COVID-19, Kemurahan Hati dan Rumah Belas Kasih

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati  Luk 6:36 ) Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia 11 Februari 2022

 

COVID-19 telah berlangsung hampir 2 tahun, COVID-19 membuat hampir seluruh dunia terhenyak. Setiap orang yang sakit merasakan ketidaknyamanan, kesakitan, penderitaan fisik dan psikis yang berkepanjangan akibat pandemic virus SARS COV-2 bahkan mungkin juga kematian.  Banyak faktor yang membuat COVID-19 harus diwaspadai yaitu penularan yang cepat melalui droplet /percikan air liur dari bicara atau saat flu bersin-batuk, faktor usia dan komorbid /penyakit yang menyertai, ketersediaan obat dan alat kesehatan, keterbatasan sarana kesehatan  untuk ruang isolasi dan sumber daya manusia kesehatan yang terbatas. Juga kepatuhan protokol kesehatan (Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas) yang masih abai serta vaksinasi yang belum tercakup semuanya. Membuat keluarga, sahabat terdekat dan masyarakat di sekitarnya selain beresiko penularan juga merasakan dampaknya dari sendi kesehatan, sosial, pendidikan sampai sendi finansial / ekonomi.

Seseorang yang sakit COVID-19 selama beberapa hari harus berada dalam kesendirian. Mengobati sakitnya (harus isolasi mandiri atau dalam ruang sendiri di isolasi /ICU), menahan sakit, minum obat dan makan minum sendiri, jauh dari keluarga dan sahabat yang membantunya seperti saat seperti dirawat sebelum adanya COVID-19 . Merasakan ketidak berdayaan, keputus asaan dan terasa kehilangan kehangatan dari orang-orang yang selalu berada di dekatnya.

 

Bapa yang Maha Pemurah, Bapa yang senantiasa hadir dengan kekuatannya memelihara kesehatan kita dan kelembutan belas kasihnya mengobati dan merawat sepanjang hari.

Kesediaan  tenaga medis rumah sakit, dokter, perawat, laborat, radiologi, farmasi, tenaga kesehatan lainnya, administrasi, petugas kebersihan, serta dan lain-lain untuk berkorban. Meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya dan total dirinya dengan tetap berjaga, masuk kerja dengan menggunakan APD / Alat Pelindung Diri yang lengkap dan tebal selama beberapa jam.  Dalam pengobatan, perawatan, pemeriksaan laborat dan radiologi, pemberian makanan dan obat dan kebersihan ruangan, juga dalam edukasi, screening dan pemberian vaksinasi. Untuk bisa datang menyentuh, menghadirkan selalu kemurahan hati dan belas kasih terhadap pasien sebagai Tamu Ilahi dan sebagai bentuk citra anak yang selalu mengikuti dan berbuat seperti Bapanya yang murah hati.

kemurahan hati dalam sapaan,

kemurahan hati selalu mendoakan,

kemurahan hati  merawat dan mengobati,

kemurahan hati menjaga sepanjang hari,

kemurahan hati selalu menguatkan dan memberi harapan

kemurahan hati akan kesediaan menggantikan kehadiran orang-orang yang dicintai

 

Belas kasih pastoral sosial medik: kehadiran dan kedekatan dengan audio visual yang ada di setiap ruang, mendaraskan doa, ibadat sabda, lagu nyanyian pujian dan penghiburan sepanjang pagi dan sore. Di sertai teknologi yang terkini dengan video call melalui smartphone  untuk menguatkan, memberi harapan dan hiburan serta memberikan Sakramen Orang Sakit- SOS dengan melalu jaring internet atau daring. Mengkomunikasikan perkembangan kesehatan setiap hari dan membantu menguruskan administrasi pelayanan kesehatan ke pihak ke 3 baik BPJS, Asuransi atau mandiri.

Di mana semua upaya pastoral sosio medik di atas adalah agar kesehatan dan keselamatan semua Tamu Ilahi yang datang dapat diberikan secara holistic / menyeluruh dan menjadi berkat bagi yang sakit dan keluarganya.

 

Rumah kita adalah rumah belas kasih,

rumah sahabat untuk hidup sehat

rumah tulus untuk sembuh

rumah pendamping setia anda di kala sehat dan sakit

rumah tulus ikhlas menjadi teman dalam pengharapan

rumah pelayanan tulus dengan hati penuh kasih

Terima kasih, Berkat dan Doa untuk seluruh rumah-rumah karya-karya pelayanan kesehatan serta pejuang-pejuang kesehatan (tenaga medis, tenaga kesehatan, administrasi dan rekanan kesehatan yang terlibat) yang tak henti-hentinya memberikan dirinya dan sebagian hak dari keluarganya untuk menolong orang-orang yang dirawat dan kurang beruntung karena kesakitannya.

..ketika Aku sakit, kamu melawat Aku.   Mat 25:36

Hidup sehat adalah anugerah dari Tuhan, yang harus diupayakan tiap hari dari waktu ke waktu dan selalu menyadari dan bersyukur bahwa Tuhan Maha Murah, memberikan kesehatan yang prima sampai pada hari ini. Tuhan Memberkati.

 

 

 

Artikel ini ditulis oleh: dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Manajemen Bencana STIKes Panti Rapih)

 

 

Posted in Artikel Kesehatan and tagged , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *