Perlukah Saya di Vaksin Hepatitis? No ratings yet.

WHO – World Health Organization atau Organisasi kesehatan dunia, masih menjadikan negara Indonesia sebagai daerah endemisitas hepatitis kategori sedang hingga tinggi.  Hal ini disebabkan karena jumlah pasien penderita hepatitis di Indonesia masih sangat banyak. Berdasarkan Riskesdas – Riset kesehatan dasar Indonesia tahun 2013 ada peningkatan prevalensi hepatitis sebesar 1,2% atau hampir 2 kali dibanding tahun 2007 sebesar 0,6%. Prevalensi semakin meningkat pada penduduk berusia di atas 15 tahun. Jenis hepatitis yang sering menginfeksi adalah Hepatitis B (21,8%), Hepatitis A (19,35%), Hepatitis C (2,5%) dan Hepatitis lainnya (1,85%).

Vaksinasi atau imunisasi adalah upaya untuk memberikan vaksin (zat atau senyawa yang mengandung bagian atau rekayasa bakteri atau virus penyebab lain yang telah dilemahkan atau dimatikan), sehingga saat di masukkan ke tubuh, vaksin akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi agar dapat melawan saat penyakit tersebut masuk ke tubuh kita agar tubuh tidak menjadi sakit.

Vaksin hepatitis untuk dewasa sangat dianjurkan kepada :

  1. Orang yang pasangannya atau keluarga satu rumah menderita Hepatitis
  2. Orang yang akan bepergian di daerah endemis hepatitis
  3. Petugas kesehatan (Medis: dokter, perawat, bidan, laboratorium, kesehatan lingkungan, laundry, dll)  atau publik yang beresiko tinggi terkena paparan cairan penderita
  4. Petugas gizi atau pekerja yang menyiapkan makanan-minuman dari bahan mentah sampai menjadi matang, penyajian dan pembersihan
  5. Orang yang beresiko dengan penyalahgunaan narkoba dan seks bebas, tattoo dll
  6. Orang dengan penyakit menahun yang bersiko terkena komplikasi seperti penyakit ginjal, diabetes, infeksi HIV atau gangguan imunitas
  7. Orang atau siapapun yang ingin terlindung dari hepatitis

Apakah anda termasuk salah satu yang termasuk di kriteria di atas?

Jika anda termasuk, maka persiapkan diri untuk vaksin hepatitis.

Di Indonesia vaksin yang tersedia baru vaksin untuk hepatitis A dan B, belum tersedia vaksin untuk hepatitis C,D dan E. Negara kita sudah mempunyai program nasional vaksinasi dasar untuk hepatitis. (lihat tabel Rekomendasi IDAI 2020 dan PAPDI 2017).

Jadwal imunisasi rekomendasi IDAI 2020 adalah:

Vaksin Hepatitis B, di berikan 4 x yaitu saat bayi baru lahir, dilanjutkan usia 2, 3 dan 4 bulan dan 1x saat usia 18 tahun.

Vaksin Hepatitis A diberikan 2 x antara umur 12 tahun sampai usia 18 tahun dengan rentang interval 6 bulan – 36 bulan.

Jadwal imunisasi Dewasa  rekomendasi PAPDI 2017 adalah:

Vaksin Hepatitis B 3x , saat pertama kali, 1 bulan dan 6 bulan berikutnya.

Vaksin Hepatitis A 2x  rentang 6 bulan.

 

Saya Mau Vaksin Apa?

Vaksinlah sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan yang ada sekarang, Janganlah di tunda!

Pilihan vaksin ditentukan oleh kebutuhan anda dan keluarga saat itu.

Vaksin hepatitis A, dianjurkan jika anda dalam waktu dekat melakukan perjalanan ke daerah endemis hepatitis. Vaksin Hepatitis A diberikan 2x dengan rentang waktu 6 bulan,

Vaksin hepatitis B, dianjurkan jika anda petugas kesehatan di klinik atau rumah sakit baik dokter, perawat, bidan, penunjang medis, laboratorium, radiologi, farmasi, gizi , medical record atau tenaga kesehatan lainnya seperti petugas kesehatan lingkungan, kendaraan dan keamanan, laundry serta petugas administrasi rumah sakit. Vaksin hepatitis B diberikan 3 x dengan rentang 0 bulan, 1 bulan dan 6 bulan dari saat penyuntikan 1.

Sebaiknya jika anda mempunyai putra-putri yang dilahirkan saat itu atau akan melahirkan di waktu yang dekat, pertimbangkan untuk melakukan vaksinasi dasar hepatitis B.

Saat ini masih belum tersedia vaksin hepatitis C, D dan E.

Pastikan jadwal jangan sampai terlambat atau diluar jadwalnya, agar hasil menjadi maksimal. Dengan vaksin anda terlindungi, keluarga yang anda terkasihi terlindungi, sahabat anda di instansi juga terlindungi akhirnya masyarakat sekitar menjadi lebih aman dan sehat,

RS Panti Rapih melayani vaksinasi Hepatitis di Poliklinik Vaksin Non COVID, setiap hari di jam kerja, di Poliklinik Medical Check Up, Lt 2 Gedung Rawat Jalan Borromeus.

 

Artikel sebelumnya …  Tahukah Anda? Pentingnya vaksin Hepatitis

Dapat dilihat pada tautan berikut ini: https://pantirapih.or.id/rspr/tahukah-anda-pentingnya-vaksin-hepatitis/

Bersambung ke artikel selanjutnya…   3 Cara vaksin Hepatitis yang Aman, Mudah dan Akurat

Medical Check Up merupakan pemeriksaan komprehensif terhadap diri seseorang untuk menentukan status kesehatan dan/atau menemukan penyakit secara dini. Manfaat Medical Check Up itu sendiri untuk mengetahui adanya penyakit secara dini sehingga penyakit tersebut dapat ditanggulangi seawal mungkin.

Segera deteksi kesehatan Anda sekarang juga di Medical Check Up RS Panti Rapih.

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Tandean Arif Wibowo, MPH
(
Dokter Medical Check Up – Home Care Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Informasi Pelayanan : 
Klinik Medical Check Up
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : 0274 – 563333 ext 1125
Senin – Sabtu pukul 07.00-14.00. Hari Minggu & Tgl Merah Tutup.

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Tahukah Anda? Pentingnya Vaksin Hepatitis No ratings yet.

Hepatitis atau peradangan hati adalah salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penyebab yang umum dan paling sering disebabkan oleh virus hepatitis. Selain virus faktor lain yang berpengaruh adalah penggunaan obat atau zat kimia yang sensitif dan berkepanjangan seperti alkohol, obat-obat tertentu, serta aflatoksin pada jamur dan penyakit autoimun. Ada 5 tipe virus hepatitis yaitu tipe A, B, C, D, dan E.

Seorang jika terkena virus hepatitis akan beresiko menjadi fibrosis (jaringan parut), sirosis atau menjadi kanker hati, jika terlambat diketahui atau penanganannya tak maksimal. Selain  fisik yang sakit akan memberi dampak juga pada psikis, sosial dan finansial karena pengobatan yang akut  dan parah atau lama berkepanjangan, bahkan memungkinkan kematian. Tipe B dan C adalah penyebab umum dari sirosis hati dan kanker hati.

Cara penularan hepatitis ke tubuh orang bisa melalui kontak dengan darah  atau cairan tubuh atau kotoran yang terinfeksi di makanan dan minuman yang tak bersih dari sanitasi yang tak baik (fecal oral), pemakaian jarum suntik yang tak steril dan berulang untuk pemberian obat kepada pasien yang berbeda, tindik, tattoo, tranfusi darah serta penularan dari ibu ke janinnya saat kehamilan (parenteral). Penularan virus hepatitis A dan E melalui fecal oral, Hepatitis B, C dan D melalui parenteral.

Hepatitis atau peradangan hati adalah salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penyebab yang umum dan paling sering disebabkan oleh virus hepatitis. Selain virus faktor lain yang berpengaruh adalah penggunaan obat atau zat kimia yang sensitive dan berkepanjangan seperti alcohol, obat-obat tertentu, serta aflatoksin pada jamur dan penyakit autoimun. Ada 5 tipe virus hepatitis yaitu tipe A, B, C, D, dan E.

Seorang jika terkena virus hepatitis akan beresiko menjadi fibrosis (jaringan parut), sirosis atau menjadi kanker hati, jika terlambat diketahui atau penanganannya tak maksimal. Selain  fisik yang sakit akan memberi dampak juga pada psikis, sosial dan finansial karena pengobatan yang akut  dan parah atau lama berkepanjangan, bahkan memungkinkan kematian. Tipe B dan C adalah penyebab umum dari sirosis hati dan kanker hati.

Cara penularan hepatitis ke tubuh orang bisa melalui kontak dengan darah  atau cairan tubuh atau kotoran yang terinfeksi di makanan dan minuman yang tak bersih dari sanitasi yang tak baik (fecal oral), pemakaian jarum suntik yang tak steril dan berulang untuk pemberian obat kepada pasien yang berbeda, tindik, tattoo, tranfusi darah serta penularan dari ibu ke janinnya saat kehamilan (parenteral). Penularan virus hepatitis A dan E melalui fecal oral, Hepatitis B, C dan D melalui parenteral.

Gejala

Masa inkubasi adalah masa atau periode di mana paparan virus hepatitis masuk ke dalam tubuh hingga timbul tanda/gejala pertama yang di rasakan. Virus hepatitis A dan E  yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang terinfeksi karena sanitasi yang tak baik mempunyai masa inkubasi antara 2 sampai 6 minggu atau menyebabkan penyakit yang akut, sedangkan hepatitis B dan C yang ditularkan melalui darah akan memiliki masa inkubasi yang lebih panjang, 2 sampai 6 bulan, ini nanti yang akan menyebabkan fibrosis, sirosis, kanker hati, dan gagal hati karena bertahan lama/kronis di tubuh.

Adapun gejala hepatitis yang sering diraskan adalah Flu like syndrome artinya gejala seperti orang Flu saja tetapi berkepanjangan lebih dari 2 minggu, mudah cepat lelah, demam, mual dan muntah, urin akan berwarna gelap seperti air teh dan yang khas timbul warna kuning di conjungtiva mata, mukosa  dan kulit, sehingga dikenal sebagi “sakit Kuning”, jika tak terdeteksi dengan cepat akan bisa menimbulkan kerusakan  dan kegagalan fungsi hati dengan gejala khronis berupa perut membuncit, pembengkakan kaki, pelebaran pembuluh darah pada permukaan kulit.

 

Cara Pencegahan

A. Promosi kesehatan

  • Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang apa itu hepatitis dan mengetahui cara penularannya
  • Menghilangkan stigma/pandangan negative terhadap pasien hepatitis

B. Perlindungan khusus pada petugas, pasien dan keluarga dengan menggunakan alat pelindung diri APD saat bertugas, penggunaan jarum sekali pakai, penggunaan pengaman kondom saat berhubungan, tidak berbagi alat makan atau mandi dengan penderita.

C. Pengendalian Faktor Resiko

  • Tingkatan perilaku hidup bersih dan sehat pada diri sendiri, keluarga dan lingkungan
  • Meningkatkan stamina tubuh dengan makan minum yang sehat dan higienis, istirahat cukup dan olahraga teratur
  • Screening terhadap darah donor dan organ transplantasi
  • Kebersihan dan sterilisasi terhadap alat-alat kesehatan yang berpotensi menularkan
  • Deteksi dini dan Medical Check Up rutin untuk mengendalikan resiko pencetus

D. Pemberian vaksinasi untuk mencegah virus hepatitis

Untuk saat ini di Indonesia baru tersedia vaksin untuk hepatitis A dan B baik untuk bayi, anak dan dewasa, sementara vaksin untuk tipe  C, D dan E masih dalam proses pengembangan.

Penderita yang terjangkit hepatitis akan mudah menularkan kepada orang-orang di sekitarnya, mulai dari janin sampai lanjut usia, dari suami, istri, anak, cucu, ayah, ibu, saudara-saudara dalam lingkungan keluarga,  sahabat-sahabat dalam satu pekerjaan atau instansi bahkan mungkin masyarakat disekeliling penderita hepatitis. Jadi kenali gejala hepatitis, hindari dan sekiranya memungkinkan, cegahlah dengan melakukan vaksinasi hepatitis.

 

Bersambung ke artikel selanjutnya… Perlukah Saya di Vaksin Hepatitis?

Dapat dilihat pada artikel berikut ini https://pantirapih.or.id/rspr/perlukah-saya-di-vaksin-hepatitis/

Medical Check Up merupakan pemeriksaan komprehensif terhadap diri seseorang untuk menentukan status kesehatan dan/atau menemukan penyakit secara dini. Manfaat Medical Check Up itu sendiri untuk mengetahui adanya penyakit secara dini sehingga penyakit tersebut dapat ditanggulangi seawal mungkin.

Segera deteksi kesehatan Anda sekarang juga di Medical Check Up RS Panti Rapih.

 

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Tandean Arif Wibowo, MPH
(
Dokter Medical Check Up – Home Care Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Informasi Pelayanan : 
Klinik Medical Check Up
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : 0274 – 563333 ext 1125
Senin – Sabtu pukul 07.00-14.00. Hari Minggu & Tgl Merah Tutup.

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating