adanya COVID-19 dan perlu dilakukan pemeriksaan swab. Jika hasil swab rapid antigen /PCR positip, pasien segera diobati dan lakukan pelacakan kontak yang lebih erat. Dengan pemeriksaan laboratorium swab PCR dilanjutkan tes Whole Genome Sequences (WGS) jenis varian OMICRON bisa terdeteksi.

Cara  3. Segera Vaksinasi COVID-19, jika belum divaksin. Ajaklah orang orang disekitar anda untuk vaksin juga, termasuk anak-anak 6-12 tahun. Dan segera lengkapi vaksin I dan II, jika belum lengkap.

Dan di awal tahun baru ini, pemerintah mencanangkan untuk melakukan booster /ulangan vaksin atau vaksin ke III untuk umum. Rencanakan dan segera lakukan booster.

Semakin kita paham dengan COVID-19 dan variannya, semakin kita patuh protokol kesehatan dan semakin kita aktif dan peduli, maka semakin terlindungi diri kita, keluarga kita, sahabat-sahabat kita, sekolah /instansi kita, masyarakat di sekitar kita dan juga daerah dan negara kita.

Salam tangguh dan semakin sehat dari awal tahun ini.

 

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Manajemen Bencana STIKes Panti Rapih)

 

 

Info Pelayanan :
Klinik Medical Check Up Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah tutup
WA : 08112945893

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Ketahui Cara COVID-19 Dapat Menularkan No ratings yet.

Cara COVID-19 dapat menularkan dapat melalui: 

  1. Ruangan tertutup
  2. Interaksi jarak dekat
  3. Keramaian
  4. Pertemuan panjang (lebih dari 15 menit)
  5. Tidak memakai masker
  6. Aktivitas dengan bernafas kuat (misalnya: bernyanyi, berbicara, tertawa)

Kegiatan tersebut dapat berpotensi menyebabkan kita tertular COVID-19. Jika ingin terhindar dari COVID-19 sebaiknya kita menerapkan protokol kesehatan 5M.

Apa saja itu 5M?

  1. Memakai masker dengan benar
  2. Mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer
  3. Menjaga jarak aman
  4. Menghindari kerumunan
  5. Mengurangi mobilitas

Agar kita dapat terhindar dari COVID-19 lebih baik melakukan kegiatan di rumah saja. Meski kita membutuhkan kegiatan yang mengharuskan kita keluar rumah, tetap patuhi dan terapkan protokol kesehatan dimanapun berada. Lindungi diri Anda dan keluarga yaa.

Mohon dapat memberikan rating

Ketentuan Isolasi Mandiri No ratings yet.

Jangan abaikan ketentuan yang harus dilakukan selama Isolasi Mandiri untuk menjaga diri anda, keluarga, dan orang di sekitar anda.

Yuk simak #TipsPantiRapih selama menghadapi Isolasi Mandiri:

  1. Ventilasi dan pencahayaan yang baik
  2. Kamar mandi terpisah, tetapi jika tidak tersedia lakukan disinfeksi rutin permukaan yang sering disentuh
  3. Gunakan alat tersendiri (makan/minum/mandi)
  4. Kamar tidur terpisah
  5. Pemantauan harian gejala
  6. Berkoordinasi dengan Puskesmas
  7. Jika muncul gejala atau semakin parah segera lapor ke petugas
  8. Orang yang merawat harus memperhatikan protokol kesehatan 3M
  9. Hindari kontak dengan orang lain serta tidak berpergian dan tidak menerima tamu
  10. Gunakan masker dengan benar
  11. Cuci tangan dengan sabun
  12. Jaga jarak
  13. Disinfektan/bersihkan permukaan dengan disinfektan berkala
  14. Tangani sampah dengan hati-hati

Selalu perhatikan protokol kesehatan dimanapun Anda berada dan cegah penyebaran COVID-19.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda di Telemedicine RS Panti Rapih Yogyakarta. Informasi & pendaftaran dapat menghubungi 0813 9304 5068.

 

Artikel terkait:

https://pantirapih.or.id/rspr/konsultasi-online-isolasi-mandiri/

https://pantirapih.or.id/rspr/tips-kelola-limbah-masker-habis-pakai/

Telemedicine
WA : 089529178877
Senin – Sabtu
pk 07.00 – 19.30 WIB
Hari Minggu & tanggal merah tutup

Mohon dapat memberikan rating