Mengetahui 5 Pilar Pengelolaan Dermatitis Atopic No ratings yet.

Menggaruk-garuk saat gatal adalah suatu yang nyaman tapi akan beresiko pada penampilan kulit kita, jika kita menggaruknya berlebihan akan menimbulkan luka dan bekas pada kulit. Kulit jadi tak menarik karena timbul ruam merah, bersisik, berdarah, nanah juga koreng. Gatal-gatal juga akan mengganggu kita saat melakukan aktifitas kerja dan saat istirahat tidur, sehingga kualitas tidur kita tak optimal. Dermatitis Atopic (eksim) ini bisa terjadi pada semua usia dari bayi hingga dewasa.

Dermatitis Atopik adalah salah satu jenis dermatitis kulit yang ditandai kulit yang memerah, kering, bersisik dan pecah-pecah akibat adanya peradangan kulit yang berlangsung lama – kronis di area pipi, kulit kepala dan area lipatan di tangan, selangkangan dan kaki. Penyebabnya bisa diakibatkan oleh keturunan, lingkungan, imunologi-alergi, stress dan infeksi.

Cara mencegah agar tidak bertambah parahnya Dermatitis Atopic adalah dengan memahami 5 pilar pengelolaan, yaitu:

  1. Pendidikan akan pengetahuan dermatitis atopic yang benar
  2. Mengubah gaya hidup agar tidak memicu factor pencetusnya seperti alergi, stress atau lingkungan
  3. Menjaga dan merawat kulit agar tetap segar, sehat dan cantik ; kebersihan diri dan lingkungan dan makanan yang tidak menyebabkan alergi kulit seperti ; kacang-kacangan, telur, safood dll
  4. Penanganan peradangan kulit dengan mencegah kulit kering dengan pelembab kulit ataupun pemberian obat–obat topical kulit golongan kortikosteroid sesuai dengan rekomendasi dokter umum atau dokter spesialis kulit
  5. Mengontrol dan mengurangi dengan sadar untuk tidak menggaruk saat gatal

Pengelolaan Dermatitis Atopik dengan menggunakan obat-obatan baik obat minum atau zalf-oles agar memberikan hasil yang optimal, sebaiknya pasien paham dan patuh mengenai :

  1. Dosis pengobatan yang tepat
  2. Frekuensi pengobatan
  3. Bagaimana meningkatkan dan menurunkan pengobatan
  4. Pengobatan jika eksim menjadi lebih parah

Biasakan pada saat mandi untuk mengevaluasi kulit anda dari rambut kepala sampai ujung kaki, kenalilah perubahan kulit yang terjadi, sekiranya semakin bertambah tidak nyaman, segeralah konsultasi ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Materi sejenis ini pernah ditayangkan di Webinar RS Panti Rapih, Hari Sabtu, 19 Desember 2020, Corticosteroids : Use Benefit, Harm, Recent Developments in Atopic Dermatitis, narasumber dr. Radijanti Anggraheni, Sp.KK

Artikel video tentang kesehatan kulit dengan judul Mengenal Lebih Dekat Tentang Jerawat, Flek dan Pigmentasi dapat Anda kunjungi di link berikut. Kunjungi.

Kunjungi Klinik Estetika Lucia untuk mendapatkan informasi mengenai kesehatan kulit dan rambut.

Informasi Pelayanan : 
Klinik Kulit
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Penanganan Demam pada Anak di masa COVID-19 4/5 (1)

Anak dengan kondisi tak fit, cuaca yang ekstrem dan adanya pencetus mempermudah anak menjadi sakit influenza terlebih demam. Demam ini jika di tambah dengan adanya penurunan daya tubuh di masa COVID, akan mempermudah timbulnya kejang demam atau komplikasi infeksi organ tubuh terlebih jika ada riwayat sakit asma atau alergi.

Demam adalah kondisi suhu panas tubuh melebihi angka normal, bayi 36,5-37,5 C sedang anak 36,0-37,0 C di thermometer suhu. Penyebab demam sangat banyak dari non infeksi seperti tumbuh gigi, paska infeksi, dehidrasi, dll, infeksi oleh virus, bakteri, parasit dll juga penyebab tidak jelas karena terganggunya komunikasi anak, hanya rewel, , menangis terus. Pola demam dan tanda /gejala lain yang menyertai akan membantu menegakkan diagnosa penyakit pada anak.


Pastikan anak diukur suhu dengan benar menggunakan thermometer suhu tubuh, bisa di ketiak, di mulut di bawah lidah, di anus atau dengan sensor di telinga atau infra merah di dahi. Pertolongan pertama adalah pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup, kompres dengan air hangat / gel plester kompres di dahi dan bagian lipatan tubuh, longgarkan pakaian agar lebih nyaman jika panas tinggi, berikan obat penurun panas sesuai dosis dan umur, jika panas tidak ada perubahan lebih 2 hari, sebaiknya bawa segera ke dokter terlebih jika panas lebih dari 39 C, dan ada tanda gejala kejang demam atau kegawatan lain seperti mulai tidak sadar dan ada gangguan nafas.
Harapannya di masa COVID ini, anak perlu diperhatikan kesehatannya dengan membandingkan perilaku kesehariannya, cukup makan minum yang bergizi, gerak yang cukup aktif, jika perlu diberikan suplemen vitamin tambahan


Materi sejenis ini pernah ditayangkan di Webinar RS Panti Rapih, Hari Jumat, 18 Desember 2020, Penanganan Demam pada Anak di Era Pandemi COVID-19, narasumber dr. Maria Rulina Y.A.,M.Sc.,Sp. A

Dapat dibuka di link Youtube

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating