Nutrisi Penting bagi Pasien Ginjal Kronis

Dewasa ini sedikit sekali informasi mengenai pengaturan makanan di Indonesia pada pasien penyakit ginjal kronis, padahal pengaturan makanan penting bagi pengelolaan kebutuhan kalori dan gizi pasien. Dengan begitu pasien tak sampai mengalami malnutrisi yang pada akhirnya bisa menekan angka kematian pasien penyakit ginjal kronis, memperlambat progresivitas penyakit ginjal dan meminimalkan toksisitas uremic.

Ginjal memiliki fungsi penting dalam proses pengeluaran zat racun tubuh melalui air seni. Proses ini akan berjalan terus  menerus selama fungsi ginjal dalam keadaan baik. Apabila terjadi penurunan fungsi maka sistem pengeluaran zat sisa dan hormonal akan terganggu. Akan tetapi, pasien tidak perlu putus ada karena masih banyak yang dapat dilakukan untuk mempertahankan fungsi ginjal yang masih ada.

Penyakit ginjal kronis adalah kondisi di mana ginjal yang mengalami kelainan struktur atau menurunnya fungsi lebih dari tiga bulan. Penurunan fungsi ini mengakibatkan kemampuan ginjal untuk menyaring darah dan mengeluarkan zat-zat sisa tubuh melalui air seni berkurang, sehingga menumpuk di dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan berbagai gangguan seperti mual, muntah, letih, dan gangguan kesadaran hingga koma. Penyakit ginjal kronis bersifat semakin lama semakin memburuk (kronis). Pada tahap awal penurunan fungsi ginjal belum menimbulkan gejala dan fungsi ginjal dapat dipertahankan, tetapi pada tahap lebih lanjut penurunan fungsi ginjal ini bersifat menetap.

Untuk mengetahui kerusakan ginjal dapat dikertahui dengan mengukur Laju Filtrasi Glomerulous (LFG) dimana ada beberapa stadium kerusakan ginjal yang bisa dipantau.

Stadium I, kerusakan ginjal dengan LFG normal atau turun dan belum menunjukkan gejala. Di stadium ini kadar LFG adalah sekitar 90 ml per menit. Stadium II, kerusakan ginjal dengan penurunan LFG ringan yang dapat menimbulkan gejala atau tidak. Di tahap, ini kadar 60-89 ml/menit.

Stadium III, LFG menurun sedang. Tahap ini pasien mulai menunjukkan gejala-gejala seperti letih, mual, pusing, nafsu makan berkurang. Di stadium ini kadar LFG berkisar 30-59 ml/menit. Stadium IV, LFG menurun berat sehingga terjadi penurunan fungsi ginjal yang berat. Gejala tersebut makin memberat seperti pada stadium III, bahkan disertai sesak napas dan pembengkakan di seluruh tubuh. Di stadium ini, kadar LFG 15-29 ml/menit.

Stadium V atau stadium akhir merupakan tahapan di mana pasien memerlukan terapi pengganti ginjal (TPG) seperti  hemodialisis, peritoneal dialysis, atau transplantasi ginjal. Kepada pasien yang  mengalami penyakit ginjal kronis hendaknya tidak perlu putus asa. Pasalnya masih ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan fungsi ginjal yang tersisa.

Beberapa di antaranya adalah pengobatan rutin agar mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut serta memelihara fungsi ginjal yang tersisa. Pemeriksaan laboratorium minimal satu bulan sekali dapat memantau tingkat kemajuan atau kemunduran fungsi ginjal dan organ lainnya.

Selain itu, bisa juga dengan mematuhi diet yang dianjurkan. Pasien dengan penurunan  fungsi ginjal harus  mematuhi anjuran diet sesuai dengan stadiumnya.

Pasien yang belum mendapatkan terapi pengganti ginjal khususnya hemodialisis harus menjalani diet rendah protein untuk mempertahankan fungsi ginjal yang tersisa agar tidak makin memburuk. Kebutuhan protein yang boleh dikonsumsi adalah 0,6-0,75 gram per berat badan per hari, sedangkan untuk kalori diberikan 35 kilokalori per berat badan per hari.

Selain pembatasan asupan protein, pasien penyakit ginjal kronis juga harus memperhatikan asupan lain dan cairan tubuh, yakni natrium, kalium, dan kalsium. Tah hanya itu, cairan juga harus dibatasi agar tidak terjadi penumpukan cairan di dalam tubuh. Jumlah cairan yang boleh dikonsumsi selama 24 jam adalah 500 ml.

 

Ingin mengetahui informasi ini lebih lanjut dapat mengunjungi Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta.

Ditulis oleh: dr. Putri Risqi Septy Amelia (Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Posted in Artikel Kesehatan and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *