Pra-Analitik Pemeriksaan Cairan Otak

PENDAHULUAN

Cairan tubuh merupakan bahan pemeriksaan yang sering diminta untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit. Cairan otak adalah salah satu dari cairan tubuh selain urin, cairan serosa, cairan sendi, cairan tubulus seminalis atau semen. Cairan otak memiliki karakteristik yang berbeda dengan cairan tubuh yang lain, sehingga diperlukan persiapan, cara pengambilan dan penanganan bahan pemeriksaan yang berbeda juga dari cairan tubuh yang lain. Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang benar dan dapat dipercaya, diperlukan tahap pra – analitik yang baik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada tahap pra – analitik adalah indikasi pemeriksaan, cara pengambilan, penyimpanan dan pengiriman bahan pemeriksaan. Di samping itu perlu diketahui juga hal – hal yang harus diperhatikan dan dicatat pada saat pengambilan bahan, yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan atau dapat memberi petunjuk awal terhadap hasil pemeriksaan. Diharapkan dengan pra – analitik yang baik, akan dapat memberikan hasil pemeriksaan yang benar dan dapat dipercaya.

FISIOLOGI

Otak dilindungi oleh tiga lapis membran dari luar ke dalam yaitu duramater, arachnoid dan piamater. Lapisan piamater melekat erat pada otak, sedangkan lapisan arachnoid  diliputi oleh banyak pembuluh darah otak. Cairan otak terletak dalam rongga/ruang subarachnoid yaitu antara lapisan arachnoid dan piamater. Cairan ini diproduksi oleh kapiler – kapiler pada piamater yang membentuk plexus choroideus. Cairan akan bersikulasi melingkari otak dan medula spinalis. Resorbsi dilakukan oleh villi pada membran arachnoid.

Fungsi cairan otak tersebut untuk membawa nutrisi bagi jaringan saraf, mengangkut sisa metabolisme dan sebagai pertahanan terhadap trauma bagi otak dan medula spinalis. Pada orang normal jumlah cairan otak 90 – 150 ml, pada anak 60 – 100 ml, dan neonatus 10 – 60 ml. Pada keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara produksi dan resorbsi, jumlah cairan otak akan meningkat.

PRA – ANALITIK

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada tahap pra – analitik yaitu persiapan penderita, pengambilan bahan pemeriksaan berupa cairan otak, serta penanganan setelah bahan diambil termasuk penyimpanan dan pengiriman ke laboratorium.

1. Persiapan Penderita

Dalam pengambilan cairan otak, penjelasan harus diberikan dengan jelas dan baik, karena tindakan pungsi cairan otak merupakan tindakan yang invasif dan lebih beresiko jika dibandingkan dengan tindakan pengambilan darah. Selain itu, dokter yang merawat hendaknya juga memberitahukan kepada penderita dan keluarganya kapan tindakan akan dilakukan, karena bahan pemeriksaan yang sudah diambil harus segera dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa.

2. Pengambilan Bahan

Sebelum dilakukan pengambilan bahan pemeriksaan, disiapkan dahulu formulir permintaan pemeriksaan, wadah/tabung penampung yang berlabel identitas penderita serta semprit/tabung dan jarum yang sesuai. Pada formulir diisi lengkap : identitas pasien (nama, nomor register, nomor rekam medis, ruangan), keterangan klinik/diagnosis, jenis cairan tubuh, dan pemeriksaan yang diminta.

Wadah/tabung penampung untuk cairan otak adalah 3 buah tabung yang diberi nomor urut sesuai dengan urutan yang digunakan. Tabung untuk pemeriksaan mikrobiologi harus steril. Antikoagulan yang digunakan untuk pemeriksaan cairan tubuh adalah K3EDTA cair atau sodium heparin.

Cairan otak diambil dengan cara pungsi. Daerah yang akan dipungsi dibersihkan dengan alkohol 70%, kemudian dilakukan pungsi menggunakan semprit/tabung dan jarum yang sesuai. Cairan otak diambil dengan pungsi lumbal pada L3 – L4 atau L4 – L5.

3. Penanganan Bahan

Untuk cairan otak setelah diambil dan ditampung dalam tabung yang telah disiapkan, pada masing – masing tabung dicantumkan tanggal dan jam saat pengambilan cairan. Hal ini sangat penting karena analisis cairan otak harus dilakukan segera setelah bahan diambil. Keterlambatan dalam pengiriman bahan pemeriksaan ke laboratorium akan mempengaruhi hasil pemeriksaan. Sebagai contoh, kadar glukosa akan menurun secara signifikan setelah 1 jam pengambilan, serta kadar protein akan meningkat akibat destruksi sel. Oleh sebab itu cairan otak sebaiknya dikirim ke laboratorium segera setelah dilakukan pengambilan.

Apabila cairan tidak dapat segera diperiksa, harus disimpan pada suhu 40C.

 

 

Artikel ini ditulis oleh: Laksmita Wahyu Kurniawati